
Ketika tiba di Kota Shangduan, amarah Long Bai meledak saat mendapati kota tersebut, sedang diserang oleh ratusan orang dari Klan Api yang dipimpin oleh Tiga orang dari Dunia Kristal.
Ketiga orang yang dulu pernah mengancam akan memenggal Kepala Long Bai, terlihat membantai anggota dan tetua Klan Petir dengan sangat keji.
Namun melihat kedatangan Long Bai dan Li Annchi yang juga marah, membuat ketiga orang dari Dunia Kristal terkejut. Arus pertempuran seketika berubah saat Li Annchi dan Long Bai memasuki arena pertempuran.
Dalam hitungan menit, keadaan Klan Petir yang semula terdesak, kini berbalik unggul. Hal itu membuat ketiga orang dari Dunia Kristal berniat melarikan diri setelah melihat kemampuan yang ditunjukkan oleh Li Annchi.
Namun Long Bai yang sudah mengincar mereka sedari awal, tak melepaskan begitu saja. Ia mengejar dua orang di Level tiga dan satu orang di Level empat itu, dengan tubuh yang sudah diselimuti oleh petir kecil.
“Jangan harap bisa pergi dari sini hidup-hidup!” Kemurkaan terlihat jelas di wajah Long Bai, membuat ketiga orang itu menjadi ciut nyalinya.
JEDAR JEDAR
Serangan petir besar dari kedua telapak tangan Long Bai membuat ketiga berhamburan ke segala arah, namun Long Bai yang sudah sangat murka, terus mengejarnya dengan serangan petir.
JEDAARR AARGGG
Satu orang di level tiga tewas, sementara satu orang lain yang hendak kabur, berhasil di hadang oleh Li Annchi.
“Kau pernah Ingin memenggal kepalaku bukan? Lakukan jika Kau merasa mampu!” Ucapan Long Bai membuat sosok kultivator level empat itu, segera mengeluarkan ribuan jarum kristal yang terbuat dari energi qi-nya.
Ribuan Jarum itu menderu cepat ke arah Long Bai yang segera melesatkan petir dari tangan kanannya.
JEDAAARR
Ribuan jarum itu hancur dan sirna dengan hanya sekali serang. Long Bai kembali melesatkan petir dari tangan kanannya. Suara gemuruh petir terdengar tanpa jeda, hingga akhirnya terdengar jeritan panjang yang menjadi akhir pertarungan mereka.
Saat menoleh ke arah Li Annchi, Long Bai terlihat kagum dengan kekuatan gadis itu yang telah membunuh lawannya dengan cepat dan tanpa ampun.
Li Annchi disambut dengan hormat dan diperlakukan bagai seorang Ratu. Saat jamuan makan malam, Hao Long tiba di Kota Shangduan.
Setelah jamuan makan selesai, Hao Long bertanya tentang persiapan untuk penyerangan esok hari. Long Bai mengatakan bahwa Ia telah mengirim utusan untuk memanggil seluruh Anggota Klan Petir yang tersebar.
Setidaknya, lebih dari seribu kultivator Tingkat Langit ke atas yang akan Ia bawa untuk menyerang Kota Yong’an. Mendengar hal itu, Hao Long pun menjadi lega.
Malam itu juga, Hao Long dan Li Annchi berpamitan untuk mendatangi Kota Yong’an terlebih dahulu. Dan mencari informasi sejauh apa kekuatan yang dipersiapkan oleh Ludi dan Cai Di.
***
“Apakah belum ada informasi dari mereka yang menyerang Kota Fuyang dan Kota Shangduan? “ Cai Di bertanya pada salah satu tetuanya.
“Belum Ketua … Seharusnya mereka sudah kembali. Mungkinkah …” Cai Di melotot melihat tetuanya yang seketika terdiam. “Ajak tiga orang temanmu dan Pergilah ke Kota Fuyang dan Kota Shangduan. Perintahkan mereka untuk segera kembali!”
__ADS_1
Tetua itu pun segera pergi meninggalkan ruangan Cai Di yang terlihat gelisah. “Aku harus menemui Tuan Ludi, apakah bantuan dari Dunia Kristal akan datang atau tidak?” Baru kali ini Cai Di merasa tak percaya diri untuk melakukan sebuah pertempuran.
Setibanya di ruangan Ludi, Cai Di segera menanyakan hal tersebut. “Aku belum mengirim pesan dengan Lonceng Iblis, karena kurasa tak perlu meminta bantuan mereka.”
