
032: Zou Ning
“Saudari Zou Ning … Mohon maafkan kami yang telah mengusik ketenangan Anda.” Perkataan Ao Lang membuat perempuan cantik yang terlihat berusia empat puluhan tahun itu, tersentak kaget.
“Siapa Kau …?? ” Dahi perempuan itu terlihat berkerut. ” Aku tidak mengenalmu, bagaimana kau tahu namaku?”
Ao Lang lalu memperkenalkan diri mereka satu persatu sebelum menjelaskan bahwa Dirinya cukup lama berada di Kuil Cahaya Abadi dan mengetahui jati diri Zou Ning dari Biksu Chang Lin dan hubungannya dengan Biksu Gao Han.
Terlihat kemarahan sesaat setelah nama Biksu Gao Han terdengar dari bibir Ao Lang. “Gao Han! … Akan ku habisi orang-orang ini agar Kau menyesal dengan apa yang telah kau putuskan di masa lalu.”
Udara seketika berubah menjadi jauh lebih dingin, hanya Huang Bao yang masih mampu bertahan. Sementara Ao Lang dan Hao Long terlihat mulai menggigil karana tekanan energi Zou Ning.
“Ning’er Hentikan!!”
Suara menggelegar terdengar dari kejauhan, semua mata melihat ke sumber suara dimana terlihat biksu Gao Han melayang dengan cepat ke arah mereka.
Tekanan udara dingin itu, menghilang setibanya Biksu Gao Han berada di tempat tersebut. Keduanya saling bertatapan untuk beberapa saat sebelum Biksu Gao Han menundukkan kepalanya.
Suasana menjadi hening untuk beberapa waktu, karena Zou Ning sedang sibuk meredam debaran hatinya, saat melihat sosok kekasih masa lalunya itu.
Keduanya sudah puluhan tahun tidak bertemu dan Ia bisa menyadari bahwa di hatinya masih tersisa rasa indah itu walau terbalut dendam akan keputusan Gao Han yang bergabung dengan Sekte Cahaya Abadi dan meninggalkan dirinya.
“Ning’er … Aku yang ingin Kau bunuh bukan? Hari ini aku datang untuk menyelesaikan masalah masa lalu kita. Jadi biarkan mereka pergi dari tempat ini.”
Hao Long tersentak mendengar perkataan itu, demikian juga Ao Lang. “Saudara Han … Kenapa kau sekonyol itu? Aku rasa salah satu diantara kita bisa mengalahkanya.”
Huang Bao mendekati Biksu Gao Han yang segera memberinya salam, sudah puluh tahun mereka tidak bertemu sejak pertarungan empat jagoan lima puluh tahun lalu.
“Penderma Bao … Anda terlihat lebih kuat dari terakhir kali kita bertemu, tapi masalah ini hanya bisa selesai dengan kematianku di tangannya.”
Huang Bao mengelus janggutnya, Ia pun memahami situasi yang dihadapi oleh Biksu Gao Han.”Jika begitu situasinya, maafkan Aku tidak bisa membantumu Saudara Han.”
__ADS_1
Huang Bao lalu menjelaskan bahwa Ia dan Ao Lang Serta Hao Long, akan segera menuju ke laut yang airnya berwarna merah untuk mengambil Ginseng Merah yang berada di dasarnya.
“Ning’er, bolehkan Aku meminta waktu satu hari lagi? Aku ingin membantu mereka menghadapi Beast yang konon sangat kuat yang menjaga Ginseng Merah itu.”
“Tidak bisa!! Kau tidak boleh pergi lagi dari tempat ini!” Zou Ning segera bersiap untuk menghabisi Biksu Gao Han yang terlihat mengeluarkan sebuah pedang yang memiliki tiga warna pada bilahnya.
Pedang tersebut segera melayang perlahan ke arah Zou Ning yang sangat mengenali pedang warisan dari Ayahnya yang dulu Ia berikan kepada Gao Han, semasa mereka masih sepasang kekasih.
“Bunuhlah Aku dengan pedang yang selalu aku genggam saat Aku teringat dirimu.” Zou Ning terpaku sejenak dengan wajah sedikit merona mendengar ucapan lembut Gao Han.
Ia terdiam beberapa saat. Akhirnya Ia pun mengizinkan Gao Han membantu mereka. Dan akan menunggu sehari lagi untuk menyelesaikan masalah masa lalu mereka.
