Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
Kejadian Tak Terduga


__ADS_3

“Tidak salah lagi! Ini adalah energi yang berasal dari Lemari Semesta, seseorang sepertinya telah menemukan Lemari Dewa itu Yang Mulia Pemimpin Nomor Satu.”


Seorang Pria setengah baya, berkata kepada pria tampan dan berwajah putih dengan kulit sehalus kulit seorang perempuan. Pria itu segera berdiri, memejamkan matanya lalu tersenyum tipis.


“Entah Bagaimana caramu melakukannya, cepat dapatkan Lemari Semesta itu! Jangan kembali tanpa benda itu jika kepalamu masih tetap ingin berada di tempatnya.”


Pria itu pergi meninggalkan ruangannya setelah memberikan kepada pria setengah baya, sebuah Giok yang merupakan perintah tertinggi darinya.


Dengan memiliki giok itu, semua orang akan berada di bawah perintahnya, namun bukan itu yang membuat Pria setengah baya itu memasang wajah kesal.


“Dia tidak menghargai Aku selaku Pemimpin Ke dua dengan ancamannya itu. Saat ini kemampuanku memang belum bisa mengalahkannya. Tunggulah saatnya tiba nanti, Akan kupenggal sendiri kepalamu!”


Sosok Pemimpin Kedua menggenggam erat Giok Kristal yang memberinya kekuasaan penuh untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang ada di dunia kristal.


Saat hendak keluar sosok muridnya Yuenbi datang dengan wajah pucat, dan bercak darah terlihat di beberapa bagian jubahnya. Dahi Pemimpin Kedua pun berkerut melihatnya.


“Apa yang terjadi denganmu? Kemana Reinbi dan Tiga orang lainnya?” Yuenbi terdiam sejenak mendengar pertanyaan dari Sang Guru.


“Guru … Adik Ruenbi telah tewas, sepertinya tiga adik seperguruan yang lainnya juga bernasib sama.” Wajah Pemimpin Kedua mengelam. “Siapa yang berani melakukan semua itu? Katakan!”


Yuenbi lalu menjelaskan secara singkat tentang pertarungannya dengan Hao Long yang Ia duga bukan manusia dari Dunia Kristal.


Namun bukan itu yang membuat Wajah Pemimpin Kedua menjadi gusar. Berita tentang Tangan Petir Dewa Langit yang disampaikan Yuenbi adalah hal yang mengganggu pikirannya.


“Tangan Petir Dewa Langit, jika begitu, sosok itu bisa jadi Si Pengemis Abadi, tapi menurut Yuenbi dia masih sangat muda. Sedang pengemis Abadi memiliki Kaki Awan Dewa Petir, pasti pemuda itu yang memiliki Lemari Semesta.”


“Kumpulkan seluruh murid Tingkat Antara Ke atas dan bawa ke tempat dimana Kau bertarung tadi, Kita harus menemukan Pemuda itu dan mengambil Lemari Semesta bagaimanapun caranya.”


Yuenbi Segera mengangguk, Ia lalu mengumpulkan seluruh Murid yang memiliki kultivasi di Tingkat Antara hingga Tingkat Dewa Sejati level tiga.


Sementara Lima orang yang berada di level empat, telah diperintahkan oleh Pemimpin Kedua untuk membantu Yuenbi. Sedangkan Pemimpin Kedua terlihat gamang saat menatap mereka semua.


“Sudah lama Pengemis Abadi menghilang dan tak pernah muncul lagi, Semoga Dia tak muncul saat ini. Karena Hanya Pemimpin Nomor Satu yang bisa mengalahkannya, Aku sendiri belum tentu bisa menang melawannya.”


Setelah memantapkan hatinya, Pemimpin Kedua akhirnya memimpin setidaknya tiga puluh orang kultivator di Tingkat Antara hingga Tingkat Dewa Sejati Level Empat dengan Yuenbi Sebagai Pemandu arah mereka.


***


“Mengapa terjadi keanehan seperti ini Sesepuh Abadi?” Tanya Hao Long heran. “Akan Aku jelaskan nanti, kita harus segera meninggalkan tempat ini secepat mungkin.”


Pengemis Abadi melesat keluar, dari dalam goa. Beberapa detik kemudian, semua orang sudah berada di luar goa dengan benak dipenuhi pertanyaan.


“Bairi, bisakah Kau bawa kami semua pergi sejauh mungkin dari tempat ini?” Tanya pengemis Abadi.


”Aku bisa saja melakukannya, tapi tidak dengan dua siluman ini. Tubuh mereka akan meledak jika aku membawa pergi dengan jurus teleportasiku.” Jawab Gao Bairi seraya melihat Raja dan Ratu Siluman Ular Putih.

