Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
Delaba


__ADS_3

“Kenapa Kau lari dan begitu ketakutan Annabi?” Tanya Fung Jie yang masih menatap apa yang terjadi pada Labasha yang masih dalam proses perubahan wujudnya.


“Tuan Muda Hao Long, apa yang Anda lakukan tadi adalah hal yang paling ditakuti oleh mereka bangsa siluman Laba-laba yang telah menembus level Tujuh Tingkat Dewa Sejati.”


Semua terdiam mendengar perkataan Annabi yang kemudian melanjutkan penjelasannya. Bahwa yang akan mereka hadapi nanti adalah leluhurnya para Siluman Laba-laba yaitu Iblis Laba-laba Merah.


Siluman Laba-laba yang bisa menembus level tujuh adalah mereka yang telah bisa melakukan Kontrak Roh dengan Roh Iblis Laba-laba.


Satu bagian tubuh dari Siluman Laba-laba, akan dijadikan tempat bersemayamnya Roh Iblis tersebut. Bagian tubuh itu, biasanya adalah bagian tersembunyi yang terlindungi dari serangan musuh.


Dalam hal ini, Rob Iblis Laba-laba sepertinya bersemayam dalam kejantanan Labasha sehingga saat Hao Long memenggal bagian itu, maka tubuh Siluman Laba-laba akan dirasuki oleh Roh Iblis Laba-laba Merah dan mengambil alih kendali atas tubuh tersebut sesaat sebelum kematiannya.


Hanya saja kendali atas raga Siluman Laba-laba itu, tidak akan berlangsung lama. Sepengetahuan Annabi, paling lama tujuh hari tujuh malam.


Roh Iblis Laba-laba Merah yang bernama Delaba itu, dianggap sebagai Dewanya Para Siluman Laba-laba. Jadi saat ini, yang akan mereka hadapi adalah makhluk terkuat dari Bangsa Siluman Laba-laba.


GOAARRRRGHH


Suara raungan dari Labasha menggema menggetarkan udara, seluruh siluman Laba-laba yang berada di dalam hutan, melesat ke udara mendekati suara tersebut.


Mata Keenam orang itu melotot lebar sesaatsetelah cahaya yangmenyilaukan mata dari tubuh Labasha meredeup dan kemudian sirna.


Di hadapan mereka, kini terlihat seorang manusia yang memiliki delapan kaki laba-laba di punggungnya dengan tubuh yang berwarna semerah darah.


“Inikah wujud Delaba itu?” Suara Fung Jie terdengar bergetar saat bertanya kepada Annabi. “Sepertinya begitu.” Jawab Annabi yang mulai merasa gentar di dalam hatinya.


Sosok seorang pria dengan kedua tanduk dikepalanya, menatap mereka dengan mata yang semerah darah. Aura membunuh yang memancar dari tubuhnya, membuat suasana menjadi mencekam.


Delaba menatap tajam ke arah keenam orang itu terutama kepada Hao Long. Menyadari hal itu, Hao Long pun segera bersiap, namun suara Roh Kristal Merah membuatnya terkejut.


“Tuan Long ... Jangan Gegabah. Yang Kau hadapi adalah Sosok Roh yang sangat kuat. Hanya Busur dan Anak Panah Jiwa yang bisa mengalahkannya.”


Mendengar perkataan Roh Kristal Merah, Hao Long terkejut lalu menanyakan keberadaan Busur dan Anak Panah Jiwa kepada ketiganya.


“Beruntunglah Anda Tuan Hao Long, karena aku sudah berada di sini.” Roh Kristal Hijau berkata dengan suara centilnya. “Karena hanya Aku yang bisa membantu Anda membuka Permata Keempat Ikat Pinggang Lima Permata Milik Tuanku Dewa Langit.”


Hao Long tersentak kaget mendengar hal itu sementara tubuh Delaba tiba-tiba menghilang dari pandangan mereka. Apa yang terjadi kemudian, membuat mereka semua terkesiap takjub.


Sekitar tiga Ratus Siluman Laba-laba yang berada di belakang Delaba, tiba-tiba saja berjatuhan saat dalam waktu kurang dari ssatu menit saja, karena tewas terbunuh oleh Sosok Iblis yang dianggap Dewa Oleh mereka.


Dari jasad para siluman yang berserakan di Hutan tersebut, Hao Long dapat melihat jelas aliran energi berwarna merah, bergerak memasuki tubuh Delaba.


