
“Tuan Long … Satu hal lagi belum Anda lakukan. Gunakan Tangan Petir Dewa Langit untuk menghisap energi kami bertujuh, maka kekuatan Tangan Petir akan mencapai kekuatan penuhnya.”
Hao Long terdiam sejenak, lalu melangkah dan setelah berterimakasih, Ia meletakkan tangan kanannya di dada Roh Kristal Merah.
Seketika itu juga Hao Long merasakan sentakan energi besar merasuki tubuhnya sesaat setelah tubuh Roh Kristal Merah lenyap ke Dalam Tangan Petir Dewa Langit.
“Long … Bagaimana langkah kita selanjutnya?” Tanya Li Annchi saat keduanya melayang kembali ke tempat dimana Sesepuh Long Bai dan Dai Hu sedang menunggu mereka.
“Kita akan mencari Kristal Jingga, Kedua Sesepuh itu mengetahui di mana kita bisa menemukannya.”
Long Bai dan Dai Hu terlihat senang melihat keduanya kembali dalam keadaan baik-baik saja. Lalu keduanya menjelaskan tentang lokasi dimana Kristal Jingga berada.
Lokasi Kristal Jingga berada seribu kilometer di sebelah timur dari tempat ini dan berada di wilayah yang dikuasai oleh Klan Elemen tanah.
Seraya melesat ke arah Timur, Long Bao dan Dai Hu bergantian menjelaskan tentang situasi tempat dimana beradanya Kristal Jingga tersebut.
Kristal itu berada di tengah-tengah hutan yang dikenal dengan nama Hutan Kematian. Konon kabarnya, hanya Kultivator Level Lima Dewa Sejati saja yang bisa keluar hidup-hidup dari dalam hutan itu, setelah mereka memasukinya.
Selebihnya tidak diketahui bagaimana nasibnya. Namun dari banyaknya tulang-belulang yang ditemui oleh seorang Kultivator Level Lima, mereka yang tidak kembali, diduga telah tewas semua.
Kultivator Level Lima itu, berhasil keluar dari dalam Hutan dengan tubuh yang mengalami luka diberbagai bagian tubuhnya.
Setahun kemudian Ia dikabarkan meninggal setelah sakit yang di deritanya sejak keluar dari dalam Hutan Kematian. Kabarnya, Ia tewas dengan tubuh yang mengering bagai sebuah pohon yang layu.
“Apakah tidak diketahui penyebab sakitnya itu, Sesepuh?” Tanya Hao Long, karena merasa ada sesuatu yang disembunyikan.
“Itu … Sebenarnya …” Long Bai melirik ke arah Li Annchi dengan wajah yang terlihat ragu. Dai Hu yang melihatnya, pura-pura tidak mengetahui keraguan Long Bai.
“Sebenarnya apa Sesepuh Bai?” Hao Long terus bertanya karena sikap Long Bai semakin membuatnya penasaran. “Jelaskan saja, toh mereka sudah dewasa.” Ucap Dai Hu santai.
“Kalau begitu Kau saja yang menjelaskan pada mereka?” Jawab Long Bai, sedikit merasa kesal kepada Dai Hu yang tidak mau membantunya menjelaskan hal tersebut.
“Tuan Long … Anda akan tahu sendiri nanti setelah memasuki Hutan Kematian itu. Aku tidak bisa menjelaskannya saat ini.” Long Bai berkata sambil melirik Li Annchi yang diam seolah tidak mendengar pembicaraan mereka.
Hao Long pun akhirnya menyerah. Namun demikian, Ia sudah bisa menduga apa yang menyebabkan Kultivator Level Lima itu tewas.
__ADS_1
Setelah hampir tiga jam melayang di udara, akhirnya mereka tiba di wilayah yang dikuasai oleh Klan Elemen tanah. Sebuah Kota besar terlihat beberapa saat kemudian.
“Bagaimana jika kita singgah dulu di Kota Lu’an dan beristirahat dulu di kota ini untuk semalam?” Perkataan Dai Hu disetujui oleh ketiga orang lainnya.
Keempatnya pun sepakat untuk turun dan berjalan kaki memasuki kota besar itu. Setelah berhasil melewati pemeriksaan di gerbang Kota dengan identitas Ketua milik Long Bai, mereka pun mulai menyusuri jalan kota yang tertata dengan sangat apik itu.
Bentuk bangunan di dalam kota itu, terlihat mewah. Semuanya terbuat dari Tanah Liat yang dikerjakan dengan sangat rapi. Keempatnya berhenti setelah menemukan kedai yang juga menyediakan penginapan terbaik di kota itu.
Bangunan kedai itu memiliki tiga lantai dengan ukuran yang sangat besar, walau bukan terbesar di Kota Lu’an. Karena Bangunan terbesar di Kota itu adalah milik Ketua Klan Elemen Tanah.
Namun Bangunan itu kini telah ditempati oleh Sosok Kultivator dari Dunia Kristal yang juga menjadi penguasa Kota Lu’an. Seorang Kultivator Level Empat yang sangat kejam.
Informasi itu mereka peroleh dari pelayan yang datang menghantarkan pesanan mereka. “Long hidangan ini sangat lezat, Aku pesan lagi ya..?”
Tanpa menunggu jawaban Hao Long, Li Annchi segera beranjak pergi meninggalkan mereka dan menunggu pesanannya. “Tuan Long … Apakah Anda dan Nona Li Annchi telah menikah?”
Pertanyaan Long Bai membuat Dahi Hao Long berkerut. “Kami Akan menikah sekembalinya ke Dunia Asal Kami. Mengapa Anda bertanya hal itu Sesepuh?”
