
Setelah berbulan-bulan melewati pelatihan yang sangat berat, Hao Long kini berhasil membunuh Kalajengking Gurun Pasir Api dalam waktu kurang dari tiga puluh detik.
Ia juga telah mampu melayang dan mengimbangi kecepatan gerak Tan Long yang berpindah tempat sangat cepat seolah sedang melakukan teleportasi dalam jarak ratusan meter.
“Long’er … Hari ini adalah ujian terakhirmu. Kau harus bisa membunuh Raja Kalajengking Gurun Pasir Api yang memiliki kekuatan setara dengan Kultivator Dewa Sejati Tahap Dua. Apakah Kau sudah siap?”
“Tahap Dua? Mengapa aku harus melawan makhluk yang berada satu tahap di bawah ku Guru?” Hao Long sedikit kecewa karena menduga akan mendapati lawan yang berada di tahap tiga yang setara dengan kekuatannya saat ini.
“Jangan sombong dulu, Kau belum tentu bisa membunuhnya dalam waktu kurang dari sepuluh menit.” Ucapan Tan Long membuat Hao Long tertegun.
“Dia ada di depan sana, apakah Kau sudah siap?” Tanya Tan Long sambil menunjuk sebuah gundukan pasir yang bergerak dengan cepat ke arah mereka. Keduanya menghentikan laju melayang mereka.
Sesaat kemudian, dari dalam gundukan pasir, melesat seekor Kalajengking berkulit merah darah berukuran panjang satu meter.
Hao Long hanya tersenyum tipis dan merasa heran, mengapa Raja Kalajengking justru memiliki tubuh yang sangat kecil di bandingkan dengan tubuh anak buahnya.
“Jangan remehkan wujudnya yang kecil, karena dengan tubuh sekecil itu, Ia bisa bergerak sangat cepat.”
Tan Long memberi nasehat kepada Hao Long yang telah mencabut Pedang Api Emas, yang merupakan penyatuan dari Pedang Naga Api dan Pedang Naga Emas.
Benar saja apa yang diucapkan oleh Tan Long, Hao Long sempat tertegun mendapat tebasan sangat cepat dari Raja Kalajengking bertubuh merah darah itu. Kecepatan yang menyamai kecepatan geraknya di Tahap Tiga Tingkat Dewa Sejati.
Pertukaran serangan antara Hao Long dan Raja Kalajengking, berlangsung dengan sangat cepat. Terlihat keduanya memiliki kecepatan gerak yang setara.
Tidak mudah bagi Hao Long untuk menyarangkan serangannya pada tubuh Kalajengking berukuran panjang satu meter itu.
Jurus Pedang bernama Api Emas Membakar Logam, belum satu pun yang berhasil mengenai tubuh lawan. Jurus yang menebas sebanyak dua kali dan menusuk tiga kali berturut-turut itu, dapat di baca dengan mudah oleh Raja Kalajengking.
Hao Long segera mengubah serangannya dan membalikkan jurus tersebut dan melakukan gerakan acak yang membuat Raja Kalajengking mulai terdesak.
Namun situasi berbalik, saat Raja Kalajengking, mengeluarkan serangan dengan lebih banyak menggunakan ekornya yang tajam dan melesatkan bisa berwarna merah darah.
Hao Long yang terdesak, segera mengganti jurusnya dengan yang lebih kuat lagi. Jurus yang diberi nama oleh Hao Long itu adalah Tarian Maut Sang Naga.
Hao Long pun berhasil mendesak Raja Kalajengking dan hampir membunuhnya, Namun Ia terperangah saat tiba-tiba mendapati wujudnya kalajengking itu, kini ada dua.
“Hati-hati dengan jurus Ilusinya!” Tan Long memperingatkan Hao Long dan Ia berniat bergerak membantunya jika saja pemuda itu berada dalam bahaya.
Beberapa kali Hao Long menebas Wujud Ilusi Raja Kalajengking, dan datang serangan lain dari belakangnya yang ternyata juga ilusi. “Dimana Wujud asli raja Kalajengking ini!”
__ADS_1
Hao Long bertanya dalam benaknya, seraya melesat ke udara lebih tinggi lagi. Namun alangkah terkejutnya Ia, saat menyadari sosok asli Raja Kalajengking, berada lima meter di atasnya dan telah menusukkan ekornya tepat ke punggung Hao Long.
Tubuh Hao Long terpental jatuh, Tan Long terlambat menolongnya saat mendapati kulit tubuh Hao Long telah berubah warna menjadi semerah darah.
Hawa luar biasa panas merasuki kulit tubuh Hao Long. Namun Hao Long tak menyerah, Ia segera mengerahkan energi penyembuh Persik Dewa yang kini telah meningkat berkali-kali dari saat Ia memasuki Alam Pertengahan ini.
Kepulan asap merah, segera keluar dari tubuh Hao Long. Sesaat kemudian, Tan Long melebarkan matanya melihat jurus yang Hao Long gunakan.
“Tornado Api Emas?! Sejak kapan Dia menguasai jurus itu?” Bukan hanya Tan Long yang terkejut, Raja Kalajengking pun matanya melotot lebar.
Ia segera melesat menghindari serangan Hao Long yang tubuhnya berputar dengan sangat cepat sehingga terlihat menjadi belasan orang.
Namun naas bagi Raja Kalajengking, karena yang Ia hindari adalah tubuh ilusi Hao Long yang silih berganti menyerangnya.
Sementara Sosok Hao Long yang asli, tepat berada di atas tubuhnya yang sedang melesat ke atas.
JLEEEEBB
Terdengar pekikan keras Raja Kalajengking sesaat sebelum tubuhnya hangus terbakar oleh api berwarna keemasan dari Pedang Api Emas yang menembus punggung hingga ke dadanya.
