
“Du Lao … Apakah Kau tidak merasakan firasat buruk ini?” Seorang Pria yang terlihat berusia enam puluhan tahun, bertanya pada sosok di depannya yang bernama Du Lao seraya menaruh cangkir tehnya.
Du Lao lalu memejamkan matanya, namun Ia tidak merasakan sesuatu yang buruk. “Maaf Ketua Ludi … Aku tidak mendapat firasat apapun.”
Sosok yang dipanggil Ludi memejamkan matanya. Ia bisa merasakan adanya Aura roh yang sangat kuat, tiba-tiba muncul di wilayah selatan.
Du Lao yang masih berada di Level Lima Tingkat Dewa Sejati, tentu saja tidak bisa merasakan Aura roh yang jarang sekali terjadi di Dunia Elemen ini.
Hal itu hanya dapat dirasakan oleh mereka yang telah berada di Level enam ke atas. Karena untuk mencapai Level enam, mereka akan melakukan Kultivasi Roh. Sehingga setelah proses kultivasinya selesai, barulah mereka bisa merasakan Aura Kekuatan Roh.
“Aura Roh ini sangat murni, Walau tak sekuat Aura Roh Penjaga Kristal Ungu. Apa yang terjadi di wilayah selatan. Jangan-jangan ….”
Berpikir begitu, Ludi berniat untuk melihat situasi di wilayah selatan. Namun Seseorang memasuki ruangan dengan langkah sedikit terburu-buru.
“Ada apa Xu Dai? Sepertinya Kau membawa berita penting?” Ludi bertanya dengan sedikit keheranan, sikap Xu Dai terlihat sedikit cemas.
Xu Dai dan Du Lao serta Chu Bei adalah tiga manusia Kristal terkuat setelah dirinya. Mereka menguasai Dunia Elemen dan menjaga Dunia Elemen agar tetap berada di bawah kekuasaan Dunia Kristal.
“Ketua … Aku mendengar jika terjadi perselisihan antara Klan Api dibantu Klan Air dengan Klan Petir dibantu oleh Klan Angin. Mereka nyaris saja saling menghabisi satu sama lain, tapi berhasil dicegah oleh sepasang muda-mudi dari Dunia lain yang kultivasinya di atas Para Ketua Klan itu.”
Ludi berdiri dengan raut wajah terkejut, Satu sisi Ia senang mendengar adanya pertempuran besar antara sesama klan yang akan membuat kekuatan mereka menurun drastis.
Namun sepasang muda-mudi dari Dunia Lain yang kultivasinya di atas para Ketua Klan, membuat Ia merasakan kembali firasat buruk tersebut.
“Kita berangkat ke Klan Api sekarang juga, Aku ingin mendapat informasi langsung dari Cai Di tentang mereka.” Ludi dan kedua anak buahnya segera melesat ke udara, menuju ke arah timur tempat di mana Klan Api berada.
***
“Long … Aura Roh ini sangat kuat!” Li Annchi sedikit merasa bimbang saat telah berada di separuh jalan ke pusat Hutan Merah. “Tenanglah Aku yakin ini Aura Roh Penjaga Kristal Merah.”
Walau Hao Long merasa bimbang juga, namun Ia membulatkan tekadnya. Aura Roh itu tiba-tiba melemah dan menghilang sama sekali ketika mereka tiba di pusat Hutan Merah.
Di tengah-tengah Hutan besar itu, terdapat sebuah telaga kecil yang airnya berwarna merah. Warna merah itu memendar ke udara sehingga membuat semua yang terlihat, berwarna kemerahan.
__ADS_1
Mendapati Aura Roh itu menghilang, Hao Long dan Li Annchi kebingungan dengan situasi yang mereka hadapi. “Long Hati-hati, ini sedikit aneh bukan?”
Hao Long mengangguk, berbeda dengan penjelasan Sesepuh Long Bai dan Dai Hu, kabarnya mereka tidak bisa mendekati pusat hutan merah itu lebih dari seratus meter, karena adanya energi besar yang menahan mereka.
Namun Ia dan Li Annchi tidak merasakan hal itu sama sekali. Itulah alasan mereka menjadi lebih waspada, apalagi Aura Roh yang kuat itu, menghilang setibanya di tempat tersebut.
Suasana pun menjadi hening mencekam, semilir angin berhembus, namun semakin lama semakin kuat dan barulah mereka menyadari sesuatu yang membuat Hao Long segera menarik tangan Li Annchi.
Tornado dari air yang berwarna merah, tiba-tiba saja bergulung dari dalam telaga dan menyambar Hao Long dan Li Annchi yang terlambat menyadarinya.
Keduanya terkejut saat mengetahui tidak bisa keluar dari gulungan tornado air itu, sekalipun telah mengerahkan kekuatan penuh mereka.
Wajah Hao Long mulai panik saat tubuh mereka di tarik ke dalam pusat putaran tornado air itu. Sementara Li Annchi wajahnya memucat, menyadari telaga tidak bisa Ia bekukan.
“Jangan melawan! Atau tubuh kalian akan hancur berkeping-keping. Aku ingin bertanya sesuatu kepada kalian.” Sebuah suara serak dan berat, terdengar di telinga keduanya.