Ia pun menatap Beast Singa bersayap yang melesat menuju ke arah barat dengan hati yang bimbang seraya menatap pedang yang digenggamnya.
***
“Aku merasakan Aura yang sangat kuat dari dalam laut ini. Waspadalah!” Biksu Gao Han mengingatkan mereka yang segera mengalirkan energi qi besar ke dalam tangan dan kaki masing-masing.
Dan benar saja yang diucapkan oleh Biksu Gao Han. Sedetik kemudian, sebuah serangan melesat dari dalam laut yang menderu ke arah mereka dengan cepat.
Keempatnya melotot lebar setelah berhasil menghindari serangan yang ternyata berupa tentakel dari gurita yang ukurannya sebesar bukit dengan tubuh berwarna kuning kemerahan.
Air laut berwarna merah itu pun bergolak dan berombak besar, saat sosok gurita raksasa muncul dari dalam air dengan wajah yang terlihat marah.
“Besar Sekali!” Desis Hao Long.
“Gawat … “ Ao Lang yang senang memakan cumi-cumi, terlihat pucat saat melihat Gurita raksasa itu melesatkan sebuah tentakelnya dengan cepat ke arah dirinya dan Hao Long.
“Sialan … Kenapa dia terus mengejarku!” Walau berhasil menghindari serangan tersebut, namun serangan berikutnya terus melesat ke arah Ao Lang.
Sementara ketiga orang lainnya, tidak mendapat serangan sama sekali dari Gurita Raksasa itu.
__ADS_1
Melihat hal itu, Ao Lang yang berjibaku menghindari serangan, segera melesat ke arah mereka bertiga. Hal yang membuat Huang Bao dan Biksu Gao Han segera bersiap dengan serangan tentakel yang kini mengarah pada keduanya.
Aura kuning keemasan dan Aura Biru dari tubuh Dua jagoan itu segera terlihat sesaat kemudian.
BUM BUM!!!
Dua ledakan beruntun terdengar saat keduanya melepaskan pukulan ke arah tentakel yang terpental akibat serangan mereka berdua. Namun dua tentakel lain segera menyerang dari arah bawah.
Keduanya pun berjibaku menghadapi tiga tentakel raksasa yang silih berganti menyerangnya.
Huang Bao yang terlihat kesal segera mengeluarkan senjata andalannya berupa sebuah Cambuk yang talinya kini telah diselimuti oleh api biru saat Ia mengalirkan sejumlah qi nya.
CTAARR CTARRR
Dua buah Tentakel terpental saat terhantam cambuk Huang Bao yang bisa memanjang sesuai keinginannya itu. Namun hal itu justru membuat Beast berwujud Gurita, menjadi sangat marah.
Tubuhnya seketika memancarkan Aura Kemerahan yang terang, tentakelnya kini diselimuti oleh aura merah yang membuat Huang Bao tercekat saat cambuknya menghantam Tentakel itu dan tidak berefek apapun.
Hal yang sama dialami oleh Biksu Gao Han yang telah menggenggam Tongkat Saktinya dan mendapati serangan tongkat yang bisa menghancurkan sebuah bukit itu, tidak bekerja sama sekali.
Keduanya menjadi terdesak hebat oleh serangan delapan tentakel yang begitu kuat dan cepat itu. Sudah Dua kali tubuh Huang Bao terpental akibat menahan benturan serangannya.
Sedang Biksu Gao Han masih bisa bertahan dari benturan dengan menggunakan tubuh besinya. Namun energinya terkuras sangat banyak setelah pertarungan mereka telah lebih dari sepuluh menit.
Berbagai jurus telah mereka gunakan, serangan berupa energi dari pedang maupun tongkat, tidak berhasil melukai tentakel gurita raksasa tersebut.
Hal itu membuat Huang Bao dan Biksu Gao Han akhirnya melesat mundur mendekati AO Lang dan Hao Long yang telah berada seratus meter dari tempat pertarungan berlangsung.
“Beast ini benar-benar sangat kuat, Aku tidak mengerti bagaimana cara mengalahkanya.” Desis Biksu Gao Han yang disambut anggukan setuju dari Huang Bao.
Tangan Kanan Hao Long tiba-tiba bergetar hebat. Hal yang membuat semua orang terkejut melihat wajah Hao Long yang berubah panik mengalami kejadian yang tidak terduga itu.
__ADS_1
------------------------O------------------------