
“Bibi Yue… Siapa mereka?” Setelah Lan Yue meraih tubuh Hao Fang yang tak sadarkan diri, Ia pun menjawab pertanyaan Li Annchi tepat setelah Hao Long tiba di tempat itu dan berdiri di samping kekasihnya.
“Mereka dari Klan Hao … Kelima orang yang menyerang kita saat di tepi sungai dulu, telah tewas sekembalinya dari tempat kita.” Setelah menelan ludahnya, Lan Yue menjelaskan lebih lanjut situasinya.
Hao Long, yang akhirnya memahami situasi yang mereka hadapi saat ini, terdiam dengan dahi berkerut. Lalu Ia berbalik arah dan menatap sosok Kakek yang merupakan Leluhurnya itu.
Sementara Hao Tian dan yang lainnya menatap heran pada Hao Long dan sesekali pada Hao Fang. Seolah mengerti apa yang mereka pikirkan, Hao Long lalu melangkah mendekatinya.
“Hormat Kakek Leluhur …” Hao Tian mengerutkan dahinya. “Apa maksudmu memanggilku seperti itu?” Suara Hao Tian yang terdengar tegas, membuat suasana kembali menjadi tegang.
Hao Long terdiam sejenak, Ia sudah bertekad untuk menyelesaikan kesalahpahaman ini tanpa menumpahkan darah dari kedua belah pihak.
“Apa!! Masa depan!!?” Hao Tian dan yang lainnya berseru kaget, sesaat setelah Hao Long memberikan penjelasannya.
Mereka belum bisa menerima penjelasan Hao Long terutama tentang Hao Fang yang kini akan menjadi pusat keturunan Klan Hao, setelah kelima saudara laki-lakinya tewas.
Hao Long menjelaskan lebih lanjut, bahwa bukan Li Annchi yang membunuh kelima Orang Klan Hao itu. Melainkan perempuan yang menyerang Sekte Kipas Pelangi beberapa hari lalu.
Perempuan itu memang memiliki paras yang mirip dengan Li Annchi dan juga kemampuan yang melebihi kelima orang Klan Hao yang telah dibunuhnya.
Hal itu juga diketahui oleh Huang Bao dan Ying Yu, keduanya sempat berbincang dengan perempuan itu, sebelum Li Annchi datang dan membunuhnya.
“Kakek .. Jangan percaya kata-katanya!” Putera tertua Hao Tian yaitu Hao Bai, berkata seraya menunjuk wajah Hao Long. Ayah Hao Lang itu, terlihat sangat gusar. Namun bentakan Hao Tian, membuatnya segera terdiam.
“Hao Tian, apa yang dikatakan oleh Long’er adalah benar. Selama ini, Aku selalu bersamanya.” Hao Tian memandang sejenak ke arah Huang Bao lalu tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.
“Baiklah jika begitu… Long’er katakan siapa perempuan yang akan dinikahi oleh Fang’er?” Pertanyaan Hao Tian membuat hati Lan Yue berdegup kencang. Ia menatap ke wajah Hao Fang yang masih tak sadarkan diri di pangkuannya.
“Itu … itu …” Hao Long tercekat, Ia menatap Li Annchi yang mengetahui siapa nama Nenek Leluhur Klan Hao di masa depan. “Itu adalah Bibi Yue …” Li Annchi berkata dengan tegas.
__ADS_1
Wajah Lan Yue seketika merona merah. Sementara Hao Tian dan yang lainnya terkejut mengetahui hal tersebut. Karena Sekte Kipas Pelangi dan Klan Hao memiliki hubungan yang buruk sejak puluhan tahun lalu.
Setelah memastikan kebenaran informasi dari Li Annchi, Hao Tian segera melangkah mendekati Ying Yu.
“Saudari Yu … sepertinya kita harus mengakhiri perseteruan kita selama ini. Atas Nama keluarga Hao, Aku meminta maaf atas segala perbuatan anak-anak dan cucuku.”
Dewi Kipas Pelangi terhenyak, tidak menduga akan mendengar kata-kata tersebut dari Sosok Hao Tian yang biasanya bersikap angkuh dan arogan.
Setelah menerima permintaan maaf dan hubungan kedua belah pihak kembali membaik, Hao Tian melanjutkan niatnya. Ia meminang Lan Yue untuk menjadi isteri Hao Fang dan menantu keluarga Hao.
“Untuk hal itu Aku tidak bisa menjawabnya. Biar Yue’er sendiri yang menjawab hal tersebut.” Ying Yu menatap Lan Yue yang wajahnya telah menjadi sangat merah karena rasa malunya.
