
Xiong Hu yang terkejut akan hal tersebut berniat meninggalkan dunia di masa ini dan kembali ke masa seminggu setelah Ia bertemu dengan Hao Long dan Li Annchi untuk pertama kalinya.
Melihat Xiong Hu yang diam saja, membuat Hao Long menjadi lebih waspada. Apalagi sesaat kemudian, Manusia Iblis itu mengeluarkan sebuah benda aneh yang memancarkan aura mencekam dari cincin ruangnya.
Dari benda bulat yang memiliki tujuh warna itu, melesat sinar tujuh warna setinggi seratus meter dan membuat pusaran yang kemudian terbuka sebuah lorong yang bergaris tengah satu meter.
“Aku tidak tahu cara kalian bisa pergi ke masa ini dan menemukanku. Tapi Aku pastikan kalian akan binasa ketika kita bertemu kembali.”
Xiong Hu melesat secepat kilat memasuki lorong dimensi yang segera menutup sesaat setelah tubuhnya berada di dalam lorong tersebut.
Hao Long memasukkan kembali Pedang Api Emas, setelah merasakan aura Xiong Hu menghilang dan tidak terasa di dunia ini lagi.
“Kakek! Aku sudah tahu liontin apa yang digunakan oleh office boy itu.” Teriakan Hao Lang membuat Hao Long dan Li Annchi bergegas menghampirinya.
Hao Lang menjelaskan bahwa Liontin tersebut terbuat dari baja hitam yang sudah langka saat ini. “Long … sebaiknya kita kesana, Aku ingin melihat Liontin itu.”
Walau merasa heran, Hao Long mengikuti kemauan Li Annchi. “Tunjukkan tempatnya pada kami. Kau Ingin terbang bukan?”
Hao Lang terkesiap dan sempat merasa takut saat tiba-tiba tubuhnya melayang ke udara dan melesat bersama kedua kakek leluhurnya.
“Kakek … Bagaimana caranya terbang seperti ini? Alangkah senangnya jika bisa melakukan hal ini setiap hari.”
Li Annchi menahan tawa mendengar Seorang pria berusia lebih dari tiga puluh tahun, merajuk seperti anak kecil yang merajuk manja pada kakeknya.
Mereka tiba di laboratorium militer dalam waktu kurang dari dua menit. Hao Long sangat geram menyaksikan puluhan orang tewas dengan tubuh berlubang besar dan hangus atau kepala yang meledak hancur.
“Jenderal ?!!… “ Seorang pemuda berlari mendekat. Ia terlihat terkejut karena kurang dari dua menit, komandan tertinggi itu telah berada di depannya.
Pemuda itu segera menunjukkan liontin dari kalung yang Ia kenakan. Hao Long lalu meminta Liontin itu. Ia mengatakan alasannya ketika Li Annchi bertanya mengapa Ia meminta Liontin tersebut.
“Manusia Iblis itu kembali ke daratan kuno dengan membawa senjata laser yang mematikan. Kita akan mencari besi baja hitam setelah tiba di daratan kuno di akhir chapter ini nanti.”
Walau tidak mengerti akan perkataan Hao Long, Li Annchi hanya diam saja. Pemuda itu lalu memberikan Liontinnya setelah Hao Long menjelaskan lebih lanjut apa yang ingin Ia lakukan dengan Liontin tersebut.
“Kakek … Apakah Kakek akan segera kembali ke masa lalu?” Raut wajah Hao Lang terlihat sedih. Melihat itu, Hao Long ingin menunda kepergian mereka kembali ke masa lalu.
__ADS_1
Setelah tiba Pangkalan udara, Ia meminta pendapat Li Annchi untuk menunda kepergian mereka ke masa lalu, dan mengajari Hao Lang agar bisa berkultivasi.
Saat itu, keduanya berada di ruang kerja Hao Lang yang sedang menemui para koki di dapur pangkalan militer agar menyajikan hidangan istimewa untuk menjamu ke dua leluhurnya tersebut.
“Tidak ada salahnya, bukankah dia cucu kita juga.” jawab Li Annchi yang merasa jengah setelah berkata demikian. “Cucu ya … bukankah kita harus membuat anak terlebih dahulu?”
Li Annchi tergeragap dengan wajah memerah, saat melihat Hao long menyeringai dan mendekatinya dengan tatapan yang sangat berhasrat.
“Long … Ah …. Jangan … “ Li Annchi mengelak saat Hao Long yang telah memeluknya, berusaha mendaratkan kecupan di bibirnya.
Saat itu terdengar langkah mendekati ruangan yang membuat Hao Long segera duduk menjauhi Li Annchi. “Cucu tidak pengertian! Kenapa cepat benar kembalinya!” gerutu Hao Long dalam hati setelah melihat Hao Lang kembali memasuki ruang kerjanya.
