
“Dasar Bodoh! Sembarangan menggunakan teknik yang belum sempurna Ia kuasai!” Sosok perempuan yang terlihat berusia lima puluh tahun, mengumpati Jing Li yang masih tak sadarkan diri.
Jing Hung terdiam, menyesal tindakannya yang telah meminta Jing Li menggunakan teknik tersebut. Sementara sosok Dewi Bunga Hitam yang sebenarnya berusia lebih dari seratus tahun, segera mengobati muridnya.
Setelah memastikan adiknya bisa diobati oleh gurunya, Jing Hung segera melesat kembali ketempat dimana Li Annchi tadi berada.
Namun setibanya Ia di sana, tidak menemukan sosok gadis yang memikat hatinya tersebut. Ia pun memutuskan untuk kembali ke sektenya dengan menahan rasa yang menuntut untuk dituntaskan.
***
“Nenek !!! Kakak Fu ..?!! “ Hanya itu yang bisa Li Annchi ucapkan. Selebihnya air mata yang berbicara saat Ia mendapati bangunan Sekte Pulau Es Utara telah menjadi puing-puing dan rata dengan tanah.
Sambil terisak, Li Annchi melayang lebih dalam ke arah bangunan dimana yang menjadi tempatnya dulu. “Ini..?” Li Annchi tercekat, mendapati sebuah papan makam yang Ia kenali siapa yang menulisnya.
Papan yang bertuliskan “Makam Matriark Lin Yu dan seluruh anggota Sekte Pulau Es Utara. Oleh Murid Tak Berbakti, Li Annchi.”
“Long … Kaukah yang memakamkan mereka?” Ataukah Kau yang membunuh mereka semua?”
Pertanyaan Li Annchi tidak mendapat jabawan. Ia hanya terisak lebih keras, saat mengingat segala kenangan bersama guru dan saudari-saudarinya.
Kesedihan yang semakin mendalam itu, berubah menjadi kemarahan yang tiba-tiba memuncak. Hawa udara segera turun menjadi jauh lebih dingin lagi, seiring salju yang mulai berjatuhan.
Li Annchi melesat ke udara dan berteriak keras ke arah langit. Awan yang kemudian bergulung dan membentuk pusara, menjatuhkan butiran salju dalam jumlah besar hingga menutupi seluruh permukaan pulau Es utara dengan salju.
“Selamat Tinggal Nenek, Kakak Fu dan yang lainnya. Aku pasti akan membalaskan dendam kalian.” LI Annchi segera melesat ke arah selatan.
__ADS_1
Setelah hampir satu jam. Li Annchi berhenti dan terlihat kebingungan. “ Ah … Aku tidak tahu kemana harus mencari Hao Long. Sekte Tangan Dewa, dimanakah tempat itu berada.”
Saat Li Annchi sedang termenung memikirkan arah tujuannya, Ia merasakan Aura energi yang begitu besar tak jauh di bawahnya.
Ia segera menemukan sungai besar dimana terlihat sosok perempuan yang kulitnya berwarna hitam, tengah melayang dan menghantamkan energinya ke arah air sungai yang membuat air itu bergolak hebat.
“Siapa Kau!” Lan Yue membentak Li Annchi yang telah melayang turun mendekatinya. “Maaf Bibi … Jika Aku mengganggu latihan Bibi. Aku Li Annchi …”
“Apa?! Li Annchi? Apakah Kau murid Sekte Pulau Es Utara yang kerasukan Roh Iblis Es?” Lan Yue yang mengetahui tentang Sosok Li Annchi dari penjelasan gurunya, menatap tajam ke arah rambut Li Annchi yang tergerai berwarna hitam legam.
“Menurut Matriark Lin Yu dalam suratnya, Li Annchi memiliki rambut berwarna putih setelah dirasuki Iblis Es. Jangan .. jangan …” Lan Yue segera mengerahkan energi qi nya. Hal yang membuat Li Annchi terkejut.
Mengingat Kitab Mantera yang bisa menaklukan Iblis Es telah dirampas, Lan Yue mengambil satu kesimpulan. Bahwa sosok di hadapannya itu adalah sosok Iblis Es yang telah dikendalikan oleh dua orang yang telah merampas Kitabnya.
“Bibi … Apa salahku!” Li Annchi segera menghindari Tinju dan tendangan Lan Yue yang beruntun menyerangnya. “tidak usah berpura-pura! Kau disuruh orang yang mengendalikanmu untuk membunuuhku bukan?!”