__ADS_1


Raja Conda dan Ratu Ana saling berpandangan sejenak, lalu membungkukkan badannya di depan Li Annchi.


“Dewi terimalah dua Mustika Ular Putih ini. Dengan kekuatan anda, maka kami bisa berada di dalam Mustika itu, dan akan ikut kemanapun anda pergi.”


Tentu saja Li Annchi terkejut, karena Ia tidak mengetahui bagaimana cara memasukkan mereka ke dalam sepasang Mustika Batu Ular Putih itu. Namun, sesaat kemudian, terdengar suara Dewi Salju di kepalanya.


Setelah memahami penjelasan dari Roh Dewi Salju, Li Annchi lalu mengeluarkan energi dingin ke dalam Mustika tersebut.


Lalu kedua Mustika itu memancarkan cahaya yang segera Li Annchi arahkan ke tubuh Kedua Raja dan Ratu Siluman Ular Putih itu. Tubuh keduanya seketika lenyap terserap ke dalam Batu Mustika Ular Putih.


“Sesepuh … Kemanakah Kita harus pergi?” Tanya Gao Bairi setelah mereka semua saling berpegangan Tangan. “Bisakah Kau membawa kami Ke Dunia Manusia Elemen?”


Gao Bairi sedikit terkejut mendengarnya. Walau Ia bisa melakukan hal tersebut, namun dengan membawa tiga orang bersamanya, itu akan sangat menguras energi qi-nya.


“Bagaimana? Apakah kau bisa melakukannya?” Tanya Pengemis Abadi sekali lagi.


“Sebenarnya Aku bisa saja melakukan itu, namun saat ini Energi qi ku belum sepenuhnya pulih. Jika aku sendiri yang berangkat aku pastikan akan tiba di Dunia Elemen, namun jika berempat, energiku sepertinya tidak akan mencukupi.”


Jawaban Gao Bairi membuat Pengemis Abadi termenung sejenak. “Akan kuberikan energi ku padamu, tapi cepatlah lakukan teleportasi itu, aku merasakan sebuah kekuatan besar telah semakin dekat dengan kita!”


Tak memiliki pilihan lain, Gao Bairi segera mengeluarkan jurus teleportasi dengan memunculkan pusaran Hijau di belakang tubuhnya. Keempatnya pun segera melesat memasuki pusaran hijau tersebut.


Tepat di saat itu, sosok pria tampan tiba-tiba muncul dan segera melepaskan serangan tapak dengan tangan kanannya tepat sedetik sebelum pusaran itu menghilang.


BLAAAMMM


Dentuman itu membuat udara berfluktuasi dengan sangat hebat. Seolah terjadi badai besar yang membuat tebing-tebing jatuh berguguran seperti dedaunan.


“Sial Aku terlambat, Pengemis Abadi! Gao Bairi! Lagi-lagi kalian mengacaukan rencanaku!”


Pria yang tak lain adalah Pemimpin Nomor Satu segera menghilang dari tempat tersebut dan kembali ke ruang di istananya dengan menggunakan Artefak teleportasi miliknya.


Walau kesal gagal mendapatkan lemari Semesta terlebih dahulu, namun Ia meyakini bahwa Pemimpin Kedua juga akan mengalami kegagalan. Senyum manis namun dingin tersungging di bibirnya.


“Jika dia gagal maka aku memiliki alasan untuk menyingkirkannya. Liunbi, jangan kau pikir aku tidak tahu apa rencanamu dan Gao Baidi. Kalian berdua berani sekali bersekongkol untuk mengkhianatiku.”


Terlihat kegeraman di wajah pemimpin Nomor Satu Dunia Kristal itu terhadap Gao Baidi dan Liunbi, yang tak lain adalah Pemimpin Kedua di dunia Kristal ini.


Sementara itu, akibat hantaman energi maha besar dari Pemimpin Kesatu Dunia Manusia Kristal, Portal dimensi yang dibuat oleh Gao Bairi mengalami guncangan yang sangat hebat.


Karena hebatnya serangan itu, Gao Bairi bahkan hingga memuntahkan darah segar yang kemudian terkulai kehilangan kesadarannya.


Hal itu membuat laju teleportasi mereka ke Dunia Elemen menjadi gagal. Bahkan yang membuat ketiga orang yang masih tersadar itu kebingungan, mereka juga tidak keluar dari Portal dimensi tersebut atau kembali Ke dunia Kristal.


Sesaat kemudian, keduanya mendapati tubuh mereka terhisap oleh sebuah energi besar yang tak diketahui dari mana berasal.

