
Puluhan Tetua Klan Angin, telah binasa di tangan Du Lao dan Xu Lai yang datang menyerang bersama ratusan anggota dari Klan Api.
Kedatangan keduanya segera mengalihkan perhatian Du Lao dan Xu Lai yang segera melayang menghampiri keduanya. “Ketua Dai Hu … Akhirnya Anda menampakkan diri. Sepertinya pemuda di sampingmu itu yang telah membunuh saudara Chu Bei? Benar bukan?”
Hao Long hanya tertawa mendengar pertanyaan itu. “Benar sekali, apakah kalian ingin menyusulnya? Dengan senang hati Aku akan mengantar kalian ke sana.”
Xu Lai terlihat geram setelah mendengar perkataan Hao Long. “Kita harus menguliti pemuda ini demi membuat arwah Adik Chu Bei tenang di alam sana.”
Xu Lai lantas melesat menyerang Hao Long lalu disusul oleh Du Lao. Serangan beruntun dan sangat cepat dari kedua orang itu dengan mudah bisa Hao Long hindari.
Hao Long yang menyadari jika pihak Klan Angin sedang terdesak hebat, segera berniat menghabisi keduanya dengan cepat.
Namun tidak Ia duga, keduanya menggunakan jurus menggabungkan diri yang membuat Hao Long sedikit kesulitan karena kekuatan sosok gabungan itu berada di level enam.
Yang bisa Hao Long lakukan adalah mengulur waktu hingga penggabungan itu selesai dan mereka kembali terpisah satu sama lain.
Sementara Dai Hu yang sangat marah, segera menggunakan jurus-jurus terkuat miliknya. Hal itu membuat para tetua dari klan Api yang berada di level tiga dan satu orang di level empat yang mengeroyoknya, kewalahan menahan serangan ketua Klan Elemen Angin itu.
Apalagi setelah Dai Hu mengeluarkan Tombak Pusaka Dewa Angin miliknya yang selama ini jarang sekali Ia gunakan, karena kekuatan dahsyatnya.
Satu persatu, para tetua yang memimpin Anggota Klan Api, tewas di tangan Dai Hu. Tombak Dewa Angin di tangan Dai Hu yang bisa mengeluarkan angin tornado kecil namun berkekuatan besar, berhasil membalikkan serangan api dari para Tetua Klan Api.
Serangan api dari tapak tangan mereka, justru berbalik menyerang mereka sendiri. Yang terlambat menghindari serangan balik itu, harus menerima kematian karena tubuh mereka tertusuk ujung angin tornado yang menyala oleh api yang mereka buat sendiri.
Dalam waktu sepuluh menit, Dai Hu telah berhasil membunuh tujuh Tetua, hingga menyisakan satu orang Tetua yang berada di level empat dan merupakan yang terkuat dari mereka.
Wajah tetua itu terlihat jerih walau kemarahan besar bersemayam di hatinya, Ia Meradang marah dan berniat mati bersama Dai Hu.
Ketua Klan elemen Angin itu, tidak menduga serangan bunuh diri yang dipersiapkan oleh tetua dari Klan Api itu. Tubuhnya yang telah diselimuti oleh bara api, membuat Dai Hu sedikit kesulitan memadamkannya.
__ADS_1
“Sepertinya serangan langsung akan lebih efektif.” Dai Hu segera mengubah serangannya dengan menusuk tombak Dewa Angin tanpa membuat Tornado Angin dari pusakanya tersebut.
Di luar dugaan, Tetua Klan api tidak menghindar dan membiarkan tombak Dai Hu menembus punggungnya dan terus maju mendekati Ketua Klan Angin itu.
Sesaat kemudian, Tangan tetua tersebut berhasil mencengkeram tangan Dai Hu yang memegang tombak.
“Apa?! Kau Ingin …. !!?” Dai Hu tersentak kaget, saat itulah Ia menyadari jika lonjakan energi dari tubuh Tetua itu bertujuan meledakkan dirinya sendiri.
Seketika Dai Hu Melepaskan seluruh energi dalam tubuhnya, Angin kencang berhembus dari tubuhnya, tepat saat tubuh Tetua Klan Api itu meledak dengan sangat kuat.
Tubuh Dai Hu terlempar hingga belasan meter dan berhenti setelah membentur tembok di belakangnya. Sementara beberapa bangunan meledak hancur dan roboh rata dengan tanah dalam kondisi yang hangus.
Bahkan Hao Long dan sosok gabungan Du Lao dan Xu Lai, sempat tersurut dari posisi mereka karena besarnya energi ledakan tubuh Tetua klan Api itu.
