Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
116: Tangan Petir Dewa Langit


__ADS_3

Setelah Tulang lengan Hao Long tercebur ke dalam air kolam, tiba-tiba air kolam berwarna biru itu bergolak hebat. Mendidih dan mengepulkan asap hitam.


Tulang lengan Hao Long kini tidak lagi berwarna hitam, namun telah kembali putih yang perlahan berubah menjadi biru seiring dengan berkurangnya warna biru air kolam tersebut.


Hingga pada akhirnya, pergolakan air kolam berhenti dan kini air kolam berwarna bening seperti umumnya air. Namun yang terjadi pada tulang lengan Hao Long Diluar dugaan.


Tulang itu kini berwarna biru langit. Hao Long lalu meraihnya. “Long apakah Kau yakin bisa menyatukannya sendiri?” tanya Li Annchi.


“Tentu saja!” Jawab Hao long penuh percaya diri. Lalu Ia merapal Aji Rawa Rontek yang membuat tulang lengan kanannya melesat kembali ke tempatnya semula.


Telapak Tangan Hao Long yang juga terpenggal putus, juga tertarik dan kembali menyatu. Sesaat kemudian Hao Long menjerit keras.


Daging-daging di tubuhnya seolah tertarik ke arah tulang lengan kanannya yang kini mulai terbungkus oleh daging. Proses itu berlangsung cukup lama, dan selama itu juga Hao Long tak berhenti berteriak kesakitan.


Nafasnya terengah-engah setelah setengah jam kemudian. Keringat pun membanjiri tubuhnya, Hao Long terlihat menatap takjub ke arah tangan Kanannya.


Kini Kulit tangan kanan Hao Long berwarna kebiruan sebatas bahu kanannya. “Long Kau berhasil! Kau Pulih kembali!” Li Annchi segera melesat memeluk Hao Long.


“Long Tangan Petir telah Kau miliki. Kini Kau bisa mempelajari semua Jurus yang ada dalam Kitab Dewa Langit!” LI Annchi terlihat sangat gembira mendapati tangan Hao long telah pulih seutuhnya.


Raja dan Ratu Siluman Ular putih terlihat gembira, namun tidak menyembunyikan kesedihan di mata mereka. Melihat kedua orang itu, mereka teringat akan putera dan puteri mereka.


Hao Long sempat melihat kesedihan di mata kedua bangsa Siluman itu, Ia berencana mencari tahu, setelah selesai membaca Kitab Dewa Langit.


Halaman selanjutnya Kitab Dewa Langit menjelaskan tentang Teknik Mata Dewa Langit. Seketika Hao Long dan Li Annchi teringat pada Shi Mey.


Keduanya membaca penjelasan tentang Teknik Mata Dewa Langit dengan perlahan. Setelah selesai Hao Long termangu sejenak.


“Ternyata Teknik ini bisa dipelajari oleh orang yang biasa, hanya saja tingkat kemampuannya berbeda jika sosok tersebut memiliki Mata Dewa Langit.”


Li Annchi mengangguk, karena Ia pun memahami penjelasan dalam kitab itu sama persis dengan pemahaman Hao Long. Lalu keduanya melanjutkan membaca bagian terakhir Kitab Dewa Langit.


“Jurus Teleportasi!” Keduanya berseru kaget bahagia. Namun setelah selesai membaca detail penjelasan tersebut, keduanya menjadi tercenung sedih.

__ADS_1


“Ternyata tak semudah seperti yang kita duga.” Li Annchi berdesis lirih. “Masih Banyak waktu untuk mempelajarinya. Sebaiknya kita fokuskan pada pencarian Jubah Ilusi, serta Ikat Pinggang Lima Permata dan Sesepuh Gao Bairi terlebih dahulu.”


Hao Long lalu mendekati, Raja dan Ratu Siluman Ular Putih. “Raja Conda … apakah ada sesuatu yang kalian sembunyikan dari kami berdua?”


Raja Conda dan Ratu Siluman terkejut mendengar perkataan Hao Long. “Dewa … Kami tidak menyembunyikan niat jahat sedikitpun kepada Anda berdua.”


Raja Conda terlihat panik, berkata seraya membungkukkan tubuhnya. Diikuti oleh Ratu Ana. “Aku tahu itu, adakah hal lain yang belum kalian ceritakan kepada kami? Sesuatu yang membuat Kalian bersedih.”


Raja Conda dan Ratu Ana saling berpandangan, sesaat kemudian ratu Ana mengangguk. Raja Conda lalu menceritakan apa yang terjadi pada putera dan puteri mereka.


“Jadi Anaconda dan Ana Condia dijadikan sebagai sandera agar kalian membawa Kristal Dingin itu?” Hao Long bertanya untuk meyakinkan hatinya. “Licik sekali mereka!” Li Annchi berkata dengan gusar.


Saat hendak berkata lagi, Hao Long menyadari ada energi tak kasat mata yang mencoba memasuki pintu goa. Semuanya seketika menjadi tegang.


Hao Long, mengendap-endap mendekati lubang goa berdiameter satu meter dan panjang lima meter itu. “Siapa mereka? apa tujuannya mendatangi lembah ini?”


Hao Long merasakan dua energi besar setidaknya di level Tiga Tingkat Dewa Sejati, berpindah pindah tempat dengan cepat. “Raja Conda, apa kau mengenali dua orang dengan Aura sebesar ini?”