Hao Fang yang tersadar, sesaat sebelum Lan Yue berbicara, terlihat kebingungan. “Kakek ada apa? Mengapa semua orang menatap kami?”
Pertanyaan Hao Fang disambut tawa oleh semua orang, hal yang membuatnya bertambah kebingungan.
Namun semua tawa itu seketika sirna, saat tiga aura besar yang kemarin hendak menyerang mereka, kini datang kembali. Semua orang bersiaga saat tiba-tiba muncul tiga orang dengan kepala yang berada dalam bola kristal bening.
Perkataan Dou Ji membuat Li Annchi geram, namun Burung Phoenix Es yang bertubuh sepanjang sepuluh meter, tiba di tempat tersebut setelah merasakan Aura mereka.
“Kau masih berani kembali ke sini rupanya!” Dou Ji tersenyum mendengar bentakan Phoenix Es. “Kenapa tidak? Kami baru teringat jika kekuatanmu telah menghilang separuhnya. Artinya Kau bukan lawan berat bagi kami.”
Perkataan Dou Ji membuat wajah Phoenix Es memucat. Hal itu segera di sadari Li annchi dan Hao Long yang segera melesat menahan serangan Dou Ji yang tiba-tiba melesat ke arah Phoenix Es.
BLAAR
Benturan dua telapak tangan, menggelegar keras di udara, saat Tapak Hao Long beradu dengan Tapak Dou Ji yang berhawa dingin. Gelombang kejut dari benturan kedua energi itu, membuat udara berfluktuasi hebat.
Beberapa anggota Sekte Kipas Pelangi roboh tak sadarkan diri, beruntung Lan Yue berhasil melindungi Hao Fang yang tak memiliki kultivasi sama sekali, sehingga terselamatkan dari kematian.
__ADS_1
Sementara Hao Long dan Dou Ji sama-sama terpental beberapa meter setelah benturan tersebut. “Bocah ini? Bagaimana bisa Ia memiliki kekuatan panas sebesar ini.”
Dao Ji melirik ke arah Bou Di dan Due Hai yang juga terkejut melihat rekannya terpental. Hawa panas dari tubuh Hao Long membuat Bou Di segera melesat mendekati Dou Ji.
“Biar Aku yang melawannya. Kau urus saja gadis itu.” Bou Di segera mengerahkan energi qi-nya. Suhu udara tiba-tiba berubah panas seiring dengan lidah api keluar dari tubuh Bou Di.
Hao Tian segera membuat perisai pelindung dari energi qi-nya. Perisai pelindung yang sangat besar itu, segera menyelimuti area di mana Sekte Kipas pelangi berada.
“Apakah kalian akan membiarkan Long’er bertarung sendirian?!” Hao Tian yang telah selesai membuat perisai Pelindung, menatap heran pada Huang Bao dan Dewa Tongkat Merah yang terlihat tidak akan membantu Hao Long.
“Itu bukan pertarungan yang kita bisa ikut di dalamnya. Kekuatan mereka jauh di atas kita semua.” Hao Tian sempat tercekat mendengar ucapan Huang Bao.
Ia pun menatap ke udara di mana tiga orang aneh itu, sedang bersiap bertarung dengan Li Annchi, Hao Long dan Burung Phoenix Es.
“Long … hati-hatilah!” Li Annchi berkata sebelum mengerahkan kekuatan yang membuat seluruh rambutnya berubah putih disertai hawa dingin yang sangat kuat hingga membuat salju mulai berjatuhan.
“Tidak Buruk.” Dou Ji segera mengerahkan kekuatan penuhnya, Aura kekuatannya kini sama besarnya dengan Li Annchi.
Namun Dou Ji tidak mengetahui jika Li Annchi baru mengerahkan lima puluh persen dari kekuatan penuhnya yang kini telah berada di tingkat Antara Level Puncak.
Udara yang dingin, berubah menjadi hangat saat Bou Di mengerahkan kekuatan penuhnya, setelah menyadari kekuatan Hao Long yang juga berhawa sangat panas, membesar secara tiba-tiba.
Kini tubuh Hao Long tak berbeda dengan tubuh Bou Di, diselimuti oleh bara api saat Ia mengerahkan lima puluh persen kekuatan penuhnya.
DUAGH BUGH DUAGH
Suara benturan di udara, terdengar sangat keras saat Hao Long dan Bou Di, saling bertukar serangan dengan kecepatan yang membuat Hao Tian membenarkan ucapan Huang Bao tadi.
Dirinya yang merupakan orang terkuat diantara mereka yang ada di dalam perisai Pelindung, tidak bisa melihat dengan jelas pergerakan Hao Long mau pun Li Annchi yang juga sudah memulai pertarungannya.
__ADS_1
--------------------------O--------------------------