Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
061: Qiu Heng Dalam Bahaya


__ADS_3

JEDAAARR


Tubuh Tong Tse terpental puluhan meter akibat terhantam petir biru yang tiba-tiba keluar dari cambuk Huang Bao, ketika tokoh tua itu mengangkat senjata andalannya ke udara.


Sebagian Jubah Tong Tse hangus terbakar, namun kulit tubuhnya tidak melepuh sama sekali. Setelah menguasai keadaannya, terlihat kemarahan dari Roh Panglima Iblis yang merasuki tubuhnya.


Tombak Golok di tangannya, segera Ia putar dengan sangat cepat. Beberapa detik kemudian, keluar gumpalan asap hitam yang sangat pekat dan perlahan membentuk sosok Harimau Iblis yang berbulu hitam legam.


melihat hal itu, Huang Bao kembali melecutkan cambuk api birunya. Petir besar pun melesat ke arah Harimau Iblis hitam dengan cepat.


JEDAARRR


“Apa?!! Tidak mungkin?!!” Huang Bao tercekat. Petir sebesar itu, tidak berefek apapun terhadap Harimau Iblis Hitam yang kemudian melesat hendak menerkam dirinya.


Huang Bao melompat ke udara, namun ekor harimau iblis itu, berhasil memukul dirinya hingga terlempar ke arah dimana Qiu Heng dan Xi Hai bertarung.


Xi Hai yang melihat hal itu, hendak menghantam tubuh Huang Bao. Namun dengan cepat, Qiu Heng menghadang laju tali cambuk itu dengan tongkat merahnya.


“Lawan Dia! Biar Aku yang mengurus harimau itu.” Qiu Heng melesat ke arah Harimau Iblis Hitam seraya mengangkat tombaknya ke atas kepala.


DUAGH


Harimau Iblis Hitam tidak menduga tongkat merah itu bisa memanjang, Ia pun tak sempat menghindari pukulan kuat dari Qiu Heng.


Tubuh besar nya meluncur ke bawah karena hantaman Tongkat lawan yang tepat mengenai punggungnya. Saat kakinya baru menjejak tanah, senjata kakek berjuluk Dewa Tongkat Merah itu, kembali datang dan hendak menusuknya.


Secepat kilat, Harimau Iblis Hitam melesat menghindari tusukan tongkat merah itu. Lalu kembali terbang ke udara dan mengaum keras.


Dari mulutnya keluar bola energi Hitam yang meluncur cepat ke arah Qiu Heng. Dengan cepat Dewa Tongkat Merah menarik Tongkatnya.


Namun di luar dugaannya, Tombak Golok Tong Tse melayang menahan laju tongkatnya yang hendak memukul bola energi hitam itu.


Tongkat pun terpental ke atas, Qiu Heng kehilangan keseimbangannya. Dengan bersusah payah, Ia berusaha menghindari terpaan bola energi hitam sebesar tubuh manusia itu.


Walau berhasil menghindarinya, namun bahaya masih belum menjauh dari tokoh tua itu. Tombak Golok kembali datang dan melesat cepat.

__ADS_1


Qiu Heng berhasil menghindarinya, walau jubah yang Ia kenakan sobek karena tergores mata golok yang sangat tajam. Wajah tokoh tua itu, terlihat berubah mendapat serangan gencar dari lawan.


di lain sisi, Harimau Iblis Hitam kembali datang dengan mulut terbuka lebar, hendak menelan Qiu Heng. Serangan cepat itu berhasil Qiu Heng hadang dengan memukulkan tongkat pusakanya.


Namun serangan Tombak Golok dari arah belakang, telah datang lebih dulu. Dengan wajah terkejut, Qiu Menahan perih akibat punggungnya tergores oleh mata Tombak golok itu.


Qiu Heng yang kesal, akhirnya melesat ke udara setinggi tiga puluh meter. Dengan cepat Ia melemparkan Tongkat Merahnya ke udara dan membuatnya berputar dengan cepat.


Sesaat kemudian, dari putaran tongkat pusakanya itu, melesat puluhan energi berbentuk tongkat sepanjang tiga meter dan menghujani Harimau Hitam dan tombak golok yang sedang melesat menuju dirinya.


DUAR DUAR


Puluhan ledakan segera terdengar saat tongkat dari energi itu, berbenturan dengan tubuh Harimau Iblis Hitam dan Tombak Golok milik Tong Tse.


Serangan Qiu Heng berhasil mementalkan Harimau Iblis Hitam, namun tidak dengan tombak golok lawan. Tombak Golok itu terus meluncur ke arah Qiu Heng yang segera meraih tongkatnya kembali.


TRANG


Dengan sekuat tenaga, Qiu Heng menghantam tombak golok itu dan berhasil mementalkannya. Namun Sebuah serangan dari Tong Tse yang tiba-tiba muncul di belakangnya, tak lagi bisa Ia hadang.


