
“Apakah Kau menyesal dengan apa yang baru saja terjadi diantara kita?” Tan Long bertanya dengan suara lembut.
“Tentu saja Aku menyesal … Menyesal mengapa tidak sedari dulu membuka hati ku sehingga tidak bersikap dingin kepada setiap lelaki yang datang termasuk dirimu.”
Wajah Li Daiyu bersemu kuning, keduanya saat ini berada di antara gugus bintang, di dalam sebuah cahaya tujuh warna yang membawa mereka ke sebuah tempat untuk menerima hukuman dari dewa.
Saat keduanya tiba di tempat tersebut, mereka dihadapkan pada sosok dewa yang menjabat sebagai Hakim Agung yang akan menjatuhkan hukuman atas pelanggaran keduanya sesuai Hukum Roh yang berlaku.
Namun di luar dugaan keduanya, hukuman yang diberikan kepada mereka adalah membantu Hao Long dan Li Annchi yang kini terdampar ke masa seratus tahun sejak kematian mereka di masa depan.
Terdamparnya mereka ke masa itu, bukan mutlak kesalahan Tan Long dan Li Daiyu. Hal Itu memang sudah ditetapkan oleh para Dewa. Namun ada beberapa hal yang terjadi di luar rencana Pimpinan para Dewa.
Hal itu karena ulah Raja Iblis yang hanya bisa ditaklukkan oleh Raja Dewa atau sosok yang mendapat kekuatan darinya.
Kali ini, Raja Iblis telah menerobos Lorong Dimensi waktu dan membuat kehidupan manusia di berbagai alam dan di garis waktu yang berbeda, hidup menderita karena perbuatannya.
Entah apa yang dicari oleh Raja Iblis yang kini telah menguasai tubuh manusia bernama Xiong Hu dengan menerobos ke garis waktu masa depan.
Dewa yang menjabat Hakim Agung itu, lalu memberikan sebuah benda dan juga catatan tentang berbagai informasi yang harus mereka berikan kepada Hao Long serta tugas yang harus diselesaikan oleh pemuda itu.
Setelah itu, Tan Long dan Li Daiyu diarahkan untuk memasuki sebuah ruang khusus yaitu Ruang Penyucian Roh. Selang beberapa waktu kemudian, terlihat cahaya tujuh warna melesat dari tempat yang merupakan Gerbang Alam Dewa itu.
***
“Long … Di mana kita?” Hao Long yang juga kebingungan, tidak menjawab pertanyaan Li Annchi yang juga sedang menatap reruntuhan gedung di depan mata mereka.
Keduanya lalu melesat ke udara dan berdiri di atap sebuah gedung yang masih berdiri tegak namun terlihat sudah tua, rusak dan rapuh.
__ADS_1
“Bukankah itu menara Eiffel? Berarti kita sedang berada di Perancis? Mengapa bisa begini?” Kini Hao Long yang bertanya dan kebingungan setelah melihat menara Eiffel yang tersisa sepertiga dari tinggi sebenarnya.
“Apa Karena guncangan besar saat tadi kita berada di dalam lorong dimensi waktu?” Hao Long terdiam mendengar ucapan Li Annchi. Ia memejamkan mata, mencoba untuk memahami situasi yang kini sedang mereka alami.
Tidak ada Penjelasan lain yang biasa Hao Long dapatkan, mengapa mereka bisa berada di masa depan.
Perkataan Li Annchi tadi, satu-satunya hal yang mungkin menjelaskan penyebab mereka berada di tempat yang tidak diketahui masa-nya oleh mereka berdua.
Hao Long mencoba untuk mencari informasi dengan bertanya kepada manusia yang mereka temui, Ia memejamkan mata, bermeditasi untuk merasakan aura manusia.
Namun cukup lama Ia melakukan hal itu dan tidak bisa mendeteksi satu pun Aura kehidupan. Hao Long lalu duduk bersila untuk bermeditasi lebih mendalam.
“Bagaimana?” Tanya Li Annchi setelah Hao Long membuka matanya. “Aku merasakan aura manusia di tempat yang sangat jauh di bagian timur sana.” Seraya menunjuk ke arah timur.
Sesaat setelah terdiam, Li Annchi pun mengatakan bahwa Negara tempat dimana mereka dilahirkan ada di wilayah timur negara Perancis. Bisa jadi aura manusia yang mereka rasakan adalah berasal dari negara asal mereka.