***
Tujuh hari telah berlalu, setiap hari Hao Long mengajari cucunya bagaimana cara berkultivasi dan juga beberapa teknik beladiri yang dengan cepat di kuasai oleh Hao Lang.
“Kakek lihat! Aku bisa melayang!” Hao Lang berteriak kegirangan seolah anak kecil yang baru mendapatkan permen dari kakeknya. Kali ini Li Annchi tertawa dengan menutup mulutnya melihat Tingkah Hao Lang.
“Walau baru satu meter dari atas tanah, itu sudah sangat bagus! Berlatih terus dengan teknik yang sudah Kakek ajarkan.” Terlihat kecanggungan Hao Long saat menyebut dirinya seorang kakek.
DOR
Hao Lang terkejut setengah hidup, saat tiba-tiba Sang kakek menembaknya. Namun Ia terlihat takjub mendapati peluru itu jatuh dan terpental ketika satu jengkal lagi hendak menyentuh kulitnya.
“Kakek tembak lagi sampai habis pelurunya!” Hao Long yang melihat nada kesombongan dalam suara Hao Lang, berniat memberinya pelajaran.
Tiga tembakan beruntun berikutnya berakhir dengan peluru yang jatuh terpental. Hao Lang tertawa senang sebelum tawanya berganti jeritan kesakitan sebelum akhirnya tak sadarkan diri.
Hao Long menembakkan satu peluru lagi dan mendorong dengan energi qi. Hal itu membuat tubuh Hao Lang terpental dan membentur tembok bangunan sejauh lima meter di belakangnya.
Hao long terkesiap dan buru-buru melesat menghampirinya. Setelah mengalirkan energi penyembuh Persik dewa, Hao Lang pun tersadar.
“Jangan Sombong dengan kemampuan yang kita miliki. Karena di atas langit masih ada langit. Ingatlah baik-baik semua pesan kakek selama ini.”
Hao Lang memeluk Kakeknya dan berterimakasih atas apa yang telah kakek dan neneknya berikan selama tujuh hari ini.
__ADS_1
Hao Long memberi cucu di masa depannya itu, sebuah apel dewa untuk membuatnya lebih kuat lagi agar bisa melindungi dunia dari bahaya di kemudian hari nanti.
Hao Long kemudian menjauh dan membuat pusaran awan setinggi lima puluh meter dari tanah. Sementara Li Annchi sedang berpamitan dengan Hao Lang.
“Nenek … Mohon jaga Kakek baik-baik, setahu yang aku dengar dari cerita Ayah … Kakek sempat tergoda dengan seorang janda kembang saat masih berada di daratan kuno.”
“APA!!” Mata Li Annchi melebar, hal itu membuat Hao Lang merasa menyesal mengatakan hal tersebut.
Padahal Ia sudah di larang Sang Ayah agar tidak mengatakan hal tersebut ketika nanti bertemu dengan mereka.
Namun melihat Li Annchi yang sangat mirip dengan kekasihnya Li Nan yang adalah Miss Universe terakhir di dunia ini, Ia tidak tega jika Sang Nenek merasa sakit hati karena ulah bengal kakeknya itu.
“Long … Beraninya Kau!” Li Annchi menggeram kesal, namun Hao Long memanggilnya dengan lembut untuk segera kembali ke daratan kuno.
Berdasarkan catatan di dalam kertas itu, Hao Long dan Li Annchi akhirnya bisa kembali ke masa seharusnya mereka berada yaitu masa saat keluar dari Alam Pertengahan setelah tiga bulan berada di alam tersebut.
Selama dalam perjalanan di lorong waktu itu, Hao Long terus bertanya dari mana Ia mendapatkan Gelang Giok Tujuh Warna yang hanya bisa digunakan sekali saja.
Saat keduanya tiba kembali di daratan kuno, mereka mendapati suara pertempuran dari arah dimana Kuil Cahaya Abadi berada.
----------------------------O---------------------------
Curhat Mah .. Eh Reader..
Kembalinya Hao Long Ke Masa seratus tahun setelah kematiannya, sebenarnya adalah Arc terakhir dari novel ini.
Namun karena berbagai pertimbangan yang tidak matang, Author mengubahnya menjadi hanya dua tiga chapter saja dan disajikan di Arc 1.
Author berharap bisa menyelesaikan 4 Arc novel ini. walau jumlah like dan Favoritnya jauh dari harapan Author.
Namun begitu, Semoga Level Karya Novel ini bisa naik di awal bulan depan hingga Author mendapat Income yang lumayan dan bersemangat untuk menuntaskannya.
Sejujurnya. hingga hari ini. pendapatan Author dari novel ini. belum lewat dari harga dua bungkus rokok Surya 12 😂😂. Membagongkan sekali bukan😭
Untuk itulah Like nya di setiap chapter jangan lupa, Karena dengan memberikan Like. Itu sudah lebih dari cukup bagi Author yang terbantu secara promosi oleh anda semua. 🙏🙏🙏
__ADS_1