
Setelah menghabisi para kultivator di Dunia Elemen, Thian Li dan suaminya Chao Cheng mengunjungi saudara sepupu mereka, Ge Riong di Dunia Kristal.
Menggunakan Artefak Pemindah Ruang, mereka pun tiba dengan cepat di dunia yang dikuasai oleh sepupu mereka yang telah lama tidak berjumpa, jika diukur dari ruang waktu Dunia Kristal.
Namun bagi Thian Li dan Chao Cheng, keduanya merasa baru beberapa bulan saja tidak bertemu dengan Ge Riong. Penguasa Dunia Kristal itu, pernah beberapa kali mengunjungi Dunia Payau yang berbeda dimensi Ruang waktunya.
Keduanya pernah berkunjung ke Dunia Kristal puluhan tahun lalu. Sehingga saat tiba di Dunia itu untuk kedua kalinya, tak satupun penjaga kota yang mengenali mereka.
Keduanya dikepung puluhan kultivator, karena tidak bisa menunjukkan identitas mereka. Hal itu membuat Thian Li marah besar.
Hanya dengan auranya saja, prajurit yang adalah kultivator di tingkat langit itu, berterbangan oleh energi yang memancar kuat dari tubuhnya.
Aura yang kuat itu memicu kedatangan para pemimpin lainnya. Ge Luo yang sedang berkultivasi di ruangan pribadinya, tersentak merasakan sepasang Aura di Ranah Langit yang tidak Ia kenali.
Dirinya yang baru saja menembus ranah Langit, tidak menduga jika energi di Ranah itu bisa sekuat ini. “Siapa pemilik Aura kuat ini? Apakah mereka yang pernah bertarung denganku di Dunia Elemen?”
Baru saja Ge Luo keluar dari ruangannya. Seorang penjaga melaporkan jika Sepasang muda-mudi berusia dua puluhan tahun, sedang membuat kekacauan di gerbang kota.
Ge Luo pun segera melesat ke gerbang kota di mana kedua aura itu berasal. Dan Ia pun mendapati jika dugaannya keliru, keduanya bukanlah Hao Long dan Li Annchi.
“Siapa Kalian? Berani sekali membuat kekacauan di Kota ini!” Ge Luo yang memiliki kepercayaan diri kuat setelah memasuki Ranah Langit, berkata dengan sedikit arogan.
Thian Li dan Chao Cheng hanya tersenyum, keduanya terlihat senang menatap Ge Luo yang kini terlihat seumuran dengan keduanya.
“Kau sangat mirip dengan ayahmu saat Ia seusia dirimu, keponakanku Luo’er. Kau sekarang sudah dewasa dan menjadi pemuda yang gagah dan tampan.”
Bagai disambar petir, Ge Luo terjingkat mundur beberapa langkah. Saat itulah Ia teringat, Sang Ayah pernah bercerita jika Ia memiliki seorang Paman yang sangat kuat di Dimensi berbeda yang ruang waktunya berjalan lebih lambat.
Selain itu dirinya juga memiliki seorang sepupu yang telah menikah bernama Thian Li dan Chao Cheng. Namun karena perbedaan ruang waktu, keduanya terlihat masih sangat muda. Jauh berbeda dengan dirinya yang telah menua.
Tiba-tiba saja Thian Li menyerang Ge Luo dengan gerakan yang sangat cepat, Ge luo yang tersentak hampir saja terkena tamparan Thian Li.
“Jangan turunkan kewaspadaanmu saat bertarung Luo’er” Thian Li yang melambatkan gerakannya, segera mengingatkan sebelum kembali menyerang.
__ADS_1
Keduanya dengan cepat bertukar serangan, hingga dalam satu menit telah puluhan kali pertukaran serangan itu terjadi.
“Apakah Kau tak mengenali keponakan sendiri Enchi Li?” Sebuah suara membuat pertarungan keduanya segera berhenti.
“Ge Riong ... Kenapa kau terlihat sangat tua melebih Ayah?!” Thian Li yang terkejut melihat Sosok Ge Riong terlihat sangat tua, mengabaikan pertanyaan penguasa Dunia Kristal itu.
“Kalian saja yang tidak normal. Seharusnya kau terlihat seperti nenek yang sudah bungkuk, Enchi Li.” Ge Riong berkata seraya tertawa lebar.
Mereka pun berbincang saat telah tiba di ruang pribadi Ge Riong. Setelah jamuan di hidangkan, Thian Li pun lalu mengutarakan maksud kedatangan mereka.
“Dua Zamrud Dewa?” Tanya Ge Riong yang beru mendengar tentang Zamrud Khatulis dan Zamrud Tiwa yang sedang dicari oleh keduanya.
“Benar ... Kedua Zamrud itu bisa membuat Kita memasuki Tingkat Dewa Abadi Ranah Surgawi bahkan Tingkat yang lebih tinggi lagi yang setara dengan kekuatan Tujuh Dewa utama yaitu Tingkat Dewa Surgawi.”
Ge Riong dan Ge Luo tertegun mendengar penjelasan Thian Li. Kedua ayah dan anak itu baru mengetahui jika tingkat kekuatan para Dewa berada di Tingkat Abadi Ranah Surgawi dan tujuh yang terkuat berada di Tingkat yang berbeda.
“Apakah Paman hanya memintaku untuk membantu kalian mendapatkan kedua Zamrud itu? Tidak ada yang lain?” Tanya Ge Riong menyelidik.
