Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
Mendatangi Hutan Kuning


__ADS_3

“Dia Ingin membuat lawannya kehabisan tenaga sehingga dengan begitu akan memudahkannya menyerap inti energi Roh mereka.”


Ji Hua terdiam menyadari siasat yang sedang dilakukan oleh Hao Long. Hal itu Hao Long ketahui karena petunjuk dari Roh Kristal Merah.


Pertarungan Hao Long dengan kedua Kultivator dari Dunia Kristal akhirnya mencapai klimaksnya. Dua Pedang energi yang terlihat seperti Kristal, menderu cepat ke arah Hao Long yang menggunakan Tinju Naga Api untuk menghadangnya.


Dua Ekor Ular Naga melesat dari Tinju Hao Long dan melilit Kedua Pedang energi berukuran raksasa itu, dan meledaknya setelah berada di dekat keduanya.


Akibat terlalu dekat dengan ledakan, kedua orang kultivator yang telah mengerahkan energi dalam jumlah besar itu, terpental jauh seperti daun yang tertiup angin.


Saat Itulah Hao melesat dan menghabisi satu-persatu lawannya yang telah kehabisan tenaga. Walau Ia juga sudah kehabisan Energi, namun karena adanya Roh Kristal Merah Dan Roh Kristal Jingga, membuat energi Hao Long seolah tak ada habisnya.


Hao Long lalu membawa kedua jasad kultivator itu ke sebuah atap bangunan dan mulai menyerap energi Rohnya dengan bantuan Kristal Merah dan Jingga.


Sehingga saat malam tiba, Hao Long pun selesai menyerap energi Roh kedua kultivator itu. Sementara Li Annchi yang menjaganya, terlihat gembira merasakan aura kekuatan Hao Long meningkat Pesat.


***


Keesokan harinya, Hao Long dan Li Annchi melayang menuju ke arah utara. Keduanya ditemani oleh Beiju, Fung Jie serta Ji Hua.


Berdasar informasi dari Beiju, terdapat sebuah hutan yang memiliki keanehan dengan daun pohonnya yang semuanya berwarna kuning. Sedangkan di tempat lain, pohon yang sama berdaun hijau.


Dalam perjalanan ke utara itu, Beiju, Fung Jie dan Ji Hua terkejut setelah mendengar penjelasan Hao Long, tentang tujuan mereka yang sedang mengumpulkan Kristal Inti Kehidupan.


Namun beiju mengingatkan kepada Hao Long, bahwa Hutan Kuning itu dijaga oleh seorang penyihir yang menyendiri yang memiliki kultivasi tinggi selain teknik Sihirnya yang sangat hebat.


Beiju sekalipun segan untuk mengusiknya, karena selama ini, penyihir tersebut tidak pernah atau belum terbukti melakukan kejahatan.


Perjalanan sejauh seribu kilometer lebih itu, mereka tempuh hanya dalam satu jam saja. Sehingga saat tiba di hutan dengan pepohonan yang menjulang tinggi hingga ratusan meter itu, Hao Long dan yang lainnya pun berhenti.


“Hutan ini terlindungi oleh Sihir yang sangat kuat, tak seorang pun yang bisa memasuki Hutan Kuning ini tanpa seizin Penyihir bernama Hulambi.”


Beiju menjelaskan situasi Hutan Kuning saat mereka merasakan adanya dinding tak kasat mata yang menyilingkupi Hutan yang sangat luas itu.


“Long bagaimana ini?” Tanya Li Annchi setelah mereka tidak menemukan cara selain harus menggempur Perisai Sihir tersebut.


Hao Long hanya terdiam saja, karena saat itu Ia sedang berkomunikasi dengan Roh Kristal Merah dan Jingga. Kedua Roh Penjaga Kristal itu mengatakan jika mereka tak bisa menghubungi Roh Kristal Kuning.


“Sesuatu yang melindungi Hutan Kuning ini, membuat kami tidak bisa saling berkomunikasi. Entah apa yang terjadi dengan Roh Kristal Kuning.”


Roh Kristal Jingga berkata yang membuat Hao Long mengerutkan dahinya. “Apakah Roh kalian bisa di hajar oleh seorang manusia atau sejenisnya?” tanya Hao Long.


