Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
081: Alam Pertengahan


__ADS_3

“Mau kemana kalian!” Suara serak Raja Iblis, membuat ketiganya terhenyak. “Tak satu pun dari kalian akan pergi hidup-hidup dari tempat ini!”


Ketiganya terdiam, menyadari kemampuan Xiong Hu saat ini jauh di atas kemampuan mereka. Hao Long berpikir keras, tentang bagaimana menghadapi sosok di depannya.


“Kalian berdua, gunakan Zamrud Khatulis dan Zamrud Tiwa. Dekatkan dan biarkan kedua zamrud itu bersatu. Dengan begitu kalian bisa pergi dan Raja Iblis tidak berani menghalangi kalian lagi.”


Sebuah suara terdengar di kepala Li Annchi dan Hao Long. Keduanya saling memandang lalu mengeluarkan kedua zamrud dan segera mendekatkan satu sama lainnya.


Raja Iblis tersentak kaget, Ia melesat mundur saat melihat kedua zamrud yang memancarkan hawa panas dan dingin itu mulai menyatu.


Patriark Ou Yang mampu bertahan dari kedua aura itu, karena masih menggenggam Tombak Dewa Petir yang tiba-tiba bersinar terang. Jika tidak mungkin setengah tubuhnya akan hangus dan sebagian lainnya membeku.


Raut jerih terlihat di wajah Xiong Hu yang tubuhnya dirasuki oleh Raja Iblis. Hal itu karena Raja Iblis tidak menduga jika dua orang yang hendak Ia bunuh, memiliki Zamrud yang bisa meredam kekuatannya.


Melihat Raja Iblis diam saja, Hao Long dan Li Annchi bergegas melesat seraya mengajak Patriark Ou Yang untuk meninggalkan tempat tersebut.


Sesaat setelah tubuh ketiga orang itu menghilang, Xiong Hu kembali mendapatkan kembali kesadarannya. Ia segera melesat ke arah di mana Huo An dan yang lainnya berada.


“Kalian harus bisa mendapatkan zamrud itu, bagaimanapun caranya. Jika tidak, kalian tidak akan lolos dari tanganku sekalipun kembali ke dunia kalian. Aku pasti akan menemukan kalian!”


Xiong Hu melesat kembali ke sektenya dengan wajah yang sangat kesal. Meninggalkan Shui Lin dan Huo An yang terlihat kesal mendapat perintah tersebut.


***


“Terimakasih Long’er.” Huang Bao adalah yang terakhir disembuhkan oleh Energi Persik Dewa. Kini ke enam orang itu berada di sebuah puncak bukit dan membahas apa yang baru saja terjadi.


Tidak sekalipun mereka menduga akan mengalami kekalahan telak dan harus kehilangan dua orang yang sangat berarti bagi mereka.

__ADS_1


“Bagaimana rencana kita selanjutnya Ketua Huang?” Pertanyaan Patriark Hong Jun membuat Huang Bao menghela nafas panjang dan menatap Qiu Heng yang bersikap sama.


“Aku belum memiliki rencana saat ini, bagaimana dengan mu?” Qiu Heng menggelengkan kepala.”Aku juga tengah berpikir apa langkah kita berikutnya.”


Suasana menjadi hening, Lalu Hao Long akhirnya berbicara.”Kakek, kita harus kembali ke Kuil Cahaya Abadi secepatnya. Mencegah Anggota aliansi lain bergerak menyusul kita.”


Keempat orang yang sudah tua itu, tertegun dan baru teringat jika dalam rencana penyerangan sebelumnya, mereka meminta hal tersebut.


Dengan menunggangi Jin Shi, Enam orang tersebut kembali ke Kuil Cahaya Abadi. Beberapa jam kemudian, terlihat Kuil Cahaya Abadi telah dipenuhi oleh ribuan orang yang siap menyusul mereka.


“Beruntung sekali mereka belum berangkat.” Huang Bao berkata dengan gembira. Kedatangan mereka disambut raut keheranan oleh Biksu Chang Lin dan Ketua Sekte lainnya termasuk Ying Yu.


Semuanya terdiam setelah mendengar penjelasan dari Huang Bao. Wajah mereka terlihat khawatir mendengar situasi terkini tentang kekuatan Aliansi Aliran Hitam.


“Lalu apa rencana kita selanjutnya?” Ying Yu bertanya setelah cukup lama mereka terdiam. “Itulah yang harus kita bahas bersama saat ini.”


Akhirnya mereka pun memasuki Aula Kuil Cahaya Abadi, namun Hao Long dan Li Annchi berpamitan untuk pergi ke sebuah tempat.


