
“Siapa ketiga orang ini?” Huang Bao menggelengkan kepalanya kepada Qiu Heng. Sementara Dewi Kipas Pelangi, segera menghampiri ketiga orang yang berusia sekitar tiga hingga empat puluhan tahun itu.
“Siapakah Anda bertiga? Dan gerangan apa yang membuat anda mendatangi sekte kami?” Pertanyaan Ying Yu dengan suara lembut, mendapat jawaban yang tak terduga.
“Kami kesini untuk membunuh perempuan yang telah membunuh adik kami beberapa minggu yang lalu. Suruh dia kesini sekarang juga atau kami musnahkan sekte kalian!”
Tentu saja amarah Qiu Heng menggelegak, namun Huang Bao berhasil meredam kemarahannya. Walau terkejut, Ying Yu masih bisa bersikap tenang dan meminta penjelasan mereka.
Sosok yang terlihat paling tua diantara mereka, memperkenalkan diri sebagai Sha Du, sementara adiknya bernama Sha Hu dan Sha Jie.
Mereka bertiga berasal dari Klan Sha di Daratan Timur. Tujuan mereka mendatangi daratan ini adalah untuk mencari pembunuh adik bungsu mereka, Sha Rein, yang tewas beberapa minggu lalu.
Ketiganya berhasil mengumpulkan informasi bahwa yang membunuh Sha Ren adalah seorang perempuan muda yang memiliki kekuatan sedingin salju.
Setelah beberapa seminggu lebih mencari keberadaan gadis tersebut, mereka akhirnya mendapatkan sebuah nama Li Annchi dari seseorang yang tidak mau menyebutkan namanya.
Huang Bao yang baru berhasil mengingat tentang Klan Sha, menunjukkan wajah tegang yang membuat Qiu Heng keheranan melihatnya. “Ada apa denganmu Saudara Bao?”
Ying Yu menatap Huang Bao dan Qiu Heng, seolah meminta bantuan untuk solusi yang sedang Ia hadapi. Huang Bao pun maju, menanyakan permasalahan apa yang menyebabkan adik mereka terbunuh.
“Apapun masalahnya, kematian adalah bayarannya.”Perkataan Sha Du yang arogan, membuat kesabaran Qiu Heng mendadak lenyap.
Tubuhnya berkelebat dengan cepat dan melayangkan tamparan keras ke arah mulut pria tersebut.
PLAK
BUGH
Tubuh Qiu Heng terpental dengan rasa kaget yang luar biasa. Selain serangannya berhasil di tepis lawan, tubuhnya terpental belasan meter dengan jubah yang menyala oleh api biru keputihan.
__ADS_1
Saat melihat api biru keputihan itu, tubuh Huang Bao seketika bergetar hebat. “Klan Pasir Neraka!” Desisannya membuat Ying Yu mengerutkan dahinya dan menatap heran ke arahnya.
Sesaat kemudian, Hao Long datang bersama Li Annchi yang segera memadamkan api di Jubah Qiu heng yang telah terbakar separunhnya.
Hal Itu membuat Sha Du dan kedua adiknya, menatap tajam ke arah Li Annchi yang memadamkan api dengan cara membekukannnya.
“Kakek ada apa ini? Siapa mereka?” Huang Bao lalu menjawab dan menjelaskan secara singkat pertanyaan Hao Long, membuat pemuda itu tertegun setelah Huang Bao selesai dengan penjelasannya.
“Rupanya begitu, pemuda asing yang tubuhnya bisa membara dan dibunuh oleh Annchi saat tubuhnya dikuasai oleh Iblis Es, adalah orang dari Klan Sha.”
Li Annchi yang juga mendengar penjelasan Huang Bao, menatap Hao Long dan meminta bantuannya untuk menjelaskan tentang peristiwa yang pernah Ia ceritakan kepadanya beberapa hari yang lalu.
“Aku tidak peduli Ia sedang dirasuki atau tidak! Kematian adik kami harus dibayar dengan kematiannya!”
Sha Du berkata dengan marah seraya menunjuk ke arah Li Annchi setelah Ia mendengar penjelasan Hao Long tentang bagaimana adik mereka tewas di tangan Li Annchi.
Hao Long yang masih marah karena kematian Kakek Leluhurnya, wajahnya seketika berubah mengelam. Hampir bersamaan dengan Sha Du, Ia pun segera mengerahkan kekuatannya.
