
Tanpa mereka sadari Ratu Kupu Merah, telah menjebak mereka ke dalam Goa yang talah dipersiapkan setahun sebelumnya untuk menghabisi Annabi.
Dinding goa yang dilumuri oleh garam Sihir, membuat kekuatan elemen Fung Jie, Annabi dan lainnya terkulai lemas seolah mereka tak pernah memiliki kekuatan..
Hanya Beiju yang tidak merasakan apapun, hal itu membuatnya terheran-heran dengan apa yang dialami oleh rekan-rekannya.
“Apakah kau tidak merasakan energi mu hilang begitu saja?” Fung Jie terlihat panik, karena energinya tidak bia Ia kerahkan sama sekali.
Sementara suara gemuruh tadi, rupanya adalah suara batuan yang runtuh dan kini telah menutup jalan masuk ke dalam goa besar itu.
Di depan pintu Goa itu, Ratu Kupu Merah sedang tercenung setelah menekan tuas yang membuat bebatuan jatuh menutupi pintu goa dan mengubur mereka semua.
Dengan terpaksa, Ia melakukan semua ini demi menyelamatkan nyawa ribuan Anggota Siluman Kupu-kupu yang diancam akan dibantai oleh Raja Singa Hitam, jika Ia tidak mau bekerja sama.
“Bagus Kupu Merah ... Kau telah berhasil melakukan tugas dari ku dengan baik. Kau dan seluruh siluman Kupu-kupu Merah bisa hidup tenang di dunia ini.”
Lamunan Kupu-kupu Merah yang merasa bersalah pada Annabi, terusik oleh suara keras dari Raja Singa Hitam yang telah datang bersama puluhan Raja dan Ratu Siluman lain serta Buhao dan ketiga rekannya yang kini telah berwujud aslinya.
“Akhirnya Aku bisa menangkapmu Annabi. Sekarang terimalah hukumanmu yang akan mati secara perlahan bersama dengan teman-temanmu. Hahahaha ..”
Raja Singa Hitam, tertawa karena telah merasa menang hingga tawanya harus terhenti saat merasakan Tanah bergetar dengan hebat.
Sesaat kemudian mereka dikejutkan dengan munculnya sosok Beiju dalam bentuk Raksasa setinggi lebih dari tiga puluh meter dari dalam tanah.
“Apa?! Raja Beiju dari Dunia Org?! Mengapa Dia tidak terpengaruh Garam Sihir dari nenek Rujiu?”
Buhao sangat terkejut melihat sosok Beiju dan saat melihat Tongkat Penguasa di tangan Kanan Beiju, Buhao akhirnya menemukan sebab semua perhitungannya meleset.
“Tuan Buhao, Bagaimana ini? Aku merasakan lima Aura yang sangat besar di Ranah Bumi?”
Raja Singa Hitam terlihat gentar saat Fung Jie dan lainnya yang berada di dalam Tangan Kiri Raksasa Beiju, mengerahkan kekuatan mereka yang telah kembali.
“Tenanglah ... Kita juga berlima, Kau cari yang terlemah untuk menjadi lawanmu.” Buhao terlihat percaya diri dan memendang rendah pada Hao Long dan lainnya.
Annabi yang sangat kesal, segera melesat menyerang Ratu Kupu Merah yang belum sempat pergi dari tempat tersebut. Namun Buhao menghadangnya.
“Aku lawanmu Annabi!” Buhao yang masih penasaran dengan kekuatan annabi yang gagal Ia bunuh beberapa tahun lalu, melesatkan serangan cepat dengan kekuatan besar.
Annabi yang memang memiliki dendam kepada Buhao segera meladeninya, pertarungan keduanya pun terjadi dengan sangat cepat dan berbahaya.
Energi nyasar dari keduanya telah membunuh beberapa siliuman yang berada di tempat tersebut dan juga membuat beberapa pohon tumbang.
__ADS_1
Sementara Raja Singa Hitam, melihat Li Annchi yang memiliki Aura terlemah dari lima orang yang tersisa, memilihnya sebagai lawan.
Raja Singa Hitam segera melesat ke arah Li Annchi dengan kecepatan tinggi. Namun Ia terkesiap saat merasakan sebuah tendangan Kuat mengarah ke kepalanya dari arah kiri.
