Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
035: Tombak Golok Harimau Hitam


__ADS_3

“Patriark Xi Hai, mengapa cambuk pusakamu berada di tangan gadis itu?” Sosok yang baru datang, setidaknya telah berusia lima puluhan tahun.


“Patriark Tong, beruntunglah Anda datang, gadis ini mengambil senjataku dengan cara tak biasa.” Setelah diam sejenak Xi Hai menjelaskan apa yang baru saja terjadi.


“Menarik sekali, masih semuda ini sudah memiliki kultivasi yang tinggi.”


Tong Tse, Sang Pemimpin Sekte Harimau Hitam, satu dari tiga sekte terkuat dalam Aliansi Tiga Belas Sekte, tersenyum seraya menatap Li Annchi.


Setelah mengamati beberapa saat, Tong Tse menyadari bahwa gadis di depannya sedang dirasuki oleh sosok lain yang membuatnya segera mengeluarkan Pusaka Iblisnya.


Mata Iblis Es seketika melotot lebar melihat Tombak Golok yang sangat Ia kenali. Kakinya pun tersurut dua langkah ke belakang mengenali senjata milik Panglima Kerajaan Iblis yang dihancurkan para Dewa Ribuan Tahun lalu.


“Tombak Golok Harimau? Bagaimana bisa senjata Panglima Iblis berada di tangan manusia?”


Rasa jerih merasuki hati Iblis Es saat merasakan Aura besar mengintimidasi dirinya bersamaan dengan bergetarnya tubuh Tong Tse yang telah mengalirkan energi qi ke dalam tombak golok tersebut.


Udara bergetar dengan hebat saat Tombak Golok itu terayun ke arah Li Annchi yang segera melompat menghindari tebasan tombak golok yang mengeluarkan energi golok sangat besar.


BLAAAAM


Tanah yang tadi dipijak Li Annchi, terbelah hingga lebih dari lima meter dengan tanah yang berhamburan ke udara. Iblis Es kembali dikejutkan dengan munculnya energi berbentuk harimau hitam yang melesat ke arahnya.


CTAAAAAR !!!


Lecutan Cambuk Iblis, tepat mengenai energi berbentuk harimau hitam itu. Namun alangkah terkejutnya Iblis Es saat energi itu tidak meledak, bahkan terlihat hidup dan menatap tajam dirinya dengan mata yang semakin memerah.


Aura merah kehitaman menyelimuti tubuh harimau hitam yang membuat udara terasa semakin berat akibat tekanan energi besar yang memancar dari tubuh harimau hitam.


Iblis Es yang menyadari dirinya tidak bisa menang, memilih untuk meninggalkan tempat tersebut dengan memutar cambuknya di udara hingga menimbulkan angin tornado berhawa sangat dingin.


Lalu Ia mendorong cambuk yang berputar itu ke arah Harimau hitam yang telah melompat dan bersiap menerkam dirinya.

__ADS_1


BLAAAAMMM!!!!


Ledakan keras menggelegar saat angin tornado dan cambuk itu, berbenturan di udara dengan Harimau Hitam yang tubuh besarnya terpental hingga sepuluh meter.


Sementara Li Annchi telah menghilang dari tempat tersebut, merelakan cambuknya dimiliki oleh Xi Hai demi menyelamatkan dirinya dari keganasan Tombak Golok Harimau yang Ia ketahui adalah senjata terkuat kedua dari bangsa iblis.


Wajah Xi Hai terlihat senang, setelah menyimpan kembali Cambuk Iblis ke dalam cincin ruangnya. Lalu mengucapkan terimakasih kepada Tong Tse.


“Patriark Xi, siapa sebenarnya gadis itu?” Xi Hai menggeleng pelan karena ia tidak mengetahui jatidiri Li Annchi, hingga akhirnya Ia teringat akan sesuatu.


“Sepertinya Gadis itu yang membunuh Komandan Pasukan Topeng kematian dan sebagian anak buahnya saat mereka hendak menghancurkan Sekte Pulau Es Utara. Kurasa, tidak baik membiarkan sekte itu lebih lama lagi.”


Tong Tse mengangguk tanda setuju dengan perkataan Xi Hai. “Lalu bagaimana dengan Kuil Cahaya Abadi? “


XI Hai terdiam sejenak. “Sepertinya Biksu Tua itu, telah kembali memiliki kekuatan penuhnya. Tidak mudah bagi pasukan kita untuk menghadapinya. Mungkin Kita perlu turun tangan untuk menghabisi mereka.”