Thian Li lalu tersenyum, Ia menjelaskan jika mereka akan meningkatkan kekuatan di Dunia Kristal terlebih dahulu, sebelum memburu kembali Kedua orang yang memiliki Zamrud Dewa itu.
Thian Li mengeluarkan empat buah sumber daya langka yang tidak ada di Dunia manapun selain Dunia Para Dewa. “Sumber daya langka dari Dunia Dewa ini, bisa mengantarkan kita ke Ranah Surgawi dengan sangat cepat.”
Ge Riong tersenyum melihat empat Buah sumber daya langka bernama Ginseng Emas tersebut. “Aku Tidak memerlukannya lagi, karena Aku baru saja menembus Ranah Surgawi setelah menyerap satu ginseng seperti itu. Kenapa Paman Bei lupa jika Ia telah memberiku Ginseng Emas ini?”
Ge Riong sedikit heran, Ia pun menjadi khawatir akan kondisi Sang Paman yang sangat sayang kepadanya itu. “Apakah Paman baik-baik saja Enchi Li?”
Setelah Chao Cheng dan Thian Li terbebas dari keterkejutannya saat mengetahui Ge Riong baru saja menembus Ranah Surgawi, lalu Ia pun menjawab pertanyaan adik sepupunya itu.
“Ayah baik-baik saja Riong ... Memang Aku merasa ada yang sedikit berbeda dengan Ayah, tapi Aku sendiri tidak tahu dimana yang berbeda itu.”
Setelah berkata demikian, tiba-tiba Thian Li tersentak kaget karena mendengar suara Sang Ayah dalam pikirannya. Ia pun terdiam seraya memejamkan matanya.
Sesaat kemudian, Ia menjelaskan kepada Ge Riong dan lainnya jika Zamrud Khatulis kini berada di Dunia Logam dan Dunia Siluman telah meledak musnah.
__ADS_1
Selain itu, tugas mereka bertambah satu lagi yakni merebut lemari Semesta yang telah berisi Lima Kristal Inti Kehidupan di tangan seorang pemuda yang memiliki Tangan Petir Dewa Langit yang asli.
Dalam pesan telepatisnya, Sang Ayah juga memberi tahu jika Sepasang manusia dari Dunia bumi itu, Kultivasinya telah berada di Tingkat Dewa Abadi Ranah Langit level puncak.
Thian Li dan Chao Cheng diperintahkan untuk segera berkultivasi di Dunia Kristal dengan menyerap Ginseng Emas berusia lima ribu tahun itu.
“Li’er ... Sebaiknya kita segera ke sana, sebelum mereka mendapatkan Kristal ke Enam dan menghancurkan Dunia Logam.” Chao Cheng yang sedari tadi diam, kini berbicara seraya berdiri.
“Tunggu apakah kalian tidak ingin meningkatkan kekuatan terlebih dahulu, karena mereka telah berada di puncak Ranah Surgawi.”
“Riong ... Kau sudah berada di Ranah Surgawi mengapa harus takut menghadapi Seorang Pemuda di Ranah Langit? Gadis itu biar Aku dan Cheng Gege yang mengurusnya.”
“Baiklah jika begitu ... Luo’er Kau serap khasiat kedua Ginseng Emas ini dan jadilah lebih kuat lagi.” Ge Riong yang kesal di katakan takut pada seorang kultivator Ranah Langit, akhirnya menyetujui perkataan Thian Li.
Setelah Thian Li memasukkan dua Ginseng Emas untuk dirinya dan Sang Suami, Ge Riong memberikan dua Ginseng Emas itu pada Ge luo yang terlihat sangat gembira menerimanya.
“Terimakasih Ayah ... Termakasih Bibi Li, Terimakasih Paman Cheng.” Ge Luo membungkuk sebagai rasa terimakasihnya.
Thian Li tersenyum, lau mengeluarkan Artefak Pemindah Dimensi.
“Ayah, Bibi Li, Kakek Thian Bei... Aku tidak akan mengecewakan mu. “ Setelah ketiga orang itu hilang di dalam gumpalan asap hijau, Ge Luo bergumam sebelum melesat ke dalam Ruang Kultivasinya.
***
Kedatangan Ge Riong, Thian Li dan Chao Cheng di Dunia Logam, tepat di saat Hao Long akan membuat seluruh pakaian Jenderal Kaki Besi terlepas dari tubuhnya.
Hao Long segera waspada dan membalikkan badannya. Namun Ia tersenyum saat menyadari Jenderal Kaki Besi melesatkan jurus Tendangan Kaki Besi ke arah punggungnya dengan cepat.
Hao Long segera berbalik dan menghantam telapak Kaki Jenderal itu yang membuat kaki kanannya seketika hancur. Hao Long kembali melesat cepat dan menghantam kepala Jenderal itu hingga meledak hancur.
“Cepat sekali!”
Thian Li dan Chao Cheng terkesiap dengan apa yang baru saja mereka lihat. Hal yang sama terjadi pada Ge Riong.
__ADS_1
“Kecepatan Pemuda ini menyamai kecepatanku di Ranah Surgawi. Padahal kekuatannya hanya di Ranah langit. Bagaimana ini bisa terjadi ...?” Ge Riong pun mulai merasakan firasat buruk, merengkuh dirinya dengan erat.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=