Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
073: Akhir Prahara


__ADS_3

“Aku tiba-tiba merasakan Aura Naga Biru …. Jika benar itu Dia … Kita harus pergi dari sini secepatnya!” Jawaban Iblis Tanah, mengejutkan Dao Chang.


Dari nada suaranya, terdengar kepanikan dari sosok Iblis itu. Hal yang sama dirasakan oleh kakak seperguruannya.


Kakak seperguruannya yang bernama Ye Ma, terlihat menatap ke arah Hao Long. Hal itu bukan tanpa sebab, karena Makhluk Iblis dalam tubuhnya, berteriak menyuruh Ye Ma pergi dari tempat tersebut secepatnya.


“Mengapa orang ini menatap ke arah Long? Apakah karena aura kekutannya yang berubah menjadi kebiruan. Apa sebenarnya yang terjadi pada Long?”


Li Annchi juga menatap Hao Long yang tubuhnya kini diselimuti aura kebiruan dan pancaran energinya meningkat lebih besar dari sebelumnya. Perlahan-lahan mata Hao Long berubah menjadi kebiruan, energinya pun semakin membesar


“Gawat itu benar Dia! Pergi dari sini! Cepat!” Iblis tanah berteriak panik. Namun Dao Chang terlambat bergerak.


Hao Long yang telah selesai mengalirkan kekuatan dari Naga Biru yang bersemayam di Dantian Naga-nya, telah bergerak jauh lebih cepat dari sebelumnya.


DUAGGGHH


AARGGGHH


Punggungnya terkena pukulan Hao Long yang sangat kuat hingga membuat tubuh Dao Chang meluncur deras jatuh dan menghancurkan pepohonan sebelum menyentuh tanah.


Ye Ma segera melesat mengejar Dao Chang. Bukan untuk menolongnya, melainkan untuk mengajaknya pergi dari tempat tersebut dengan menggunakan jurus Melipat Bumi yang dimiliki oleh Iblis Tanah.


Terdengar gemuruh dari tempat dimana Dao Chang tadi jatuh. Hao Long terkesiap dan segera melesat ke tempat jatuhnya Dao Chang, saat menyadari,tubuh kedua orang Kultivator Iblis itu, tiba-tiba di telan oleh tanah yang bergulung bagai ombak.


BLAMM BLAAM


Walau menyadari keduanya akan melarikan diri, namun Hao Long terlambat melakukan serangan. Tanah yang terburai ke atas akibat terhantam energi berwarna biru dari kedua telapak tangannya, tidak memperlihatkan sosok mereka berdua.


“Sial Aku terlambat…” Suara Hao Long terdengar sangat geram. Ia menatap ke arah di mana Xi Hai dan Jing Hung berada. Dan sedetik kemudian, leher kedua orang itu telah berada dalam cengkeraman tangannya.


Alangkah terkejutnya kedua petinggi aliran hitam itu, mendapati tubuh mereka terangkat ke udara. Dan di saat yang sama, merasakan energi qi mereka tersedot oleh tangan Hao Long tepat setelah tangan pemuda itu, menyentuh kulit leher mereka masing-masing.

__ADS_1


“Kekejaman kalian … Harus segera diakhiri hari ini juga!” Setelah menghancurkan kultivasi Jing Hung dan Xi Hai, Hao Long melempar tubuh keduanya ke arah dimana Patriark Hong Jun dan Ruan Bei berada.


Mereka semua sedang terpana melihat apa yang Hao Long lakukan. Patriak Hong Jun, baru tersadar saat tubuh Xi Hai meluncur ke arah dirinya.


Hal yang sama dialami oleh Patriark Ruan Bei yang segera meraih leher Jing Hung dan mencengkeramnya. “Patriark Ruan Bei, Patriark Hong … Hidup mereka sekarang, Anda berdua yang menentukannya.”


Mendengar teriakan Hao Long, tanpa ragu lagi kedua Ketua Sekte yang telah dihancurkan markasnya oleh mereka, segera melakuakan eksekusi terhadap kedua petinggi Aliansi Aliran Hitam itu.


“Ini untuk Istri dan anak-anakku” Ruan Bei menendang perut Jing Hung yang sudah lemas tak berdaya itu, hingga tubuhnya terpental belasan meter ke udara. Sambil melesat mengejarnya, Patriark Ruan Bei menghunus Pedang Bumi ke atas kepalanya.


“Ini untuk Murid-murid Sekte Pedang Bumi yang kalian bunuh!” CRAAASHH. Tubuh Jing Hung terpotong menjadi dua bagian akibat tebasan Pedang pusaka Patriark Ruan Bei.


