
“Empat Tali Sihir? Mengapa terpasang di tempat yang berbeda di dinding goa ini?” Beiju bertanya keheranan.
Tidak satupun dari mereka yang bisa melihat keberadaan sosok Roh Kristal Kuning selain Hao Long. Ia lalu bertanya pada Beiju apakah bisa melepaskan Tali Sihir dari dinding Goa tersebut.
Menggunakan Tongkat Penguasa miliknya, Beiju memukul Tali Sihir itu satu persatu yang membuat Roh Kristal Kuning terbebas dari pasungannya. Namun tubuhnya sangat lemah sekali sehingga Ia pun terjatuh ke tanah.
Hao Long segera menghampirinya, Ia mengangkat Roh Kristal Kuning dan membuat kepalanya tersangga di paha kirinya.
“Lukanya sangat parah sekali, energi rohnya terkuras habis. Jika tidak segera kita obati, tujuh hari lagi Roh Kristal Kuning akan menghilang dan Kristal Kuning juga akan meledak.”
Penjelasan Kristal Merah mengejutkan Hao Long. Hingga detik ini, Ia belum mengetahui siapa sesungguhnya Para Roh Penjaga Kristal Inti Kehidupan itu.
“Dengan cara apa kita bisa memulihkan kondisi Roh Kristal Kuning ini?” Tanya Hao Long kemudian. Roh Kristal Jingga terdengar menarik nafas panjang.
“Satu-satunya yang bisa menyembuhkan kami dari luka adalah energi dari Bunga Roh Suci yang dipadukan dengan energi kristal masing-masing. Hanya saja di dunia mana Bunga Roh Suci itu berada, sejauh ini kami belum mengetahuinya.”
Mendengar penjelasan itu, Hao Long lalu tertunduk sedih, Ia lantas menyerap tubuh Roh Kristal Kuning ke dalam Tangan Petir Dewa Langit lalu berjalan ke arah bola Kristal Kuning berada.
Setelah memasukkan bola Kristal Kuning ke dalam Lemari Semesta, Hao Long lalu menjelaskan situasi yang Ia hadapi kepada mereka semua.
Kecuali Li Annchi, semuanya terlihat masih tertegun saat merasakan aura kuat yang membuat tanah berguncang ketika Lemari Semesta keluar dari Ikat Pinggang Lima Permata.
“Bunga Roh Suci? Sepertinya Aku pernah mendengar nama bunga tersebut … Dimana ya aku mendengarnya?” Mata Annabi terlihat menerawang, mencoba mengingat di mana Ia pernah mendengar nama bunga langka tersebut.
Hao Long memandang Annabi dengan harap-harap cemas. Namun Ia harus kecewa karena Annabi gagal mengingat dimana Ia pernah mendengar nama bunga tersebut.
Namun begitu Annabi mengatakan Ia mendengar tentang Bunga Roh itu saat masih berada di Dunia Siluman. Hao Long pun gembira mendengarnya.
“Bisakah Kita keluar terlebih dahulu dari ruangan ini, Aku lelah menahan tanah dan bebatuan goa yang hampir runtuh karena guncangan lemari tadi.”
Perkataan Fung Jie membuat semuanya tersentak dan baru menyadari bahwa atap gua sebentar lagi akan runtuh. Mereka pun bergegas melesat keluar dari dalam goa disusul oleh Fung Jie.
Setelah itu Fung Jie lalu mengutarakan maksud mereka yang ingin mengajak Annabi bergabung dan bersatu untuk mengalahkan Ge Riong.
Dengan Kekuatan Tujuh orang di ranah Bumi, maka mereka bisa menghadapi Geriong yang terakhir kali mereka ketahui berada di Ranah Langit.
Tentu saja Annabi menyetujui hal tersebut, namun Ia juga meminta bantuan mereka untuk merebut kembali Tahta Penguasa Dunia Siluman yang dikuasai oleh Raja Singa Hitam dan sosok bernama Buhao.
__ADS_1
Dengan senang hati, Ji Hua, Fung Jie dan Beiju menyetujui hal tersebut. Tetapi Hao Long hanya terdiam saja. Ia sebenarnya Ingin segera pergi ke Dunia Siluman, namun Ia harus mengambil Kristal Hijau terlebih dahulu di Dunia Elemen.
Mendengar itu, Annabi meminta mereka kembali ke dunia Elemen terlebih dahulu. Karena Ia merasa lebih penting untuk mengumpulkan Kristal Inti Kehidupan daripada merebut tahta kekuasaannya.
Saat itu juga enam orang meninggalkan Dunia Bangsa Org, melewati sebuah portal dimensi berwarna hijau yang diciptakan oleh Beiju dari kekuatan Tongkat Penguasa warisan leluhurnya.
Beiju yang mengingat dirinya pernah berada di Kota Yong’an, membawa mereka muncul di atas kota tersebut dimana terlihat beberapa bangunan masih mengepulkan asap karena pertempuran beberapa hari lalu.
Saat itulah mereka merasakan Aura Yang cukup banyak berasal dari barat daya Kota Yong’an. “Bukankah ini Aura Para Sesepuh Ketua Klan Long?”
Hao Long mengiyakan pertanyaan Li Annchi. Sementara Fung Jie terlihat terkejut saat merasakan salah satu dari tiga aura kuat selain empat Aura Para Ketua Klan.
“Apa yang terjadi padanya? Bukankah Seharusnya Ia telah tewas setelah Aku tanam tubuhnya di dasar Laut Timur?” Dalam benaknya Fung Jie mencoba mengingat kejadian puluhan tahun lalu.