Mata Ou Yang melotot melihat kitab yang diberikan oleh Hao Long dimana tertulis Kitab Tombak Petir di sampul depan kitab lusuh tersebut. Hao Long meminta Patriark Ou Yang untuk secepatnya menguasai semua teknik dalam kitab tersebut.


Keduanya kemudian melesat ke arah selatan dari Kuil Cahaya Abadi. Setelah kurang lebih satu kilometer, keduanya turun di depan sebuah jurang yang tidak terlihat dasarnya karena tertutup oleh rimbunnya pepohonan.


“Long … Kau yakin ini tempat yang dimaksud oleh suara dalam kepala kita tadi?” Tanya Li Annchi yang terlihat ragu untuk melesat turun. “Tak salah lagi inilah tempatnya.


Hao Long menggenggam tangan Li Annchi dan melesat turun menerobos dedaunan yang menutupi dasar jurang. Dan mereka mendapati kenyataan yang mengejutkan.


Selepas melewati dedaunan itu, mereka mendapati ruang kosong yang tidak terlihat satupun pepohonan di sana. Hanya suasana gelap dipenuhi jutaan bintang seperti malam hari.

__ADS_1


Tiba-tiba tubuh mereka tertarik dengan kuat ke arah kanan. ”Long … sepertinya ini adalah lorong dimensi.” Hao Long pun mengiyakan ucapan Li Annchi.


Keduanya menjadi resah, namun tidak mengurangi kewaspadaan mereka. Setelah hampir lima belas menit, keduanya melihat sebuah cahaya putih yang sangat terang di depan mereka.


“Long dimana kita?” Hao Long hanya diam, melihat ke sekeliling dan mendapati diri mereka berada di sebuah puncak bukit yang asing dengan hawa udara yang berbeda.


“Selamat datang di Alam Pertengahan.” Sebuah suara tiba-tiba terdengar di belakang mereka. Hao Long menjadi waspada karena tidak bisa merasakan kedatangan sosok berjubah biru dengan kulit yang berwarna biru pula.


“Siapa Anda?” Tanya Hao Long. “Bukankah Anda yang berbicara kepada kami selama ini?” Li Annchi yang mengenali suara Sosok Pria tersebut, bertanya hal yang berbeda.


“Benar, Aku yang berbicara kepada kalian dan membuat kalian bisa lolos dari Raja Iblis dan juga berada di Alam Pertengahan ini.” Jawab sosok berjubah biru itu masih dengan bibir tersenyum.


“Alam Pertengahan? Apakah Alam pertengahan itu Tuan?” Tanya Hao Long seraya menarik kembali energi qi-nya yang sempat Ia alirkan.


Pria itu tersenyum lalu menjelaskan bahwa Alam Pertengahan adalah Alam yang diciptakan para dewa untuk ditempati oleh Roh manusia yang telah mati dan berjasa membantu para dewa semasa hidup mereka.


Namun bukan berarti mereka bisa bersantai dan bersenang-senang tanpa melakukan sesuatu apapun. Mereka mendapat tugas untuk melatih manusia terpilih yang akan membantu tugas para dewa di dunia masing-masing.


“Kalian berdua adalah manusia terpilih yang akan membantu para dewa untuk menyegel kembali Raja Iblis yang kini telah kekuatan segelnya telah melemah. Itulah kenapa Raja Iblis bisa merasuki tubuh seorang manusia.”


Hao Long dan Li Annchi tertegun untuk sesaat. Lalu sosok berjubah dan berkulit biru itu menjelaskan jika Pedang Naga Emas dan Jin Shi adalah dua hal berharga semasa hidupnya.


Sayangnya Hao Long jarang sekali menggunakan Pedang Naga Emas dan lebih sering menggunakan Pedang Naga Api dalam menghadapi lawan-lawannya.


Dengan alasan itulah, Ia mendapat perintah dari Dewa untuk melatih Hao Long dan menyatukan kedua pedang dari Klan Naga yang menjadi Dewa Penguasa di alam ini.


“Lalu siapa yang akan melatih diriku?” tanya Li Annchi yang mulai bisa memahami tujuan keduanya dituntun untuk memasuki alam pertengahan ini.

__ADS_1


Pria itu tersenyum.”Dia yang ada di belakang mu.” Hao Long dan Li Annchi segera membalikkan badan mereka. LI Annchi tertegun seolah tak percaya dengan apa yang dia lihat.


---------------------------O----------------------------


__ADS_2