Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
Berlatih Di Dunia Asing


__ADS_3

Lima jam lamanya mereka menunggu Pengemis Abadi selesai dengan Kultivasi Rohnya. Selama itu pula , Hao Long tak pernah pergi dari sisi Li Annchi yang tergeletak terbungkus Es Biru.


Setelah selesai berkultivasi, pengemis Abadi ledakan energi dari dalam tubuhnya. Selain untuk membuat binatang buas menjauh dari tempat mereka, Ia juga ingin mengetahui sejauh mana kekuatannya bertambah.


“Besar juga energi roh Singa Bersayap ini, kekuatanku meningkat cukup signifikan. Ada sepuluh lagi saja, mungkin aku sudah bisa menembus level tujuh.”


Setelah terdiam sejenak, Pengemis Abadi lalu melesat ke tempat dimana Hao long dan Gao Bairi yang berada seratus meter dari tempat Ia berkultivasi.


Lalu Ia meminta keduanya menunggu sebentar untuk mengetahui sejauh mana daratan itu. Dengan Kaki awan, kecepatan melayang Pengemis Abadi, berada jauh di atas kecepatan Hao long hingga dalam satu menit saja Ia telah kembali lagi.


“Apakah Anda menemukan sebuah pemukiman atau manusia? “Tanya Gao Bairi. “Tidak … Daratan ini hanya dipenuhi oleh hutan dan hewan-hewan buas lainnya. Tapi ada sebuah bukit cadas yang sepertinya bagus untuk kita tempati”


Pengemis Abadi lalu mengajak mereka ke sana dengan Hao long yang membawa Tubuh Li Annchi yang terbungkus oleh Es Biru itu.


Selama dalam perjalanan, Hao Long bisa melihat betapa besarnya hutan tersebut, dan terlihat hewan-hewan berukuran raksasa sedang berkeliaran di mana-mana.


Hao Long melihat seekor kelinci yang besarnya seperti seekor gajah bunting. Ia berencana memburu kelinci tersebut nanti.


Setibanya di tempat yang dituju, mereka menemukan sebuah bukit dengan puncaknya yang memiliki dataran cukup luas. Sementara bebatuan yang menjorok ke dalam, bisa dijadikan pelindung, bila terjadi hujan.


“Baiklah kalian siapkan tempat lebih dahulu, aku tadi sempat melihat seekor kelinci gemuk, yang sepertinya bagus untuk hidangan kita.”


Pengemis Abadi segera melesat kembali ke hutan di bawah mereka, beberapa saat kemudian Ia datang dengan membawa kelinci yang tadi sempat Hao Long incar. Saat itu matahari terlihat telah berada di cakrawala dan tenggelam beberapa menit kemudian.


Hao Long telah memotong daging kelinci raksasa itu, dan memasukkan sebagian besar ke dalam cincin ruangnya. Sementara sebagian kecil Ia Panggang dengan api dari tangannya, dan mereka pun lalu bersantap malam.

__ADS_1


Keesokan paginya, Pengemis Abadi mengutarakan niatnya. “Aku Akan memeriksa Dunia ini, apakah ada manusia atau tidak. Long’er … Sebaiknya kau Tingkatkan Kultivasimu hingga ke level Lima lebih dahulu.”


Hao Long mengangguk, lalu Pengemis Abadi melanjutkan bahwa saat keluar dari dunia ini, Hao Long harus sudah menembus Level enam Tingkat Dewa Sejati.


Hal itu karena banyaknya Hewan Roh yang memiliki kultivasi di level lima Dewa Sejati. Hanya saja yang mereka lihat baru Hewan Laut yang energi tidak cocok dengan Energi panas yang dimiliki oleh Hao Long.


Energi Roh Hewan laut sangat Cocok dengan Kultivasi Li Annchi. “Entah Apa yang terjadi dengan gadis ini, tapi aku merasa energinya semakin bertambah besar.” Ucap Pengemis Abadi setelah memeriksa sejenak kondisi Li Annchi.


Gao Bairi pun sependapat dengan Pengemis Abadi, Ia bisa merasakan kekuatan Li Annchi terus meningkat secara perlahan-lahan. “Ah Jangan-jangan …” Hao Long tertegun sejenak.


“Jangan-jangan apa?” Gao Bairi dan Pengemis Abadi berkata hampir bersamaan. Hao Long lalu menjelaskan tentang Kristal yang diberikan oleh Dewi Naga Es dan Dewa Naga Api dalam mimpi mereka.


