
Hao Long terdiam, benaknya dipenuhi tanda tanya akan perkataan mereka yang menyebutnya sebagai “Tuan Muda.”
Diamnya Hao Long yang sedang bingung, membuat keempat orang itu semakin ketakutan, getaran tubuh mereka semakin kuat karena salah mengartikan tatapan kebingungan Hao Long
“Sepertinya Sosok yang mereka sebut Tuan Muda adalah seorang yang sangat kuat dan kejam hingga mereka ketakutan seperti itu. Baiklah Aku akan berpura-pura sebagai dirinya untuk mengetahui siapa Tuan Muda ini.”
Hao Long lalu melayang perlahan dengan memberikan tatapan dingin ke arah Cai Di yang seketika itu bersujud kepadanya. Nyaris saja Hao Long tertawa melihatnya, sehingga senyum yang Ia tahan, bagi Long Bai dan lainnya terlihat bagai seringai kejam.
“Ah Kasihan sekali Kau Cai Di. Tuan Muda sudah menyeringai, akhir hidupmu akan segera tiba.” Dalam benaknya Guang Hou menyayangkan sikap arogan Cai Di sebelumnya.
“Ampun Tuan Muda, maafkan sikapku tadi karena terlambat mengenali Tuan Muda.” Suara bergetar Cai Di diabaikan oleh Hao Long.
“Aku tidak akan segera membunuhmu karena sikapmu tadi. Tapi Kau harus menceritakan apa penyebab dari pertempuran besar ini?!”
Dengan cepat, Cai Di lalu menjawab bahwa semua ini karena kesalahannya yang tidak bisa menerima jika Long Bai menolak lamaran cucunya.
Lalu Ia meminta sahabatnya Guang Hou, Ketua Klan Manusia Elemen Air untuk membantunya menghabisi Klan Manusia Elemen Petir yang dibantu oleh Klan Manusia Elemen Angin yang dipimpin oleh Dai Hu.
Hao Long lalu bertanya kepada Long Bai mengapa menolak lamaran cucu Cai Di. Long Bai pun lalu menjelaskan jika cucunya tetap memutuskan hidup sendiri, setelah kematian sang Suami yang baru sehari menikahinya.
Selain itu, Ia juga menolak karena mengetahui kelakuan cucu Cai Di yang walau Ia pemuda paling jenius di klan Manusia Elemen Api.
Karena Kejeniusannya itulah, membuat Ia sombong dan sering menindas pemuda dari Klan elemen lain. Cai Di tak terima cucunya dijelek-jelekkan apalagi setelah Dai Hu berkata yang sama tentang cucunya, Ia meradang marah kepada Long Bai.
Terjadi perdebatan diantara keduanya, yang segera diam membisu saat Hao Long membentak mereka. “Cai Di … Kau melihat kelakuan cucumu, tapi kau pura-pura buta. Apa Aku perlu membuatmu benar-benar menjadi buta?”
Tubuh Cai Di bergetar, Ia lalu meminta maaf kepada Long Bai dan Dai Hu. Ia juga akan memerintahkan seluruh anggota Klannya pergi dari tempat tersebut. Ia bertekad akan menanggung sendiri akibat dari perbuatan cucunya dan juga kesalahannya.
__ADS_1
Guang Hou dan seluruh anggota Klan Manusia Api, segera pergi meninggalkan tempat tersebut. Menyisakan Cai Di yang termenung diam.
“Kenapa Kau masih disini?! Pergilah … Saat ini Hati ku sedang bergembira jadi aku tidak menghukummu. Pergilah … Dan jika lain kali Kau membuat masalah lagi, saat bertemu, Aku tak akan bertanya lagi selain membuat kepalamu terpisah dari lehernya.
Cai Di terkejut, demikian juga Long Bai dan Dai Hu. Namun karena Cai Di sangat senang dirinya diampuni, Ia tidak menaruh sedikitpun kecurigaan pada sikap Hao Long.
Setelah kepergian Cai Di yang mengucapkan terimakasih hingga hampir sepuluh kali, Hao Long segera bertanya mengapa mereka terlihat tidak menyukai keputusannya.
“Maaf Tuan Muda … Kami bukan tidak menyukai keputusan, hanya saja ini sedikit aneh.” Long Bai akhirnya berkata setelah cukup lama Ia terdiam.
