
Ke empat Klan Elemen telah mendekati tembok Kota yang di jaga ribuan orang dari Klan Api. Jarak mereka sudah seratus meter lagi, saat sosok yang paling ditakuti itu muncul.
Ge Luo datang bersama tiga orang yang kemampuannya setara dengan Ludi. Tentu saja ini bala bantuan besar yang membuat Cai Di merasa yakin bisa memenangkan pertempuran itu sekalipun jumlah pasukan yang bertarung, setengah dari jumlah mereka yang datang. .
“Wajar saja para Sesepuh Klan merasa takut untuk melawan mereka dari Dunia Kristal. Ternyata kekuatan Sosok Ge Luo ini lebih besar dari Guru Pengemis Abadi.”
Ucapan Li Annchi yang masih sedih dan sedikit frustrasi, membuat Long Bai yang mendengarnya tersenyum kecut.
“SERANG!!!”
Hao Long sedang berpikir keras bagaimana cara menghadapi sosok Ge Luo, dikejutkan oleh teriakan komando dari Wushang yang tetap memutuskan untuk menyerang.
Ribuan orang dari empat arah segera melesat menerjang mereka yang menjaga kota Yong’an. Dalam sekejap pertempuran yang tak imbang dalam jumlah itu segera terjadi.
Terlihat pasukan penjaga Kota Yong’an terdesak dan mulai berjatuhan dengan nyawa melayang. Melihat hal itu Cai Di pun menjadi cemas.
“Tuan Ludi … Bagaimana ini?” Tanya Cai Di bertanya pada Ludi yang sedang menjelaskan situasi kepada Ge Luo, tentang mengapa mereka berani melawan dirinya.
“Pemuda dari Dunia bernama Bumi? Mustahil! Aku mendapat berita bahwa manusia di Dunia itu sangat lemah. Bagaimana bisa ada yang sekuat itu.” Tanya Ge Luo menatap tajam Ludi yang telah mengabaikan pertanyaan Cai Di.
“Pemuda itu kabarnya memiliki Tangan Petir Dewa Langit Tuan Muda…” Perkataan Ludi membuat Ge Luo tersentak. “Apa Kau tidak sedang berbohong padaku?!” Tanya Ge Luo dingin.
“Hamba tidak berani tuan Muda.” Ludi buru-buru membungkuk ketakutan.
“Jika begitu sekarang bantulah sekutumu, mereka sudah hampir kalah. Kalian bertiga bantulah Ludi, habisi semua yang berani menentang kita, jangan biarkan lolos satu pun!”
“Siap Tuan Muda!” Tiga orang yang datang bersama dengannya, segera melesat setelah menjawab perintah Ge Luo. Empat orang termasuk Ludi, melesat ke arah yang berbeda. Sementara Cai Di yang kesal pada Guang Ho, melesat ke utara mengikuti salah satu dari tiga orang itu.
Kedatangan empat orang di level Enam Tingkat Dewa Sejati, dalam sekejap mengubah arus pertempuran. Anggota klan Api yang sudah mulai merasa jerih, menjadi kembali bersemangat walau jumlah mereka kini telah separuh dari sebelumnya.
Pertempuran kembali menjadi semakin sengit, jerit kematian mulai terdengar dari pihak Empat Klan yang menyerang, walau mereka berhasil mendesak hingga pertarungan berada di atas kota Yong’an.
Bangunan yang berada di bawah mereka mulai banyak yang mengalami kerusakan. Baik karena kejatuhan mayat para kultivator yang bertarung, maupun akibat energi yang nyasar.
__ADS_1
Kedatangan empat kultivator yang setara Ludi, segera diketahui oleh para ketua Klan, mereka menjadi. Mereka sedikit khawatir terutama Guang Hou yang di datangi oleh Cai Di.
Cai DI yang kesal, segera melesat ke arah Guang Hou dan memberikan serangan mematikan dengan jurus-jurus api yang dahsyat.
Namun begitu, Guang Hou yang menguasai elemen air, dengan mudah mematahkan setiap serangan Cai Di. Hal itu membuatnya semakin kesal.
Wushang yang melihat Cai Di, akan segera melesat ke arah Ketua Klan Api itu. Namun Sosok seorang Kultivator level enam, datang menghadangnya.
“Sepertinya Kau yang terkuat di sisi timur ini, apakah Kau Ketua Klan pengguna unsur Tanah?” Tanya Sosok yang bernama Yo Di kepada Wushang.
“Kalau benar kenapa? Kau ingin mencicipi rasanya tanah di Dunia elemen ini?” Wajah Yo Di seketika mengelam mendengar ucapan sombong Wushang yang kemudian tersentak kaget merasakan Aura Yo Di yang yang tiba-tiba menguat melebihi kekuatan yang Ia miliki.
“Ketua Wushang biar Aku membantumu!” Long Bai yang datang karena perintah Hao Long segera berada di sisi Wushang. “Mengapa Kau kemari, siapa yang menghadapi Ludi!” Tanya Wushang yang sempat melihat Ludi melesat ke arah selatan.
Saat memalingkan wajahnya, Wushang melihat Hao Long sedang bertarung dengan kecepatan yang sulit untuk Ia lihat. Keduanya berpindah tempat dengan sangat cepat.