Jurus Tapak Salju Dewi Es, segera membekukan cahaya tujuh warna itu yang membuat Lan Yue terkesiap melihatnya. “Bibi … dengarkan dulu penjelasanku!” Li Annchi berteriak agar Lan Yue tidak menyerangnya lagi.
“Maafkan Aku Chi’er …” Setelah mendengar penjelasan Li Annchi, Lan Yue segera meminta maaf.”Rupanya telah terjadi hal buruk terhadap Sekte Pulau Es Utara? Guru akan sangat murka mengetahui hal ini.”
Li Annchi kembali terdiam. “Saudari Yue, apa yang terjadi?” Suara Hao Fang membuat kedua perempuan itu menoleh ke arahnya.
Dahi Li Annchi berkerut melihat wajah Hao Fang yang terlihat begitu mirip dengan Hao Long. Setelah Lan Yue mengenalkan Li Annchi, dahi Hao Fang yang kini berkerut menyadari dirinya sedang ditatap tajam oleh gadis yang baru Ia ketahui namanya.
“Ada apa nona? Mengapa Kau menatap wajahku seperti itu.” Li Annchi segera tersadar dan menunduk sebelum akhirnya menjelaskan tentang Hao Long yang sedang Ia cari keberadaannya.
__ADS_1
“Siapakah nama paman? Dan bagaimana bisa ada dua orang yang begitu mirip di dunia ini? Padahal Paman dan Hao Long berbeda masa?”
“Namaku Hao Fang, Nona Annchi …. “ Kalimat Hao Fang terputus sebab teriakan Lan Yue yang terkejut setelah mengetahui marganya.
“Kau! … Kau bermarga Hao rupanya… “ Tubuh Lan Yue bergetar hebat menyadari orang yang menolongnya adalah orang dari Klan Hao yang telah membunuh ke dua orang tuanya.
Dendam itu kembali membara, namun teringat kelembutan dan kebaikan Hao Fang yang selama ini merawatnya, hati Lan Yue diselimuti kebimbangan.
“Saudari Yue … Bunuhlah Aku. Jika dengan membunuhku bisa membuatmu bahagia, lakukanlah. Namun ku harap kau bisa melupakan dendam mu pada saudara ku yang lain.”
Li Annchi terlihat kebingungan melihat Hao Fang segera berlutut setelah mendekati Lan Yue yang tubuhnya terlihat bergetar hebat. “Bibi … Jangan lakukan!” Li Annchi segera melesat ke depan Lan Yue yang masih terlihat bimbang.
“Bibi … Aku mohon, jangan lakukan itu.” Li Annchi yang pernah membaca silsilah keluarga Hao Long dan mengingatnya dengan baik, baru tersadar jika Hao Fang adalah Kakek Buyut Hao Long dan sosok perempuan yang dipanggil Yue pastilah Lan Yue, Nenek Buyut Hao Fang.
“Bibi Apakah nama Bibi adalah Lan Yue?” Tanya Li Annchi untuk memastikan. Sementara Lan Yue yang sedang bimbang, segera menatap Li Annchi dengan dahi berkerut. “Darimana Kau Tahu margaku? Seingatku dia tidak menyebutkan marga saat memanggilku? Siapa Kau sebenarnya?”
Lan Yue menjadi lebih waspada, namun senyum manis Li Annchi yang perlahan meraih tangannya, membuat hati Lan Yue tersentuh.
“Nen …Eh Bibi … Senang bertemu dengan mu dan Paman Hao Fang … Anda berdua adalah pasangan yang serasi.” Wajah Lan Yue merona merah. Sementara Hao Fang tertunduk malu, sebelum benaknya dipenuhi pertanyaan tentang jati diri Li Annchi yang sebenarnya.
“Gadis semuda ini, bisa mengetahui perasaanku kepada Lan Yue? Siapa gadis ini sebenarnya?”
Sementara di dalam benaknya, Lan Yue juga bertanya hal yang sama. “Siapa Kau sebenarnya Nona Annchi? Dan apa Hubunganmu dengan Pemuda yang bernama Hao Long?”
Belum sempat Li Annchi menjawab pertanyaan Lan Yue, mereka dikejutkan dengan munculnya Lima Aura yang sangat besar datang mendekat ke tempat mereka berada.
__ADS_1
--------------------------O---------------------------