
Di saat yang sama di tempat yang berjarak ratusan kilometer dari Bukit Halilintar, terlihat Xiong Hu sedang keluar dari sebuah goa yang pintu masuknya berada di balik air terjun setinggi hampir seratus meter dengan sebuah telaga besar di bawahnya.
Goa yang berada sepuluh meter dari dasar jurang yang sangat dalam itu, sedikit orang yang mengetahuinya. Bahkan bisa dihitung dengan jari, manusia yang mengetahui keberadaan Goa tersebut.
Sesaat kemudian, Xiong Hu melesat dan melayang ke sisi dasar jurang yang lain. Ia bermeditasi untuk menunggu, siapa yang akan keluar dari dalam goa dimana di dalamnya, terdapat Dinding Dimensi Dunia yang telah Ia lubangi dengan mustika Mata Iblis pemberian Sang Guru.
Hingga pagi tiba, Xiong Hu masih menunggu. Namun tak terlihat olehnya manusia ataupun makhluk lain yang keluar dari balik air terjun di depannya.
“Apakah lubang yang Aku buat kurang besar?” Seingat Xiong Hu, untuk membuat lubang dimensi bergaris tengah lima meter itu, Ia hampir membuat atap goa runtuh akibat guncangan besar bagai gempa, karena begitu kuatnya energi yang keluar dari sepasang Mustika Mata Iblis.
Lamunan Xiong Hu segera buyar, Ia menatap air terjun dengan jantung berdebar saat merasakan adanya pancaran energi yang begitu kuat dari dalam goa.
‘Dua … Tiga … Lima orang memasuki Lubang Dinding Pemisah Dunia. Manusia apakah yang datang.” Cukup lama Xiong Hu menunggu, bertanya-tanya siapakah mereka yang datang.
Mata Xiong Hu tak lepas menatap ke arah air terjun itu. Namun Ia dikejutkan dengan gejolak air telaga yang tiba-tiba bergerak ke udara dan sesaat kemudian membentuk wujud seorang manusia.
“Manusia Elemen Air!” Xiong Hu terlihat senang, karena yang datang adalah seorang wanita cantik bersama empat orang perempuan yang terlihat lebih muda darinya.
“Seperti ini rupanya dunia manusia Bumi.” Perempuan yang terlihat berusia tiga puluhan tahun ukuran manusia bumi itu, berkata seolah Xiong Hu tidak berada di depannya.
Setelah Xiong Hu menyapa mereka, perempuan itu lalu mengajaknya berbicara. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Shui Lin yang berasal dari Dunia Elemen.
Setelah mengetahui jika Xiong Hu yang membuat Lubang pada Dinding Pemisah Dunia, Shui Lin bersama ke empat muridnya mengerutkan dahi. Mereka menatap tajam ke arah Xiong Hu yang segera mendapat firasat buruk.
“Bagaimana caramu membuat lubang dimensi itu? Setahuku hanya Raja Iblis yang bisa melakukannya.” Xiong Hu terdiam, tidak tahu apakah Ia akan menjelaskannya atau tidak.
WUUSSSH
__ADS_1
Sebuah api berbentuk tombak, keluar dari balik air terjun. Shui Lin segera mengangkat tangan kirinya, membuat air telaga bergerak ke atas membentuk sebuah dinding yang tinggi dan menahan api berbentuk tombak yang segera berubah wujud menjadi sesosok pria.
“Manusia Api! … Rupanya mereka menemukan juga Lubang pada Dinding Pemisah Dunia itu.” Desis Shui Lin.
“Hahahaha …. Lama tak bertemu dengan mu Shui Lin.” Sosok lelaki itu berkata seraya memberi tanda ke arah air terjun.
Sesaat kemudian, melesat dua orang yang juga menggunakan jubah merah darah dan segera berada di hadapan Shui Lin.
“Huo An? … Rupanya Klan Huo yang datang.” Shui Lin mengenali pria yang seusia dengan dirinya itu. “Apa yang kalian cari di dunia manusia bumi?”
Huo An hanya tertawa. “Aku tidak wajib mengatakan padamu, karena kau juga pasti mempunyai tujuan sendiri bukan? Aku yakin jika kita mencari benda yang berbeda.” Huo An segera melesat pergi diikuti oleh dua orang lainnya.