Jing Li yang terpana, segera menjerit keras saat menyadari Sang kakak telah tewas dengan kondisi tubuh yang mengenaskan. Kesedihan dan kemarahan, membuatnya menjadi gelap mata.


“Matilah Kau!”


Di saat yang hampir bersamaan, terdengar teriakan keras Patriark Hong Jun yang disusul jeritan kematian Xi Hai yang tubuhnya juga terkena tebasan Pedang Emas, sehingga membuat pinggangnya terputus.


Tidak puas hanya dengan membelah tubuhnya, Patriark Hong Jun menghancurkan tubuh Xi Hai hingga menjadi serpihan daging kecil.


Kepala Xi Hai tanpa leher, terpental jauh dan jatuh ke sebuah jurang berjarak lebih dari seratus meter dari tempat tersebut.


Sementara itu, Jing Li yang sudah gelap mata, mengalirkan seluruh energi qi-nya sehingga aura hitam memancar dari tubuhnya.


“Matilah Kalian semua!”


BLAAAAMM


Rasa putus asa karena kematian sang kakak, membuat Jing Li merasa sangat putus asa dan marah. Ia meledakkan tubuhnya, berniat membunuh mereka dengan Racun Bunga Hitam yang sangat sulit dicari penawarnya.


Ledakan tubuhnya, membuat udara berfluktuasi dengan sangat hebat. Ratusan orang yang berada dalam radius seratus meter darinya, tewas dengan tubuh hancur berkeping-keping.

__ADS_1


Sementara ratusan orang yang lain, terpental dan mengalami luka dalam yang tidak ringan. Termasuk ratusan anggota sekte Golok Halilintar yang terpental dengan memuntahkan darah.


Huang Bao dan para kultivator tingkat Dewa lainnya, bisa bertahan dari ledakan itu dan masih di berada di tempat mereka semula. Hanya saja sesuatu terjadi diluar perkiraan.


Ratusan orang, baik dari aliansi aliran hitam maupun sekte Golok Halilintar, tiba-tiba menjerit keras. Mereka merasakan kulit tubuhnya mulai menghitamnya dan tubuh yang semakin melemah.


“Energi Qi-nya beracun?!” Wajah Hao Long tersentak, Ia segera menyadari bahwa akibat diterpa energi Jing Li tadi, kini seluruh orang yang berada di tempat tersebut, telah terkena racun Bunga Hitam.


Hao Long segera mengerahkan energi penyembuh Buah Persik Dewa. Sesaat kemudian, dari pori-pori tubuhnya, keluar asap hitam yang segera menghilang, tersapu oleh angin senja yang mulai terasa dingin.


Saat membuka matanya, Hao Long kembali dikejutkan dengan situasi di depannya. Kini hanya beberapa orang saja yang masih berada di udara.


Sementara yang lainnya telah berjatuhan dan terlihat ratusan orang tersangkut di pepohonan dengan posisi yang membuat Hao Long ingin tertawa, namun menahannya.


Mereka yang masih bertahan adalah Huang Bao, Qiu Heng, Ou Feng dan Ou Yang, Ruan Bei, Hong Jun dan Li Annchi yag saat itu terlihat tubuhnya dikelilingi oleh salju berwarna hitam.


“Long! Cepat tolong yang lainnya!” Teriakan Li Annchi membuat Hao Long segera tersadar. Ia melesat dengan cepat ke arah Huang Bao, mengalirkan energi penyembuh Buah Persik Dewa.


Sementara Hao Long membantu para petinggi Aliansi Aliran Putih menetralisir racun tersebut, Li Annchi melesat ke tempat dimana para anggota sekte Golok Halilintar berjatuhan karena lemas akibat racun yang mulai bekerja di tubuh mereka.


Dengan mengerahkan kekuatan besar, Li Annchi menarik tubuh ratusan orang yang masih hidup ke udara. Lalu mengumpulkan tubuh itu menjadi satu.


Dengan menggerakan tangannya beberapa kali, Li Annchi mengalirkan energi dingin yang Ia gunakan untuk menarik racun Bunga Hitam dari tubuh para anggota tersebut.


Proses itu berlangsung cukup lama, sehingga Hao Long yang telah selesai membantu para petinggi mengeluarkan racun dari tubuh mereka, segera mendatanginya.


“Annchi … Apakah masih lama?! Satu menit lagi mereka akan tewas karena kedinginan.” Li Annchi tersedak nafasnya sendiri dan segera menarik energinya.


---------------------------O----------------------------


INFO:

__ADS_1


Jadwal Update Legenda Liontin Naga mulai bulan ini, sehari dua Chapter. Pukul 11:00 WIB dan Pukul 19:00 WIB. Semoga bisa konsisten dan tepat waktu.


__ADS_2