Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
108: Kemelut Kota Kaiping 2


__ADS_3

“Tubuh yang menghitam ini, Tidak salah lagi ini adalah perbuatan Bunga Dewi Hitam, Diao Chi.” Patriark Ou Yang berkata setelah selesai memeriksa mayat yang tergeletak di depannya.


BUMMM


Terdengar ledakan dari pusat kota, Hao Long dan yang lainnya segera melesat ke tempat tersebut. Setibanya di sana, mereka mendapati bangunan markas Aliansi Aliran putih tidak terlihat lagi.


Bangunan setinggi lima lantai itu, kini telah rata dengan tanah, puluhan kultivator Aliansi Aliran Putih, terkubur hidup-hidup di bawah reruntuhan bangunan tersebut.


Yang membuat mereka terpana adalah sosok setinggi sepuluh meter yang baru saja menghantamkan sebuah tongkat besar sepanjang lima meter kebangunan tersebut.


“Bangsa Org?! Bagaimana mereka bisa berada di dunia ini?” Gao Bairi terlihat kaget melihat manusia raksasa yang berwajah jelek itu. Sementara Patriark Ou Yang dan Patriark Hong Jun terlihat sangat marah.


Setidaknya ada puluhan anak buah mereka yang tergeletak dengan tubuh menghitam, sebagian yang lain tewas dengan tubuh yang terkoyak.


“Murka Dewa Petir!” Ou Yang berteriak keras seraya melayang ke udara. Di tangannya, Tombak Dewa Petir telah diselimuti puluhan petir-petir kecil.


JEDAR-JEDAR


Belasan petir besar, menghantam ke arah puluhan orang yang dipimpin oleh Dewi Bunga Hitam Diao Chi. Namun sesaat sebelum petir itu melesat dari tongkat Ou Yang, dua orang dari pihak mereka telah bersiap-siap dengan serangan itu.


Bersamaan dengan petir melesat ke arah mereka, tiba-tiba tanah bergerak ke udara membentuk sebuah dinding setebal satu meter.


Dinding tanah tersebut berhasil meredam petir-petir yang dilesatkan oleh Ou Yang. Hal itu tentu saja membuat Patriark Sekte Golok Halilintar itu terkejut melihatnya.


“Manusia Elemen tanah!” Gao Bairi kembali berseru. Sementara Hao Long yang melihat hal itu, segera melesat mendatangi Patriark Ou Yang.


“Patriark Ou … Hentikan serangan Anda!” Ou Yang menurunkan Tongkat Dewa Petir yang telah berada di atas kepalanya. “Ada Apa? mengapa Kau …”


Ou Yang tak melanjutkan kata-katanya. Hal tersebut karena mereka merasakan belasan aura besar datang mendekat dari berbagai arah, menuju Kota Kaiping.


Sementara Rombongan tetua Fu Xia dan yang lainnya, juga sudah mulai mendekat, mungkin beberapa menit lagi mereka tiba. “Patriark Ou terlalu berbahaya jika kita bertarung di dalam kota, sebaiknya kita pancing mereka ke luar di tembok timur kota ini.”


Patriark Ou Yang dan yang lainnya setuju, Setibanya seratus meter dari tembok timur Kota Kaiping, mereka pun berhenti dan melesat turun.


“Long apa yang Kau rencanakan?” Li Annchi terlihat was-was saat merasakan begitu banyak aura besar yang mendekat. “Di pihak mereka ada yang mampu membuat tanah bergerak, bukankah itu sangat berbahaya bagi penduduk kota?”


Selesai Hao Long berkata, kelompok aliansi yang mengejar mereka tiba di tempat tersebut. Diao Chi Sang Dewi Bunga Hitam, menatap tajam ke arah Li Annchi.


“Apakah kau yang membunuh muridku Jing Li?” Tanya Diao Chi dengan suara Dingin. “Jika iya Kenapa? Kau ingin membalas dendam kematiannya? Aku bersedia mengantarmu menemuinya di Neraka.”