“Long’er hati-hatilah, mereka memiliki pusaka berupa pasir api dan Pisau Pasir Pembalik Waktu!” Huang Bao berkata dengan suara keras.
Ketiga orang itu tersentak kaget, saat mendapati Kakek yang berjarak dua puluh meter dari mereka, mengetahui tentang Klan Sha yang juga disebut sebagai Klan Pasir Neraka.
Hao Long bersiap untuk menyerang, namun diluar dugaan, terjadi sesuatu pada Li Annchi. “Annchi …?! Kau….”
Hao Long tak melanjutkan kata-katanya, karena menyadari Li Annchi telah menggunakan Kekuatan dari Iblis Es yang membuat rambut dan matanya, kini berwarna seputih salju.
Melihat hal itu, Sha Jie dan Sha Hu segera melesat ke depan kakak mereka dengan tubuh yang juga sudah membara seperti arang.
Sha Du yang masih terkejut setelah merasakan aura dingin yang sangat besar, memancar dari tubuh Li Annchi, segera mengeluarkan sebuah pisau yang bilahnya seperti pasir namun berwarna biru merah.
__ADS_1
Sedetik kemudian pertarungan Sha Hu dan Sha Jie melawan Li Annchi segera terjadi, Hao Long yang berniat membantu, tercekat karena melihat Li Annchi membekukan tubuh lawannya dengan cepat.
Mata Sha Du melotot lebar, Ia tak ingin percaya dengan apa yang dilihatnya. “Tidak mungkin!” Wajahnya terlihat sedih saat mengetahui kedua adiknya telah tewas dengan tubuh membeku.
Ia pun segera mengalirkan energinya ke arah Pisau pasir yang kemudian menyala sangat terang. Waktu seolah berhenti ketika cahaya itu telah memenuhi udara.
Hanya Sha Du yang mengetahui apa yang terjadi dan melihat jika waktu berputar kembali. Dan Ia segera menarik kembali energinya, tepat ketika Hao Long selesai dengan penjelasannya.
Sha Du tidak berkata dan juga menunjuk ke arah Li Annchi seperti sebelumnya. “Kalian berdua, bersiaplah! Kita serang dengan Boneka Pasir Neraka!”
Sha Hu dan Sha Jie, sempat tertegun sejenak, namun melihat Pisau Pasir Pembalik waktu telah berada di tangan sang kakak, mereka pun melepas mengeluarkan sebuah boneka yang terbuat dari pasir.
Tiba buah boneka pasir yang menyala biru keputihan setinggi manusia biasa, segera melayang ke arah Li Annchi dan Hao Long yang telah waspada, saat mendengar ucapan Sha Du tadi.
Li Annchi segera mengerahkan kekuatan dari energi Iblis Es yang membuat mata dan rambutnya segera memutih. “Long … Biar aku yang melawan mereka. Panas harus dilawan dengan dingin!”
Hao Long terdiam, membenarkan ucapan kekasihnya. Namun Ia tetap siaga bersiap membantu Li Annchi jika keadaan memburuk.
Tiga manusia boneka pasir, segera menyerang Li Annchi dengan melesatkan bola energi berhawa sangat panas. Enam Buah bola energi melesat cepat ke arah Li Annchi yang segera membuka mulutnya lebar-lebar.
Enam bola api biru itu, segera terbungkus salju yang memancar keluar dari mulut Li Annchi. Beberapa detik kemudian, nola api itu membeku.
Sha Du dan kedua adiknya terkesiap melihat hal itu. Dan mata mereka melotot lebar, saat melihat energi berupa tapak tangan besar dari salju, melayang di atas tubuh manusia boneka pasir.
BLAM BLAM BLAM
Tiga ledakan menggelegar saat tubuh manusia boneka pasir, meledak terhantam Jurus Tapak Dewi Es Li Annchi. Energi ledakan membuat ketiga orang yang kultivasinya di Tingkat Dewa tahap Puncak, terpental belasan meter.
Sha Du kembali mengeluarkan Pisau Pasir pembalik waktu dan melakukan hal seperti sebelumnya. Waktu pun kembali ke saat dimana Hao Long baru saja menjelaskan mengapa Li Annchi membunuh adik mereka.
__ADS_1
-------------------------O------------------------------