Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
Kekuatan Gelang Sihir


__ADS_3

Saat Hao Long tersadar dan selesai mengganti jubahnya dengan yang baru, Ia segera menanyakan situasi pertempuran di kota Yong’an pada Li Annchi yang berdiri membelakanginya.


“Berapa lama Aku tak sadarkan diri?” Tanya Hao Long setelah mendengar Li Annchi tidak mengetahui pasti situasi yang terjadi saat ini.


“Sekitar setengah jam. Long … Kenapa kau ceroboh sekali, hampir saja Kau kehilangan nyawamu.” Li Annchi yang sempat melihat Hao Long sedikit terlambat menjauhi tubuh lawan, merasa sedikit kesal pada kecerobohan kekasihnya itu.


Hao Long hanya tersenyum tipis, lalu mengajak Li Annchi segera melesat ke udara untuk menemui para Ketua Klan.


Sementara Ji Hua, perempuan yang di dalam tubuhnya bersemayam Roh Dewi Kristal, hanya mengamati keduanya pergi dari pucuk sebuah pohon besar tempat di mana Hao Long tadi jatuh.


Ia bersikap begitu karena masih merasakan Aura Aneh yang pernah Ia rasakan puluhan tahun silam, saat Sang Suami melawan Ge Riong. Aura itu begitu lemah bahkan nyaris tak terasa, sehingga Hao Long dan Li Annchi tidak menyadarinya.


“Apakah mungkin Kedua orang yang bersatu tadi, memiliki jurus Raga Abadi Seperti keparat si Ge Riong itu? Jika benar, mereka belum mati dan akan hidup kembali. Aku harus menemukan kepala mereka dan menghancurkannya.”


Ji Hua melesat ke udara, mencoba mencari keberadaan Kepala Luo Di. Sementara Hao Long dan Li Annchi telah tiba di tempat para Tetua Klan berkumpul.


“Tuan … Tolong selamatkan Ketua Kami!” Salah satu tetua segera menceritakan apa yang telah di alami oleh Empat Ketua Klan yang kini sedang dalam keadaan sekarat.


Hao Long segera memeriksa kondisi Ketua Guang Hou yang terlihat sudah sangat Kristis. “Dantian Sesepuh Guang Ho sudah rusak parah, butuh waktu berbulan-bulan agar bisa berkultivasi lagi. Sekarang yang Ia butuhkan adalah Istirahat.”


Setelah mengobati Sesepuh Guang Hao, Hao Long berkata kepada Tetua Klan Air yang sedang menyangga kepala Ketua Klannya itu.


Hao Long lalu bergantian mengobati Long Bai, Wushang dan Dai Hu. Ke tiganya mengalami luka yang tidak begitu parah.


Namun mereka harus beristirahat dua hingga tiga bulan, baru bisa menggunakan kekuatan mereka yang sepertinya akan menurun dari kekuatan yang dimiliki sebelumnya.


Tentu saja Informasi itu membuat wajah Para Tetua Klan yang mendengarnya terlihat muram. Namun Hao Long menenangkan mereka bahwa Ia memiliki cara untuk membuat mereka pulih seutuhnya kecuali Ketua Guang Hao.

__ADS_1


“Apakah Kalian sudah selesai mengobati, para Ketua Klan itu?” Ji Hua yang tiba-tiba muncul di dekat mereka, membuat para Tetua terkejut karena tidak melihat gerakannya.


“Bibi Hua … Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiran Anda?” Li Annchi yang menyadari raut wajah Ji Hua gelisah segera mendekat dan bertanya padanya.


Ji Hua mengangguk, lalu menatap Hao Long yang mendekatinya dengan perasaan yang tidak menentu. Setelah Hao Long menanyakan apa yang terjadi, Ji Hua lalu menjelaskan kekhawatirannya.


“Jurus Raga Abadi? Tapi tubuh mereka sudah hancur lebur, kurasa kepala mereka juga sudah hancur akibat energi ledakan yang sangat kuat itu.”