Aura Kekuatan Delaba meningkat dengan pesat, Fung Jia bahkan tanpa sadar bergerak mundur karena teringat akan Aura Kekuatan Ge Riong.


“Ranah Langit” Desis Fung Jie dan Annabi bersamaan dengan suara bergetar. Beiju dan Ji Hua pun menelan ludah mereka, merasakan Aura kekuatan Delaba yang perlahan mendekati mereka.

__ADS_1


“Long Bagaimana ini?” Tanya Li Annchi seraya memegang lengan kiri Hao Long yang tiba-tiba mengeluarkan Ikat Pinggang Lima Permata.


Sesaat kemudian, cahaya hijau terlihat melesat dari tangan kanan Hao Long menerpa permata keempat dari Lima Permata yang berada di dikat pinggang tersebut.


Munculnya Ikat Pinggang Lima Permata, membuat gerakan Delaba terhenti. Mata Merahnya melotot lebar saat menyadari keberadaan Ikat Pinggang Lima Permata milik Dewa Langit. Satu-satunya Dewa yang Ia takuti.


Sesaat kemudian, tubuh Delaba bergetar hebat saat melihat sebuah busur dan sebuah anak panah, keluar dan kini berada di dalam genggaman tangan Hao Long.


“Tidak mungkin! “ Delaba tak ingin percaya dengan apa yang Ia Lihat. Namun saat Hao Long meraih Anak Panah Jiwa itu dan memasangkan pada busurnya, sontak Delaba menunjukkan wajah yang ketakutan.


“Tidak! Jangan lepaskan!” Teriakan ketakutan dari Delaba, mengejutkan Annabi dan lainnya. Sementara Hao Long sedang menunggu aba-aba dari Roh Kristal merah.


Ketiga Roh itu sedang mengalirkan kekuatan mereka ke dalam Anak Panah Jiwa. Hal itu karena mereka menyadari, tingkat kekuatan Hao Long belum cukup untuk mengalahkan Delaba.


“Sekarang!” Roh Kristal Merah berteriak keras kepada Hao Long.


DEEEENG


Hao Long segera melepaskan Anak Panah dari Busur Jiwa. Suara getaran dari tali busur, menggema di udara yang membuat Delaba melesat meninggalkan tempat tersebut.


Namun Kecepatannya masih kalah jauh dari kecepatan Anak Panah Jiwa yang diselimuti oleh petir-petir kecil. Anak Panah Jiwa terus memburu Delaba Yang telah berada ditga meter di depannya.


Delaba Tiba-tiba Melompat ke atas dan memutar tubuhnya seraya memukul Anak Panah Jiwa.


BOOOMMM


Delaba belum sempat menemukan jawabannya, karena Anah Panah Jiwa telah kembali melesat ke arahnya denga cepat.


Hal itu membuat Delaba kembali berjibaku menghindari dan sesekali menyerang balik untuk menghancurkan Anak Panah Jiwa sepanjang satu meter itu.


“Gawat, kekuatan kita bertiga pun belum cukup untuk membuat Anak Panah Jiwa bisa membunuhnya!” Hao Long tersentak mendengar teriakan panik dari Roh Kristal Hijau dalam kepalanya.


Hao Long yang menyadari hal tersebut, segera berpikir keras. Ia akhirnya meminta Fung Jie dan yang lainnya, untuk membantu menyerang Delaba.


Awalnya, Fung Jie dan Ji Hua terliha ragu. Namun Beiju dan Annabi terlihat percaya diri, keduanya segera melesat menyusul mereka.


Delaba menyeringai melihat keempat orang yang berada di ranah Bumi, datang menyerangnya. “Bagus mereka datang menyerahkan nyawanya. Dengan begitu Aku bisa menyerap energi roh mereka, setelah membunuhnya.”


Serangan Annabi yang pertama datang, namun Delaba dengan mudah menghindar dari serangan itu dan memberikan serangan mematikan ke arah punggung Annabi.


Beruntung Beiju yang telah siaga, segera menghadang dengan pukulan Tongkat Penguasa miliknya. Dan menyelamatkan Annabi dari kematian.


Sambaran Tongkat Beiju berhasil dihindari Delaba. Namun angin dari serangan itu, membuat Delaba sedikit terkejut. “Tongkat Sihir Iblis Org? Rupanya orang berkulit hijau ini adalah manusia Org. Bagus sekali!”


