Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
036: Musibah Atau Anugerah?


__ADS_3

“Ah ini …. “


Semua mata memandang dengan rasa penasaran ke arah Zou Ning yang menghela nafas, sebelum memberikan penjelasan yang diminta oleh mereka bertiga.


“Jadi begitu rupanya … “ Huang Bao berkata seraya mengeluarkan sebuah jubah untuk dikenakan Hao Long yang telah mendapatkan kembali kesadarannya.


Seluruh kulit tubuh Hao Long, kini berwarna merah seperti darah. “Guru … Apa yang terjadi denganku mengapa kulitku menjadi seperti ini?”


Ao Lang menghela nafas sedih, lalu Ia menjelaskan seperti apa yang dijelaskan oleh Zou Ning kepada mereka bertiga, sesaat sebelum Hao Long tersadar tadi.


“Apa!!??” Hao Long tercekat mendengar penjelasan Sang Guru. Di luar pengetahuannya, Ia telah melakukan kesalahan fatal dalam kultivasinya.


Hao Long terduduk lemas, mendapati kenyataan jika kultivasinya telah menghilang. Kini kekuatannya sama seperti saat pertama kali dirinya tiba di daratan kuno ini.


Suasana menjadi hening untuk beberapa waktu kemudian, hingga pekikan kecil Zou Ning membuatnya mendapat tatapan dari ke empat orang di tempat itu.


“Ning’er… Apa kau menemukan sesuatu?” Zou Ning tersenyum sebelum Ia berkata. “Seperti yang Aku katakan tadi. Menyatunya kedua titik meridian itu, bisa menjadi musibah dan juga bisa menjadi Anugerah.”


“Kami masih belum mengerti, musibah dan anugerah apa yang kau maksud itu, bisakah Kau jelaskan lebih rinci?” Biksu Gao Han terlihat antusias. Sementara Huang Bao yang sedari tadi diam termenung, akhirnya tersenyum.


“Long’er … Jangan sedih. Saat ini di tubuhmu telah tercipta sebuah titik meridian yang sangat langka. Mungkin Kau memang orang yang ditakdirkan untuk menembus batas yang tidak bisa ditembus oleh kultivator lain.”


Huang Bao berkata lebih dulu dari Zou Ning yang juga ingin mengatakan hal yang sama. Meridian Naga yang kini tercipta di dalam tubuh Hao Long, akan membuatnya menjadi kultivator yang tidak tertandingi, jika Ia bisa berkultivasi dengan cara yang tepat.


Baik Zou Ning maupun Huang Bao, sama-sama menyadari, tidak mudah bagi mereka untuk mendapatkan Kristal Abadi Dewa yang dibutuhkan Hao Long untuk mengembalikan kultivasinya.


“Seperti apakah bentuk dan warna Kristal Abadi Dewa itu, Sesepuh Huang?” Hao Long terlihat kembali bersemangat.

__ADS_1


Huang Bao menggeleng pelan, Ia tidak mengetahui informasi apapun berkait dengan kristal tersebut. Berbeda dengan Zou Ning yang segera menjelaskan ciri-ciri Kristal Dewa itu berdasar dari penjelasan Gurunya dahulu.


“Kristal Biru yang di dalamnya terdapat wujud Asli Dewa Naga? Sepertinya Aku pernah melihatnya.” Hao Long tersentak setelah mendengar penjelasan Zou Ning.


Lalu Ia mengangkat tangan kanan dimana Cincin Ruangnya berada di jari tengah. “Aku pernah melihat kristal seperti itu, saat memeriksa Cincin Ruang ini pertama kalinya.”


Seketika wajah keempat Jagoan Tua itu, berubah ceria, terutama Ao Lang yang segera melesat ke belakang tubuh Hao Long yang masih terduduk.


Kakek bertubuh pendek itu, segera menyalurkan energi qi nya agar Hao Long bisa mengakses Cincin Ruang miliknya dan mengambil kristal tersebut.


Nuansa udara seketika berubah menjadi kebiruan saat bola kristal biru sebesar kepala manusia, keluar dari Cincin Ruang Hao Long disertai dengan gemuruh akibat bergetarnya tanah yang mereka pijak.


Setelah selesai berdecak kagum dan melihat Ao Lang menjauhi muridnya itu, Huang Bao segera membuat Segel Pelindung berbentuk bola yang mengurung tubuh Hao Long.