Hao Long mengutarakan dugaannya. Ji Hua mendengus kesal. “Apa Kalian berdua tidak merasakan Aura yang sangat lemah dan mengisi seluruh udara tanpa bisa kita ketahui di asal kekuatan lemah ini.”


Pertanyaan Ji Hua, membuat Hao Long dan Li Annchi memejamkan matanya. Beberapa saat kemudian, Hao Long menyadari kebenaran ucapan dari Ji Hua.


Ia segera mendatangi para tetua Klan, dan meminta mereka untuk membantu mencari kepala Luo Di yang entah berada di mana. Seribu orang lebih segera menyebar hingga radius ratusan meter dari tempat di mana Luo Di meledakkan tubuhnya.


Satu jam berlalu, akhirnya Salah satu tetua memberi kabar bawah mereka menemukan kepala Luo Di yang telah dikelilingi pasir aneh.


Ia segera mengalirkan energi qi-nya ke telapak tangannya yang seketika berkilau.


PRAAAK


Kepala Luo Di hancur berkeping-keping setelah terhantam telapak tangan Ji Hua. Setelah itu mereka mencoba merasakan aura lemah tersebut dan ternyata Aura itu masih terasa.


“Mustahil … Bagaimana bisa? Aura ini masih tetap ada, seharusnya menghilang setelah kepala mereka hancur seperti ini.” Ji Hua tertegun setelah merasakan energi lemah itu masih terasa olehnya.


Saat semuanya sedang asik menduga-duga apa yang sebenarnya terjadi, tiba-tiba Aura lemah itu berubah sangat kuat dan kini mereka bisa mengetahui dari mana Aura itu berasal.


“Gelang itu … Jika tak salah ingat, kedua gelang itu yang digunakan oleh mereka untuk bergabung menjadi satu.” Hao Long berkata seraya menatap ke udara di mana kedua gelang itu kini berada.

__ADS_1


Kedua Gelang Sihir itu, bersinar terang dan memancarkan Aura mencekam yang membuat tubuh semua orang gemetar saat merasakannya.


“Menjauh semuanya!” JI Hua berteriak yang membuat semua orang segera melesat menjauhi dirinya hingga seratus meter dari tempat tersebut.


Sementara Hao Long dan Li Annchi kembali dikejutkan dengan gerakan super cepat yang dilakukan Ji Hua yang melesat mendekati kedua Gelang tersebut.


Ji Hua berencana menyegel Gelang tersebut dengan Segel Kristal Es-nya. Namun, sepertinya Ia terlambat. Sesuatu di luar dugaan pun terjadi.


BLAAAMM


Ledakan sangat kuat terjadi, saat Ji Hua sudah berada sepuluh meter dari kedua gelang itu. Ledakan itu terjadi karena gelang tersebut hancur dan memunculkan sosok makhluk yang berukuran besar.


Sementara Ji Hua terpental, dan segera di sambut oleh Li Annchi yang melesat lebih cepat dari Hao Long. “Bibi Hua apa Kau baik-baik saja? Bagaimana kondisi Bibi?”


Li Annchi terlihat khawatir melihat darah keluar dari sudut bibir sensual Ji Hua yang terlihat berusia tiga puluh tahun itu. Padahal usia Ji Hua yang sebenarnya sudah lebih dari tujuh puluh tahun.


“Aku Baik-baik saja, hanya dadaku terasa sangat sesak terkena energi ledakan itu …” JI Hua berkata dengan nafas tersengal-sengal.


Sementara Hao Long yang masih melayang setinggi lima meter di udara, terkesiap melihat wujud yang muncul dari balik asap putih itu.


Seorang pria setinggi lima meter, dengan tiga buah mata di wajahnya, terlihat sedang menyeringai menatap ke arah Hao Long. Terlihat dua gigi taringnya yang sangat panjang.


Raksasa yang tubuhnya berkulit Hijau itu, melangkah mendekati Hao Long yang segera menjadi waspada dan segera mengalirkan energi qi ke arah Tangan Petir Dewa Langit.


“Cepat pergi dari sini! Kita tak Akan mampu melawannya!” Ji Hua yang telah pulih kembali, segera berteriak meminta Hao Long untuk pergi dari tempatnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2