Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
043: Mantera Raja Iblis


__ADS_3

PLAAK


DUUG


Walau berhasil menepis tinju Hao Long ke arah perutnya, tetap saja tubuh Ming Hu terlempar hingga membetur tembok dan menghancurkannya.


Wajah Patriark Sekte Pisau Terbang itu terlihat marah dan jerih dalam waktu yang bersamaan. Ia segera melesat ke udara, bermaksud untuk mengeluarkan kekuatan Pisau Pusaka Sekte mereka, Pisau Raja Petir.


“Long’er Hati-hati …” Hao Long mengangguk mendengar peringatan Huang Bao, matanya menatap tajam ke arah petir yang semakin membesar kilatannya.


“Matilah Kau!!”


Ming Hu berteriak seraya mengarah ujung Pisau Raja Petir ke arah Hao Long. Kilatan besar yang terang, melesat sangat cepat ke tubuh Hao Long dan menghantamnya dengan telak.


Mata Ming Hu melotot lebar, seolah tak percaya dengan apa yang dilihat oleh matanya. “Tidak mungkin??!! Bagaimana bisa …”


Gumanan terkejut Ming Hu yang melihat Hao Long baik-baik saja setelah terhantam petir sebesar itu, terhenti saat tiba-tiba tubuh Hao Long hilang dari pandangan matanya.


DUAGH


Tubuh Ming Hu terlempar ke arah Huang Bao setelah Ia mendapat tendangan keras di punggungnya. Wajah Ming Hu memucat saat melihat cambuk Huang Bao, melesat ke arah dirinya.


Pandangan Ming Hu seketika menjadi gelap, saat ujung cambuk Huang Bao menembus lehernya. Ia tewas tanpa sempat meninggalkan wasiat apapun.


Huang Bao mengambil Pisau Raja Petir dan menyimpannya ke dalam cincin ruangnya. “Long’er, kita kembali ketempat saudara Lu Jian berada.”


Hao Long mengangguk dan melayang di belakang Penguasa Pulau Persik itu, sambil terus memikirkan langlah berikutnya yang akan Ia tempuh.


Begitu banyak hal yang harus Ia lakukan, terutama mencari Li Annchi yang hingga kini belum Ia ketahui dimana keberadaannya.


***

__ADS_1


Di wilayah utara, berjarak puluhan kilometer dari Hao Long berada, Li Annchi yang tubuhnya sedang dikuasai oleh Roh Iblis Es, terlihat sedang berdiri menatap kosong ke arah cakrawala.


Ia terlihat hanya diam membisu, namun sebenarnya sedang terjadi perdebatan keras di alam dimensi yang berbeda, yaitu alam pikiran.


“Diamlah Kau Bocah! Kau tak akan bisa mengalahkanku.” Roh Iblis Es yang tak berwujud, membentak Li Annchi yang terus berusaha mengambil alih kesadaran atas tubuhnya.


Tanpa sepengetahuan Iblis Es, Naga Es telah memasuki alam mimpi Jiwa Li Annchi dan memberinya teknik untuk mengambil alih kesadaran pada tubuhnya.


Namun, Li Annchi masih belum menguasai Jurus Pengendali Pikiran yang bisa menyegel kekuatan Roh Iblis Es dan memanfaatkan kekuatannya.


Hingga akhirnya Jiwa Li Annchi, kembali terduduk lemas. Hal itu bertepatan dengan kedatangan Jing Hung dan Jing Ling. Jing Hung mengakui kehebatan adiknya itu dalam hal mencari keberadaan seseorang.


Dengan sebuah artefak yang diberikan gurunya, Dewi Bunga Hitam, Jing Li berhasil mengetahui keberadaan Li Annchi. Tanpa Iblis Es ketahui jika gaun yang Li kenakan, telah dilumuri oleh suatu bubuk rahasia.


“Huh … Kalian lagi rupanya.!!” Iblis Es mendengus saat melihat kedatangan keduanya. Ia segera waspada terutama terhadap Jing Hung yang memiliki Kipas dengan api berwarna biru.


“Ling’er … Apakah Kau sudah siap?” Jing Ling mengangguk. Walau belum sempurna menguasai teknik dari kitab yang mereka rampas dari Lan Yue, namun keduanya meyakini kali ini dapat mengalahkan Iblis Es.