Tubuh Qiu Heng meluncur deras ke arah harimau hitam yang segera membuka mulut, untuk menelan tubuh Dewa Tongkat Merah yang hampir kehilangan kesadarannya.


Serangan tapak dari Tong Tse pada punggungnya begitu kuat, membuat Qiu Heng terluka sangat parah.


Dan Ia hanya bisa pasrah dengan memejamkan matanya, saat berada dua meter lagi dari mulut Harimau Iblis Hitam yang menganga lebar.


GOAARGGHHH


Harimau Iblis Hitam mengaum keras, tubuhnya terpental puluhan meter. Dan Qiu Heng merasakan sebuah tangan meraih pinggangnya


Sesaat kemudian, hawa sejuk segera mengalir deras memasuki aliran darahnya dan menghilangkan rasa sakit pada luka-luka dalam di punggungnya.


“Kakek ... Kakek beristirahatlah dulu. Biar Aku yang melawannya?” Perkataan orang yang menolongnya itu, menghilangkan tanya yang ada dalam benak Qiu Heng.


Namun Jagoan Tua itu kemudian merasa sangat heran, karena Ia bisa sembuh dengan cepat dari luka dalam separah itu. “Long’er … Syukurlah Kau telah kembali.”

__ADS_1


Hao Long tersenyum, seandainya saja Li Annchi tidak memaksa dirinya agar kembali ke Klan Hao, maka Ia akan merasa menyesal seumur hidupnya.


Beruntungnya, Ia tiba di Klan Hao satu jam setelah Hao Bai meninggalkan tempat tersebut bersama belasan orang lain. Ia dan Li Annchi berhasil mendapat informasi tentang kemana tujuan dua puluh orang tersebut.


Keduanya bergegas kembali ke Sekte Kipas Pelangi dan merasa bersyukur karena kedatangannya tepat pada saat Qiu Heng mengalami situasi yang sangat berbahaya.


Kedatangan Li Annchi dan Hao Long, membuat pertarungan seketika terhenti. Hao Bai tercekat melihat pemuda dari maa depan itu. Ia segera melesat meninggalkan Ying Yu dan segera berada di sisi Tong Tse yang masih dirasuki oleh Panglima Iblis.


“Patriark Tong, Pemuda itulah yang bernama Hao Long. Sebainya kita segera pergi dari tempat ini.” Xi Hai yang juga telah tiba di dekat Tong Tse dan mendengar ucapan Hao Bai, mengiyakan ucapan Ketua Klan Hao itu.


“Tidak! Aku masih belum mengeluarkan seluruh kekuatanku dan juga senjata pusaka ini.” Hao Bai dan Xi Hai terdiam. Menyadari bahwa tubuh Tong Tse sedang dikuasai oleh roh dari senjata pusakanya.


Xi Hai dan Hao Bai saling bertatapan, keduanya lalu melesat mundur dan berbincang pada jarak dua puluhmeter dari Tong Tse yang telah di datangi oleh Hao Long.


Suasana menjadi tegang, kedua belah pihak kini berada di dua tempat berbeda. Dua orang anggota Klan Hao telah tewas, sementara tiga orang terluka cukup parah.


Di Pihak Sekte Kipas pelangi, setidaknya enam orang tetuanya telah tewas, dan beberapa orang terluka cukup serius. Hal yang membuat Ying Yu tidak berhenti menatap kearah Hao Bai dengan kemarahan yang menggelegak.


Li Annchi yang menyadari hal itu, segera menahan Dewi Kipas Pelangi yang hendak melesat ke arah Hao Bai dan Xi Hai berada. “Nenek … Tenanglah. Masih ada satu orang lawan yang sangat berbahaya.”


Ying Yu terdiam, Ia pun menatap ke arah dimana Hao Long telah bersiap untuk bertarung dengan Tong Tse dan Harimau Iblis Hitamnya.


Hao Long mengeluarkan senjata berlekuk pemberian dari Ki Jogowono. “Naga Bumi … Keluarlah! Aku ingin Kau bermain-main dengan Harimau Hitam itu.”


Senjata bernama Keris itu, bergetar hebat. Sesaat kemudian melesatlah cahaya ke udara dan segera mewujud sosok ular naga yang tak lain adalah Naga Bumi.


Ular naga berukuran sangat besar itu, segera meliuk dan kepalanya segera berada lima meter dari tubuh Hao Long yang terlihat sangat kecil bagi Ular naga itu.


“Bocah! … Jangan panggil Aku Naga Bumi tanpa kata Tuan di depannya. Atau Aku tidak akan mematuhi ucapanmu.” Hao Long tersedak nafasnya sendiri, mendengar ucapan Naga Bumi.


--------------------------------O----------------------------------


Maaf Kalau ada Typo .. karena Author juga sedang menulis novel lain yaitu 7 pendekar Semesta.Yang saat ini masih Author Upload di grup privat FB. Kemungkinan akan Upload di NT antara bulan April -Juni


__ADS_1


__ADS_2