
WHUSS WHUSSSS
BLAM BLAMM
Keempat energi itu meledak oleh hantaman energi yang berasal dari telapak tangan Pengemis Abadi. “Long’er, Bairi! Kalian habisi yang kecil-kecil. Dua yang besar itu akan Aku lumpuhkan.”
Hao Long dan Gao Bairi lalu menyerang ke arah ratusan ekor Kelelawar Api berukuran kecil. Sementara Pengemis Abadi melesat ke arah dua Kelelawar berukuran lebih besar dan memiliki kultivasi di level Empat Tingkat Dewa Sejati.
Pertarungan tersebut hanya berlangsung lima menit saja. Ratusan kelelawar kecil dibantai habis tak bersisa oleh Hao Long dan Gao Bairi. Dua pemimpin mereka, berhasil dilumpuhkan dengan mudah oleh Pengemis Abadi.
“Long’er … Sepertinya kau bisa memulai kultivasi Roh mu sekarang.” Penge,mis Abadi melemparkan satu ekor Kelelawar Api kepada Hao long yang segera membunuhnya.
Ia pun mulai menyerap kekuatan energi roh dari hewan tersebut. Saat pagi tiba Kedua energi kelelawar api itu berhasil Hao long serap kekuatan Rohnya.
Sementara Li Annchi kembali melanjutkan perburuannya. Hingga pagi ini sudah lima Ikan yang berhasil Ia serap kekuatan rohnya.
***
Lima belas hari kemudian, proses Kultivasi mereka berdua telah selesai. Namun kekuatan keduanya masih jauh di bawah kekuatan yang dimiliki oleh Pengemis Abadi yang hampir menembus level tujuh Tingkat Dewa Sejati.
Saat itulah Gao Bairi dan Pengemis Abadi mengatakan sebuah cara yang mereka temukan agar Hao Long dan Li Annchi bisa kembali ke masa di mana mereka berada sebelumnya.
“Mengapa hanya kami berdua Sesepuh? “ Tanya Hao Long keheranan. “Karena dibutuhkan energi yang sangat besar untuk membuat Portal Dimensi berpindah waktu. Berbeda dengan portal dimensi berpindah tempat.”
Namun begitu Hao Long masih keberatan dengan keputusan kedua orang itu yang akan bekerja sama mengirim Hao Long dan Li Annchi dengan membuat Portal Dimensi berpindah waktu ke masa depan.
Setelah berdebat beberapa waktu, akhirnya Hao Long menerima keputusan kedua Kakek tersebut dengan berurai Air Mata. Sebelum pergi, Hao Long meminta diajari cara berteleportasi dengan Portal Dimensi.
Butuh sehari bagi Hao Long untuk memahami petunjuk yang Gao Bairi berikan. Hingga akhirnya tibalah saat untuk mereka berpisah.
Perasaan haru, memenuhi hati Hao Long dan Li Annchi atas pengorbanan kedua Sesepuh yang rela mengorbankan diri mereka terjebak di masa lalu demi mengembalikan mereka ke masa depan.
Hao Long pun meminta keduanya menjadi Guru mereka. Setelah prosesi pengangkatan Guru dan Murid selesai, Gao Bairi akhirnya duduk bermeditasi dengan Pengemis Abadi duduk di belakangnya untuk menyalurkan energinya.
Suara bergemuruh terdengar seiring dengan munculnya gumpalan asap hijau yang membentuk lingkaran besar di angkasa. Hao Long dan Li Annchi melesat memasuki portal dimensi itu.
Keduanya terdiam dengan harap-harap cemas. Seandainya saja proses ini gagal, maka mereka akan selamanya terjebak ke masa yang tidak mereka ketahui.
Keduanya menatap cahaya putih yang berada di ujung lorong yang terlihat sangat kecil. Namun semakin dekat, lorong itu semakin membesar hingga akhirnya mereka merasa tiba di tempat yang dituju.
__ADS_1
Gao Bairi mengirim mereka ke sebuah tempat yang berada dalam ingatannya, yakni sebuah kota yang berada di Dunia Manusia Elemen.
Hanya saja perkiraan Gao Bairi meleset, energi yang dibutuhkan untuk membuat Portal Dimensi Waktu hingga ribuan tahun, sangatlah besar.
Saat ini Ia tidak menyadari jika Hao Long dan Li Annchi, berada di Dunia Elemen bukan di masa yang sama dengan saat diserang Pemimpin Kesatu Dunia Kristal.
Keduanya kini berada di dunia Elemen, hanya saja berada di masa seratus tahun dari masa saat mereka terjebak saat ini.
Itulah sebabnya Hao Long dan Li Annchi kebingungan saat mereka tiba di dunia Elemen dan berada di sebuah bukit yang sedang dilanda badai hujan petir yang sangat dahsyat.
JEDAAARRR
Sebuah petir besar nyaris mengenai keduanya, membuat Li Annchi segera membuat bola Energi besar yang sangat dingin untuk melindungi keduanya.
Setelah mengedarkan pandangan ke sekeliling mereka, barulah mereka menyadari jika saat ini sedang berada dalam sebuah pertempuran yang sangat besar.
Di atas sana, ribuan orang yang tengah bertarung tiba-tiba terlihat menghentikan serangan satu sama lain dan menatap ke arah mereka berdua.
Hao Long yang menyadari kedatangan mereka menjadi pusat perhatian, segera meminta Li Annchi untuk membawanya ke empat orang yang memiliki Aura terkuat dari ribuan orang tersebut.