Namun Ia tersentak ketika mendengar lantunan mantera yang diucapkan oleh Jing Li. Wajahnya memucat beberapa detik kemudian. “Mantera Raja Iblis! Bagaimana gadis itu bisa mengetahuinya?”


Teknik itu diketahui oleh Iblis Es sebagai Teknik milik Raja Iblis yang membuatnya berkuasa atas seluruh Bangsa Iblis.


Iblis Es segera melesat ke arah Jing Li yang sedang memusatkan energi qi ketenggorokannya seraya membaca mantera Teknik Penyegel Roh Iblis.


Namun Jing Hung segera menghadang dengan serangan api dari Kipas Pusakanya. Iblis Es terpaksa menghindari serangan yang melesat cepat ke arahnya.


Ia terlihat kesal dan hendak kembali menyerang dengan Jurus Tapak Salju. Namun, cahaya yang muncul pada mulut Jing Li, membuat tubuh Iblis Es bergetar.


“Tidak!! Hentikan mantera itu!” Iblis Es berteriak saat merasakan energi qi yang mengalir dari suara Jing Li, mulai mengurung dirinya dan membuat otot tubuh rohnya mulai menjadi kaku.


Jiwa Li Annchi yang awalnya merasa putus asa, kembali bersemangat melihat kesempatan emas itu. Ia pun segera membaca mantera dari Dewi Naga Es untuk menyegel Roh Iblis Es di dalam tubuhnya sendiri.

__ADS_1


Roh Iblis Es tersentak kaget sesaat setelah Li Annchi membaca mantera itu. Ia meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari Mantera Li Annchi yang lebih kuat pengaruhnya dari mantera Jing Li.


Jing Hung tersenyum lebar melihat situasi yang ada di depannya. Pikiran kotornya seketika bangkit melihat kemolekan tubuh Li Annchi yang menggeliat bagai cacing kepanasan.


Jing Li semakin bersemangat melihat Mantera yang Ia ucapkan dengan mengalirkan energi qi itu, bekerja sesuai dengan harapannya.


Lima menit telah berlalu, geliatan Roh Iblis Es semakin melemah seiring dengan semakin kuatnya energi segel yang tercipta dari mantera Lia Annchi.


“Hentikan! … Aku menyerah! Ambil kembali tubuhmu!” Namun Lia Annchi tidak berhenti, Ia terus membaca yang sebentar lagi memasuki bait terakhir.


Iblis Es meraung keras sebelum akhirnya terdiam mematung. Setidaknya hal itulah yang terlihat oleh Jing Hung dan Jing Ling yang merasa tekniknya berhasil menyegel Iblis Es.


“Apa yang terjadi?!!” Jing Hung terkejut saat melihat perubahan warna rambut Li Annchi yang kembali menghitam seiring dengan kesadarannya yang kembali berkuasa atas tubuh fananya.


Mata Jing Hung semakin nanar menatap wajah Li Annchi yang baginya terlihat jauh lebih cantik dengan rambut hitam yang tergerai panjang seperti itu.


Namun hal berbeda dirasakan oleh Jing Li yang tersentak saat menyadari sebuah energi yang jauh lebih kuat, mendorong energi qi miliknya.


HEEK


Terdengar suara dari Jing Li seiring dnegan tubuhnya yang terpental memuntahkan darah. Hal itu membuat Jing Hung terkejut bukan kepalang.


“Ling’er! …” Jing Hung segera melesat meraih tubuh Jing Li yang kehilangan kesadarannya. Ia menatap kesal ke arah Li Annchi sebelum melesat pergi meninggalkan gadis dari masa depan itu.


Ia lebih memilih menyelamatkan adiknya terlebih dahulu, karena menyadari teknik yang mereka gunakan telah gagal. Selain itu, Jing Hung merasakan pancaran energi yang sangat kuat dari tubuh Li Annchi yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.


“Apa yang sebenarnya terjadi pada Ling’er? Bagaimana Ia bisa tak sadarkan diri?” terlihat kecemasan di wajah Jing Hung setelah Ia gagal menyadarkan sang adik dengan energi qi miliknya.


Jing Hung mempercepat laju melayangnya, satu tempat yang Ia tuju adalah sebuah gunung berjarak seratus kilometer, tempat dimana Guru Jing Li, Dewi Bunga Hitam berada.


---------------------------O-------------------------

__ADS_1


__ADS_2