Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
Memasuki Hutan Kematian


__ADS_3

Saat telah berada di dekat mereka, Wushang lalu mengingatkan agar berhati-hati dengan dahan-dahan pohon tersebut. “Jangan Khawatir Sesepuh, kita akan baik-baik saja.”


Hao Long menenangkan Wushang karena Ia mengetahui informasi dari Roh Kristal Merah, jika saat ini Roh kristal jingga sedang menunggu kedatangan mereka.


Setelah tiba di ujung lorong, mata Wushang melotot lebar. Demikian juga dengan Long Bai dan Dai Hu. Hal itu karena keduanya melihat adanya makhluk seperti bayangan yang berwarna jingga.


Namun yang Wushang lihat adalah sebuah pohon besar dengan buahnya yang sangat lebat. Buah itulah yang Ia cari dengan mengikuti Hao Long memasuki Hutan Kematian.


“Buah Surgawi Dunia itu sepertinya jauh lebih tua usianya dari yang berada di tepi Hutan tadi. Aku beruntung sekali jika bisa mengambil sepuluh saja.” Dalam benaknya, Wushang mulai menyusun rencananya.


“Kristal Merah … Akhirnya kita bertemu kembali.” Roh Kristal Jingga berkata seraya memandang ke arah tangan kanan Hao Long.


Roh Kristal Merah, segera mewujudkan dirinya dan gelang merah di sekitar lengan Hao Long pun sirna. “Saudaraku, sudah lama kita tidak bertemu.”


Keduanya saling berpelukan, lalu setelah berbincang sejenak Kristal merah segera memberi hormat kepada Hao Long sebelum menyerahkan Kristal Jingga yang Ia jaga selama ribuan tahun ini.


“Bolehkan Aku memetik buah Surgawi Dunia itu?” Tiba-tiba Wushang bertanya ketika Roh Kristal Jingga dan Kristal Merah akan memasuki Tangan Petir Dewa Langit milik Hao Long.


“Untuk apa? Bukankah dulu Kau telah ku biarkan mengambil sepuluh buah.” Pertanyaan itu sulit dijawab oleh Wushang. Namun akhirnya Ia mengatakan alasan sebenarnya dengan berbisik pelan kepada Roh Kristal Jingga.


“Baiklah Jika begitu situasinya. Ambillah sepuluh buah saja. Karena satu buah dari pohon ini, setara dengan sepuluh buah dari pohon yang pernah Kau Ambil dulu. ”


Tentu saja Wushang terkejut senang mengetahui hal tersebut. Lalu Ia menjawab pertanyaan Long Bai tentang Khasiat buah itu dengan berbisik kepada keduanya.


Long Bai dan Dai Hu yang baru mengetahui khasiat buah itu dari Wushang, terlihat terkejut. Lalu Keduanya pun meminta sepuluh buah yang sama kepada Roh Kristal Jingga yang mengizinkannya setelah melotot kesal ke arah Wushang.


Ketiga Ketua Klan itu segera melayang dan masing-masing mengambil sepuluh buah dan menyimpannya ke dalam Cincin ruang Mereka.


Saat mereka selesai, kedua makhluk roh itu telah berada di dalam Dimensi Tangan Petir Dewa Langit. Saat ketiganya tiba di depannya, Hao Long sedang bertanya tentang khasiat buah tersebut kepada Roh Kristal Jingga.


“Tuan Long … Buah Surgawi Dunia itu mengandung energi besar untuk memperkuat kerja pusaka para pria. Sangat cocok bagi mereka yang sudah tua dan beristri banyak. Apakah Anda juga menginginkannya?”

__ADS_1


“Tentu Saja! Bolehkan aku mengambil semua buah yang tersisa?” Tanya Hao Long yang segera melesat ke atas pohon dan mengambil seluruh buah yang tersisa.


Wushang dan Kedua orang kakek lainnya, terbengong melihat Hao Long mengambil ratusan buah itu, hingga tidak menyisakan satu pun buah di pohon tersebut.


“Mengapa kau juga ikut mengambil buah-buahan itu? Apa sebenarnya khasiat buah tersebut?” Tanya Li Annchi setelah Hao Long kembali menginjak tanah.


“Buah ini akan membuatmu bahagia.” Ucap Hao Long yang segera disambut dengan tawa terkekeh dari Wushang dan lainnya.


Li Annchi pun menjadi curiga. Namun Ia memilih diam dan akan bertanya lagi saat mereka tiba di Kota Lu’an.


Kelima orang itu melayang dengan cepat ke arah Kota Lu’an. Entah mengapa, firasat buruk mengisi benak Wushang yang membuatnya ingin cepat kembali.


Ketika tiba di gerbang Kota, Wushang merasa heran karena tidak ada satupun orang yang menjaga tempat tersebut. “Ada apa Ketua Wushang?” Dai Hu bertanya karena Wushang berhenti sejenak ketika mereka tiba di atas gerbang kota.