Keempatnya sedang terdiam dan menatap tajam ke arah Hao Long dan Li Annchi yang telah berada di depan mereka dengan bola energi dingin yang segera Li Annchi hilangkan setibanya di depan mereka.
Keempatnya saling berpandangan sejenak, lalu salah satu yang terlihat paling tua menjawab pertanyaan Hao Long. “Benar … Ini Dunia Elemen. Kalian dari Dunia mana?”
“Kami dari Dunia Manusia Bumi, kami kemari dikirim oleh Guru kami bernama Gao Bairi untuk menemui Sahabat Beliau yang bernama Long Ji.”
Sosok sepuh itu mengerutkan Dahi. “Aku Long Bai …. Pemimpin Manusia Klan Petir, tapi tidak ada leluhurku yang bernama Long Ji. Apa tujuan kalian sebenarnya?!”
Suasana menjadi tegang. Sedang Hao long dan Li Annchi tersentak kaget. “Long sepertinya kita berada di masa yang salah.” ucap Li Annchi lirih. “Aku juga berpikir demikian. Tapi …”
Hao Long lalu bertanya kembali apakah Sesepuh Long Bai pernah ke dunia Manusia Kristal dan bertemu Gao Baidi yang adalah pemimpin Ketiga Dunia Manusia Kristal.
Jawaban Long Bai membuat Hao Long meyakini jika mereka tiba di masa yang salah, karena sesepuh itu mengatakan bahwa Pemimpin Ketiga Dunia Kristal bernama Jie Di, bukan Gao Baidi.
“Long Bai! Apa Kau sudah tak berani bertarung lagi hingga mengurusi bocah asing ini? Atau Kau sudah menyerah pada Manusia Api?” Sosok lain yang tadi bertarung dengan Long Bai bertanya dengan sombongnya.
“Jaga mulutmu Cai Di!” Long Bai terlihat marah dan hendak menyerang Cai Di. “Tunggu Sesepuh Long Bai.” Hao Long berteriak menahan Long Bai.
“Diam Kau Bocah! Jika sayang nyawamu, jangan ikut campur urusan Kami.” Sosok bernama Cai Di membentak Hao Long.
__ADS_1
Ia berani bersikap seperti itu, karena merasa berhasil mengetahui Kultivasi Hao Long yang menurutnya berada di Level satu Tingkat Dewa Sejati, empat level di bawah kekuatannya yang berada di Level Lima.
Hao Long tertegun sejenak, Ia sudah mengetahui kekuatan sebenarnya Cao Di, membuatnya berani bertanya tentang apa penyebab mereka bertarung hingga terjadi pertempuran sebesar ini.
“Cari mati Kau bocah!”
Bukan jawaban yang Hao Long dapatkan, namun sebuah serangan cepat dari Cai Di yang hendak meninju kepala Hao Long dengan tangan kanannya yang telah membara diselimuti oleh api kecil berwarna biru.
PLAAKK
AARGGHHH
Cai Di terpental hingga belasan meter saat Hao Long menangkis dengan tangan kanannya. Hal itu membuat tiga sosok sepuh yang lain terbelalak melihatnya.
Saat hendak menangkis serangan Cai Di, Hao Long mengeluarkan kekuatan di Level Enam dan dengan cepat menurunkannya kembali ke Level satu.
Namun, Hal itu tidak bisa membohongi ketiga orang lainnya yang walau sesaat, sempat merasakan Aura besar memancar dari tubuh Hao Long.
“Pemuda ini bukan pemuda biasa. Siapa dia sebenarnya?” Long Bai menatap tajam ke arah Cai Di yang terlihat sangat gusar dengan apa yang baru terjadi.
“Cai Di hentikan! Kau bukan lawan pemuda ini!” Sosok sepuh yang berada di pihak Cai Di berbicara. Namun Cai Di salah malah semakin kesal.
“Tidak Guang Hou! Aku tadi hanya lengah saja. Bocah ini memang bukan lawanku, tapi Ia sudah lancang mencampuri urusan kita!” Sosok yang disebut Guang Hou, hanya menggelengkan kepalanya.
Ia sangat memahami karakter sahabatnya itu. Karena ulahnya jugalah pertempuran besar ini terjadi. Ia pun membiarkan Cai Di yang sudah melesat kembali ke arah Hao Long.
Kali ini serangan Cai Di jauh lebih cepat dan berbahaya dari sebelumnya. Awalnya Hao Long yang tak ingin mencari keributan, hanya menghindar saja.
Merasa sikapnya itu tidak membuat Cai Di tersadar juga, Hao Long akhirnya segera mengeluarkan kekuatan Tangan Petir Dewa Langit. Tangan kanan Hao Long kini telah berwarna kebiruan diselimuti oleh puluhan petir kecil.
“APA!!”
Sontak Cai Di melesat mundur dengan wajah pucat pasi. Hal yang sama terjadi pada ketiga sosok sepuh lainnya. Tubuh mereka bergetar hebat.
Sementara Hao Long dan Li Annchi sendiri, juga sama terkejutnya dengan perubahan Sikap keempat Sesepuh itu yang tiba-tiba berlutut di depan mereka.
Hal yang sama juga dilakukan oleh ribuan orang anak buah mereka. “Long … Mengapa mereka bersikap seperti itu?” Tanya Li Annchi mendekati Hao Long yang juga sedang kebingungan.
“Hormat Kepada Tuan Muda …” Keempat tokoh tua yang kini berbaris dengan posisi berlutut, tiba-tiba berkata secara bersamaan.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=