Cai Di kembali terlihat gelisah. “Apakah Kau merasa takut dengan serangan balasan Si Wushang itu?” Tanya Ludi yang menyadari sikap Cai Di.
Cai Di lalu menjelaskan kegelisahannya, jika tidak adanya dua orang dari Dunia Lain itu, mungkin Ia tidak akan gelisah seperti ini. Ludi yang merasa diremehkan oleh Cai Di, terlihat kesal.
“Kau Pikir Aku tidak bisa mengatasi mereka berdua Hah! Walau mereka di level enam sekalipun, tidak mudah bagi mereka untuk mengalahkanku!”
Cai Di terdiam sesaat.”Tuan Ludi, untuk berjaga-jaga, kurasa tidak ada salahnya jika kita meminta tambahan kekuatan Dari Dunia Kristal.”
Ludi sebenarnya ingin marah, namun ucapan Cai Di ada benarnya juga.”Baiklah … Aku akan meminta bantuan ke Dunia kristal.” Ucapnya dengan sedikit rasa kesal.
***
Saat Hao Long dan Li Annchi yang sedang menuju ke Kota Yong’an merasakan adanya orang-orang menuju ke arah mereka, keduanya segera menyembunyikan aura kekuatan masing-masing.
Malam cukup terang dengan bulan yang bersinar penuh, membuat Hao Long dan Li Annchi bisa melihat empat orang sedang melayang di bawah mereka menuju Kota Shangduan.
“Sepertinya mereka dari klan Api, ada apa mereka menuju ke kota Shangduan?” Hao Long berkata lirih dengan benak yang berpikir keras.
“Sepertinya kita, kita harus membunuh mereka. Siapa tahu mereka sedang mencari informasi tentang teman-teman mereka atau apalah … “ Ucap Li Annchi yang sebenarnya ingin segera tiba di kota Yong’an.
Hao Long tersenyum tipis, lalu Ia melesat dan dalam sekejap telah berada di depan keempat orang itu, yang terkejut melihat kedatangannya secara tiba-tiba.
“Apa urusan mu Bocah! Menyingkirlah!” Jawab tetua yang tadi melapor kepada Cai Di. “Sepertinya kalian orang-orang dari Klan Api, kebetulan sekali.” Hao Long menyeringai sebelum tubuhnya menghilang dan membuat tiga orang itu tewas dengan organ dalam yang hancur.
Sosok yang tadi membentak Hao Long, seketika menjadi pucat dengan tubuh yang bergetar hebat. “Ampun .. Tuan Jangan bunuh Aku.”
“Itu tergantung jawabanmu, apa yang akan kalian lakukan, malam-malam pergi ke Kota Shangduan?”
Tetua Klan Api itu segera menjelaskan tentang tugas dari Cai Di. Hao Long menyeringai setelah mendengarnya. “Aku sudah menjelaskan semuanya, izinkan Aku pergi. Kau tadi telah berjanji padaku.”
“Aku bilang tergantung jawabanmu. Setelah mendengarnya, tak ada alasan bagiku untuk membiarkanmu tetap hidup!” Tubuh Hao Long kembali melesat dan sesaat kemudian, tetua itu tewas dengan mata melotot lebar.
“Informasi apa yang Kau peroleh?” Tanya Li Annchi sekembalinya Hao Long dari membunuh keempat orang itu. “Mereka ditugaskan oleh Cai Di untuk menyuruh orang-orang yang tadi menyerang, agar segera kembali ke Kota Yong’an.”
“Kita harus secepatnya tiba di Kota Yong’an dan memantau pergerakan di dalam kota itu.” Jawab Li Annchi yang segera mengajak Hao Long untuk melayang lebih cepat dari sebelumnya.
Setibanya di kota Yong’an satu jam kemudian, Hao Long dan Li Annchi dikejutkan dengan suara Lonceng yang menggema ke seluruh penjuru Kota.
“Lonceng ini bukan lonceng biasa, sepertinya mereka menyadari rencana serangan ke kota ini?” Suara lonceng yang menggetarkan udara Kota Yong’an itu, membuat Hao Long menjadi curiga.
__ADS_1
Namun keduanya tidak menemukan apa maksud suara Lonceng yang terdengar oleh mereka yang masih berada satu kilometer lagi dari Tembok Kota Terbesar Di Dunia Elemen itu.
