
Hao Long nyaris terlambat menahan laju tubuh Pemimpin Sekte Tangan Dewa itu. Namun kecepatan yang Ia miliki, berhasil menyelamatkan Patriark Gu Bao.
“Long’er? …. Benarkah ini Kau?” Gu Bao terkejut saat mengenali raut wajah orang yang menolongnya. Ia pun terbatuk darah setelah bertanya demikian.
Hao Long segera mengalirkan energi qi Buah Persik Dewa untuk mengobati luka dalam yang dialami oleh Patriark Gu Bao. Raut terkejut terlihat di wajah pria berusia hampir seratus tahun itu.
“Kakek … Bagaimana kondisimu sekarang?” Tanya Hao Long. Namun Ia tidak sempat menerima jawaban dari Gu Bao karena tiba-tiba Komandan Pasukan Topeng Darah Hitam telah berada di dekat mereka.
Tanpa berkata apapun, sosok yang mengenakan topeng berwarna merah darah itu, melesatkan sebuah tendangan ke arah Hao Long.
Dengan sedikit terlambat Hao Long menahan serangan itu dengan lengan kirinya. Benturan kedua kekuatan itu menghempaskan tubuh merasa ke arah yang berlawanan.
“Bocah ini?!! Bagaimana bisa Ia menahan seranganku. Siapa dia sebenarnya. Kekuatannya tidak bisa aku lihat.”
Raut wajah di balik Topeng Merah Darah yang terlihat hampir kehitaman itu, terlihat terkejut dengan apa yang baru terjadi.
Dari benturan itu, Ia bisa mengetahui bahwa kekuatan Pemuda belasan tahun yang menahan serangannya tadi, tidak lebih lemah dari dirinya, namun lebih kuat dari Patriark Gu Bao.
“Long’er hati-hatilah … Dia adalah satu dari tujuh Komandan kelompok pasukan pembunuh yang dimiliki tiga belas sekte Aliran Hitam.”
Gu Bao mengingatkan Hao Long dengan kekhawatiran menyelimuti dirinya akan keselamatan pemuda dari masa depan itu.
‘Kakek Tenanglah … Aku bisa menghadapinya.”
Hao Long segera melesat mendekati Komandan Pasukan Topeng Darah Hitam yang memutuskan untuk menunjukkan kekuatannya yang sesungguhnya.
Udara tiba-tiba menjadi berat saat aura energi memancar kuat dari tubuh Komandan itu.
Pancaran itu membuat pertempuran yang terjadi di udara, seketika terhenti. Kedua belah pihak segera membuat jarak satu sama lainnya hingga lebih dari dua puluh meter.
“Baru kali ini Komandan mengerahkan kekuatan penuhnya, pemuda itu pasti bukan pemuda biasa. Sayangnya, dia akan mati dengan tubuh hancur akibat Jurus Pedang Darah Hitam milik Komandan.”
__ADS_1
Salah satu anggota pasukan Topeng Darah Hitam yang kini tersisa sembilan belas orang, berkata dengan suara yang cukup keras.
“Benar sekali, sebaiknya kita agak menjauh sedikit lagi agar tidak terkena imbas dari kekuatan Komandan Yang sangat besar.”
Rekannya yang lain menanggapi, lalu bergerak menjauh lagi diikuti dengan anggota yang lainnya.
Sementara di sisi yang berbeda, kepanikan mendera hati semua Tetua dari Sekte tangan Dewa termasuk tetua Luo Jian. Namun tidak dengan Patriark Gu Bao.
“Aku tidak bisa mengukur kekuatan Long’er. Siapa yang mengajari dirinya berkultivasi? Teknik apa yang digunakan sehingga Ia mampu mencapai kekuatan sebesar ini dalam waktu yang sangat singkat? Ramalan itu sepertinya akan menjadi nyata.”
Sebuah senyum tersungging di sudut bibir Gu Bao. Ia merasa yakin Hao Long mampu menandingi lawan yang memiliki kekuatan di tingkat Pendekar Langit itu.
“Bocah … Kau hebat juga. Baru kali ini ada yang bisa membalikkan seranganku. Aku tak akan menahan tenaga lagi.”
Selepas berkata demikian, tubuh Komandan itu menghilang dari pandangan mata dan telah berada di belakang Hao Long yang tidak terkejut melihat kecepatan geraknya.
