Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
066: Pertarungan Memuncak


__ADS_3

“Kakak … Biar Aku yang akan menghadang serangan itu. Cepatlah pergi dari sini”


Sha Du Ingin menahan Sha Jie, namun adiknya telah melesat ke hadapan Hao Long seraya mengerahkan seluruh energi qi di dalam tubuhnya.


Seluruh kulit tubuh Sha Jie, kini terlihat kembali membara. Auranya semakin membesar seiring lidah api biru keputihan, keluar dari tubuhnya dan menjilat udara kosong hingga sejauh dua meter.


“Kakak cepat pergi!” Sha Jie berteriak keras, melihat sang Kakak masih di tempatnya semula dengan wajah yang terlihat ragu. Ia berteriak demikian, karena Ia melihat Hao Long berniat melepaskan serangan Tinju Naga Apinya.


Tiba- tiba saja suasana berubah menjadi hening. Mata Hao Long pun terbelalak lebar menatap udara di belakang ketiga orang Klan Sha itu.


Hal yang sama terjadi pada Li Annchi, Huang Bao dan Qiu Heng. Ketiganya terpana dengan apa yang mereka lihat sekaligus merasa bahaya mengancam mereka.


Sha Du dan kedua adiknya yang heran dengan sikap kedua lawan mereka, segera membalikkan badan dan wajah ketiganya seketika berubah ceria.


“Paman Mata Iblis!” Sha Du berteriak senang, saat Ia melihat dua bola mata raksasa yang membara dan diselimuti api putih. Diameter bola mata itu setidaknya lebih dari sepuluh meter.


Hal itulah yang membuat tubuh Qiu Heng bergetar hebat. “Ada apa?! Kenapa Kau seperti itu?”


Huang Bao bertanya walau Ia sudah menduga, bahwa kedua bola mata raksasa itu yang membuat sahabatnya bersikap demikian.


Dengan suara bergetar, Qiu Heng menjelaskan bahwa dulu, sosok pemilik Jurus Mata Iblis adalah orang yang pernah membuat gurunya hampir tewas.


Qiu Heng ingin menjelaskan lebih lanjut, namun mulutnya terbuka tanpa sepatah katapun saat tiba-tiba kedua bola Mata Iblis melepaskan serangan ke arah Hao Long dengan kecepatan yang luar biasa cepatnya.


Hao Long tentu saja melihat serangan itu, namun Ia tidak menduga jika kecepatan serangan itu sangatlah tinggi. Lengan Jubah kirinya hangus terbakar, terkena sambaran api putih yang berhasil Ia hindari.


Hao Long segera melesatkan energi berbentuk ular naga api di tangan kirinya. Energi berbentuk Ular Naga itu melesat cepat ke arah bola mata yang sebelah kanan.


BLAAMMM!


Hao Long terpental belasan meter dengan tubuh yang goyah dan membuat zamrud Khatulis nyaris terlepas dari tangan kanannya. Beruntung Li Annchi segera datang dan menahan laju tubuhnya.

__ADS_1


Dengan melepaskan dua larik sinar ke arah kepala Ular Naga Api, Mata Iblis meledakan energi dari serangan Hao Long. Ledakan itu juga membuat ketiga orang dari Klan Sha, terlempar lebih dari tiga puluh meter.


“Cepat Kalian bertiga pergi dari sini! Dan temui Aku di Daratan Timur!”


Terdengar suara menggema di telinga ketiga orang Klan Sha. Ucapan suara tanpa terlihat wujudnya itu, segera membuat Sha Du dan kedua adiknya, melesat cepat meninggalkan tempat tersebut.


Li Annchi yang melihat hal itu, ingin mengejarnya, namun tangannya di raih oleh Hao Long. “Jangan! Berbahaya!” Li Annchi pun mengurungkan niatnya.


“Awas serangan!” Li Annchi berteriak seraya mendorong kedua tangannya ke depan seraya membuka kedua telapak tangannya.


Dua larik energi putih dari kedua Bola Mata Iblis yang mengarah ke tubuh mereka berdua, bertemu dengan bola salju dingin dari tapak Li Annchi.


BLAAMMM


Kedua energi meledak dengan suara yang menggelegar. Li Annchi terkesiap, saat melihat sinar putih itu berhasil meledakan perisai Es yang Ia buat dan hampir saja tubuhnya terbelah oleh serangan itu.


Beruntungnya Hao Long yang waspada, telah menarik tubuh Li Annchi ke atas dan menyelamatkan mereka.