“Aneh? Aneh bagaimana?” Tanya Hao Long yang kini menjadi bingung.
“Sikap Tuan Muda berbeda dari berita yang kami dengar. Informasi yang kami dapatkan, Jika Tuan muda sedang marah lalu menyeringai, Itu artinya akan ada nyawa yang melayang di tangan Anda.”
Hao Long garuk-garuk kepala mendengar perkataan Dai Hu, Ketua Klan Manusia Angin. “Katakan saja yang sebenarnya tentang siapa kita.” Li Annchi berkata lirih pada Hao Long.
Long Bai dan Dai Hu terkejut setelah mendengar penjelasan Hao Long. Namun begitu, keduanya berterimakasih kepada Hao Long yang telah membantu mereka mengakhiri konflik dengan Klan Manusia Api dan Manusia Air.
“Ah benar juga, Anda tadi berasal dari Dunia Manusia Bumi, bukan dari Dunia Kristal.” Long Bai mengulum senyum kecut menyadari kebodohannya.
Karena Hao Long telah membantu Klan-nya, Long Bai ingin menjamu keduanya di Markas Klan mereka. Ia juga berjanji akan menjelaskan siapa Sosok Tuan Muda yang mereka takuti itu.
***
Hao Long sempat terkagum-kagum melihat bangunan dan peradaban kota besar yang bernama Shanduan itu. Beberapa waktu kemudian, mereka tiba di sebuah bangunan termegah yang ternyata Markas Klan Manusia Elemen Petir.
Setelah disajikan minuman dan kudapan yang tidak asing bagi Hao Long dan Li Annchi, Long Bai lalu menjelaskan siapa itu Sosok Tuan Muda.
__ADS_1
Ia Adalah Putera Pertama Raja Dunia Manusia Kristal yang bernama Ge Riong. Sedang Tuan Muda itu bernama Ge Luo yang merupakan Kultivator terkuat kedua dan terkejam yang pernah ada.
“Kultivasinya sudah mencapai Level Tujuh Tingkat Dewa Sejati, bahkan mungkin telah menembus Tingkat Dewa Abadi Ranah Bumi. Tingkat yang telah dicapai oleh ayahnya, Raja Ge Riong.”
Hao Long dan Li Annchi tentu saja terkejut mendengar hal tersebut. Dan mereka bisa mengetahui perbedaan kekuatan yang cukup besar antara Level enam dan Level tujuh.
Li Annchi tiba-tiba menyadari jika bahaya besar sedang mengancam mereka karena Hao Long yang telah berpura-pura mengaku sebagai Ge Luo.
Long Bai lalu menjelaskan lebih lanjut bahwa Dunia Elemen, Dunia Org, Dunia Logam, dan Dunia Siluman dan Beast, berada dalam kekuasaan manusia dari Dunia Kristal.
Di setiap Dunia, mereka mengutus satu orang sebagai penguasa yang kultivasinya telah mencapai Level Enam Tingkat Dewa Sejati. Selain itu, mereka dibantu tiga orang di tahap Lima dan lima orang di Tahap Empat. Serta dua puluh orang di Tahap tiga.
Di Dunia Elemen ini, mereka mendirikan markas cabang yang sangat tersembunyi di masing-masing kota yang menjadi pusat dari kekuasan Klan Masing-masing Elemen, tidak terkecuali di Kota Shanduan.
“Apakah anda telah menemukan markas rahasia mereka Sesepuh Long Bai?” Tanya Hao Long. Long Bai mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Hao Long.
“Tentu saja kami tidak berani mencarinya, karena itu sama saja dengan mengundang kematian kami karena setiap orang yang mengetahuinya, akan disiksa dengan sangat sadis sebelum akhirnya dibunuh.”
Terlihat ketakutan dalam suara Sesepuh Long Bai. Lalu Hao long bertanya bagaimana mereka bisa menduga dirinya adalah sosok Ge Luo.
Long Bai dan Dai Hu tersenyum tipis mendengar pertanyaan Hao Long yang membuat mereka mengingat kembali ketakutan satu jam yang lalu.
“Itu karena tangan Kananmu terlihat seperti kekuatan Tangan Petir Dewa Langit yang dimiliki oleh Tuan Muda Ge Luo.”
Jawaban singkat dari Long Bai, sukses membuat Hao Long dan Li Annchi terkejut mendengarnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1