“Sepertinya telah terjadi sesuatu hal yang buruk.” Wushang segera melesat cepat ke arah bangunan miliknya. Dan Ia terkejut mendapati ratusan mayat tergeletak di halaman kediamannya itu.


Wushang segera memeriksa satu persatu mayat itu. Wajahnya terlihat sedih dan marah ketika mendapati, seluruh Tetuanya telah tewas termasuk tiga puteranya. Ia terus mencari dibantu oleh Dai Hu dan Long Bai.


Hao Long segera mendekati keduanya. “Sesepuh biar ku obati dulu lukanya, Semoga masih sempat.” Dengan energi Persik Dewa, Hao Long pun berhasil menyelamatkan nyawa Wuhu.


Wuhu pun lalu menjelaskan jika satu jam setelah Wushang pergi, datang Ludi bersama Cai Di dan puluhan orang dari Klan Api ke Kota Lu’an. Mereka mencari ke empat orang yang dicurigai telah membunuh Cai Hung dan Chu Bei.


Ketua Klan Elemen Api terlihat sangat marah, setelah Ia mengetahui Wushang sedang pergi bersama Hao Long dan Li Annchi.


Saat itulah, Tetua Cheng Lung melakukan Pengkhianatan. Ia mengaku mendengar pembicaraan ketiga Ketua Klan itu semalam.


Ia tidak sependapat dengan keputusan Wushang yang akan ikut bergabung memberontak bersama Klan Petir dan Klan Angin.


Akhirnya terjadi perpecahan di antara anggota Klan, sebagian besar memilih ikut dengan Tetua Cheng Lung. Sementara yang menolak dihabisi semuanya.


“Lalu bagaimana dengan ibu-ibu mu?” Tanya Wushang dengan suara yang bergetar menahan kemarahannya. “Ibu dibawa pergi oleh Tetua Cheng Lung, semuanya.”

__ADS_1


“Kau pergilah ke kota Yangmen. Beritahu kakakmu agar menyusul kami Ke Kota Yong’an. Bawa seluruh Anggota dari Kota lain yang masih ada.”


Wuhu pun pergi ke arah selatan, sementara Wushang terdiam mematung memandangi kediamannya yang telah hangus terbakar. “Cai Di! Ku pastikan Kau akan menerima pembalasan berkali-kali lipat dariku!”


“Sesepuh Wushang … Apakah kita akan menyusul mereka ke Kota Yong’an sekarang? Jika Ia kami akan membantu Anda.” Tanya Hao long yang merasa bersalah atas tragedi yang menimpa Klan Elemen Tanah.


Wushang menghela nafas panjang. “Sepertinya tidak ada langkah lain. Kita harus segera mendatangi kota Yong’an secepatnya.”


Wushang dan keempat orang lainnya segera melesat ke arah Utara, dimana Kota Yong’an berada. Saat setengah jam perjalanan ke pusat Klan Api, Long Bai dan Dai Hu berhenti secara mendadak.


“Ada Apa Sesepuh?” Tanya Hao Long sedikit keheranan. “Bagaimana jika mereka tidak kembali ke Kota Yong’an? Lalu mendatangi Kota kami dan melakukan hal yang sama?”


Hao Long tersentak kaget, Ia tidak menyadari hal tersebut. Lalu Wushang mengutarakan usulnya, agar mereka menunda serangan ke Kota Yong’an besok pagi saja.


Ia akan kembali ke Kota Lu’an dan mengurus jasad-jasad anggotanya seraya menanti kedatangan Putera Tertuanya yang sedang di datangi oleh Wuhu.


Sementara Dai Hu dan Long Bai akan kembali ke Kota masing-masing dan bersiap membawa para Anggotanya untuk menyerang Kota Yong’an besok pagi.


Usul itu di terima oleh Long Bai dan Dai Hu, Saat itulah Hao Long dan Li Annchi sepakat berpisah untuk menemani Long Bai dan Dai Hu.


Dengan turun tangannya Ludi, maka akan sangat berbahaya bagi Ketua Long Bai maupun Ketua Dai Hu jika harus berhadapan dengannya.


Mereka pun berpisah dan melayang ke tiga arah yang berbeda. Hao long menemani ketua Dai Hu kembali ke Kota Fuyang yang berada di sebelah Barat Laut. Sedang Li Annchi bersama Long Bai menuju Kota Shanduan.


Kecepatan melayang Dai Hu sangat tinggi, sehingga mereka dengan cepat mendekati kota tersebut. Firasat buruk segera mengisi benak Dai Hu saat merasakan puluhan Aura Asing memancar dari Kota Fuyang.


Hao Long dan Dai Hu tiba di kota Fuyang, saat matahari hampir saja tenggelam di ufuk barat. Dai Hu terlihat gelisah, saat melihat kota besar yang di atas setiap bangunannya, dipenuhi oleh baling-baling berukuran besar.


Terlihat kepulan asap dari sebuah bangunan yang merupakan Kediaman Dai Hu. Saat keduanya tiba, Amarah Dai Hu segera memuncak melihat apa yang terjadi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2