Hao Long dan Li Annchi yang memang mulai merasakan sakit pada tubuhnya, segera menarik seluruh energi Roh mereka dengan cepat.
Rasa sakit itu hilang dan dengan cepat tubuh mereka terhisap ke sebuah cahaya merah yang sangat menyilaukan sehingga mereka pun segera memejamkan matanya.
Hao Long melihat ke sekeliling dan akhirnya menemukan sosok berkulit merah yang tubuhnya seperti sebuah bayangan, karena benda yang berada di belakangnya tetap terlihat.
“Long … Sepertinya makhluk ini adalah Roh Penjaga Kristal Merah.” Hao Long mengangguk lalu bertanya pada sosok tersebut setelah memberi salam penghormatan.
“Maafkan kelancangan Kami, apakah saat ini Kami sedang berhadapan dengan Roh Penjaga Kristal Merah?” Makhluk transparan berwarna merah itu, terlihat menganggukkan kepalanya.
“Apakah Aku berhadapan dengan sosok Pewaris Tangan Petir Dewa Langit? Jika Ia tunjukkan Padaku!” Suara serak dan berat makhluk itu, membuat Hao long sedikit merinding.
Sosok itu tersenyum setelah melihat Tangan Hao long yang berwarna kebiruan dan diselimuti oleh petir-petir kecil. Tiba-tiba Ia berlutut yang membuat Hao Long dan Li Annchi terkejut.
“Kristal Merah memberi hormat Pada Tuan … Ah siapa nama Anda Tuan?” Suara sosok itu terdengar melembut, sekilas senyum kecut terlihat di sudut bibir merahnya.
“Aku Hao Long dan ini Li Annchi, Tuan Roh Kristal Merah, berdirilah! Mengapa Anda bersikap seperti itu?” Tanya Hao Long sedikit keheranan.
__ADS_1
Roh Kristal Merah tak bergeming.”Tuan Long, kami diperintahkan oleh Dewa Langit untuk menjaga Kristal Energi Inti Kehidupan dan mengabdi pada sosok yang memiliki kekuatan tangan Petir miliknya.”
Penjelasan berikutnya dari Roh Kristal Merah, membuat Hao Long dan Li Annchi terkejut mendengarnya. Keduanya terdiam menyadari beban berat di pundak Hao Long saat ini.
Hao Long pun lalu menceritakan apa yang menjadi tugasnya saat ini yang merupakan perintah dari Dewa Naga Api dan Dewi Naga Es. Hingga saat ini, belum satupun Energi Kristal Inti Kehidupan berhasil Ia dapatkan.
Dan Ia mendapatkan tugas baru yang dua kali lipat lebih berat dari tugas saat ini yang belum mampu Ia selesaikan.
“Tenanglah Tuan … Kami bertujuh Akan membantu Anda setelah kita menyegel kembali Iblis Waktu. Apakah Anda telah memiliki Lemari Semesta?”
Menyadari tugas berat Hao Long, Roh Kristal Merah pun menenangkannya. Setelah sedikit merasa tenang, Hao Long pun segera mengeluarkan Lemari Semesta.
Tidak seperti saat di Dunia Kristal, Lemari Semesta tidak memancarkan Aura yang sangat besar dan membuat Dunia berguncang saat Ia berada di luar ikat Pinggang Lima Permata.
“Tuan Long … gunakan kekuatan Tangan Petir Dewa Langit untuk memindahkan Kristal Merah itu Ke dalam lemari Semesta.” Ucap Roh Kristal Merah, lalu menggerakkan tangannya ke sebuah arah.
Gumpalan seperti awan merah tiba-tiba muncul dari Ruang Hampa, gumlan tersebut, perlahan-lahan mewujud menjadi sebuah kristal Merah yang memancarkan cahaya merah yang sangat menyilaukan mata.
Hao Long dan Li Annchi terpental ke belakang, ketika pancaran energi dari Kristal Merah itu menerpa tubuh mereka.
Keduanya tergeletak dengan sekujur tubuh yang sangat sakit. namun perlahan-lahan rasa sakit itu menghilang seiring dengan meredupnya cahaya dari Kristal Merah.
Saat bangkit berdiri, keduanya merasakan tubuh mereka dua kali lipat lebih segar dan lebih bertenaga dari sebelumnya. “Tuan Long Silakan Anda pindahkan Kristal Merah itu.”
Hao Long melangkah dengan sedikit ragu. Namun Akhirnya Ia memegang Kristal Merah itu dan terbelalak saat merasakan aliran energi besar memasuki tangan kanannya.
Setelah aliran energi itu terhenti, Hao Long lalu meletakkan Kristal Merah pada kotak bagian bawah Lemari Semesta. Setelah menutupnya kembali, mereka bisa melihat pada bagian bawah Lemari Semesta kini telah berwarna merah.
Setelah Hao Long memasukkan kembali Lemari Semesta ke dalam Ikat Pinggang Lima Permata dan Akan menarik kembali energi Tangan Petri Dewa Langit, Roh Kristal Merah berseru kepadanya.
“Tuan Long tunggu sebentar…!”
Dahi Hao Long berkerut. Roh Kristal Merah yang menyadari kebingungan Hao Long berhenti melangkah. Sementara Li Annchi segera menjadi waspada, karena merasa curiga dengan gelagat aneh makhluk Roh itu.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=