“Sepertinya mereka sedang bertarung dengan lawan yang sangat kuat. Siapa mereka dan dari mana?” Hao Long yang terlihat khawatir, segera melesat ke arah beradanya ketujuh Aura besar itu.
Jika Hao Long tak salah memperhitungkan, ketujuh Aura itu berada di sebelah timur Kota Shanduan, Kota dimana Markas Klan Petir berada.
Enam orang berkemampuan tinggi itu segera melesat sangat cepat menuju Kota Shanduan.
***
Pembahasan lebih ditekankan pada wilayah yang dikuasai oleh Klan Api. Dalam pertemuan itu, disepakati bahwa Wilayah Klan Api akan dipecah menjadi empat bagian.
Masing-masing bagian akan dikuasai dan diawasi oleh empat Klan yang tergabung dalam Aliansi Klan Elemen.
Sehari kemudian mereka berempat kembali ke kota Yong’an dan membagi wilayah dengan menandainya dalam peta Dunia Elemen yang dimiliki oleh Klan Petir.
Setelah kembali berkumpul dan menjelaskan pada para tetua yang masih berada di Kota Shanduan, mereka akan pergi meninggalkan kota tersebut keesokan harinya.
Namun saat pagi tiba, mereka dikejutkan dengan munculnya Aura yang sekuat aura milik Fung Jie. Ketiga Aura kuat itu, melesat sangat cepat ke arah dimana mereka berada.
Terlihat tiga orang melayang di atas Kota Shanduan, memperhatikan situasi yang ada di bawah mereka dengan tatapan tajam. Terutama saat empat orang ketua Klan melesat menghampiri mereka.
Keempatnya terkejut setelah mengenali salah satu dari ketiga orang itu yang tak lain adalah Hung Fei yang berjuluk Dewa Api Putih.
“Bukankah Hung Fei telah dibunuh dan jasadnya ditanam di dasar laut oleh Tuan Fung Jie beberapa puluh tahun lalu?” Tanya Wushang entah kepada siapa.
__ADS_1
“Benar … Apa yang sebenarnya terjadi?” Long Bai terdengar mengeluh, karena menyadari sosok di hadapan mereka adalah Ketua Lama Klan Elemen Api yang sangat kuat dan juga kejam.
“Sepertinya kalian adalah Ketua Klan dari empat Elemen yang berbeda. Benar bukan?” Tanya Sosok yang bernama Hung Fei seraya menatap tajam, satu persatu dari empat Kakek di depannya.
Sosok Hung Fei yang bertubuh gemuk namun memiliki tinggi yang melebihi mereka semua, sehingga membuatnya terlihat seperti anak raksasa yang baru lahir beberapa hari.
“Benar sekali, Siapakah Sesepuh ini dan apa tujuan mendatangi Kota Shanduan.”
Wushang memutuskan untuk berpura-pura tidak mengetahui jati diri Hung Fei yang terlihat kesal karena dirinya tak dikenali oleh mereka.
“Aku mencari Fung Jie dan ingin mmebalas kekalahan ku puluhan tahun silam. Tapi melihat Kota Yong’an yang sepertinya habis kalian serang, Aku memilih untuk menghancurkan kalian semua.”
Wajah empat ketua Klan seketika memburuk, saat Hung Fei mengalirkan energi qi ke seluruh tubuhnya yang menunjukkan jika kekuatannya jauh di atas kekuatan mereka berempat.
Keempatnya saling berpandangan sejenak, tak ada pilihan yang harus dipilih selain mereka harus bertarung sampai akhir untuk melawan Sosok yang sedang murka itu.
“Tidak buruk, Tak ku sangka Kalian bisa berada di Level Enam Dewa Sejati. Tapi kalian harus mati ditanganku.” Hung Fei Melesat sangat cepat ke arah Wushang yang segera terkena tamparannya.
Tubuh Wushang terpental hingga puluhan meter dengan beberapa giginya rontok. Ketiag rekannya segera menyerang Hung Fei namun serangan mereka tak berhasil mengenai lawan yang bergerak sangat cepat.
DUAGH
BUUGH
PLAAK
Ketiga Orang Ketua Klan itu, tubuhnya terlempar bagai sebuah daun kering yang tertiup angin. Keempatnya dengan cepat mendapat luka dalam, walau baru pertarungan belum semenit berlangsung.
Tak Ingin mati konyol, Keempatnya segera mengeluarkan jurus andalan masing-masing, Hung Fei hanya tersenyum memandangi keempat Ketua Klan yang kini mengepung dirinya dari empat penjuru.
Mereka menjaga jarak karena menyadari bertarung secara langsung, tidak akan mampu mengimbangi kecepatan Hung Fei.
Tubuh Long Bai telah diselimuti Petir, Dai Hu telah diselimuti oleh angon tornado besar, sementara Guang Hou telah membuat trisula air. Wushang tubuhnya telah terselimuti tanah.
Keempatnya segera mengeluarkan serangan terdahsyat mereka ke satu arah yang sama. Sehingga ledakan menggelegar terjadi mengisi udara kota Shanduan.
Namun alangkah terkejutnya mereka, serangan sangat kuat dari keempatnya, sama sekali tidak berefek terhadap Hung Fei yang kini tubuhnya telah membara oleh api putih.
__ADS_1
“Kini giliran ku yang menyerang. Terimalah kematian Kalian. Hung Fei menyeringai menatap Long Bai yang tubuhnya telah kembali diselimuti petir kecil.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=