Hao Long lalu memutuskan untuk mengawasi kota Yong’an pada jarak yang lebih dekat lagi, namun saat telah lima ratus meter melayang. Hao Long menghentikan gerakannya.
“Long ada apa?” Tanya Li Annchi yang merasa heran dengan sikap kekasihnya itu. “Sebaiknya kita menunggu mereka di sini saja. Aku merasa ada sesuatu dengan suara Lonceng yang tiba-tiba berhenti ini.”
Akhirnya Hao Long dan Li Annchi menunggu pagi di atas sebuah dahan pohon besar yang berada di tepi jalan di bawah mereka. Keduanya duduk dengan L Annchi yang menyandarkan kepalanya di bahu Hao Long.
“Long Aku rindu dengan Ayah dan Ibu.” Li Annchi mulai terisak, Hao Long yang juga merasakan hal yang sama, segera menenangkannya.
Hingga pagi tiba, Li Annchi masih dengan kesedihannya. Kerinduan akan Ayah dan Ibunya, membuat Ia menjadi sedikit frustrasi.
Saat matahari bersinar terang, Kota Yong’an telah dikepung dari tiga arah. Di sebelah barat ada Ribuan Anggota Klan Elemen Angin. Sebelah selatan, Klan Elemen Petir dan sebelah timur Klan Elemen Tanah.
Hal itu membuat para penduduk Kota Yong’an menjadi gempar, Cai Di yang baru mengetahui informasi itu, menjadi panik. Ia bergegas menemui Ludi yang tengah memandangi matahari pagi.
“Tuan Ludi .. Bagaimana ini?” Tanya Cai DI panik. “Tenanglah … Sebentar lagi bantuan akan datang. Ada berapa jumlah anggota Klan Petir yang tersisa?”
Tanya Ludi seraya melayang ke atas kota diikuti oleh Cai Di yang menjelaskan bahwa Jumlah Anggotanya kurang dari Dua ribu orang.
“bagaimana dengan Klan Elemen Air? Apakah mereka tidak datang membantu?” tanya Ludi sambil mengamati ribuan orang melayang di udara pada tiga tempat yang berbeda.
“Sejauh ini mereka belum datang …” Cai Di lalu melihat ke arah Utara di mana Klan Elemen Air berada. Saat itulah Ia bersorak gembira melihat ribuan orang melayang dari arah utara.
“Apa-apaan mereka!” Tanya Cai Di keheranan melihat ribuan orang itu, berhenti di tembok Kota dan mengambil posisi seperti mengepung kota Yong’an.
“Temuilah Guang Hou? Mengapa Ia tidak segera memasuki kota?”
Perintah Ludi yang membuat Cai Di segera melesat ke Tembok Kota yang berjarak satu setengah kilometer dari tempat mereka yang berada di tengah-tengah kota Yong’an.
“Mengapa Kau tidak segera memasuki Kota saudara Guang Hou?” Tanya Cai Di setibanya Ia di depan sahabatnya itu.
Guang Hou terlihat sedikit bimbang. “Maafkan Aku, Cai Di. Aku setuju dengan Wushang yang menemuiku semalam, bahwa ini saatnya bagi kita mengusir para Manusia Kristal itu dari Dunia ELemen”
“KAU!!”
Cai Di terkejut mendengar pernyataan Guang Hou. “Dasar Pengkhianat Kau Guang Hou …!” Cai Di yang sangat marah segera melesat kembali ke tempat Ludi berada dan menjelaskan situasinya.
Ludi menyeringai lebar. “Persiapkan anggota Klan Petir secepatnya, Kita akan menahan serangan mereka seraya menunggu kedatangan Tuan Muda Ge Luo.”
Mendengar nama Ge Luo yang akan datang membantunya, semangat Cai Di kembali membara. Saat itulah sebuah pusaran awan Hijau, muncul di udara Kota Yong’an.
“Aura ini?” Long Bai yang saat itu tengah bersama dengan Hao Long dan Li Annchi serta ribuan anggota Klan Petir terkejut merasakan Aura yang sangat kuat memancar dari gumpalan Awan Hijau yang ternyata adalah gerbang dimensi.
__ADS_1
“Tidak salah lagi, ini Aura Tuan Muda Ge Luo!” Long Bai berkata dengan suara bergetar, menunjukan jika rasa jerih menghinggapi hatinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=