Tubuh Hao Long menghilang tepat saat tendangan kuat Komandan Pasukan Darah hitam, melesat ke arah tubuhnya. Komandan itu terlihat terkejut saat mendapat sebuah serangan balasan dari belakang tubuhnya.
Sesaat kemudian pertukaran serangan diantara keduanya, berlangsung dengan cepat yang sulit diikuti oleh mata para Tetua yang rata-rata memiliki kultivasi di tingkat Kaisar tahap menengah hingga tahap akhir.
Sesekali terlihat tubuh Hao Long terpental akibat terkena serangan lawan. Namun tak jarang tubuh Komandan Pasukan Darah Hitam terpental jauh.
Telah lebih dari seratus kali pertukaran serangan terjadi diantara keduanya. Pertarungan semakin memuncak saat Komandan tersebut mengeluarkan Pedang yang memiliki bilah berwarna hitam.
“Pedang Darah Hitam!!! Long’er hati-hatilah terhadap pedangnya yang mengandung racun sangat mematikan!”
Patriark Gu Bao berteriak keras dengan rasa khawatir yang besar, setelah melihat pedang di tangan Komandan Pasukan Topeng Darah Hitam itu.
Menyadari kekuatan lawan yang sedikit lebih besar darinya serta memiliki senjata dengan racun berbahaya, Hao Long tak ingin berlaku gegabah.
Ia segera mengeluarkan Pedang Naga Emas dari dalam Cincin Ruangnya. Hal yang membuat mata Komandan Pasukan Topeng Darah Hitam melotot lebar sesaat setelah melihat pedang berbilah emas tersebut.
__ADS_1
“Pedang apa yang pemuda ini gunakan, Aura begitu mencekam seolah ribuan nyawa telah melayang oleh pedang itu.”
Komandan Pasukan Topeng Darah hitam menelan ludahnya, Ia bisa merasakan tekanan kuat yang memancar dari pedang yang kini bersinar terang setelah Hao Long mengalirinya dengan energi qi.
“Patriark! … Pedang apa yang berada di tangan Pemuda itu? Mengapa Auranya begitu mencekam?”
Tetua Luo Jian bertanya kepada Patriark Gu Bao yang matanya sedang menatap tajam ke arah pedang di tangan Hao Long. Ia sedang berusaha mengetahui pedang tersebut dari ingatannya.
“Aku tidak tahu … Aahh … Tunggu!! … mungkinkah itu pedang ….?!!! Tidak salah lagi …. Hanya pedang legendaris itu yang memiliki aura Kuning keemasan seperti ini!”
Wajah Patriark Gu Bao terlihat terkejut saat teringat tentang sebuah Pedang Legendaris yang telah menghilang sejak ratusan tahun lalu.
“Apa!!!? Pedang Naga Emas??? Bagaimana bisa dimiliki oleh Hao Long??”
Tetua Luo Jian tersedak ludahnya sendiri, saat mengetahui nama pedang yang pernah dimiliki oleh seorang kultivator pedang terhebat sepanjang masa.
Ia pun tertunduk malu saat teringat bagaimana Ia melakukan konspirasi bersama para tetua lainnya untuk mengusir Hao Long.
Namun hari ini, Hao Long justru mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan mereka dari serangan Pasukan Topeng Darah Hitam yang terkenal cukup kejam dan tanpa ampun itu.
TRANG
Suara benturan pedang terdengar keras saat keduanya kembali bertarung dan saling menyerang dengan jurus-jurus yang mematikan.
Setelah lebih dari lima puluh kali pertukaran serangan, terlihat Hao Long mulai terdesak akibat kurangnya pengalaman bertarung yang Ia miliki.
Hal itu membuat wajah Patriark Gu Bao dan yang lainnya menjadi tegang dan was-was. Jurus yang Hao Long gunakan sebenarnya adalah teknik yang tinggi, namun entah kenapa Ia bisa terdesak seperti itu.
Tidak ada yang mengetahui bahwa Komandan Pasukan Topeng Darah menggunakan teknik ilusi saat melakukan serangannya. Hal itu tentu saja tidak disadari oleh Patriark Gu Bao dan yang lainnya.
Seringkali Hao Long melihat Pedang lawan menjadi dua atau tiga buah. Sehingga Ia sering terlambat menangkis bilah pedang yang asli.
__ADS_1
----------------------O---------------------