
Reaksi Zou Ning yang terlihat berlebihan, membuat Biksu Gao Han dan Huang Bao menatapnya dengan keheranan. “Ning’er … Mengapa Kau bersikap demikian?”
Zou Ning tetap diam seolah Ia tidak mendengar pertanyaan Biksu Gao Han.
“Bagaimana pun juga, Ia seorang perempuan yang jika melihat lelaki amat tampan dan penuh kharisma, akan terpana seperti itu.” Huang Bao tertawa lirih.
Ucapan Huang Bao sangat tepat tentang kondisi Hao Long yang terlihat lebih tampan dengan bola matanya yang kini berwarna biru langit serta aura dewa yang memancar kuat dari tubuhnya.
Namun apa yang terjadi dengan Zou Ning, tidak seperti yang Huang Bao duga. ”Manusia bermata biru? Tidak salah lagi … Pertanda akan terjadinya peristiwa itu semakin dekat… Hanya menunggu satu pertanda lagi muncul.”
Tidak ada yang mengetahui kekhawatiran yang kini sedang dirasakan oleh Zou Ning di dalam hatinya. Saat menatap mata biru Hao Long, seketika Ingatannya melayang pada penjelasan Sang Guru.
“Terimakasih Sesepuh Zou. Sesepuh Gao dan Sesepuh Huang. Berkat bantuan anda dan guru, Aku telah berhasil menembus Tingkat Dewa Tahap Puncak.”
Keempat orang itu tersenyum lebar seraya menganggukkan kepala mereka, mendengar ucapan Hao Long yang kemudian menarik kembali energi qi-nya.
Bola mata biru itu pun menghilang disertai Aura tubuh Hao Long yang kembali seperti semula.
“Apa rencanamu, selanjutnya Long’er?” Ao Lang bertanya setibanya mereka di salah satu ruangan di kediaman Huang Bao yang segera menyajikan arak sebagai hidangan.
“Guru … Aku ingin segera membebaskan Annchi dari pengaruh Iblis Es. Untuk itulah Aku akan ke utara dan mencarinya.”
“Bukankah untuk membebaskannya, kau harus mendapatkan Zamrud Tiwa terlebih dahulu?” Hao Long terdiam mendengar ucapan Biksu Gao Han.
Menghancurkan ketiga belas sekte yang ingin menguasai dunia adalah alasan utama mengapa dirinya kini berada di masa empat ribu tahun dari masa hidupnya yang sebenarnya.
Namun banyak hal terjadi di luar dugaannya, membuat kepalanya menjadi sakit hanya dengan memikirkannya saja.
Membebaskan Li Annchi dari pengaruh Iblis Es, mencari keberadaan Kedua saudara Angkatnya, adalah hal lain yang harus Hao Long lakukan.
__ADS_1
Setelah beberapa jam kemudian, akhirnya mereka berpisah. Biksu Gao Han dan Zou Ning akan kembali ke Gunung Salju, Huang Bao akan menemani Hao Long ke Sekte Pulau Es Utara karena ada urusan yang belum Ia selesaikan di sana.
Sementara Ao Lang tidak bisa menemani Hao Long. Ia mengatakan ada sesuatu yang harus Ia selesaikan berkaitan dengan wasiat dari Gurunya dahulu.
***
“Apa yang terjadi??!!! …”
Huang Bao Tercekat mendapati bangunan Sekte Pulau Es Utara telah hancur lebur. Ratusan mayat perempuan, tergeletak di mana-mana dengan kondisi mengenaskan.
Kekhawatiran akan keselamatan Matriark Lin Yu, membuat Huang Bao melesat ke sana kemari mencari keberadaannya. Sementara Hao Long terpaku menatap ke arah puing-puing bangunan Sekte yang pernah didiami oleh Li Annchi.
“Apakah kedatanganku dan Annchi di dunia kuno yang menyebabkan mereka harus mengalami hal buruk seperti ini?” Hao Long menunjukkan kesedihan yang mendalam.
Ingatan tentang apa yang terjadi dengan Sekte Tangan Dewa, kembali tergambar jelas dalam benaknya. Ia termenung cukup lama hingga Huang Bao kembali dengan wajah yang sedih menatap Jasad Matriark Lin Yu yang kini berada dalam pelukannya.