__ADS_1


Yang mereka ketahui sebelum kesadaran semuanya menghilang adalah tubuh mereka tercebur ke dalam air. Air tersebut seketika membeku ketika tubuh Li Annchi telah berada di dalamnya.


Akibat Air tersebut membeku, membuat tubuh Hao long, Gao Bairi dan Pengemis Abadi terbungkus oleh lapisan es yang sangat dingin.


Pengemis Abadi yang tersadar sesaat kemudian, terkejut mendapati dirinya telah terbungkus es. Mudah saja baginya untuk membebaskan diri dari kebekuan seperti itu.


Ia pun segera menarik Tubuh Hao Long dan Gao Bairi dari kebekuan yang bisa asaja merenggut nyawa keduanya. Setelah membuat keduanya tersadar, Ia bergegas hendak menolong Li Annchi.


Namun Ia kembali dikejutkan dengan kondisi tubuh LI Annchi yang telah terbungkus oleh Es berwarna biru laut. Sekuat apapun Ia berusaha namun tetap saja, Li Annchi tidak bisa Ia bebaskan.


“Annchi! Bangunlah!” Hao Long yang segera menyadari situasi Li Annchi, segera berteriak Histeris. Ia mengeluarkan semua jurus Apinya hingga akhirnya mengeluarkan Zamrud Khatulis untuk mencairkan Es Biru yang membungkus Tubuh Kekasihnya itu.


Namun tetap saja, lapisan Es berwarna biru itu membungkus tubuh Li Annchi tanpa bisa dilelehkan oleh panasnya Zamrud Khatulis sekalipun.


Saat itulah mereka menyadari jika lapisan Es berwarna biru itu, bukan lapisan Es biasa. Apalagi mereka bisa melihat dengan jelas jika Li Annchi masih bisa bernafas.


“Sepertinya kita tidak perlu khawatir dengan kekasihmu. Ia memiliki jenis energi dingin, kurasa Ia sedang dilindungi oleh Kekuatan dari pusaka atau apapun itu.”


Pengemis Abadi berusaha menenangkan Hao Long dan memintanya agar memasukkan kembali Zamrud Khatulis, karena hawa panasnya sudah hampir tak mampu lagi untuk Ia tahan.


Hao Long pun memasukkan kembali Zamrud Khatulis, membiarkan tubuh Li Annchi yang terbungkus Gumpalan Es berwarna biru laut itu.


“UHUK …” Gao Bairi terbatuk seraya mengeluarkan darah dari mulutnya. Hao Long bergegas menghampirinya. Dengan energi Persik Dewa, Hao Long menyembuhkan luka dalam Gao Bairi dalam waktu setengah jam.


“Sesepuh Gao Bagaimana kondisi Anda sekarang?” Tanya Hao Long kepada Gao Bairi yang terlihat sudah pulih seperti sediakala.


Terimakasih Long’er … Lukaku sudah sembuh total. Hanya saja energi ku baru pulih setengahnya.” Ucap Gao Bairi sambil menatap ke arah dimana Li Annchi berada.


“Bagaimana dengan Chi’er? Apakah tidak ada yang bisa dilakukan untuk membebaskannya dari gumpalan Es biru itu?” Tanya Gao Bairi seraya bangkit dari duduknya.


Hao Long menggeleng lemah, Ia memandang ke arah LI Annchi dengan Raut wajah yang sedih dan juga khawatir. “Bairi … Bukankah Kau bisa memasuki alam pikiran seseorang seperti saudaramu Baidi?”


Bairi tersentak mendengar pertanyaan sekaligus sebuah perintah tersirat kepadanya dari Pengemis Abadi. “Akan ku coba untuk berkomunikasi dengannya.”


Gao Bairi lalu duduk di dekat Li Annchi, setelah memejamkan matanya, Gao Bairi lalu mencoba memasuki alam pikiran Li Annchi yang sepertinya masih belum sadarkan diri itu.


Satu menit pertama, tidak ada yang aneh dengan tubuh Gao Bairi, namun beberapa detik kemudian, tubuh tua itu bergetar hebat, tepatnya menggigil seolah kedinginan atau ketakutan.


Hal Itu membuat Hao Long dan Pengemis Abadi kebingungan. Bairi Bangunlah! Hentikan jika kau sudah tidak kuat!” Pengemis Abadi berjongkok dan berteriak di telinga Gao Bairi.


BRAAK


Tubuh Gao Bairi terjengkang ke belakang. Nafasnya terengah-engah dengan wajah yang terlihat ketakutan. Seketika firasat buruk memenuhi benak Hao Long.


“Sesepuh … Apa yang terjadi dengan Chie’er? Cepat katakan!” Hao Long mengguncang tubuh Gao Bairi dengan panik.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2