Serangan Fung Jie dan Ji Hua yang cepat, berhasil Delaba tangkis dengan Kaki laba-laba di punggungnya.

__ADS_1


Pertarungan ke lima orang itu, membuat Hao Long dan Li Annchi terpana akan kecepatan gerak dan kuatnya serangan mereka.


Tiba-tiba Liontin di kalung Hao Long dan Li Annchi menyala setelah keluar dari balik pakaian keduanya. “Apa yang terjadi?”


Desis Hao Long saat tiba-tiba Busur Panah Jiwa di tangan kirinya, bergerak sendiri dan meminta lepas dari genggamannya. Setelah melepaskan Busur itu, Hao Long dibuat terkejut melihat Anak Panah Jiwa melesat kembali ke busurnya.


Kini Anak Panah Jiwa, terpasang kembali ke busurnya. Seketika Roh Kristal Hijau berteriak dalam kepala Hao Long. “Suruh mereka mundur semua!”


Hao Long menjadi kebingungan dengan teriakan Roh Kristal Hijau dan juga melihat sinar merah dan putih dari kedua liontin mereka, menyinari Busur Jiwa.


Kini Busur dan Anak Panah Jiwa telah bercahaya terang setelah diterpa oleh kedua cahaya berbeda warna dari kedua Liontin Naga itu.


“Para Sesepuh, mundurlah semua!” Hao Long berteriak setelah Roh Kristal Hijau berkata hal yang sama untuk kedua kalinya.


Beiju dan yang lainnya, sontk bergerak mundur saat menyadari aura tak biasa memancar dari Busur dan Anak Panah Jiwa di tangan Hao Long.


“Apa!! Bagaimana Bisa!” Wajah Delaba seketika memucat, menyadari adanya Aura Kedewaan, memancar dari Busur dan Anak Panah Jiwa yang segera dilepaskan oleh Hao Long kepadanya.


Mata Delaba melotot lebar, Ia tidak sempat menghindari Anak Panah yang melaju tiga kali lipat dari kecepatan sebelumnya.


ARGGGGHHHH


Delaba meraung keras, sesaat setelah tubuhnya tertembus Anak Panah Jiwa tepat di jantungnya.


“Cepat Raih tubuhnya dan serap energi rohnya!” Roh kristal Hijau memerintahkan Hao Long yang segera melesat meraih tubuh Delaba yang terkulai lemas.


“Tidak ... Jangan Serap energi Roh ku!” Delaba menjadi panik saat Hao Long mulai menyerap Energi rohnya dan juga energi roh ratusan Siluman termasuk energi Roh Labasha.


Namun Delaba yang telah sekarat itu, tak kuasa menghentikan Hao Long yang dengan kecepatan tinggi menyerap seluruh energi Roh yang memancar keluar dari tubuhnya.


DI Lain sisi Hao Long merasakan energi orh yang memasuki tubuhnya, sedang dimurnikan oleh Ketiga Roh Penjaga Kristal Inti Kehidupan dengan cepat.


Namun bukan itu yang membuat Hao Long was-was dengan proses penyerapan untuk meningkatkan kekuatannya agar menembus Ranah Bumi Tingkat Dewa Abadi.


Seiring dengan memudarnya tubuh Delaba yang Rohnya telah melayang meninggalkan jasad Labasha, Hao Long mulai merasa kesadarannya akan segera menghilang.


Hal Itu membuat Li Annchi dan yang lainnya menjadi panik saat tiba-tiba Tubuh Hao long terkulai lemas dan meluncur jatuh ke pepohonan di bawah mereka.


Beruntung Annabi segera melesat dan meraihnya dnegan menggunakan ekor ular di tubuhnya. Namun Annabi segera menjerit keras merasakan hawa sangat panas, ketika ekornya menyentuh tubuh Hao Long yang tiba-tiba berubah menjadi seperti bara api.


“Apa yang terjadi padanya?” Ji Hua dan Fung Jie berkata bersamaan dengan panik, saat tubuh Hao Long jatuh kembali dan membuat hutan seketika terbakar oleh api dari tubuhnya yang membara.


LI Annchi segera bergegas hendak mendekati tubuh Hao Long, namun JI Hua menahannya. Annabi terkejut saat melihat Ji Hua sepertinya telah dirasuki oleh Roh Dewi kristal.


Li Annchi tersentak saat merasakan Dewi Salju mengambil alih kesadarannya. “Putriku ... Ayo kita tolong Pemuda Naga itu sebelum terlambat!”

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2