Namun alangkah terkejutnya Huang Bao, saat mendapati Segel Pelindungnya yang sangat kuat, hancur oleh terpaan energi dari kristal Abadi Dewa yang terus memancar.


Tanah pun berhenti bergetar, namun kekuatan dari Kristal Abadi Dewa, terus memaksa ketiga jagoan tua itu untuk tetap mengalirkan energi qi mereka agar segel itu tidak hancur.


Sementara Hao long segera bermeditasi untuk memulai kultivasinya, mengikuti arahan dari Zou Ning dan Huang Bao. Perlahan namun pasti proses kultivasi itu berlangsung hingga tiga hari tiga malam.


Ao Lang menjadi orang yang paling sibuk. Karena Ia terus membagikan pil dari Huang Bao, untuk memulihkan kembali energi qi mereka yang terkuras habis, demi mempertahankan Segel Pelindung.


Di hari ketiga, kulit tubuh Hao Long terlihat kembali normal. Sementara itu, bola kristal berwarna biru muda itu, telah mengecil dan kini hanya tinggal sebesar kepalan tangan.


BLAAAAM!!!


Terjadi ledakan sangat dahsyat yang melemparkan tubuh keempat orang itu hingga sejauh lima ratus meter dari tempat tersebut.

__ADS_1


Setelah menghilang rasa terkejut mereka, mata keempat kultivator sepuh itu melotot lebar, mendapati pemandangan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.


Terlihat gumpalan awan kuning keemasan, berpusar setinggi seratus meter dari kepala Hao Long. Percikan petir keemasan, terus menggelegar memasuki tubuh pemuda dari masa depan itu.


Sesaat kemudian, sosok Ular Naga yang sekujur tubuhnya diselimuti petir biru, melesat dari ke udara dan berputar-putar sejenak sebelum akhirnya melaju kencang dan hilang setelah memasuki tubuh Hao Long.


Seiring dengan menghilangnya tubuh ular Naga Biru itu, bumi yang bergetar hebat hingga radius puluhan kilometer itu, berhenti dan kembali normal. Hanya saja terjadi gelombang air laut yang sangat tinggi bergerak ke arah pulau persik dengan cepat.


Wajah Huang Bao tercekat, Ia pun segera melesat untuk menghancurkan gelombang Air laut yang bisa menyapu bersih dan memporak-porandakan pulau tempat tinggalnya tersebut.


Namun, Ia telah didahului oleh Hao long yang dengan cepat melesat ke udara dan dengan gerakan cepat, menghancurkan keempat gelombang air laut hingga kembali normal seperti sediakala.


Ketiga Kultivator Tingkat Dewa itu, terpana dengan mulut terbuka lebar, melihat apa yang baru saja dilakukan oleh Hao Long.


Satu gelombang air laut setinggi lebih dari lima puluh meter itu, tidak mudah bagi mereka sedikitpun untuk menghalaunya. Mereka harus menggunakan kekuatan penuhnya untuk bisa melakukan hal itu.


Namun, Hao Long melakukannya pada empat gelombang itu secara bersamaan dengan sikap yang terlihat santai. Hal yang membuat mereka bertiga menyadari kekuatan Hao long berbeda dengan tiga hari sebelumnya.


“Ning’er … Apakah menurutmu, Ia berhasil menembus batasan Kultivator manusia biasa?” Biksu Gao Han bertanya saat mereka berempat melayang, mendekati Hao Long yang sedang memandangi kedua telapak tangannya.


“Sepertinya begitu, apa yang baru dia lakukan bukan hal yang mudah kita lakukan bukan? Hal lainnya, Aku merasakan Aura pemuda ini berubah … “


Ketiga orang lainnya menganggukkan kepala sebagai tanda setuju atas perkataan Zou Ning. Kini mereka merasakan ada rasa segan terhadap Hao Long saat jarak diantara mereka terpaut sepuluh meter.


Wibawa yang terpancar dari tubuh Hao Long, terasa sangat mengintimidasi mereka. Ao Lang pun menelan ludahnya mendapati kini dirinya merasa sangat segan kepada muridnya sendiri.


Dan saat Hao Long membalikkan tubuhnya untuk menghadap ke arah mereka berempat, Zou Ning menutup mulutnya dengan tangan disertai mata yang melotot lebar.

__ADS_1


-------------------------O--------------------------


__ADS_2