“Serahkan Ia padaku Tuan Long!” Annabi yang melihat Hao Long akan memulai pertarungan dengan Raja Singa Hitam, segera berteriak dan lalu melesat dan meninggalkan Buhao yang segera mengejarnya.
Hao Long pun mengalah, Ia menghadang Buhao dan segera memberikan serangan cepat yang membuat Buhao tersentak kaget, tubuhnya terpental puluhan meter karena menahan tendangan kuat dari Hao Long.
“Tidak mungkin?! Bagaimana bisa ada seorang pemuda sekuat ini?” Buhao menatap Hao Long dengan mata melotot lebar.
Sejauh ini yang Buhao ketahui lawannya berada di Ranah Bumi yang sama dengan dirinya. Untuk bisa menang dari lawannya, Ia pun mengerahkan seluruh kekuatannya yang membuat Raja dan Ratu Siluman lain terlempar dari tempat tersebut.
Tempat di lembah itu sekarang porak poranda dengan terjadinya pertarungan sepuluh orang di ranah Bumi. Beiju, Ji Hua dan Fung Jie bertarung melawan ketiga rekan Buhao yang ternyata sangat kuat.
Pertarungan itu, memaksa Li Annchi menjauhi tempat tersebut. Melihat itu, para Raja dan Ratu Siluman yang berada di level tujuh dan enam Tingkat Dewa Sejati, memutuskan menyerang Li Annchi.
Saat mereka telah mengepung Li Annchi, barulah mereka menyadari jika telah salah dengan mengambil keputusan menyerang gadis tersebut.
Li Annchi yang sangat ingin meningkatkan kekuatannya, dengan brutal menghabisi mereka yang mencoba menyerangnya dengan membekukan udara dan menghabisi mereka satu persatu.
Hanya tersisa separuh dari mereka yang segera melarikan diri dari tempat tersebut. Dan Li Annchi pun kembali menyerap energi roh tanpa bantuan Hao Long yang sedang berjibaku dengan Buhao.
Buhao mulai menyadari tingkat kekuatannya setelah ratusan kali serangannya tidak berhasil mengenai Hao Long yang bergerak sangat cepat dan memberikan serangan balik yang membuat Buhao beberapa kali muntah darah.
Tiba-tiba terdengar jeritan Li Annchi yang membuat Hao Long menoleh sejenak dan Ia pun terkena sebuah tendangan Kuat dari Buhao.
Tubuh hao Long terlempar namun dengan cepat Ia menguasai diri dan segera mengeluarkan kekuatan penuhnya di ranah Langit.
Sontak semua orang terhenti dari pertarungan meraka saat dunia siluman seolah dolanda gempa hebat. Sementara Buhao seketika memeucat saat melihat tangan kana Hao Long telah berubah warna menjadi biru dengan petir kecil menyelimutinya.
“Tangan Petir Dewa Langit?! Mustahil..!” Buhao yang mengetahui kekuatan tangan Petir yang di miliki oleh Ge Luo, tentu saja terkejut melihat Hao Long memiliki Tangan yang sama.
Ia memutuskan untuk pergi secepatnya dari tempat tersebut. Ia melesat dnegan kecepatan penuhnya, hingga dalam dua detik telah berada satu kilometer dari tempat tersebut.
Namun Ia terperangah karena Hao Long telah berada lima pluh meter di depannya dan tangan Kana terangkat ke arahnya. “Tidak! Jangan!” Buhao berteriak keras.
JEDAARRRRR
BUUUUUMMM
Itu adalah kata terakhir dari Buhao sebelum tubuhnya meledak terhantam tangan petir Hao Long yang dengan telak mengenai tubuhnya.
__ADS_1
Hao Long segera melesat kembali dan mendapati Li Annchi telah mengeluarkan darah dari mulutnya. Tubuh Li Annchi bergetar hebat karena besarnya energi roh dari puluhan siluman yang Ia bunuh, memasuki tubuhnya dengan cepat.
“Annchi kenapa Kau gegabah!” Hao Long segera membantunya mengatur aliran energi roh dari Raja dan Ratu Siluman berbagai jenis yang memasuki tubuh Li Annchi.