Namun langkah mereka terhenti oleh bentakan Xiong Hu. “Jangan pergi seenaknya saja!” Huo An menatap tajam Xiong Hu. “Siapa Kau!? Berani sekali membentak kami!”
Xiong Hu lalu menjelaskan jika dirinya yang membuat lubang dimensi itu dengan tujuan untuk mengundang mereka agar mau membantunya menguasai dunia manusia.
“Tidak mungkin, bagaimana bisa Aura Raja Iblis berada di dunia manusia Bumi ini?” Huo An pun membatalkan niatnya dan menatap tajam Xiong Hu yang telah menggenggam Pedang Api Hitam miliknya.
Bukan hanya Huo An, Shui Lin pun tersentak saat melihat dan merasakan aura dari pedang di tangan Xiong Hu. Tubuhnya bergetar menyadari keberadaan Raja Iblis di tempat tersebut.
Jika saja Xiong Hu tidak memiliki Pedang Api Hitam yang memancarkan Aura Raja Iblis, tentu Ia sudah tewas terbunuh dengan tubuh yang hancur tak bersisa.
Sangat mudah bagi Shui Lin atau pun Huo An untuk membunuh Pria tua itu karena kekuatannya jauh di bawah kekuatan mereka.
Namun berbeda jika Xiong Hu memiliki Pedang Api Hitam, melawan Pria Tua itu, bisa dipastikan mereka akan binasa sia-sia.
***
__ADS_1
“Lalu apa rencana Anda Ketua Huang?” Patriark Hong Jun bertanya, setelah Ia tidak menemukan cara untuk mengatasi malapetaka besar yang sebentar lagi akan mendatangi dunia ini.
Huang Bao hanya terdiam, kepalanya terasa sangat pusing. Belum lagi selesai masalah Aliran Hitam, kini muncul bahaya lain yang jauh lebih besar dan lebih mengerikan.
“Satu-satunya jalan adalah dengan menemukan Lubang dimensi pada Dinding Pemisah Dunia itu lalu menutupnya kembali.”Ou Feng mengatakan pemikirannya.
“Dimana Lubang itu? Dengan apa atau bagaimana cara untuk menutupnya?” Kini Qiu Heng yang bertanya. Semua terdiam mendengar pertanyaannya.
“Long … Apakah Kau mengetahui bagaimana caranya menutup lubang dimensi itu?” Li Annchi bertanya kepada Hao Long yang sedari tadi masih terdiam.
Hao Long menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu, tapi mungkin ini berkaitan dengan Tombak Dewa Petir.”
Lalu Hao Long menjelaskan bahwa saat ini yang perlu pikirkan adalah memusnahkan sekte-sekte aliran Hitam yang masih tersisa sebelum kedatangan manusia dari dunia lain itu. Mereka pun menyetujuinya.
Keesokan harinya, dari puncak Bukit Halilintar, terlihat dua kelompok melayang ke arah yang berbeda.
Kelompok pertama dipimpin oleh Huang Bao. Mereka bergerak ke arah timur untuk menuju ke Sekte Api Hitam yang dipimpin oleh Xiong Hu.
Mereka yang ada dalam kelompok tersebut adalah Qiu Heng, Patriark Hong Jun, Patriark Ruan Bei dan Patriark Ou Yang serta Kakek Ou Feng.
Sementara kelompok kedua menuju ke arah utara, kelompok itu, hanya beranggotakan tiga orang yaitu Hao Long , Li Annchi dan Fu Xia.
Ketiganya mempunyai kemampuan melayang yang sangat tinggi, sehingga mendapat tugas untuk memberikan informasi kepada sekte aliran putih lainnya agar menyusul kelompok pertama, menyerang Sekte Api Hitam.
Namun dalam perjalanan yang baru satu jam mereka tempuh dengan menunggangi Jin Shi, Hao Long mendapat firasat buruk saat merasakan Aura aneh terpancar dari arah timur mereka.
Aura itu hanya sesaat Ia rasakan, namun bukan itu yang membuat Hao Long khawatir akan keselamatan Kakek Huang Bao dan yang lainnya.
__ADS_1
-----------------------------O---------------------------