Hao Long yang marah melihat serangan itu, segera memasukan kembali Zamrud Khatulis yang tadi Ia gunakan untuk membuat Pisau Pembalik waktu tidak bisa bekerja.


Lalu Ia mengeluarkan Pedang Naga Api dan segera mengalirkan energi qi-nya ke dalam bilah pedang.


Seketika melesat cahaya putih yang segera membentuk wujud Naga Api berukuran panjang lebih dari seratus meter. Terlihat oleh Hao Long kedua bola Mata Iblis raksasa itu, bergerak menegang.


Hao Long menggerakan pedang yang mebuat Naga Api segera melesat ke arah salah satu bola mata Iblis. Bola mata Iblis itu segera melepaskan sinar putih yang mengarah ke kepala Ular Naga Api.


Ular Naga Api tidak tinggal diam, Ia lalu menyemburkan api putih dari mulutnya dan membuat serangan Bola Mata Iblis sirna tertelan oleh semburannya yang terus melaju ke arah bola mata iblis sebelah kanan.


Saat energi itu mengenai Bola mata Iblis sebelah kanan, terdengar dentuman keras yang mebuat kedua bola mata iblis itu lenyap. Sesaat kemudian terdengar suara tanpa terlihat orang yang berbicara.


“Anak muda, cukup sampai disini dulu perkenalan kita. Suatu hari nanti, Aku akan menemuimu. Jika kau tak menyerahkan Zamrud Khatulis itu, bersiaplah untuk mati di tanganku.”

__ADS_1


Sesaat kemudian suasana menjadi hening, Hao Long dan Li Annchi yang berusaha mencari keberadaan sosok yang berbicara kepadanya, terlihat kebingungan karena tidak menemukan satu orang pun dalam radius seratus meter dari tempat keduanya berada.


Selang beberapa waktu kemudian, Huang Bao dan Qiu Heng datang mendekat. “Long’er … Kau baik-baik saja bukan?” Qiu Heng bertanya dengan suara yang terlihat khawatir.


Hao Long tersenyum dan menganggukan kepalanya, Ia merasakan kehangatan di hatinya akan apa yang ditunjukkan oleh Kakek berjuluk Dewa Tongkat Merah itu.


Setelah memasukan kembali Pedang Naga Api, Hao Long lalu bertanya kepada kedua Kakek itu, apakah mereka mengetahui siapa sosok yang menggunakan Jurus Mata Iblis tadi.


“Aku tadi sempat mendengar salah satu dari mereka berteriak Paman Mata Iblis. Siapa dia sebenarnya?” Li Annchi berkata dengan wajah yang masih terlihat penasaran.


Qiu Heng lalu menjelaskan, bahwa Gurunya pernah bertarung dengan sosok berjuluk Mata Iblis itu dan mengalami luka parah hingga hampir menemui ajalnya.


Sang Guru berhasil selamat karena ada seorang perempuan tua yang sangat cantik, datang ke tempat mereka bertarung.


Anehnya setelah melihat sosok perempuan itu, Si Mata Iblis meninggalkan tempat tersebut tanpa mengucapkan salam perpisahan dan pergi dengan wajah yang terlihat ketakutan.


“Siapakah Wanita itu Kakek? Dan dimana kami bisa menemuinya?” Qiu Heng menghela nafas panjang sebelum Ia menjawab pertanyaan Li Annchi.


Qiu Heng mengatakan jika Sang Guru bertarung di daratan timur, tepatnya di tepi sebuah pantai setelah beberapa hari melayang menyeberangi lautan yang sangat luas seolah tanpa ujung.


Wanita itu, tidak menyebutkan namanya, Ia pergi setelah menyembuhkan luka dalam Sang Guru dan memberinya sebuah batu mustika yang kini diwariskan kepada dirinya.


“Batu Mustika seperti apakah itu Kek? Dan apa kehebatanya?” Tanya Hao Long yang penasaran setelah mendengar penjelasan Dewa Tongkat Merah.


Qiu Heng lalu mengeluarkan mustika warisan Sang guru yang selama ini belum pernah Ia keluarkan dari dalam Cincin ruangnya.


“Menurut Guruku, Mustika ini bisa membuat seseorang memasuki Alam Kerajan Laut. Dan hanya orang yang disukai oleh roh penghuni mustika ini yang bisa menggunakannya.”


Qiu lalu menyerahkan batu mustika itu kepada Hao Long setelah menjelaskan jika dirinya tidak berjodoh dengan batu mustika tersebut.


---------------------------O----------------------------

__ADS_1


__ADS_2