Tong Tse menyeringai lebar, Ia sudah lama tidak bertarung dengan lawan yang kuat. Menyerang Kuil Cahaya Abadi yang memiliki Kultivator hebat, membuatnya bersemangat. “Lalu apa informasi yang ingin Kau sampaikan padaku Patriark Xi.”


Xi Hai terlihat menelan ludahnya sejenak, lalu mengatakan bahwa Ia baru bertemu dengan tiga makhluk asing yang telah mereka tunggu kedatangannya.


“Kekuatan mereka tidak manusiawi, Aku sudah tertekan hanya oleh Aura mereka saja.” XI Hai kembali menelan ludahnya, mengingat kejadian kemarin.


“Apakah mereka lebih kuat dari Ketua Aliansi Kita?” Tanya Tong Tse penasaran. ”Entahlah … Kurasa jauh di atas kekuatan penuh Ketua Aliansi.”


Wajah Tong Tse memperlihatkan rasa terkejut untuk sesaat.”Apakah mereka bersedia bekerja sama dengan Aliansi Kita?”


“Untuk hal itu, mereka akan mengamati terlebih dahulu apakah dunia tempat kita berada ini, layak untuk mereka diami. Kurasa sebaiknya kita batalkan saja kerjasama itu.”


Wajah Tong Tse kembali terkejut mendengar keterangan XI Hai. Namun mereka tidak berani memutuskan hal tersebut tanpa persetujuan Aliansi.


Keduanya lalu memutuskan untuk mencari Ketua Aliansi yang selama ini sulit untuk mereka temui, juga jati diri sebenarnya dari Sang Ketua yang masih misterius bagi mereka berdua.

__ADS_1


***


“Mengapa begini? Apakah ada yang salah?”


Hao Long terlihat kebingungan sendiri setelah tiga hari dirinya berkultivasi untuk menyerap kedua sumber daya yang diyakininya bisa membuka dua titik meridiannya yang belum terbuka.


Tidak terjadinya perubahan pada tubuh dan sepertinya tidak reaksi apapun terhadap tubuhnya, membuat Hao long menghentikan kultivasinya dan ingin menemui Sesepuh Huang Bao.


“AARRRGGGHHH!!!!”


Hao Long tiba-tiba jatuh tersungkur dan menjerit keras. Hal yang mengejutkan Ao Lang dan Huang Bao yang saat itu sedang bermain catur.


Keduanya segera melesat setelah mendengar raungan Hao Long yang berulang kali. “Long’er !! apa yang terjadi?”


“Jangan mendekat!” Huang Bao segera menahan gerakan Ao Lang yang hendak menyentuh tubuh Hao Long yang berguling-guling di tanah.


Terlihat asap berwarna merah, mengepul dari tanah yang baru saja tertindih tubuh Hao Long yang menjerit tiada henti karena rasa panas di sekujur tubuhnya yang sangat menyiksa dirinya.


Tubuh pemuda dari masa depan itu terus berguling ke sana kemari, seiring dengan kulit tubuhnya yang mulai berubah ditambah suara dari tulang tubuhnya yang mulai berderak keras.


Hao Long berkelojotan tanpa henti seolah orang hendak dicabut nyawanya. Hal yang membuat Ao Lang dan Huang Bao Sekalipun terlihat kebingungan.


Sebagai Tokoh yang juga mendalami pengobatan, Huang Bao menyadari adanya sebuah kesalahan terhadap kultivasi yang dilakukan oleh Hao Long.


Aura dingin segera memenuhi udara saat Huang Bao akan mendekati Hao Long. “Aaah Aku terlambat!” Suara Biksu Gao Han yang datang bersama Zou Ning, terdengar sedih.


“Apa maksudmu dengan terlambat Saudara Han?” Huang Bao menyadari ada sesuatu yang diketahui oleh Biksu Sepuh dari Kuil Cahaya Abadi itu.


“Biksu Gao Han tidak menjawab pertanyaan Huang Bao, melainkan segera meminta Zou Ning untuk melakukan sesuatu terhadap Tubuh Hao Long yang telah berhenti bergerak seiring dengan kesadarannya yang menghilang.


“Long’er !” Ao Lang tak bisa menahan dirinya saat Ia menyadari perlahan jubah Hao Long terbakar dengan kulit tubuhnya yang kini terlihat seperti bara api.

__ADS_1


“Ning’er … Cepatlah!” Biksu Gao Han berteriak meminta Zou Ning melakukan sesuatu tanpa menyadari Zou Ning sedang terpaku menatap tubuh polos Hao Long yang kulitnya membara itu.


---------------------------O---------------------------


__ADS_2