
Melihat Li Annchi dalam pengaruh energi Roh Iblis Es, Matriark Lin Yu segera melesat mendekati ketiga orang tersebut. Ia pun segera mengangkat tangan kanannya ke atas dan memutarnya dengan cepat.
Seketika memancar seberkas sinar putih dan membentuk sebuah gelang bergaris tengah satu meter. Matriark Lin Yu segera menggerakkan gelang energi itu tepat ke atas tubuh Li Annchi.
Gelang energi itu, tiba-tiba memancarkan cahaya yang menyelimuti tubuh Li Annchi. Berbeda dari sebelumnya, kali ini sosok Li Annchi mampu bertahan, bahkan melepaskan diri dari energi yang menyelimuti tubuhnya itu.
Hal itu membuat Matriark Lin Yu terkejut melihatnya. Apalagi saat gelang energinya berhasil dipentalkan oleh ledakan energi yang sangat besar dari tubuh Li Annchi yang terlihat sangat marah.
Ledakan energi itu membuat Hao Long terhempas belasan meter, demikian juga dengan Matriark Lin Yu. Hanya Pertapa Sakti Pulau Persik dan Dewi Bunga Hitam yang masih tetap berada di tempatnya.
“Hahahaha … Racun Rohku telah bekerja padanya, sekarang gadis ini telah menjadi pengikutku. Pertapa Pulau Persik, hari ini aku akan membunuhmu!”
Mendengar ucapan Dewi Bunga Hitam, Sosok Penguasa Pulau Persik itu menjadi waspada. Ia bisa merasakan jika kekuatan gadis itu, kini tidak lebih rendah darinya.
“Kalian berdua menjauhlah! Gadis ini sangat berbahaya.”
Pertapa Sakti Pulau Persik yang bernama Huang Bao itu, berteriak seraya mengerahkan kekuatannya di tingkat pendekar Dewa Tahap Awal.
Udara seketika bergetar hebat akibat pancaran energi yang juga menghempaskan Hao Long dan Matriark Lin Yu menjadi belasan meter lebih jauh lagi dari Li Annchi.
Sesaat kemudian terdengar benturan keras dari dua lengan yang beradu yang membuat Tubuh Huang Bao maupun Li Annchi sama-sama terpental.
Namun keduanya kembali bertukar serangan dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh mata Hao Long maupun Matriark Lin Yu dan Ao Lang.
Pertukaran serangan kedua Kultivator tingkat Pendekar Dewa itu, membuat seluruh apa yang berada di sekitarnya hancur dan rata dengan tanah yang bersalju.
Wajah Dewi Bunga Hitam terlihat tegang dengan pertarungan yang begitu dahsyat itu. Beberapa kali energi nyasar dari kedua orang itu, melesat dan hampir mengenai dirinya.
“Sepertinya Gadis Salju itu akan kalah jika mereka terus bertarung lebih lama lagi. Aku harus membantunya dan secepatnya pergi dari tempat ini dengan membawa dia.”
Setelah berpikir demikian, Dewi Bunga Hitam segera bersiap untuk melakukan serangan tipuan terhadap Pertapa Sakti Pulau Persik.
__ADS_1
Dari tangan kanannya kini memancar cahaya merah yang sesaat kemudian segera membesar dan berbentuk manusia yang sama persis seperti dirinya.
Sesaat kemudian, Ia bergerak ke arena pertarungan bersamaan dengan duplikat dirinya. Keduanya bergerak zigzag untuk menyamarkan sosok aslinya.
Huang Bao terkejut saat mendapat serangan dari dua sosok Dewi Bunga Hitam, Ia pun mulai kewalahan beberapa saat kemudian.
Hal ini pun segera dimanfaatkan oleh Dewi Bunga Hitam dengan menggerakkan duplikatnya untuk terus mencecar Huang Bao dengan serangan mematikan.
Ia lalu meraih tangan Li Annchi yang masih terpengaruh oleh energi Roh Iblis Api. Dalam sekali hentak, Ia telah melesat sejauh lima puluh meter dari tempat Huang Bao berada.
“Kurang Ajar!” Huang Bao yang baru menyadari dirinya terkecoh, segera melesat hendak menyusul Dewi Bunga Hitam yang semakin menjauh. Namun Sosok duplikat Dewi Bunga Hitam menghadangnya.
Sementara Hao Long yang terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Dewi Bunga Hitam yang hendak membawa Li Annchi pergi segera melesat mengejarnya.
Namun perbedaan kekuatan menyebabkan Ia tertinggal semakin jauh hingga selisih satu kilometer. Hal ini membuat Hao Long menjadi sangat kesal.