“Matriark Lin …. ?!” Tubuh Hao Long bergetar saat mengenali jasad tersebut. Kemarahan pun memuncak di kepalanya, membuat tanah yang Ia pijak bergetar akibat aliran energinya yang bergolak hebat.
Hao Long benar-benar terpukul dengan apa yang terjadi pada Sekte Pulau Es Utara. Ia meyakini jika Aliansi Tiga belas sekte yang berada di balik semua tragedi ini.
“Sesepuh Huang … Apakah Anda tahu sekte apa saja yang tergabung dalam Aliansi Tiga Belas Sekte Aliran Hitam? Karena aku yakin, merekalah dalang dibalik tragedi ini”
Pertanyaan itu, dijawab Huang Bao dengan menggelengkan kepalanya. Sejak lima puluh tahun lalu, Ia telah mengasingkan diri untuk memulihkan kultivasinya.
Apa yang terjadi dengan dunia luar, sama sekali Ia tidak mengetahuinya. Namun yang Ia ketahui dengan pasti adalah begitu banyak muncul kultivator pada tingkat Dewa dari aliran Hitam maupun Netral.
Setelah memakamkan Jasad Matriark Lin Yu dan seluruh anggotanya, Kedua orang itu lalu melesat ke arah barat dan mereka turun dari tubuh Jin Shin setelah melihat sebuah kota, sejauh satu kilometer di depan mereka.
“Kota ini sangat besar dan ramai, dimana kita bisa mencari informasi tentang tiga belas sekte itu?” Hao Long menggumam seraya mengedarkan pandangannya.
__ADS_1
Setelah mengedarkan pandangannya, Huang Bao lalu menunjuk ke bangunan besar yang sepertinya adalah sebuah rumah makan.
Setelah memesan hidangan, keduanya duduk di meja yang berada sedikit di tengah-tengah. Sekilas lalu, Hao Long menyadari bahwa para pelanggan yang saat ini ada di dalam ruangan, sebagian adalah para kultivator.
Saat baru menyantap hidangan yang datang beberapa menit kemudian. Aura ruang makan itu, mendadak berubah seiring dengan masuknya dua orang pria yang mengenakan jubah yang sama.
Kearoganan terlihat dari sikap mereka saat memaksa pelayan mengosongkan meja yang mereka inginkan. Suasana berubah tegang, karena pelanggan yang sedang menyantap hidangan itu, menolak memberikan tempatnya.
“Apakah kau tidak melihat jika aku sedang menyantap hidanganku? Bukan masih ada meja kosong yang lain?! Mengapa Aku harus memberikan mejaku?”
Pelayan itu, tergagap mendapat pertanyaan beruntun itu. Wajahnya terlihat panik dengan tubuh mulai gemetar. Namun Ia tidak beranjak dari tempat tersebut.
“Nyonya … Tolonglah kami. Jika kedua orang itu tidak mendapat apa yang mereka inginkan, tempat kami bisa hancur berantakan.”
Perempuan yang terlihat berusia sekitar empat puluhan tahun itu, berhenti menyantap hidangannya dan berdiri menatap kedua orang yang baru datang dengan kemarahan yang terlihat jelas di matanya.
“Jika kalian menginginkan meja ini, tunggulah hingga kami selesai.”
Ia kembali duduk menemani dua orang perempuan lain yang sedang menyantap hidangan seolah tidak menghiraukan adanya kejadian tersebut.
“Hahahaha … Baru kali ini ada yang berkata seberani kalian kepada kami. Apakah Kau tidak mengetahui siapa Kami Hah!”
Amarah salah satu pria itu, semakin menjadi setelah beberapa saat, tidak terdengar tanggapan apapun dari wanita yang baru saja Ia bentak.
Beberapa pelanggan yang kebanyakan dari orang biasa, telah keluar dari tempat tersebut. Menyisakan Hao Long dan Huang Bao serta dua meja lain yang masing-masing diduduki oleh tiga orang.
Enam orang yang berada di meja itu, terlihat mengabaikan perselisihan yang semakin memuncak di dalam ruang makan itu.
BRAAAKK!
__ADS_1
“Kurang ajar!! berani sekali Kau meremehkan orang-orang dari Klan Hao!” Meja besar di dekat pria itu, hancur berkeping-keping.
--------------------------O---------------------------