Lalu keduanya melesat ke arah timur dengan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga membuat seseorang yang berada di sebuah gedung di wilayah bagian timur, mendadak berteriak.
Hao Lang pun lalu mendekati anak buahnya itu dan menemukan dua titik yang bergerak dengan kecepatan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. “Pesawat macam apa ini? Kecepatannya sangat tinggi sekali! Apakah Pesawat Alien?”
Komandan Hao Lang terlihat kebingungan, namun berkat pengalaman belasan tahun di militer, Ia segera mengambil keputusan untuk menembak kedua benda itu, saat memasuki jangkauan rudal mereka.
Selain itu, Ia memerintahkan lima pesawat jet mereka untuk menghadang laju kedua obyek yang tidak bisa mereka kenali itu. “Sekarang!” Teriaknya saat kedua benda itu memasuki jangkauan rudal mereka.
Tentu saja Hao Long dan Li Annchi terkejut saat mereka melihat dua rudal melesat ke arah mereka. “Long apa yang harus kita lakukan?” Tanya Li Annchi.
“Aku akan membawa kedua rudal itu ke luar angkasa dan meledakkannya di sana. Masih banyak makhluk hidup lain di bawah sana. Berbahaya jika meledakkannya di sini.”
__ADS_1
Li Annchi setuju dengan rencana Hao Long., yang tak ingin radiasi ledakan rudal tersebut, membunuh manusia yang masih hidup di bawah dari tempat keduanya berada saat ini.
Saat Rudal tersebut telah berjarak satu kilometer di depan mereka, Hao long dengan cepat membuka kedua telapak tangannya. Lalu kedua rudal tersebut Ia hentikan dan berhenti tepat seratus meter darinya.
Lalu Hao long melesat ke atas, membawa serta kedua rudal sepanjang lima meter itu hingga berada di luar atmosfer bumi.
Lalu dengan energi qi-nya, Hao long meledakkan rudal dari jarak sejauh tiga kilometer, tentu saja setelah Ia membuat Perisai Pelindung.
Hao Long pun melesat kembali ke tempat Li Annchi karena dadanya terasa sesak berada di tempat yang hampa udara, selama lebih dari sepuluh menit.
Namun Ia mendapati adanya lima buah benda bergerak sangat cepat ke arah di mana Li Annchi berada.
Dari ketinggian belasan kilometer dari tanah, Hao Long bisa melihat, lima pesawat tempur sedang mendekati kekasihnya.
Hao Long mempercepat laju melayangnya, namun apa yang dilakukan oleh kelima pesawat tempur itu membuatnya heran. Pesawat itu hanya terbang mengelilingi Li Annchi dan tidak menembakinya.
Hao Long tidak tahu jika kelima orang itu sedang terpana dengan apa yang mereka lihat. Tidak menduga jika obyek yang harus mereka tembak jatuh, adalah seorang gadis belasan tahun yang memiliki kecantikan bagaikan Miss Universe.
“Kenapa Kalian belum menembak mereka!” Komandan Hao Lang berteriak kesal karena kelima prajurit itu belum satu pun yang melepaskan rudal mereka.
“Komandan Hao! Kedua obyek itu salah satunya adalah seorang gadis belasan tahun yang kecantikannya tidak kalah dengan Miss Li Nan dan Dia … Dia bisa terbang!”
Tentu Saja Hao Lang terkejut mendengar laporan prajuritnya itu. Ia pun segera berniat untuk melaporkan hal itu kepada Pemimpin tertinggi mereka, Xiong Hu.
Karena hanya Hao Lang yang tahu jika Xiong Hu bisa terbang bagai superman walau tidak mengenakan kostum yang Changchutnya berada di luar.
Hal itu juga yang membuat Hao Lang dan ribuan anggota pasukan militer, tunduk pada perintahnya.
__ADS_1
“Komandan Hao, Satu orang lagi datang dan pemuda itu, wajahnya … Wajahnya mirip dengan Anda!” Laporan anak buahnya yang lain, membuat Komandan Hao Lang tertegun kaget dan segera teringat tentang perkataan Ayahnya, saat Ia berusia sepuluh tahun.
---------------------------O----------------------------