“Baguslah Jika begitu. Bairi … Tolong jaga mereka berdua selama Aku pergi. Mereka adalah harapan kita untuk mencegah bencana alam semesta ini.”


Gao Bairi mengangguk. Pengemis Abadi lalu melesat pergi ke arah barat. Entah apa tujuan sebenarnya Ia pergi. Yang mereka ketahui adalah untuk mencari tahu lebih banyak tentang dunia tempat mereka berada saat ini.


Hawa panas itu hanya beradius lima meter saja, hal yang sangat mengherankan bagi Gao Bairi sekalipun. Namun Hao Long terlihat tak peduli dan memulai kultivasinya.


Gao Bairi kembali dikejutkan dengan terbakarnya jubah Hao Long oleh Api yang menyelimuti tubuhnya. Kondisi Hao Long saat ini tidak berbeda jauh dengan kondisi Li Annchi.


Diluar dugaan Gao Bairi, proses kultivasi Hao Long belum selesai hingga tujuh hari lamanya. Selama itu juga Pengemis Abadi belum kembali lagi.


Tiba-tiba Gao Bairi dikejutkan dengan mencairnya Es Biru yang membungkus tubuh Li Annchi. Dan sesaat kemudian, Li Annchi terbangun.


“Ah Chi’er Akhirnya Kau tersadar juga.” Gao Bair segera menghampiri Li Annchi yang terlihat kebingungan. “Sesepuh apa yang terjadi denganku. Ah … Long….!” Li Annchi bergegas hendak melesat ke arah dimana Hao Long berada setelah melihatnya sedang terbakar oleh kobaran Api.

__ADS_1


Namun Gao Bairi menahannya. “Chie’er tenanglah! Dia sedang berkultivasi menyerap energi kristal pemberian Dewa Naga Api.” Mendengar itu, Li Annchi pun terdiam.


Gao Bairi lalu menjelaskan situasi yang mereka temui sejak pertama tiba di tempat ii dan itu sudah tujuh hari yang lalu. Sesaat kemudian LI Annchi yang menjelaskan kepada Gao Bairi, apa yang Ia alami selama tujuh hari terakhir.


“Tepat seperti dugaan Long’er … Sepertinya tak lama lagi Ia akan segera selesai dengan kultivasinya. Kobaran Api semakin mengecil dan kristal itu pun telah semakin kecil pula.”


Krucuk krucuk


Suara perut Li Annchi berbunyi cukup keras, hal itu membuatnya tersipu malu. “Sayang sekali, daging kelinci itu berada di dalam cincin Ruang Long’er … Tunggulah akan ku cari buah-buahan di sebelah sana.”


Sesaat kemudian Gao Bairi telah kembali dan membawa sebuah apel yang membuat mata Li Annchi terbelalak. “Apel apa kok sebesar ini sesepuh? Sebenarnya kita ini sekarang sedang berada di mana?”


Gao Bairi tersenyum tipis, tidak menjawab pertanyaan Li Annchi yang sudah mulai melahap buah apel dengan ukuran tiga kali buah kelapa itu.


“Kami tidak pasti, kita sedang berada di mana. Itulah yang sedang dicari tahu oleh Sesepuh Pengemis Abadi, namun entah kenapa, sudah satu minggu Ia belum kembali juga.”


Setengah jam kemudian, buah Apel itu raksasa itu habis di lahap oleh LI Annchi yang sepertinya masih merasa belum kenyang.


Li Annchi pun lalu melesat ke arah dimana tadi Gao Bairi mendapatkan buah apel tersebut. Saat itulah Hao Long telah selesai dengan kultivasinya dengan api yang membalut sekujur tubuhnya padam.


Gao Bairi segera mendekati Hao Long yang tiba-tiba tergeletak dengan tubuh yang tanpa sehelai benang pun. Gao Bairi terkejut dan segera mendekati kepala Hao Long lalu meletakkan di pangkuannya.


Saat itulah Pengemis Abadi tiba-tiba datang dengan kecepatan tinggi. Dan Ia terlihat sangat terkejut, mendapati pemandangan di depannya.


“Apakah Kau menyukai sesama Bairi!” Tanya Pengemis Abadi setelah lepas dari rasa terkejutnya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2