Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
107: Situasi Memburuk


__ADS_3

“Kakak Hao … Tenanglah. Biar Aku yang bicara.” Sosok Tua yang tadi didebat oleh Sha Du berdiri. “Adik Sheng … “ Suara Ayah Sha Du yang bernama Sha Hao itu, terdengar bergetar.


Ia sangat memahami sifat adiknya yang bernama Sha Sheng itu. Sha Hao sempat melihat kilatan kemarahan pada mata sang adik yang berjuluk Si Mata Iblis.


“Du’er … Cepatlah minta maaf pada Pamanmu!” Sha Hao lalu memerintahkan Putera Tertua-nya untuk meminta maaf.


Namun Sha Du yang dipenuhi dendam atas kematian Sha Rien, menolak dan tetap pada pendiriannya.


“Ayah, Paman, Aku sudah berlatih keras selama tiga bulan ini. Kultivasiku sekarang sudah cukup untuk membunuh pemuda bernama Hao Long itu!”


“Apa Kau yakin?! Aku saja bisa membunuhmu dengan mudah, apalagi pemuda itu. Kau pikir kemampuannya saat ini masih sama dengan yang dulu?”


Sha Sheng berkata dengan nada dingin, Sha Du tertegun mendengarnya. Sementara Sha Hao menjadi pucat, mendengar ancaman tersirat dari Sha Sheng pada puteranya.


Di luar dugaan, Sha Hao segera menampar Sha Du, membuat semua orang di dalam ruangan itu terkejut.


Sha Sheng tersenyum dingin, Ia pun mengurungkan niatnya untuk membunuh Sha Du yang dianggapnya telah sombong dan sering bersikap gegabah.


Walau kemampuan Sha Du dan kedua adiknya telah berada di tingkat Dewa Sejati Level Satu, namun Sha Sheng merasa saat ini belum cukup untuk melawan Hao Long.


“Jika Kau benar-benar ingin membalas dendam atas kematian Rien’er, Kau dan kedua Adikmu harus meningkatkan kekuatan kalian terlebih dahulu.”


Sha Sheng lalu mengatakan, jika beberapa hari yang lalu, Ia baru saja mendapat telepati dari Saudara Angkatnya yang berasal dari Dunia Kristal, Dunia yang pernah Ia datangi tanpa sengaja tersebut.


Saudara Angkatnya yang bernama Gao Baidi telah mendatangi Dunia Manusia dan meminta bantuannya untuk mencari Zamrud Khatulis dan Zamrud Tiwa.


Dengan kedua zamrud itu, Gao Baidi rencana membebaskan Sang Iblis Waktu yang konon sangat kuat dan bisa memberikan mereka kekuatan seperti kekuatan yang dimiliki oleh para Dewa.


Selain itu Mustika Mata Iblis Waktu yang telah diberikan oleh Gao Baidi kepada Sha Sheng sebagai hadiah persaudaraan mereka, hendak Gao Baidi pinjam untuk rencananya tersebut.


“Kakak … Izinkan Aku membawa ketiga Puteramu ke Daratan Barat. Perjalanan ini selain untuk membuat mereka lebih kuat lagi, juga agar mereka memiliki pengalaman bertarung yang lebih banyak.”


Sesaat Sha Hao terdiam, Ia merasa berat untuk mengizinkan ketiga puteranya pergi ke Dunia Barat. Namun apabila mereka pergi tanpa izin seperti, tentulah itu akan sangat berbahaya.


“Selama Kau bersama mereka, Aku yakin tidak ada bahaya yang bisa mengancam mereka. Adik Sheng berangkatlah bersama mereka!”

__ADS_1


***


Setelah upacara Pemakaman Huang Bao selesai, terlihat kesedihan masih menyelimuti hati semua orang yang hadir dalam upacara tersebut.


“Kakek Huang … Maafkan Aku. Kakek harus menerima nasib seperti ini karena kecerobohanku!”Hao Long adalah orang terakhir yang masih terduduk di depan gundukan tanah merah, dimana Huang Bao dimakamkan.


“Long’er … Sudahilah kesedihanmu. Kau harus segera merelakannya. Berlatihlah lebih giat lagi. Agar Kau bisa menghentikan bencana besar yang mengancam alam semesta ini.”


Hao Long berdiri lalu menatap Gao Bairi lekat-lekat. Ia memandang tajam ke wajah Sepuh itu seraya tangannya terkepal dengan sangat erat.


Hal itu membuat Li Annchi menjadi khawatir, Ia mendekati Hao Long berusaha menenangkannya. “Tidak apa-apa Chi’er … Ia marah karena melihat wajahku, wajah yang sama yang telah membuat Huang Bao tewas.”


Hao Long tertunduk mendengar perkataan Sesepuh Gao Bairi. Sementara semua orang sedang bertanya-tanya apa maksud ucapan Gao Bairi tentang bencana besar yang mengancam Alam Semesta.


Setibanya mereka semua kembali ke Ruang Aula Kuil Cahaya Abadi. Hao Long segera menjelaskan apa yang diucapkan oleh Gao Bairi. “Apa! Iblis Waktu!”


Qiu Heng yang telah sembuh dari lukanya terkesiap setelah Hao Long selesai dengan penjelasannya. Keterkejutan juga terlihat di wajah semua orang yang hadir.


“Sekuat apakah Iblis Waktu itu?” Tanya Ying Yu penasaran. “Kekuatannya, setidaknya setara dengan kekuatan Raja Para Dewa.” Tentu saja jawaban Gao Bairi membuat semua orang saling berpandangan.


Gao Bairi tersenyum mendengar ucapan Biksu Chang Lin. “Yang kuat bukan berarti tidak mempunyai kelemahan. Begitupun sebaliknya. Yang lemah bukan berarti tidak memiliki kekuatan.”


