
Semua orang yang sedang bertarung, tiba-tiba dikejutkan oleh suara bergumuruh berjarak lima puluh meter di atas tempat dimana mereka bertarung.
Gemuruh itu berasal dari ledakan energi seorang berjubah hitam yang membuat angin berpusara, selepas Ia menarik jurus Ilusi Iblis yang menyembunyikan keberadaan keduanya dari semua orang.
Hao Long pun menyadari kebenaran informasi dari Iblis Es sebagaimana yang dikatakan oleh Li Annchi sebelumnya. Kedua orang itu, memiliki aura yang sangat kuat, bahkan Hao Long tak bisa mengetahui tingkatan Kultivasinya.
Saat kedua orang itu melayang turun, pertarungan pun segera terhenti. Kini kedua belah pihak membuat jarak satu sama lain dan membuat kedua orang berjubah hitam itu, kini berada di tengah-tengah mereka.
Suasana menjadi hening, kedua orang itu menatap tajam ke arah Li Annchi. Hal itu membuat Li Annchi menyadari jika keberadan Iblis Es di dalam tubuhnya, telah diketahui oleh mereka.
“Cepat tinggalkan tempat ini! Mereka sangat kuat dan kejam! Cepatlah!” Iblis Es berteriak panik di alam pikiran Li Annchi yang segera membentaknya untuk diam.
“Siapa Kau!” Ou Yang segera membentak kedua orang itu. Sesaat kemudian Ia dikejutkan dengan salah satu orang berjubah hitamyang kurang dari satu detik, telah berada satu jengkal di depannya.
“Sopanlah sedikit!”
PLAAK!!
Tubuh Ou Yang terpelanting hingga lebih dari dua meter dengan pipi yang memerah dan mulut penuh darah. Semua orang tertegun, membuka mulut mereka namun tidak mengeluarkan suara sedikitpun.
Namun berbeda dengan Ou Feng, Kakek sangat tua itu segera melesat menahan laju tubuh cucu kesayangannya itu. “Yang’er … Jangan Gegabah. Berhati-hatilah mereka berdua bukan kultivator biasa.”
Ou Yang mengusap darah dari sudut bibirnya, wajahnya terlihat tenang saat mengetahui Kakek dan sekaligus gurunya itu telah berada di tempat tersebut.
Kecepatan yang ditunjukkan oleh Ou Feng, membuat dahi dua pria berjubah hitam itu, mengerut. “Ou Feng … Kau masih hidup rupanya.”
Mata Ou Feng pun melebar. “Aku merasa pernah mendengar suaramu, tapi tidak dengan wajahmu. Siapa Kau sebenarnya?”
Sosok pria itu tertawa, sebelum diam secara tiba-tiba dengan raut wajah yang berubah menyeramkan, menunjukkan jika Ia sangat marah kepada Ou Feng.
“Dewa Tangan Petir! Hari ini Aku akan membalaskan Kematian ayahku yang Kau bunuh dengan keji!”
Sosok itu, kembali menghilang dan telah berada di dua jengkal di depan Ou Feng. Dengan gerakan cepat Ia hendak memukul kepala Kakek tersebut.
PLAK
__ADS_1
DUAGH
Di luar dugaan, Ou Feng bisa menangkis serangan sangat cepat itu bahkan menghantam balik lawan yang lengah hingga harus terhantam Tinju kakek yang berjuluk Dewa Tangan Petir itu.
“Apa!” Semua orang terkejut melihat hal itu, bahkan Pria berjubah hitam lainnya, mengerutkan dahinya melihat apa yang terjadi pada rekannya.
“Dao Chang! Jangan meremehkan lawan. Ia menyembunyikan kekuatannya yang sebenarnya.”
Pria berusia sekitar lima puluh tahun itu, mengingatkan adik seperguruannya yang bernama Dao Chang dengan suara yang keras.
Dao Chang terlihat kesal, Ia tidak menduga akan mendapat serangan yang tak kalah cepat dari serangannya. “Sialan Kau Tua Bangka!”
Tubuh Dao Chang kembali lenyap dari pandangan. sesaat kemudian, tubuh Ou Feng juga tidak terlihat lagi. Hanya terdengar suara beradunya pertarungan mereka yang berpindah tempat dengan cepat.
Dari ratusan orang itu, hanya tiga orang yang bisa melihat pertarungan mereka berdua. Pria berjubah Hitam, Li Annchi, dan Hao Long.