“Ah tidak … Jika sudah menikah, mungkin akan lebih aman bagi Anda berdua saat memasuki Hutan Kematian.” Jawab Long Bai sambil menoleh ke arah Li Annchi yang masih menunggu hidangannya selesai dibuat oleh koki kedai.
“Apakah sebenarnya sakit yang di derita oleh Kultivator itu Sesepuh?” Tanya Hao Long. Long Bai menghela nafas sejenak, lalu menjelaskan dengan cepat apa yang terjadi pada Kultivator itu.
Hao Long mengangguk, saat Ia akan bertanya lagi, terdengar suara jeritan seorang pemuda dari arah di mana Li Annchi berada. Saat melihatnya, ketiganya pun menghela nafas panjang.
Seorang pemuda jatuh dengan tubuh yang membungkuk seraya memegangi perutnya. “Jangan sembarangan menggoda perempuan!”
Setelah berkata demikian, Li Annchi melangkah dan kembali duduk di meja dengan hidangan yang Ia pesan dan lantas menyantapnya. Suasana ruang makan pun seketika menjadi hening.
Hal itu bukan tanpa sebab, karena seorang Pria tinggi besar mendatangi meja dimana Li Annchi berada. Ia datang bersama tiga orang lain di belakangnya.
Sepertinya Pria itu sangat ditakuti di Kota Lu’an. Hal itu terlihat dari raut para pelanggan lain yang segera menunduk setelah melihatnya.
“Nona! … Kau berani sekali mencari masalah dengan Tuan Muda Wuhu. Sepertinya Kau bukan penduduk Kota Lu’an. Segeralah minta maaf dan turuti kemauannya.”
Suara Arogan pria itu terdengar jelas, karena suasana restoran yang hening sejak kedatangannya tadi.
__ADS_1
Li Annchi yang sedang asik menyantap hidangan, terlihat tidak memperdulikannya. Membuat pria tinggi besar itu marah dan hendak menggebrak meja makan mereka.
Namun tangan Hao Long telah lebih dulu mencengkeram pergelangan tangan lelaki itu, satu jengkal lagi sebelum menyentuh permukaan meja.
“Kami sedang bersantap, pergilah jika masih ingin hidup!” Hao Long berkata, seolah tidak merasakan rontaan dari pria itu yang terus mencoba menarik lepas tangannya dari cengkeram Hao Long.
Wajah pria itu terlihat pucat saat menyadari kekuatan cengkeram Hao Long, karena Ia telah mengeluarkan kekuatan penuhnya, namun belum juga bisa melepaskan tangannya.
Hao Long yang kesal, lalu melepaskan cengkeram itu seraya mengibaskan tangannya ke arah jendela.
Pria dengan tubuh tinggi besar itu, terlempar hingga keluar dari ruang makan melalui jendela. Tubuhnya pun jatuh tergeletak di jalanan.
Semua orang terkejut melihatnya, suasana di dalam ruangan pun menjadi riuh dengan segera perginya mereka dari tempat duduk masing-masing.
Tiga orang lain yang tadi bersama pria itu, baru tersadar dari keterkejutan mereka, lalu segera melesat keluar menyusul rekannya.
Setelah berdiri, Pria yang tadi terlempar segera memerintahkan salah satu dari ketiganya untuk melapor pada guru mereka yang bernama Wusang.
Mendengar nama Wusang disebut, Long Bai dan Dai Hu saling berpandangan. “Mengapa Anda berdua terlihat gelisah Sesepuh?” Tanya Hao Long sambil menegak arak di cawannya.
“Masalah sepele ini, sepertinya akan mengundang keributan besar. Pemuda yang dipanggil Tuan Muda Wuhu itu, sepertinya adalah Cucu dari Wushang, Ketua Klan Elemen tanah.”
Walau Wushang memiliki level yang sama dengan mereka berdua, namun Long Bai menjelaskan bahwa tidak mudah bagi mereka berdua mengalahkan Wushang.
Hal itu karena jurus-jurus Wushang yang memiliki pertahanan kuat dengan serangan balik yang tak terduga dan sangat mematikan.
Mendengar itu, Hao Long segera berdiri dan menghampiri pemuda bernama Wuhu yang masih meringkuk karena Ia tak mampu berdiri dengan perut yang sedang membeku akibat terhantam pukulan Li Annchi.
“Gadis yang kau goda tadi adalah isteri ku, bersyukurlah Ia tidak membuatmu mati bujang. Pergilah dan katakan pada Kakekmu Wushang jika ini adalah kesalahanmu sendiri.”
Hao Long berkata kepada Wuhu setelah Ia membuat perut pemuda itu kembali normal seperti sediakala. Terlihat Wuhu menyimpan kemarahannya, saat pergi meninggalkan kedai tersebut tanpa berkata sepatah kata pun kepada Hao Long.
Baru saja Hao Long hendak duduk kembali di kursinya, empat Aura besar terasa mendekati kedai itu. Satu aura diantaranya, terasa sangat kuat.
“Tak salah lagi, Aura kuat ini milik Wushang. Tak ku sangka kekuatannya telah meningkat pesat dari terakhir kali aku bertemu dengannya.” Perkataan Dai Hu membuat Long Bai menelan ludahnya.
__ADS_1
Hao Long pun memahami kegelisahan kedua sesepuh itu, setelah Ia merasakan Aura kekuatan Wushang yang hampir menembus level Enam Tingkat Dewa Sejati.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=