Tentu saja perkataan Li Annchi membuat Diao Chi meradang marah. “Tapak Bunga Kematian!”

__ADS_1


Setelah berteriak keras, Dewi Bunga Hitam melepaskan serangan tapaknya yang sangat beracun, LI Annchi menghindarinya dengan melesat ke udara.


Dewi bunga Hitam pun melesat mengejarnya ke udara. “Mau kemana Kau?!” Diao Chi terlihat geram melihat Li Annchi bisa menghindari serangannya dengan mudah.


“Mau mengantarmu ke Neraka dari tempat ini!” jawab Li Annchi dengan suara yang ketus. “Sombong sekali Kau bocah!”


Diao Chi segera mengerahkan tujuh puluh persen kekuatannya. Setelah semalam bertemu Gao Baidi dan menyerap Khasiat Buah Iblis dengan bantuan sosok tua itu, kekuatan Diao Chi membuat Patriark Ou Yang terkejut melihatnya.


“Tak ku sangka … Kekuatan Diao Chi meningkat pesat setelah sekian lama Ia menghilang.” Patriark Hong Jun pun menganggukkan kepala seraya berkata. “Walau kekuatan kita juga meningkat, tapi ternyata masih jauh di bawah kekuatan yang Ia miliki sekarang.”


Melihat Pemimpin mereka mulai bertarung, kelompok Aliansi Aliran Hitam pun mulai bergerak mengepung empat orang lainnya. Hao Long yang melihat hal itu segera melesat ke arah dua orang manusia yang ia ketahui berasal dari Dunia Elemen.


Sesaat kemudian tanah berguncang dengan datangnya raksasa dari Bangsa Org. Patriark Ou Yang pun segera melesat ke hadapan raksasa itu. “Aku lawanmu Makhluk jelek!”


Kini tersisa Patriark Hong Jun dan Gao Bairi yang berada dalam kepungan puluhan orang kultivator tingkat langit tahap puncak dan beberapa orang di tingkat Dewa tahap Awal.


“Serahkan mereka padaku! Kau berjaga di belakang ku saja.” Patriark Hong Jun tak membantah mendengar perintah Gao Bairi, karena Ia tahu Kakek sangat sepuh itu, adalah kultivator tingkat tinggi.


ARRGH AARGH


Sesaat kemudian, terdengar jeritan dari puluhan orang tersebut saat kedua mata Gao Bairi telah berubah menjadi hijau. Mereka meraung-raung seraya memegangi kepala mereka.


Dalam sekejap puluhan orang yang mengepung mereka tewas dengan darah keluar dari mulut mereka. Diao Chi yang melihat anak buahnya telah tewas dalam sekejap, terkejut mendapati kenyataan itu.


JEDAAAR


Petir besar menghantam kepala raksasa dari Bangsa Org saat Ou Yang melepaskan jurus Murka Dewa Petir. Serangan yang menguras tiga puluh persen energi qi-nya itu berhasil membuat Raksasa itu tewas dengan kepala yang terbelah dan hangus.


Diao Chi yang saat itu baru saja membuat jarak dengan Li Annchi, kembali terkejut melihat hal itu.


Saat itulah dia menyadari jika kedua orang yang bertugas menahan kekuatan petir Ou Yang ternyata tengah bertarung dengan Hao Long.


“Apakah Kau ingin melihat mereka tewas lebih dulu baru kemudian menyusulnya?” Pertanyaan Li Annchi membuat Diao Chi menggeram marah.


Diao Chi tak punya pilihan, Ia pun segera mengerahkan kekuatan penuhnya. Dengan tujuh puluh persen kekuatannya tadi, Ia merasa belum bisa mengungguli kecepatan gerak lawannya yang masih belia itu.


Kekuatan Tingkat Dewa Sejati Level Dua segera memancar dari tubuh Diao Chi. Aura kehitaman yang mencekam, memancar dari tubuh Sang Dewi Bunga Hitam.