Hal itu membuat orang-orang di kedua belah pihak, berdecak kagum. Huang Bao dan Qiu Heng, beberapa kali terlihat menelan ludah mereka.
“Beruntung sekali kita, Seandainya Ketua Xiong tidak mengundang mereka berdua dan meminta bantuan, mungkin kita akan binasa di tempat ini.” Jing Hung pun menganggukkan kepala mendengar ucapan Xi Hai.
Disebut Kultivator Iblis, karena mereka bersekutu dengan Makhluk gain bangsa Iblis yang bersemayam di dalam tubuh mereka sekaligus menjadi sumber kekuatannya.
Tidak semua orang tubuhnya bisa disemayami oleh Bangsa Iblis tersebut, mereka harus memenuhi syarat tertentu. Semisal meminum darah seratus bayi manusia yang baru lahir dan berumur kurang dari tujuh hari.
Perbincangan kedua petinggi Aliran Hitam itu terhenti, saat terdengar suara petir berjarak lebih dari lima puluh meter di atas kepala mereka.
Terlihat sosok kedua orang yang bertarung, sedang mengeluarkan energi qi mereka. Tubuh Ou Feng mengeluarkan kilatan-kilatan petir yang semakin besar dan semakin panjang.
Sesaat kemudian, terdengar suara bergemuruh di bawah mereka. Sontak semua mengalihkan pandangan dan terkejut, mendapati tanah sepanjang lebih dari lima puluh meter, bergerak melesat ke udara.
Tanah itu perlahan berubah bentuk, menjadi seekor kelabang raksasa yang segera melingkari tubuh Dao Chang.
Hal itu juga bertepatan dengan selesainya persiapan jurus terkuat Ou Feng yang membuat Ou Yang seketika berteriak keras. “Buat Perisai Pelindung! Cepat”
Semua orang masih terpana dengan kondisi tubuh Ou Feng yang kini telah bercahaya putih dengan tubuh diselimuti kilatan petir yang panjangnya mencapai puluhan meter.
__ADS_1
Hao Long yang menyadari bahaya besar itu, segera membuat perisai pelindung untuk melindungi kelompok mereka. Hal yang sama, juga dilakukan oleh pria berjubah hitam itu.
JEDAAARR!
JEDAARRRR!
Suara menggelegar terdengar memekakkan telinga, puluhan petir besar menghantam ke arah Dao Chang yang menahan serangan itu dengan menggerakan kelabang dari tanah untuk membuat Petir Ou Feng kehilangan daya hancurnya.
Semua mata terbelalak, mendapati tiga buah petir yang dihindari oleh Dao Chang, melesat ke arah dimana mereka berada.
Sementara dua petir lainnya, menghantam pepohonan di lerengsebelah timur Bukit Halilintar dan membuat hutan besar itu mulai terbakar.
BLAAAM BLAAAAM BLAAAM
Tiga ledakan besar menggelegar, dua Petir menghantam ke arah kelompok aliran Hitam dan membuat perisai pelindung yang dibuat Pria berjubah hitam, hancur berkeping-keping.
Puluhan orang anggota aliran hitam, tewas dengan tubuh yang hangus dan mengalami kehancuran di beberapa bagian tubuhnya.
Sementara satu petir besar lainnya, menghantam dan menghancurkan perisai pelindung yang dibuat oleh Hao Long. Beruntungnya Li Annchi bertindak cepat.
Dengan jurus Tapak Salju Dewi Es, Ia membekukan Petir Besar dari Ou Feng yang satu meter lagi, ujungnya akan mengenai Huang Bao yang wajahnya terlihat pucat.
“Ufffh … Hampir saja aku terpanggang. Chi’er terimakasih.” Li Annchi tersenyum dan kembali menatap ke atas untuk melihat apa yang terjadi kemudian.
Semua orang menahan nafas, ketika melihat seluruh udara dalam radius ratusan meter di atas mereka, dipenuhi oleh awan hitam yang bergerak turun dengan cepat seraya mengeluarkan petir yang semakin lama semakin membesar.
“Apa yang terjadi?!!”
“Cepat pergi dari sini?!”
“Aku belum menikah … Aku tak ingin mati!”
Berbagai teriakan kepanikan dari anggota Sekte Golok Halilintar mulai terdengar riuh seiring dengan semakin mendekatnya petir yang menyambar-nyambar ke tempat di mana mereka berada saat ini.
-----------------------------O--------------------------
__ADS_1