Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
117: Yuenbi Vs Hao Long


__ADS_3

Walau merasa jerih terhadap Hao Long, Yuenbi tetap bertekad untuk menghadapinya. Sementara Li Annchi dan Rienbi terlihat masih berdebat sebelum akhirnya memulai pertarungan mereka.


“Siapa Kau! Dan kenapa Kau mencampuri urusan kami?!” Hao Long tersenyum tipis sebelum menjawabnya. “Entah apa alasan kalian berbuat kejahatan, tetapi tidak diperlukan alasan logis untuk berbuat kebaikan bukan?”


Jawaban Hao Long membuat Yuenbi Geram karena merasa diremehkan. Ia segera mengerahkan seluruh kekuatannya karena rasa marah yang teramat besar, merasuki dirinya.


Hao Long terkesiap merasakan Aura kekuatan Yuenbi setidaknya berada satu tingkat di atas kekuatan yang Ia miliki. “Aku merasa terhormat jika mati oleh Tangan Petir Dewa Langit. Namun sebelum itu, aku akan mengerahkan semua jurus-jurus terkuatku untuk melawanmu.”


Benar saja ucapan Yuenbi, Ia segera mengambil kuda-kuda yang terlihat aneh di mata Hao Long. “Badai Kristal Biru!” Yuenbi Berteriak keras.


Tubuh Yuenbi tiba-tiba bergerak memutar dengan kecepatan tinggi hingga membuat Badai tornado berukuran besar yang menghempaskan Raja dan Ratu Siluman Ular Putih hingga lebih dari lima puluh meter jauhnya.


Li Annchi dan Reinbi yang juga sedang bertarung, segera melesat saling menjauhi satu sama lain, Reinbi memanfaatkan situasi ini untuk melesat pergi meninggalkan tempat tersebut.


Namun Li Annchi segera melesat mengejarnya. Dan berhasil menghadang Reinbi yang memiliki kultivasi sama dengan dirinya.


Reinbi terlihat kesal, jarak mereka berdua kini terpaut dua ratus meter dari Yuenbi yang tengah menerjang Hao Long dengan jurus Badai Kristal birunya.


Energi Level Empat Tingkat Dewa Sejati terlalu besar untuk Hao Long tahan. Tubuhnya mulai terdorong menjauh saat Yuenbi meningkatkan kecepatan putaran tubuhnya.


Merasa terdesak Hao Long akhirnya mengeluarkan jurus Tinju Naga dengan tangan kanannya. Diluar dugaan Hao Long sendiri, ular naga yang muncul berupa naga petir yang segera melesat ke arah pusaran badai tornado Yuenbi.


JEDDAAAAARRRRR


Ledakan sangat keras menggelegar hingga terdengar sejauh lima kilometer. Seorang Kakek Tua berpakaian compang camping, menatap ke arah sumber ledakan dan segera melesat ke tempat tersebut dengan sangat cepat.


Setibanya di sana Ia bersembunyi di balik sebuah pohon, dan melihat apa yang terjadi dengan sosok Yuenbi. Pria itu tidak menduga jurus Badai Kristal Biru, bisa dihancurkan oleh Hao Long hanya dalam sekali serang saja.


“Tangan Petir Dewa Langit, benar-benar hebat. Aku tidak boleh gegabah. Tapi mengapa kekuatan bocah ini masih berada di level tiga?” Tanya Yuenbi dalam benaknya, seraya bangkit dan bersiap dengan jurus lain yang jauh lebih kuat.

__ADS_1


Sementara Hao Long, terlihat sedang merasa takjub dengan serangannya sendiri. Ia tidak menduga kekuatan besar keluar dari tangan kanannya tadi.


Hao Long kembali menatap Yuenbi yang berjarak dua puluh meter darinya, pria yang terlihat berusia sekitar lima puluhan tahun untuk ukuran manusia bumi, sedang melakukan suatu gerakkan aneh lagi.


“Tarian Ilusi Maut.” Demikian Yuenbi menyebut jurus yang sedang Ia gunakan, tentu saja jurus itu memiliki serangan tersembunyi berupa hipnotis tingkat tinggi yang membuat Hao Long merasa melihat Shi Mey sedang menari erotis di depannya.


Hao Long tetap terdiam, saat Yuenbi semakin mendekati dirinya dan bersiap menyerang dengan sebuah pedang yang terlihat bening seperti kristal.


Di Mata Hao Long, senjata itu terlihat seperti sebuah kipas yang digunakan oleh Shi Mey untuk memperindah tariannya yang sangat membius hati dan pikiran Hao Long.


“Bocah itu sepertinya telah terkena hipnotis lawan. Aku harus menolongnya!” Sosok Kakek berpakaian pengemis itu, segera memejamkan matanya.