Tan Long pun tersenyum melihat keberhasilan Hao Long membunuh Raja Kalajengking dalam waktu hanya sembilan menit saja.
Sudah tiga bulan ini Ia tidak bertemu dengan Li Annchi. Kerinduannya pada sang kekasih telah sangat kuat mendera hatinya. Ia pun melesat mengikuti Tan Long yang telah tiga ratus meter di depannya.
Saat berhasil menyusul Tan Long, Hao Long yang telah menanti saat ini untuk membuat gurunya bersatu dengan perempuan Roh yang Ia cintai, berniat memulai rencananya.
Dalam hitungan detik, keduanya telah tiba di tempat di mana Li Annchi sedang melakukan ujian terakhirnya. Hao Long segera mengerahkan energi qi ke seluruh tubuh agar tidak membeku seperti waktu itu.
“Lawan yang mengerikan.” Hao Long bergumam melihat Li Annchi sedang bertarung melawan seekor beruang bertubuh kristal yang bening dan juga memancarkan Aura Tahap Tiga Kultivator Dewa Sejati.
“Ayo Annchi Kau bisa mengal …” Hao Long yang berteriak keras langsung terdiam saat melirik ke arah Li Daiyu yang menatap tajam kepadanya dan terlihat tidak menyukai apa yang baru Ia lakukan.
“Pantas saja Nenek ini tak ada suaminya, lelaki manapun akan menjauh takut melihat lirikan mautnya yang seram seperti itu.” Hao Long yang tersenyum saat berkata demikian dalam benaknya, mendapat tatapan heran dari gurunya, Tan long.
BLAAAMM
Semua mata menatap tajam ke arah dimana tubuh Beruang Kristal bening, meledak setelah terkena tamparan energi berbentuk tapak tangan sebening kristal dan berukuran raksasa yang digerakkan oleh Li Annchi.
“Long … “ Li Annchi yang juga sudah merasa sangat rindu pada sang kekasih, melesat cepat dan memeluk Hao Long yang tak menduga Li Annchi bergerak sangat cepat menyamai kecepatannya.
__ADS_1
Keduanya jatuh ke tanah bersalju dengan tubuh yang saling berpelukan. Bahkan karena rindunya yang sangat besar, Hao Long mengecup bibir kekasihnya itu dengan sangat kuat.
“EHEEMM !”
Suara Tan Long yang berdehem dengan mengerahkan energi qi, menyadarkan keduanya. Hao Long dan Li Annnchi segera bangkit dan tertunduk malu.
Namun keduanya terkejut mendapati wajah guru masing-masing, terlihat bersemu kuning. Hal yang menunjukkan keduanya tengah merasa malu dengan apa yang baru mereka lihat.
Setelah suasana canggung itu berlalu. Li Daiyu lalu memberikan penjelasan, sudah tiba saatnya bagi Li Annchi untuk keluar dari Alam Pertengahan.
Setelah memberikan sujudnya sebanyak tiga kali kepada masing-masing guru mereka, keduanya melesat ke udara dimana telah terlihat pusaran awan keemasan yang merupakan pintu Lorong Dimensi antara Alam pertengahan dan alam manusia.
Sesaat sebelum memasuki lorong itu, Hao Long berteriak. “Guru Tan segeralah utarakan rasa cinta guru kepada Guru Daiyu! Jangan hanya menyimpannya dalam hati saja.”
Wajah Tan Long seketika menguning, demikian juga dengan Li Daiyu yang baru mengetahui jika orang yang Ia cintai memiliki perasaan yang sama.
“Murid bengal!” Tan Long berusaha mengusir rasa malunya dengan melepaskan serangan tapak untuk menampar Hao Long. Namun murid bengalnya itu, telah menghilang memasuki lorong dimensi bersama Li Annchi.
“Leluhur … Inilah saatnya leluhur hidup bahagia dengan Pria yang Leluhur cintai!” Teriakan Li Annchi kembali membuat kedua wajah manusia roh itu menguning.
Sesaat suasana menjadi hening. “Ah Sepi sekali rasanya ditinggal pergi oleh mereka.” Tan Long mencoba mencairkan suasana canggung diantara keduanya.
“Benarkah yang diucapkan oleh pemuda itu?” Suara lembut dari Li Daiyu membuat Tan Long terkejut dan memandangnya dengan penuh rasa.
Pria Roh itu pun menganggukkan kepalanya. Lalu balik bertanya.”Benarkah ucapan gadis itu tadi?” Kini Li Daiyu yang menganggukkan kepalanya seraya tersenyum sangat manis membuat Tan Long sangat terpesona.
Entah siapa yang memulai, kini kedua tangan mereka telah saling bersatu sebelum diikuti oleh wajah mereka dan terakhir tubuh keduanya.
Keduanya terlarut dalam rasa cinta yang bergelora sehingga harus membuat kesalahan besar.
Keduanya bergumul karena hasrat aneh yang bergejolak kuat hingga membuat seluruh pakaian keduanya berserakan di tanah bersalju itu.
Dan lima menit kemudian, pekikan keduanya terdengar memenuhi udara di Alam Pertengahan, saat mencapai puncak yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.
Dan hal mengerikan pun terjadi. Alam Pertengahan meledak karena pekikan keduanya. Dan tanpa keduanya ketahui, hal itu membuat Lorong Dimensi yang dilalui oleh Hao Long dan Li Annchi berguncang hebat dan menggeser arahnya.
Hingga saat keduanya keluar dari pintu Lorong itu, keduanya terkejut mendapati kondisi di bukit yang berjarak satu kilometer dari Kuil Cahaya Abadi, telah berubah seratus delapan puluh derajat.
----------------------------O---------------------------
__ADS_1