
“Apa Roh Thian Hu?!”
Thian Bei tersentak kaget, berkata lantang seraya berdiri dari duduknya . “Apakah Kau tidak salah mendengarnya Li’er?”
Wajah Thian Bei terlihat gusar. “Tidak Ayahanda, karena Aku juga mendengarnya saat roh yang merasuki tubuh Kaisar Mantium menyebut nama Mendiang Paman Thian Hu.”
Chao Cheng menegaskan ucapan isterinya itu demi meyakinkan ayah mertuanya. Thian Bei kembali duduk dengan wajah yang muram.
Suasana di ruangan itu menjadi hening, tak ada satupun dari ketiganya yang berbicara hingga tiga menit berikutnya, Thian Bei memanggil keduanya.
“Cheng’er ... Li’er ... Kalian harus segera berkultivasi untuk meningkatkan kekuatan kalian. Tapi tidak di Dunia Payau ini. Pergilah ke Dunia Elemen.”
Thian Li dn Chao Cheng saling memandang, keduanya lantas bertanya mengapa mereka harus berkultivasi di Dunia tersebut.
“Ada sebuah tempat aneh di Dunia Elemen yang dimensi waktunya bertolak belakanng di dengan dimensi waktu Dunia Payau ini.”
Thian Bei menjelaskan lebih lanjut, jika di tempat aneh itu, paman mereka Thian Hu meningkatkan kekuatannya hingga mampu menembus Tingkat Dewa Surgawi.
Mendengar hal itu, Chao Cheng dan Thian Li menjadi bersemangat. Apalagi mereka merasa tak berdaya saat melihat kekuatan yang Hao Long tunjukkan tadi.
Thian Bei lalu menyebutkan ciri-ciri tempat tersebut yang berada di dalam sebuah goa yang memiliki tujuh air terjun di depannya.
“Di sanalah tempat terbaik bagi kalian untuk menyerap kekuatan Ginseng Emas yang sangat besar itu. Ini Adalah Kitab ke Dua dari Jurus Pedang Bulan Hitam dan Pedangn Bulan Merah. Pergilah sekarang juga, semoga kalian berhasil menjadi lebih kuat lagi.”
Thian Li memandang Sang Ayah untuk sejenak, Ia merasa ada sesuatu yang tidak bisa Ia jelaskan dengan kata-katanya sendiri. Namun yang pasti, Ia mengetahui ada sesuatu yag disembunyikan oleh Ayahnya itu.
Setelah kepergian Thian Li dan suaminya. Thian Bei menghela nafas panjang. Ia merasa lega setelah merasakan aura keduanya tidak lagi terasa di dalam Dunia Payau.
“Li’er Maafkan Ayah. Jika saat kau kembali, Dunia payau ini sudah tidak ada lagi. Ini semua demi kebaikan kalian berdua.”
***
Di Dunia Kristal, Hao Long masih terpana memandangi puluhan Sosok Duplikat Ge Riong yang masih terlihat baik-baik saja, setelah mendapat serangan kuat darinya.
BUGH!!
__ADS_1
HOEK!!!
Hao Long memuntahkan darah segar sesaat sebelum tubuhnya terhempas ke arah puluhan duplikat Ge Riong.
Serangan dari belakang punggungnya oleh sosok Ge Riong yang asli, tidak bisa Hao Long hindari karena Ia tidak menduganya sama sekali jika seorang Kultivator Ranah Surgawi berlaku curang seperti itu.
Di saat tubuhnya sedang meluncur ka arah puluhan Duplikat Ge Riong, mata Hao long melotot lebar karena melihat apa yang di lakukan oleh para duplikat itu.
Puluhan sosok duplikat itu, tiba-tiba bergerak cepat seolah membuka jalan baginya. Namun saat tubuhnya yang oleng berada di tengah-tengah mereka, dua sosok menerjang dirinya dari depan.
BLAAAR
BLAAAR
Kedua sosok duplikat itu hancur karena Hao Long melepaskan tinjunya. Karena hal itu juga, tubuh Hao Long yang meluncur tertahan hingga bisa membuatnya menguasai diri kembali.
“Sosok duplikat ini, merupakan penjelmaan dari energi roh, serangan biasa tidak akan mampu melukainya. Dua sosok yang tadi meledak karena energi yang kami lepaskan. Izinkan kami keluar membantu Anda Tuan Hao Long.”
Tanpa berpikir lagi, Hao Long mengiyakan permintaan Roh Kristal Biru yang segera melesat keluar dari Tangan Petir bersama ke empat rekannya.