“Sejauh yang kami ketahui, tidak ada satu pun makhluk yang bisa menyakiti kami selain Para Dewa. Kecuali … “ Ucapan Roh Kristal Merah terhenti karena tiba-tiba Ia merasakan Aura Roh Kristal Kuning datang mendekati tempat mereka.


“Kecuali apa ..” Tanya Hao Long penasaran. “Sekilas Aku merasakan Aura kristal Kuning yang sangat lemah. Jangan-jangan … “ Suara Roh Kristal Merah bergetar seolah merasa jerih.

__ADS_1


“Apa yang terjadi? Cepat Katakan!?” Hao Long berkata tidak lagi dalam pikirannya, Hal itu membuat yang lainnya terkejut mendengar bentakan Hao Long.


“Long ..Apakah Kau sedang sakit?” tanya Li Annchi sambil menempelkan tangannya ke Dahi Hao Long yang terasa normal-normal saja.


“Tenanglah Annchi … Aku sedang berbicara dengan Kedua Roh penjaga Kristal.” Perkataan Hao Long membuat keempatnya terdiam.


Sedang Hao Long terus memaksa Kedua Roh penjaga Kristal itu untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


“Ini baru dugaan sementara kami, Seseorang telah menghajar Roh Kristal Kuning dengan sebuah Pusaka Iblis yang bernama Seruling Penghisap Roh.”


Hao Long tentu saja terkejut mendengar penjelasan Roh Kristal Merah yang mengatakan bahwa kekuatan mereka akan melemah ketika mendengar suara Seruling Pusaka itu.


Seorang Kultivator yang memiliki kekuatan dari menyerap Energi Roh bangsa manusia juga tidak akan mampu melawan kekuatan seruling itu.


Sehingga secara tak langsung, mereka semua kecuali Li Annchi tidak akan mampu melawan pemilik Seruling Penghisap Roh yang sepertinya sudah menawan Roh Kristal Kuning.


Semuanya terkejut, saat Hao Long menjelaskan ulang apa yang Ia dengar dari Kedua Roh Penjaga Kristal yang bersemayam di dalam Tangan Petir Dewa langit itu.


“Annchi hanya Kau yang bisa ….ARGGGHH”


Hao Long dan semua orang kecuali Li Annchi, menjerit seiring dengan terdengar suara seruling yang memiliki energi kuat dari dalam Hutan Kuning.


Walau sudah mengerahkan seluruh energi qi mereka untuk melindungi gendang telinga, tetap saja suara seruling itu membuat telinga semua orang mengeluarkan darah, terutama Beiju yang lubang telinganya sangat besar.


Setelah berpikir sejenak, Li Annchi akhirnya melepaskan Aura kekuatan dinginnya dan membuat sebuah segel berbentuk bola untuk melindungi semua orang dari serangan energi suara yang sangat mematikan itu.


Sesaat kemudian, keempat orang itu terbebas dari rasa sakit akibat suara Seruling Penghisap Roh. Mereka segera menyadari jika energi mereka terkuras sangat banyak akibat menahan kekuatan Seruling itu.


“Chi’er gunakan kekuatan Pedang Kristal Es ini untuk melawan dan penyihir Hulambi itu. Jangan gunakan energi dari Roh Sang Dewi, Gunakan keuatan Murni Yin milikmu.”


Ji Hua melayangkan Pedangnya yang terlihat bening seperti Kristal namun memancarkan hawa dingin yang sangat kuat.


Li Annchi segera meraihnya dan melesat keluar dari Bola Es. Hal itu membuat Suara seruling terhenti. Suasana menjadi hening dengan ketegangan tingkat tinggi di hati para kultivator di dalam bola Kristal Es yang Li Annchi buat.


Hao Long yang merasa paling tegang, Ia sangat mengkhawatirkan keselamatan kekasihnya itu.


Suara bergemuruh tiba-tiba mengejutkan mereka saat sebuah cahaya kuning melesat dari dalam Hutan Kuning hendak menghantam Li Annchi yang telah waspada.


LI Annchi menebaskan pedang Kristal Es ke arah cahaya itu, setelah sebelumnya Ia mengalirkan energi murni ke dalam bilah pedang pusaka milik Ji Hua itu.


BLAAAMM


Dua energi berbeda warna bertemu dan meledak, membuat udara berfluktuasi sangat hebat. Tubuh Li Annchi dan Bola kristal pelindung terguncang dan terhempas hingga belasan meter.