Gao Bairi menjelaskan jika Kelemahan Sang Iblis Waktu adalah kekuatan Dewa Langit. Namun Tubuh Dewa Langit telah hancur saat membuat Segel untuk mengurung Iblis Waktu. Pengorbanan besar bagi seorang dewa sekalipun.


Kini hanya wujud Rohnya saja yang tersisa, sedangkan satu-satunya kekuatan dari tubuh fana Dewa Langit adalah sepasang mata yang berjodoh dengan Fu Ling. Namun sangat disayangkan, Fu Ling berhasil diculik oleh Gao Baidi.


“Jadi tujuan Gao Baidi menculik Fu Ling adalah menggunakan kekuatan Mata Dewa Langit yang merupakan kunci pembuka Segel yang mengurung Iblis itu. Begitukah Sesepuh Gao?”


Gao Bairi mengangguk membenarkan ucapan Biksu Chang Lin. Saat Akan berkata lagi, tiba-tiba seorang tetua dari Sekte Golok Halilintar memasuki ruangan Aula dengan terburu-buru.


“Ada Apa tetua?” Tanya Ou Yang. “Patriark ada kabar buruk, Kota Kaiping telah dikepung ratusan musuh, berita ini baru saja tiba.”


Perkataan dari tetua itu mengejutkan semua orang. “Kita harus segera ke sana!” Patriark Ou Yang segera berkata. Ada ratusan orang dari Aliansi Aliran putih yang menjaga Kota Kaiping dan sekarang dalam bahaya.


“Sesepuh Gao …” Ucapan Hao Long terhenti. “Aku mengerti Long’er hanya saja kekuatan teleportasiku belum cukup besar untuk membawa semua orang yang ada dalam ruangan ini. Hanya lima orang saja.”

__ADS_1


“Itu sudah lebih dari cukup Sesepuh Gao, yang lain akan pergi bersama Jin Shi. Sementara Aku dan Li Annchi, Kakek Qiu, Patriark Ou dan Patriark Hong pergi bersama dengan Sesepuh Gao terlebih dahulu.”


Mereka pun bergegas keluar dari Aula. Sesampainya di halaman, Hao long memanggil Jin Shi. “Beast yang sangat hebat, sayang sekali kekuatannya belum bisa Ia keluarkan sepenuhnya.”


Hao Long menatap heran Ke arah Gao Bairi. ”Apa maksud Sesepuh?” Tanyanya kemudian. “.Beast ini bisa jauh lebih kuat dan cepat lagi. Biarkan Aku mengeluarkan potensi kekuatan tersembunyi yang masih belum bisa Ia gunakan.”


Sedetik kemudian, kedua mata Gao Bairi bersinar terang. Cahaya yang melesat dari kedua matanya menerpa tubuh singa itu, membuat Jin Shi mengaum keras.


Jin Shi berusaha memberontak, namun Ia tak kuasa membebaskan diri dan hanya bisa memaki-maki kepada Gao Bairi. “Tua Bangka Bau pesing lepaskan Aku. Apa yang Kau …” ucapan Jin Shi terhenti, ketika Ia menyadari sesuatu.


Ia bisa merasakan sebuah titik di dalam tubuhnya menghangat setelah rasa sakit yang luar biasa Ia rasakan. Energi besar pun segera mengalir ke seluruh tubuhnya.


Sementara Gao Bairi terlihat kaget mendengar ucapan Jin Shi. “Bagaimana Ia bisa mengetahui jika Aku sering ngompol? Apakah Ia mengenaliku sehingga mengetahui kelemahanku?”


“Ah terimakasih Raja Ngompol, Kau telah menghancurkan racun yang menyumbat Dantianku.” Jin Shi berkata menyeringai.


“Kau! Bagaimana Kau tahu …?” “SERRRR” Gao Bairi yang terkejut dan panik tak bisa lagi menahan laju air yang memaksa keluar dari perabotannya.


Dengan cepat, Gao Bairi mengambil serbuk pengering dan menaburkannya ke dalam balik jubah sebelah bawah.


Tentu saja setelah dengan jurus Ilusinya, Ia membuat semua orang tidak melihat apa yang terjadi dan sedang Ia lakukan, sehingga air berwarna kuning dan pesing itu berhasil Ia keringkan.


Sementara Jin Shi tertawa melihat hal tersebut. Jurus Ilusi Gao Bairi memang tidak bekerja pada mata beast apapun. Tentu saja Jin Shi yang tertawa sendiri, membuat Hao Long dan lainnya keheranan.


“Jin Shi Antarkan mereka ke kota Kaiping secepat yang kau bisa!” Hao long memberi perintah kepada Jin Shi. “Siap Tuan, tapi Si Raja Ngompol itu jangan ikut dengan ku, Aku tak mau terkena kencingnya.”


Hao Long heran mendengarnya, demikian juga dengan yang lain. Sementara wajah Gao Bairi terlihat sangat kesal diledek demikian oleh Jin Shi.


Namun karena mereka sedang terburu-buru, Hao Long segera memerintahkan Jin Shi berangkat bersama belasan Ketua dan Tetua lain, termasuk Matriark Ying Yu dan Tetua Fu Xia.


Setelah tubuh Jin Shi melesat, Gao Bairi segera membuka portal dimensi dan membawa pergi Hao Long, Li Annchi, Patriark Ou Yang, Qiu Heng dan Patriark Hong Jun.


Dalam waktu kurang dari lima detik, mereka telah berada di udara setinggi lima puluh meter di atas kota Kaiping. “Ah Kita sepertinya terlambat!”


Hao Long menatap ratusan mayat di gerbang timur dan sepanjang jalan kota. Mereka tergeletak dengan tubuh yang seluruhnya menghitam legam.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2