Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
Hung Fei


__ADS_3

Namun niat Hung Fei terhenti karena merasakan enam Aura besar datang mendekati mereka. Ia mengenali salah satu pemilik Aura itu adalah Fung Jie.


“Akhirnya Kau datang juga Fung Jie. Hari ini aku yang akan menghabisimu!” Hung Fei melesat ke arah enam orang yang beberapa saat kemudian terlihat olehnya.


“Ternyata benar dirimu Hung Fei, Ku kira Kau sudah dimakan cacing neraka di dasar laut sana. Hahahaha …” Setibanya di depan Hung Fei, Fung Jie segera menyapanya.


Namun sapaan itu membuat Hung Fei terlihat sangat marah. Ia teringat akan deritanya selama bertahun-tahun akibat perbuatan Fung Jie kepadanya.


“Tertawalah sepuasmu Fung Jie, karena nanti kau akan mati mengenaskan di tanganku.” Selesai berkata demikian, Api berwarna putih segera menyelimuti Tubuh Hung Fei.


Fung Jie sedikit terkejut merasakan kekuatan Hung Fei yang telah meningkat jauh dari dugaannya. “Kau terkejut dengan kekuatan ku yang sekarang? Masih ada satu kejutan lagi yang akan membuat mu menyadari jika tawamu tadi adalah tawa terakhirmu.”


Gerakan Hung Fei yang bergerak menampar Fung Jie, sangat cepat sekali hingga Penguasa Dunia Elemen itu terlambat untuk menghindarinya.


Tubuh Fung Jie terpental jauh dengan raut wajah yang segera berubah menjadi serius. Ia segera mengerahkan seluruh kekuatan elemen dalam tubuhnya setelah menyadari kekuatan Hung Fei sekarang.


Jurus Badai lima elemen segera Fung Jie gunakan untuk menghadapi Hung Fei yang terlihat tenang saja. Puluhan tahun lalu, Hung Fei terlihat pucat saat Ia hanya mengunakan Jurus dari elemen petir.


Namun kini, setelah melihat jurus terkuatnya hanya dengan tatapan dingin dan bibir yang menyeringai, Fung Jie pun menjadi waspada terhadap Hung Fei.


Keduanya sama-sama melesat menyerang satu sama lain dengan gerakan yang sangat cepat dan sukar diikuti oleh mata biasa Long Bai dan keempat Ketua Klan lainnya.


Pertarungan jarak dekat kedua orang di ranah yang sama itu, benar-benar sangat menegangkan. Keduanya terlihat berimbang dalam serangan.


Tiga kali Fung Jie terlempar terkena serangan, namun dengan cepat Ia membalas dan membuat Hung Fei terlempar tiga kali juga.


Sementara udara di sekitar mereka berfluktuasi dengan aura panas yang luar biasa tinggi. Hal itu membuat para Ketua Klan memilih menjauh.


Hawa panas itu tidak bisa mereka tahan walau telah mengerahkan energi dalam jumlah besar untuk melindungi tubuh mereka.


“Long … Apakah sesepuh Fung Jie akan berhasil mengalahkan lawannya?” Tanya Li Annchi yang terlihat cemas melihat pertarungan masih berjalan seimbang, walau telah setengah jam mereka saling beradu serangan.

__ADS_1


“Entahlah .. Kurasa jika salah satu menang, akan mendapat luka yang sangat parah.” Jawab Hao Long seraya menatap dua orang asing dengan jubah mereka yang terlihat sangat bagus dan mewah.


Hao Long merasa heran dengan dua orang itu yang terlihat tenang dan memasang senyum di bibir mereka. Hal itu membuat Hao Long menjadi bertanya-tanya mengapa mereka bersikap demikian.


Ia merasa ada suatu siasat yang sedang direncanakan oleh keduanya. Ji Hua dan Annabi juga merasakan hal yang sama saat hao Long berbisik tentang kecurigaannya.


“Kita awasi mereka dan jangan lengah, jika salah satu atau keduanya berniat membantu, kami berdua yang akan menghadapinya.”


Hao Long merasa sedikit tenang, setelah mendengar ucapan Ji Hua. Perhatian Hao Long kembali ke dua orang yang sama-sama terpental akibat terkena serangan masing-masing.


Fung Jie mulai terlihat terengah-engah, begitupun dengan Hung Fei. Energi keduanya kini hanya tinggal separuh dari pertama kali mereka memulai serangan.