Kedua tapak Diao Chi telah diselimuti oleh asap hitam, asap beracun dari bunga hitam yang sangat mematikan. Li Annchi pun tak ingin gegabah, Ia lalu mengerahkan lima puluh persen kekuatannya.


Aura dingin yang memancar dari tubuhnya, membuat suhu udara menurun drastis. Diao Chi pun menelan ludahnya. Asap hitam di kedua tangannya terasa hendak membeku.

__ADS_1


Ia pun melesat menjauhi Li Annchi, lalu mengangkat kedua tangannya di udara. Seketika terbentuk energi berbentuk sebuah bunga raksasa berwarna hitam.


Itu adalah jurus terkuat yang Diao Chi miliki. Ia memutuskan menggunakan jurus, karena menyadari kekuatan lawan yang sangat tinggi.


“Bunga Hitam Menebar Kematian!” Dari Energi berbentuk Bunga Hitam itu, puluhan pisau berwarna hitam melesat sangat cepat.


Li Annchi terkesiap menyadari Ia tidak bisa membekukan Pisau energi yang terus berdatangan walau Ia telah berhasil menepis dan menghindari beberapa diantaranya.


Diao Chi terlihat senang melihat lawan kepayahan menghalau serangan darinya, namun hal itu tidak berlangsung lama.


LI Annchi yang menyadari serangan itu mengandung racun mematikan, segera meningkatkan kekuatannya hingga tujuh puluh persen.


Perlahan Li Annchi berhasil meredam gencarnya serangan pisau energi hitam itu dengan membekukannya, namun tanpa Ia duga beberapa orang tiba-tiba muncul di belakangnya.


Dua orang yang datang itu adalah Rao Di dan Tu Bei, keduanya segera membantu Diao Chi. Sementara Wang Tsao dan Xiong Hu melesat ke arah Patriark Ou Yang dan Hong Jun.


Mendapat serangan jarak jauh dari tiga orang yang mengeroyoknya, Li Annchi terlihat mulai kewalahan. Melihat Hal Itu, Patriark Ou Yang segera melesat bersama Patriark Hong Jun.


Namun keduanya dihadang oleh Xiong Hu yang datang bersama Wang Tsao. “Mau kemana kalian?! Jangan harap bisa membantunya!”


Selesai berkata demikian, Wang Tsao segera mengeluarkan Jurus Pedang Angin Hitam dan mengarahkan serangannya ke arah Patriark Hong Jun dan Ou Yang.


Energi berbentuk pedang Angin berwarna hitam itu, segera melesat menyambar ke arah kedua ketua sekte itu.


“Pedang Angin Mengguncang Langit!” Patriark Hong Jun yang melihat serangan itu, segera menebaskan Pedang Angin miliknya ke arah depan.


Dari ujung Pedang Pusakanya itu melesat energi angin berbentuk pedang yang segera menghadang serangan Wang Tsao.


BLAAAM


Dua benturan energi besar, membahana di udara. Tubuh keduanya sama-sama terpental jauh ke belakang. Sementara Patriark Ou Yang dan Xiong Hu telah melesat menjauh sebelum kedua energi itu bertemu.


Melihat Xiong Hu hendak menyerang Patriark Hong Jun, Patriark Ou Yang segera melesat dan membentaknya. “Aku Lawan mu Xiong Hu!”


“Kau ingin mengantar nyawa Ou Yang?! Baguslah jika begitu.” Xiong Hu menyeringai sambil mengeluarkan Pedang Raja Iblis yang telah disatukan oleh Gao Baidi dengan Pedang Ratu Iblis.


Saat senjata itu dikeluarkan dari Cincin Ruangnya, aura Iblis yang mencekam segera memenuhi udara. Patriark Ou Yang terkesiap, saat merasakan Aura Pedang itu, mampu membuat tubuhnya merasa nyeri.


“Senjata Apa yang ada di tangannya? Auranya begitu kuat menekan tubuhku.” Patriark Ou Yang menelan ludahnya. Lalu mengerahkan seluruh energi qi-nya yang tersisa dan mengalirkan ke dalam tombak Dewa Petir.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2