Hao Long yang melihat Li Annchi telah membantu Ketua Dai Hu melawan salah seorang Kultivator sekuat Ludi, akhirnya bisa memfokuskan diri untuk segera menghabisi tokoh kejam itu.
Ludi yang mengeluarkan sebuah sabit bening dari Kristal, kembali mendesak Hao Long yang segera menggunakan kekuatan Tangan Petir Dewa Langit tanpa mengerahkan kekuatan dari dua Roh Penjaga Kristal.
Dalam sekejap Ia mulai terdesak apalagi setelah Hao Long mengeluarkan pedang Api Emas. Ludi pun mulai mendapat luka di beberapa bagian tubuhnya.
Ha itu membuatnya murka. Ia segera mengeluarkan kekuatan penuhnya di level enam Tingkat Dewa Sejati. Udara seketika berfluktuasi dengan hebat, puluhan orang di sekitar mereka terhempas bagai dau kering.
Sabit besar dan berwarna bening di tangan Ludi, kini bersinar lebih terang dengan cahaya putih yang sangat menyilaukan mata mereka yang melihatnya.
Hao Long pun tak mau kalah, Ia segera mengeluarkan kekuatan penuh di level enam yang jauh lebih besar dari kekuatan Ludi.
“Roh Kristal Merah, masuklah ke dalam Pedang Api Emas.” Hao Long memerintahkan Kristal merah yang segera memasuki Pedang Api Emas.
Seketika Pedang di tangan Hao Long bersinar kuning kemerahan dengan bilah pedang yang diselimuti oleh energi berwarna merah.
Ludi yang merasakan aura kekuatan energi roh yang sangat kuat dari pedang di tangan Hao Long, sedikit terkejut. Namun begitu, taka ada jalan baginya untuk bisa pergi dari pertarungan itu.
__ADS_1
Hao Long yang ingin secepatnya menghabisi Ludi, seketika berteriak keras dan melesat sangat cepat di luar dugaan lawannya.
TRANG TRANG
KRAAKK
Dua kali tebasan Hao long berhasil Ludi tangkis namun, pada kali ketiga pusaka di tangan Ludi patah menjadi dua bagian yang membuatnya mengalami luka cukup dalam akibat terkena sabetan Pedang Api Emas.
Tubuh Ludi terjajar mundur, wajahnya seketika menjadi pucat, Namun Ia tidak bisa bersantai walau sejenak, karena Hao Long telah melesat kembali menyerangnya.
Ludi bersusah payah untuk menghindari tebasan pedang Api Emas milik Hao Long sebuah tebasan berhasil melukai kembali tubuh Ludi.
Ludi tersentak, saat tiba-tiba merasakan energi roh memasuki tubuhnya dan membuatnya menjadi kaku tidak bisa bergerak lagi.
Ge Luo yang masih berdiri tenang dan sedang menyaksikan pertempuran itu, terkejut dan segera menoleh ke arah dimana Ludi berada.
Saat itulah, Ia melihat Ludi tertusuk pedang lawan. Ia pun mengerutkan dahinya, heran dengan apa yang terjadi dengan Ludi yang tidak menghindari tusukan itu.
“Apa yang terjadi dengan Ludi? Seharusnya tusukan pedang itu dengan kecepatan yang harusnya bisa Ia hindari? … Ah Aura apa ini?”
Ge Luo yang sedang termenung, seketika melebarkan matanya melihat ke arah tubuh Ludi yang tengah memancarkan Aura Roh yang sangat kuat. Namun Ge Luo salah menduga.
Ludi yang tak lagi bisa menggerakkan tubuhnya, hanya bisa pasrah saat merasakan Energi Rohnya terhisap oleh pedang lawan yang menembus punggungnya.
Sesaat sebelum nyawanya melayang, Ludi masih sempat melihat ke arah Ge Luo yang tengah memandanginya dari kejauhan dan kemudian melesat ke arah dirinya. Ge Luo tiba di hadapan Hao Long tepat setelah Hao long memasukkan Cincin Ruang Ludi yang tubuhnya kini telah melayang jatuh.
Kedua pemuda tampan itu, saling menatap satu sama lain. Usia keduanya terlihat tidak jauh berbeda. “Apakah pemuda ini benar berasal dari dunia bernama Bumi? Bagaimana bisa Ia memiliki kekuatan di level tujuh Tingkat Dewa Sejati?”
Ge Luo masih terlihat keheranan menyadari kekuatan Hao Long yang telah menembus Level tujuh, karena baru saja menghisap energi roh dari Ludi, dengan bantuan Roh Penjaga Kristal Merah.
Saat keduanya masih saling menatap, tiba-tiba saja mereka orang dikejutkan dengan munculnya aura kuat dari balik awan tepat di atas mereka.
“Aura ini? Bukankah dia sudah tewas dibunuh oleh Ayah? ” Ge Luo menatap Ke atas segumpal awan yang tiba-tiba saja berubah menjadi sebilah pedang raksasa dan menderu cepat ke arahnya.
__ADS_1
Ge Luo hanya tersenyum tipis, sebelum Ia melesat sangat cepat dan menghancurkan gumpalan awan itu. Hao Long terkesiap melihat kecepatan gerak yang Ge Luo tunjukkan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=