Lalu melesat sebuah cahaya hijau dari kedua telunjuk tangannya yang berpadu di depan dada kakek itu. Kedua cahaya itu, segera masuk ke dalam tanah dan muncul tepat di bawah kaki Hao Long.


Dua cahaya hijau yang tiba-tiba muncul dari tanah, membuat Yuenbi terkejut melihatnya. Sesaat kemudian tubuh Hao Long terhantam cahaya hijau itu dan segera tersadar apa yang Ia lihat.


“Jurus Ilusi ??! Siapa yang menolongku terlepas dari jurus ini?” Tanya Hao Long sambil melirik ke kanan dan ke kiri.


TRANG JEDARRR


Tubuh Yuenbi kembali terpental, kali ini terlihat darah keluar dari sudut bibirnya ketika tebasan pedangnya ditahan oleh Hao Long dengan Tangan Kanannya.


Hao Long yang reflek melakukan hal itu, terkejut melihatnya. Ia merasa tak bisa menghindari serangan cepat Yuenbi sehingga nekat menahan tebasan pedang dengan tangan kanannya.


Sungguh di luar dugaannya, ternyata tangan kanannya kini menjadi sekuat baja. Bahkan petir yang keluar akibat benturan itu, menggores kaki kiri Yuenbi yang kini terlihat hangus menghitam.


Yuenbi meringis menahan sakit di kaki kirinya. Terlambat sedikit saja Ia menghindari, sudah dipastikan kaki kirinya terpotong oleh petir yang kemudian menggores sedikit kakinya.


Yuenbi berdiri tegak, Ia memutuskan menggunakan jurus terkuatnya. Jurus Pedang Kristal Level Tiga. Jurus yang juga menjadi andalan Sang Guru, Pemimpin Nomor Dua.

__ADS_1


Hanya saja Level yang dicapai Sang Guru telah berada di Level Puncak yaitu level sepuluh. Namun begitu, Yuenbi yakin dengan jurus ini Ia bisa menjatuhkan Hao Long.


Yuenbi berteriak panjang sambil mengangkat kedua tangannya ke udara. Sesaat kemudian terbentuk sebuah pedang sebening kristal dengan panjang enam meter dan lebar satu meter.


“Bocah! Hati-hati dengan jurus itu. Kekuatannya sangat dahsyat sekali!” Kakek berpakaian pengemis, memperingatkan Hao Long dengan mengirimkan jurus Suara Angin.


Hao Long dan Yuenbi mendengar ucapan kakek tersebut, namun tidak bisa mengetahui di mana pemilik suara itu berasal.


Namun begitu, Yuenbi tidak membatalkan serangannya. Ia berteriak keras seraya melesatkan pedang raksasa yang dipenuhi oleh energi yang sangat besar itu.


Hao Long terkesiap, Ia segera mengeluarkan Zamrud Khatulis dan segera mengalirkan energi yang terserap ke arah Tangan Kanannya.


Tangan Kanan Hao Long bersinar lebih terang lagi, bahkan lidah api memancar keluar dari sana. Dengan keyakinan penuh, Hao Long menahan tebasan energi pedang itu Yuenbi dengan tangan kanannya.


JELEGAAARRR


JEDAAAARRR JEDAARRR


Dua energi besar bertemu dan meledak dengan suara yang sangat kuat. Udara berfluktuasi dengan sangat hebat hingga membuat angin badai yang merobohkan pepohonan besar di sekitar lembah itu.


Sementara Tubuh Yuenbi terpental ke atas dengan mulut menyemburkan darah segar dalam jumlah yang banyak. Membuat matanya berkunang-kunang saat Ia telah terlempar sejauh lima puluh meter dari tempatnya semula.


Sementara nasib Hao Long tak berbeda jauh. Tubuhnya terhempas ke tanah dan mendarat dengan posisi berjongkok, dari mulutnya memuntahkan darah segar.


Dadanya yang terasa sangat sesak, membuat nafasnya tersengal-sengal. Ia segera mengalirkan energi Persik Dewa untuk menyembuhkan luka dalamnya. Pernafasannya pun berangsur-angsur kembali normal.


Hao Long lalu berdiri, menatap ke arah dimana Yuenbi tadi terlempar akibat benturan energi mereka berdua. Namun Ia mendapati aura Yuenbi sudah sejauh lima kilometer darinya.


“Jangan dikejar? Terlalu berbahaya!” Suara sepuh terdengar kembali di telinga Hao Long. Ia lalu berusaha mencari asal suara itu.

__ADS_1


Saat itulah Hao long melihat Li Annchi sedang terdesak hebat oleh lawan yang tubuhnya telah menyala dengan api biru.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2