Akibat luka dalammnya Li Annchi gagal menembus ke Ranah Bumi. Justru Ia hampir saja tewas jika Hao Long terlambat memutuskan untuk menghentikan proses penyerapan Li Annchi yang akhirnya jatuh Pingsan karena terlalu memaksakan dirinya.
“Annchi Maafkan Aku, Kau hanya perlu bersabar sedikit lagi untuk bisa berada di ranah yang sama denganku.” Hao Long membelai rambut hitam li Annchi yang terkulai dalampangkuannya.
Ia menatap ke arah pertarungan delapan orang di Ranah Bumi yang membuat lembah itu kini tak lagi memiliki pepohonan yang masih berdiri seperti sebelumnya.
Saat itulah Hao Long menyadari, bahwa Annabi sedang terdesak hebat. Kekuatannya kalah jauh dari Raja Singa Hitam yang telah mengubah wujudnya menjadi seorang manusia berkepala singa dengan tinggi tiga meter.
Di tangan Kanan Raja Singa Hitam, Terlihat sebuah Pedang Hitam yang telah membuat Tubuh Ular Annabi bagian pinggang ke bawah, mengalami luka cukup parah di beberapa bagian.
“Sesepuh Annabi ... Mundurlah!” Mendengar teriakan Hao Long, Annabi yang merasa tak bisa menang dari Raja Singa Hitam, melesat mundur dengan cepat.
Raja Singa Hitam tidak mengejarnya, Ia pun terlihat sedang menormalkan nafasnya yag terengah-engah setelah bertarung dengan sengit melawan Annabi.
“Tuan Long ... “ Nafas Annabi pun tersengal-sengal. “Mohon bantuannya ...Tolong habisi Raja Singa Hitam ... Biar Aku yang menjaga Nona Annchi.”
Hao Long mengangguk dan melesat mendekati Raja Singa Hitam yang terlihat jauh lebih kuat saat Ia masih berwujud Seekor Singa.
Raja Singa Hitam menyeringai lalu menelan sebuah benda bulat bercahaya merah yang segera menghilang di dalam perutnya.
AAUUUUMMMM
Raja Singa Hitam mengaum keras saat benda yang Ia telan, mulai bereaksi di dalam tubuhnya yang perlahan menyusut dan berubah wujud untuk kedua kalinya.
Sosok Tubuh Raja Singa Hitam kini, berwujud setinggi Hao Long dan wajahnya berubah layaknya wajah manusia, hanya saja bulu dan jenggotnya beurbah menjadi keemasan. Demikian juga dengan kulit tubuhnya.
Annabi terbelalak melihat wujud baru Raja Singa Hitam yang kini berubah menjadi Singa Emas. “Raja Singa Emas!? Bagaimana dia bisa mendapatkan kekuatan leluhur Siluman Singa yang terkuat itu.”
Annabi mulai gentar dan khawatir jika Hao Long tak mampu melawan kekuatan Raja Singa Emas yang sepengetahuannya sangatlah dahsyat.
Sementara Hao Long menyadari Aura kekuatan Raja Singa Hitam telah meningkat pesat. Ia pun menjadi waspada dan segera menggunakan Tangan Petir Dewa Langit dan Kaki Awan.
Kini tangan kanan Hao Long telah diselimuti oleh Cahaya Biru dan empat cincin cahaya berwarna Merah, Jingga dan Hijau. Hao Long sendiri terkejut dengan aura kekuatan Tangan Petir yang meningkat pesat.
Sementara Raja Singa Hitam terlihat menyeringai, Ia tidak merasa gentar dengan Aura kekuatan Tangan Petir Dewa Langit, bahkan terlihat senang melihat hal itu.
“Akhirnya Aku bisa mencoba kekuatan penuhku dengan melawan Tangan Petir milik Dewa Langit itu, majulah bocah serang Aku dengan jurus terkuatmu!”
__ADS_1
Hao Long sedikit terkejut mendengar suara Raja Singa Hitam yang berubah menjadi berat dan penuh percaya diri. Baru kali ini ada yang tidak takut dnegan Tangan Petir Dewa Langit, bahkan merasa senang bisa bertarung melawannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=