Raja Conda yang telah berada di dekat Hao Long tampak ketakutan ketika Ia mengenali Aura tersebut. “Mereka berdua adalah Murid Pemimpin Nomor Dua yang lain, yang jauh lebih kuat dan kejam. Mereka juga yang telah menculik kedua anakku.”


“Bagaimana bisa ..?” Hao Long menatap telapak tangannya. Tak percaya jika dirinya bisa mengeluarkan petir dari tubuhnya. Tiba-tiba terdengar dentuman keras dari luar.


“Siluman Ular Keluar Kalian! Atau akan ku hancurkan tempat ini!” Salah satu dari dua orang itu berteriak keras setelah menghantam sebuah dinding tebing di seberang mulut Goa.


Hao Long segera menyadarkan Raja Conda dengan energi Persik Dewa di dalam tubuhnya. Hanya saja saat ini Hao Long menggunakan tangan kirinya.


Setelah tersadar, Raja Conda dan Ratu Ana memutuskan untuk keluar menemui mereka. Jika tidak, sesuatu yang buruk akan menimpa mereka. Namun Hao Long dan Li Annchi menahannya.


“Siluman Ular jika Kau tak segera keluar menemui kami, maka kedua anakmu akan kami bunuh secepatnya!” Mendengar ancaman itu, Raja Conda bersujud memohon Hao Long mengizinkan mereka menemui kedua orang tersebut.


Hao Long pun akhirnya mengizinkan keduanya keluar. Setibanya di luar goa, keduanya muncul dari semak-semak yang sudah jauh dari mulut goa yang tidak terlihat dari lembah.


“Darimana saja kalian!” Bentak salah satu dari dua orang itu sambil menampar wajah Raja Conda hingga tubuhnya terpelanting dan membentur pohon besar yang menutupi mulut goa dari pandangan mereka.

__ADS_1


Hao Long nyaris saja melesat keluar, jika Li Annchi tidak menahan lengannya. “Long jangan gegabah!” Hao Long terdiam sejenak dan kembali memfokuskan diri terhadap perbincangan mereka.


Raja Conda yang terlempar, bangkit dengan wajah yang memerah karena tamparan sosok tersebut. “Tuan Rienbi, Tuan Yuebi maafkan kami, karena kami sedang kelelahan sehingga terlambat menemui anda!”


“Alasan saja Kau! Sekali lagi kau membuat aku menunggu, maka kepalamu akan kupecahkan! “ Teriak sosok lain yang bernama Yuebi.


“Apakah Kau melihat dimana tiga orang yang bertugas menemui kalian setiap harinya?” Tanya Rienbi dengan tatapan menyelidik. “Maaf Tuan Rienbi, hari ini kami belum melihatnya datang.”


“Benarkah?” Tanya Rienbi yang curiga setelah merasakan kemampuan kedua Raja dan Ratu Siluman Ular Putih itu meningkat cukup pesat ,walau masih jauh di bawah mereka berdua.


Raja Conda menjawab sekali lagi jika dirinya tidak mengetahui hal tersebut. Lalu Renbi Terdiam dan memberitahu jika Pemimpin Nomor Dua memerintahkan mereka untuk segera menemukan Kristal Dingin itu lima hari lagi.


Jika lebih dari waktu tersebut, maka Kedua anaknya akan dihabisi sebagai peringatan kepada mereka berdua. Tentu Saja Ratu Ana menjerit dan memohon kepada mereka untuk membebaskan kedua anaknya.


Permohonan Ratu Ana di jawab dengan tamparan keras di wajahnya. Hal itu membuat Raja Conda menjadi gelap mata. Ia melesat menyerang Reinbi. Namun dengan mudah Renbi membuat Raja Conda tergeletak di samping Ratu Ana.


Saat Raja Conda bangkit dan hendak menyerang, terdengar bentakan Hao Long. “Cukup Raja Conda! Biar Aku yang menghabisi mereka berdua!”


BAIK Hao Long maupun Li nnchi sudah tidak dapat menahan kemarahan mereka lagi. Kedua melesat dan segera berada di depan Raja Conda dan Ratu Ana.


Li Annchi sempat terkesiap melihat kemarahan Hao Long yang entah kenapa kali ini terlihat berbeda. Li Annchi lihat jela jika bola mata Hao Long, kini telah membiru semua.


Bahkan percikan petir mulai keluar dari bola mata itu saat menatap Renbi dan Yuenbi yang terkejut melihat tangan kanan Hao Long yang berwarna kebiruan.


“Mustahil …” “Tidak mungkin.” Kedua orang itu berkata dengan suara panik, mereka sepertinya mengetahui persis siapa pemilik Tangan berwarna biru itu.


“Reinbi sebaiknya kau pergi dari sini dan laporkan ke guru jika Tangan Petir Dewa Langit telah muncul! Aku akan berusaha menahannya agar tidak mengejarmu!” Yuenbi berkata dengan suara bergetar.


Terlihat jika ada rasa jerih di hatinya melihat tangan berwarna biru milik Hao Long. Reinbi yang sudah ketakutan hendak melesat meninggalkan tempat tersebut, namun Li Annchi menghadangnya.


Sementara Hao long mengangkat tangan kanannya ke udara seraya mengalirkan energi qi dalam jumlah besar.


JEDARR JEDARR

__ADS_1


Petir besar menggelegar memancar kuat dari tangan Hao Long yang membuatnya terkejut sendiri. “Besar sekali … petir dari tanganku!” ucapannya dalam hati seraya menatap Yuenbi yang telah memucat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2