“Long’er Jangan dikejar! Berbahaya!” Ao Lang yang juga melesat untuk mengejar Hao Long, kini telah berada disamping muridnya.
Terdengar suara ledakan keras, dari belakang keduanya, sebelum Hao Long sempat berkata-kata.
Ledakan itu berasal dari tubuh Duplikat Dewi Bunga Hitam yang terkena serangan Huang Bao dengan menggunakan jurus Pamungkasnya.
Hao Long terdiam memandang ke arah barat dimana Li Annchi telah menghilang bersama Dewi Bunga Hitam. Kesedihan terlihat jelas di wajahnya.
“Tenanglah … Aku Yakin Chi’er akan baik-baik saja. Kekuatannya sudah sangat tinggi.” Ao Lang berusaha menenangkan Hao Long yang kini terlihat semakin gusar.
Keduanya melesat kembali ke tempat dimana Huang Bao dan Matriark Lin Yu berada. Mereka terlihat sedang berbicara dengan serius sat keduanya tiba di depan mereka.
Penguasa Pulau Persik itu, memandang Hao Long dengan raut yang sedikit menunjukkan rasa jerih. Hal itu karena Ia teringat akan Liontin yang berada di leher Hao Long.
“Jadi Kau dan Gadis Salju itu berasal dari masa depan?”
__ADS_1
Hao Long mengiyakan pertanyaan Huang Bao yang kemudian bertanya bagaimana Hao Long bisa memiliki Kalung Liontin Naga Api tersebut.
Hao Long pun menjawabnya seperti yang Ia jelaskan kepada Biksu Gao Han. Beberapa saat kemudian wajah Pertapa Sakti Pulau Persik itu terlihat sedang berpikir keras.
“Jika Liontin itu adalah Liontin yang berasal dari masa depan, lalu dimana Liontin Naga Api dan Liontin Naga Es di masa sekarang ini berada?”
Semua terdiam mendengar pertanyaan Huang Bao. Sementara Matriark Lin Yu sedang berpikir keras tentang bagaimana keberadaan Li Annchi bisa diketahui oleh Dewi Bunga Hitam.
Seingatnya seluruh pasukan Topeng Kematian yang menyerang sektenya beberapa hari lalu, telah tewas oleh Li Annchi.
“Mengenai Liontin itu, kita cari tahu dengan perlahan-lahan saja. Ada Petaka besar yang akan segera terjadi jika kekuatan Iblis Es itu berada di tangan orang Aliran Sesat seperti Dewi Bunga Hitam.”
Semua orang melihat Matriark Lin Yu dengan raut wajah keheranan mendengar ucapan pemimpin Sekte Pulau Es Utara itu.
“Apa maksudmu dengan akan terjadi petaka besar, Yu’er?” Tanya Huang Bao kemudian.
“Kekuatan Iblis Es telah menguasai kesadaran Chi’er akibat racun Roh yang dimasukkan Dewi Bunga Hitam ke dalam tubuhnya.”
Matriark Lin Yu menghela nafas sejenak, lalu melanjutkan penjelasannya. Saat ini, Kesadaran Li Annchi telah tertidur dan tubuhnya dikendalikan oleh Energi Roh Iblis Es yang sangat kuat dan jahat.
Hal itu Ia ketahui dari tidak berfungsinya Gelang Giok yang berada di tangan kanannya. Menurut penjelasan gurunya yang telah meninggal, jika hal itu terjadi maka petaka besar akan segera melanda dunia ini.
“Lalu bagaimana cara mengalahkan Energi Roh Iblis Es itu Matriark Lin.” Tanya Hao Long yang begitu khawatir dengan apa yang terjadi pada Li Annchi.
“Hanya seseorang yang menguasai jurus Tapak Salju Abadi yang mampu untuk mengalahkanya. Hhh … Ini semua salahku.” Matriark Lin Yu tertunduk sedih.
Seandainya saja Ia tidak terlupa memberitahu Li Annchi agar menguasai terlebih dahulu Jurus Tapak Salju Abadi, mungkin Petaka besar ini tidak akan terjadi.
“Yu’er … ini bukan salahmu. Yang Aku herankan, bagaimana bisa Dewi Bunga Hitam menyusup kemari dan kau tidak mengetahuinya sama sekali. Hingga Ia berhasil memberi Racun Roh ke Tubuh Li Annchi dan membuat Energi Roh Iblis Es menguasai tubuh dengan Akar Roh Yin itu.”
Huang Bao berusaha menenangkan Matriark Lin Yu yang kini terlihat kesal kepadanya.
__ADS_1
-------------------------O-----------------------------