“APA!? Bagaimana itu bisa terjadi?” Ge Riong tersentak kaget karena melihat duplikatnya tiba-tiba meledak satu persatu tanpa Ia bisa melihat apa yang menyebabkan hal itu terjadi.
Sementara Hao Long terlihat sedang mengobati luka yang baru saja Ia berikan. Untuk sejenak, Dahi Ge Riong mengkerut karena berpikir keras mengapa hal itu terjadi.
“Ah ... Sosok dulikat dari Energi rohku hanya bisa dihancurkan oleh makhluk roh itu sendiri. Entah Makhluk roh apa yang membantu bocah ini.”
Raut Wajah Ge Riong seketika berubah geram, Ia pun segera mengeluarkan senjata rahasi pemberian pamannya yang bernama Paku Kristal Pelebur Roh.
Setelah senjata itu dikeluarkan dari Cincin Ruangnya. Kelima Roh Penjaga Kristal Inti Kehidupan, tersentak karena merasakan Aura yang membuat jiwa roh mereka bergetar tapi bukan karena rasa cinta.
“Ah ternyata ada lima makhluk roh yang membantumu bocah?! Pantas saja duplikatku binasa semua!” Ge Riong yang telah menggenggam senjata Paku Kristal Pelebur Roh, Kini bisa melihat wujud mereka berlima.
Hal itu tentu saja membuat Hao long tersentak, tepat setelah Ia selesai mengobati luka dalamnya dengan Energi Persik Dewa.
“Tuan Lindungi Kami!”
__ADS_1
Lima makhluk roh itu berteriak panik dan berebut melesat memasuki Tangan Petir Dewa Langit yang membuat Hao Long tertegun.
Karena di saat bersamaan, Paku Kristal Pelebur Roh yang berjumlah tujuh buah itu, melesat cepat ke arah dirinya. Hao Long berjibaku menghalau serangan yang ditujukan pada Ke Lima Makhluk Roh itu.
Enam buah paku berhasil Hao Long hindari, namun satu buah paku berhasil menancap tepat di bahu kanannya, sehingga Roh Kristal Merah yang paling terakhir memasuki Tangan Petir, terselamatkan hidupnya.
AAARGGGHH
Hao Long menjerit keras, merasakan energi aneh yang memasuki tubuhnya dari luka di bahu itu, memberikan rasa sakit yang luar biasa.
Li Annchi yang tengah bersiap bertarung dengan belasan Kultivator Ranah Bumi, tersentak dan segera berbalik lalu melesat untuk menahan tubuh Hao Long yang meluncur jatuh.
Dua meter lagi dari tanah, Tubuh Hao Long berhasil Li Annchi raih. “Long ! Apa yang terjadi denganmu ... Long jawablah!”
Li Annchi berteriak panik melihat kepala Hao Long terkulai lemas dengan mata yang terpejam dan raut wajah menahan sakit luar biasa pada tubuhnya.
“Hahahaha .. Ternyata seranganku mendapatkan hasil yang lebih baik.” Ge Riong tertawa gembira melihat kondisi Hao Long yang demikian itu.
Sedang Li Annchi hanya diam menahan marahnya terhadap apa yang terjadi pada Kekasihnya itu. Ia lalu memandang marah kepada Ge Riong yag masih tertawa senang.
Tawa Ge Riong Seketika terhenti saat Ia merasakan Aura yang tadi merasuki tubuh pemuda itu, kini kembali memenuhi udara. Dan Ia tersentak saat melihat tubuh Li Annchi telah dirasuki oleh Roh Thian Hu.
Sontak wajah Ge Riong memutih, Ia pun berencana pergi secepatnya dari tempat tersebut. Namun Roh Thian Hu telah menghilang kembali.
Ia pun menatap tajam ke arah Li Annchi yang saat itu tengah meletakan telapak tangannya pada luka di bahu Hao Long yang tersadar sesaat kemudian.
“Mustahil ... Bagaimana bisa?!!” Aura Hao Long yang sebelumnya telah melemah dan nyaris hilang, tiba-tiba kembali menguat. Hal itu membuat Ge Riong panik.
Menyadari hal tersebut, Ge Riong lalu membuat bola energi merah kehitaman yang sangat besar dari kedua telapak tangannya.
Dengan kekuatan penuh, Ia segera melesatkan bola energi itu dengan cepat ke arah Hao Long dan Li Annchi yang terkesiap melihatnya.
BLAAMMM !!!
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1