Sesuatu segera terjadi pada Hung Fei, Ia berteriak keras dan tiba-tiba melepas jubah bagian atas. Kini terlihatlah bawah di dada Hung Fei tertanam sebuah Batu Mustika berwarna putih.


Batu sebesar kepalan tangan bayi itu, menyala terang dan perlahan energi Hung Fei meningkat pesat, seolah Ia tidak melakukan pertarungan sebelumnya.


Api putih di kedua telapak tangan Hung Fei, menyala lebih terang lagi dengan lidah api yang semakin memanjang. Udara pun menjadi lebih panas dari sebelumnya.


“Rupanya ini yang dia maksud dengan kejutan yang lain. Aku tak boleh menyerah.” Fung Jie yang terlihat tidak bergerak, sebenarnya juga sedang menyerap energi murni dari alam.


Namun proses penyerapan itu tidak secepat seperti yang dilakukan oleh Hung Fei dengan Batu Mustika di dadanya.


Sementara dua orang rekan Hung Fei, terlihat tersenyum setelah melihat Gung Fei menggunakan kekuatan Batu Mustika di dadanya.


“Sepertinya Pria itu lawan berat bagi Hung Fei, hingga memaksanya menggunakan Kekuatan Mustika Inti Api yang telah menopang nyawanya selama ini.” Salah satu diantaranya berkata sambil menatap tajam ke arah Fung Jie.


Di sisi lain, Hao Long merasakan reaksi tak biasa dari Zamrud Khatulis yang tiba-tiba saja memaksa keluar dari Cincin Ruangnya. Hal yang sama terjadi pada Zamrud Tiwa yang berada di Cincin Ruang Li Annchi.


“Long … “ Perkataan Li Annchi bersamaan dengan perkataan dari Hao Long yang juga memanggilnya.


Keduanya tidak meneruskan perkataan mereka, karena menyadari kedua zamrud itu tak bisa mereka tahan lagi untuk segera dikeluarkan.

__ADS_1


Munculnya dua Zamrud berbeda hawa di tangan Hao Long dan Li Annchi, membuat kedua rekan Hung Fei terkejut hingga mereka berjingkat mundur.


“Mustahil … “


“Bagaimana bisa ?!!...”


Keduanya berkata bersamaan dengan mata melotot lebar, melihat ke arah dua zamrud yang mengeluarkan energi berbeda hawa sangat besar hingga membuat udara terasa sangat sejuk.


“Kita harus segera melaporkan hal ini pada Kaisar secepatnya.” Salah satu dari keduanya berkata seraya membuat portal dimensi yang membuat JI Hua dan Annabi bersiaga.


“Apa yang Guru Berdua lakukan?” Tanya Huang Fei yang tersentak kaget. Namun Ia tak mendapat jawaban atas pertanyaannya.


Hati Hung Fei seketika menjadi jerih, karena kedua orang yang merupakan Gurunya dan juga penyelamat hidupnya, telah menghilang ke dalam portal dimensi.


Hao Long dan Li Annchi, juga terkejut akan apa yang dilakukan oleh kedua orang tersebut. Namun mereka lebih terkejut dengan sebutan Hung Fei terhadap kedua orang itu.


ARRGGGHHH


Saat semua orang sedang terdiam dengan pertanyaan masing-masing dalam benak mereka, sesuatu terjadi pada Hung Fei yang berteriak keras seperti orang yang sedang kesakitan.


Saat itulah semua orang baru menyadari jika Zamrud Khatulis sedang melakukan sesuatu pada Mustika Inti Api yang berada di dada Huang Fei.


Hal itu terlihat dari cahaya yang melesat keluar dari Zamrud Khatulis tepat di mana Batu Mustika Hung Fei berada.


Perlahan namun pasti, Batu Mustika di dada Hung Fei meluruh dan berubah menjadi kristal putih sebesar pasir. Terasa juga oleh mereka jika energi Hung Fei menurun drastis.


Tubuh Hung Fei pun perlahan mendekati Zamrud Khatulis. Hao Long yang menyadari sesuatu, segera menahan tubuh Hung Fei dengan tangan kirinya.


Tepat di leher Hung Fei Hao Long meletakkan tangannya. Ada sesuatu yang Ingin Hao Long tanyakan padanya tentang jati diri kedua orang yang tadi dipanggil Guru, oleh sosok sepuh itu yang kini tak berdaya dalam cengkeraman tangannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2