Li Annchi yang kesal, mengerahkan lebih besar energi murni Yin miliknya ke dalam bilah pedang. Ia kembali melesat dan menebas ke arah dari mana cahaya kuning tadi melesat menyerangnya.

__ADS_1


BLAAMMM


Udara kembali berfluktuasi hebat saat tebasan energi dari pedang membentur Perisai Sihir tak kasat mata yang hancur seketika.


“Kurang Ajar!”


Suara serak seorang perempuan segera terdengar setelah Perisai Sihir berhasil dihancurkan oleh Li Annchi.


Sesaat kemudian, gumpalan awan kuning yang besar muncul dan memperlihatkan seorang nenek yang berwajah cantik, namun dengan kedua bola mata dan bibir yang menghitam. Membuatnya terlihat menyeramkan dengan ukuran tubuhnya setinggi Beiju.


“Siapa kalian manusia kecil!? Dan mengapa berani mengusikku?!” Dahi Li Annchi berkerut.


“Mengusikmu? Halooo …. bukannya Kau yang menyerang kami terlebih dahulu dengan suara Seruling Penghisap Roh itu?”


Perkataan Li Annchi membuat Sosok yang tak lain adalah Hulambi itu terkejut, karena gadis belia di depannya mengetahui nama Seruling yang kini masih Ia genggam.


“Siapa Kau? Dari mana Kau tahu nama seruling Pusaka Iblis ini?” Hulambi terlihat khawatir, Ia memandang semua orang di dalam Bola Kristal Es Li Annchi dan menatap tajam Ji Hua.


“Ah Beruntunglah … Perempuan itu bukan dia. Sepertinya dia sudah pergi dari Dunia Org ini.” Hulambi terlihat kembali tenang setelah mengetahui sosok yang ingin Ia hindari, tidak berada di tempat tersebut.


Ia kembali menatap Li Annchi dan beralih ke pedang sebening kristal yang membuatnya tertarik untuk memilikinya. “Bocah apa urusan mu datang ke sini? Jika masih ingin hidup, pergilah dari sini dengan syarat kau serahkan pedang bening itu.”


Tentu saja Li Annchi tersenyum mendengar perkataan Hulambi. “Aku tidak akan membunuhmu, jika kau serahkan Kristal Kuning dan melepaskan Roh Penjaga kristal tersebut.”


Hulambi tersentak mundur, Ia segera teringat tentang takdir kematiannya yang akan tewas di tangan seorang perempuan muda.


Selama ini, Ia mengira akan terbunuh oleh sosok perempuan yang terlihat seperti gadis walau telah berusia lebih dari seribu tahun dan terus mengejarnya hingga membuatnya bersembunyi di Hutan kuning ini.


Ia merasa percaya diri dengan kekuatan dari kristal Kuning yang energinya Ia gunakan untuk memperkuat serangan dari teknik-teknik sihirnya.


“Siapa sebenarnya diantara mereka berdua yang ditakdirkan menjadi malaikat mautku? Gadis ini atau dia?” Benak Hulambi dipenuhi pertanyaan yang membuatnya ragu menyerang Li Annchi.


“Siapa Kau sebenarnya? Mengapa Kau mengetahui tentang Kristal Kuning itu.” Tanya Hulambi seraya menatap tajam Li Annchi.


“Kau tak perlu tahu siapa Aku, lakukan yang kukatakan tadi atau Aku terpaksa menghabisi mu!” Li Annchi segera mengalirkan energi Yin murni ke dalam bilah Pedang Kristal Es.


LI Annchi menebaskan Pedang Kristal Es ke arah yang berbeda yang ternyata adalah untuk membuka Bola Kristal Es. “Long Kau dan yang lainnya masuklah ke dalam Hutan dan dapatkan Kristal Kuning itu.”


Hao Long dan yang lainnya segera menyadari rencana Li Annchi. Keempatnya akan segera bergerak namun sebuah aura yang sangat kuat di tingkat Ranah Bumi, memenuhi udara.


“Ah dia datang!” Hulambi terlihat panik, Ia bergegas merapal mantera sihir untuk melarikan diri dari tempat tersebut. Namun Diluar dugaannya, energi yang sangat kuat segera menyelubungi tempat mereka.


“Hulambi! Kali in Kau tak akan lolos dari tanganku lagi!” Suara seorang perempuan terdengar sesaat kemudian.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2