Setelah memulihkan aliran energinya yang kacau, Dai Hu segera membantu puluhan anggotanya dengan membunuh anggota Klan Api yang tersisa.
“Ternyata teknik menggabungkan diri itu benar-benar ada. Bagaimana bisa mereka melakukan hal itu? Apakah Bangsa Org yang telah mengajari mereka?”
Walau heran melihat hal itu, Dai HU melesat dan hendak membantu Hao Long. Namun Hao Long mencegahnya. “Sesepuh bersabarlah sesaat, sebentar lagi kau bisa membalas dendam pada mereka!”
Dai Hu yang tidak mengerti maksud dari ucapan Hao Long hanya diam dan melihat pertarungan itu. Tapi tidak dengan Sosok gabungan itu.
“Sepertinya Ia mengetahui Kelemahan jurus kita yang terbatas oleh waktu? Bagaimana ini Xu Lei?” Tanya Du Lao dalam benak mereka masing-masing yang telah bersatu.
“Kita harus segera pergi dari sini, waktu kita tidak banyak lagi.” Xu Lei juga terlihat khawatir. Tidak menduga jika kekuatan Hao Long jauh lebih tinggi kekuatan gabungan mereka.
Tiba-tiba saja Hao Long dikejutkan dengan melesatnya sosok gabungan itu, yang hendak lari dari pertarungan mereka. “Hahahaha … Jangan Harap Aku membiarkan kalian pergi dari sini!”
Hao Long melesat cepat dan menghadang mereka. Hal itu membuat wajah Sosok gabungan itu terlihat pucat, menyadari jika Hao Long belum mengerahkan kekuatannya secara penuh walau sudah bertukar serangan lebih dari ratusan kali.
__ADS_1
Sesaat kemudian tubuh keduanya terpisah, tepat dengan tibanya Dai hu yang mengejar mereka yang kini telah berada di luar Kota Fuyang.
“Sesepuh … Yang manakah yang ingin Anda habisi? Silahkan pilih saja. Aku akan menghabisi satu yang tersisa.” Ucapan Hao Long membuat kedua manusia Kristal itu menyadari jika hari ini adalah hari kematian mereka.
“Aku memilih si Xu Lei ini, karena aku sempat melihatnya membunuh Putera Tertua ku.” Dao Hu memegang Tombak Dewa petir dengan sangat erat.
“Huh Siapa takut melawan mu? Kemarilah..!” Tantang Xu Lei yang senang karena menghadapi Dai Hu. Sementara wajah Du Lao memucat mendengar hal tersebut.
“Sialan Kau Dai Hu! Kenapa Kau tidak memilihku sebagai lawanmu?! Aku juga telah membunuh satu Puteramu yang lain.”Ucap Du Lao yang merasa kesal karena harus menghadapi Hao long.
Sementara Hao Long terkekeh mendengar perdebatan itu. “Jika begitu kalian berdua harus mati di tanganku!” Dai Hu tentu saja marah mendengar puteranya yang lain terbunuh.
Belum sempat Ia bergerak, Hao Long telah menyerang Du Lao dan membuatnya terluka sangat parah. Xu Lei yang terkejut dengan kecepatan Hao Long yang meningkat sangat pesat, tak bisa menghindari tendangan telak ke perutnya.
Ia memuntahkan darah segar lebih banyak dari Du Lao yang masih terlihat kesakitan. “Sesepuh silakan habis mereka.” Ucap Hao Long dengan santainya.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, Dai Hu segera melesat menyerang Du Lao yang hanya mampu bertahan kurang dari sepuluh kali serangan. Tubuhnya terangkat ke udara karena tertembus Tombak Dewa Angin Dai Hu.
Xu Lei yang masih kesakitan dan terluka sangat parah akibat serangan Hao long, tak mampu lagi memberikan perlawanan berarti ketika Dai Hu menyerangnya.
Ia pun harus tewas dengan leher yang tertembus Mata Tombak Dewa Angin milik Dai Hu yang kini terlihat puas telah menghabisi kedua pembunuh puteranya itu.
Setelah mengucapkan terimakasih, kepada Hao Long, Dai Hu mengajaknya kembali ke Kota Fuyang. Namun Hao Long yang mengkhawatirkan Li Annchi menolaknya.
“Sesepuh Dai Hu, aku khawatir jika Klan Petir juga diserang oleh mereka yang dipimpin langsung oleh Ludi serta Cai Di. Anda persiapkan anggota Klan Angin untuk penyerangan besar ke Kota Yong’an.”
Dai Hu memaklumi hal tersebut, Ia pun setuju dengan arahan yang diberikan oleh Hao Long yang segera pergi menuju ke Kota Shangduan menyusul Li Annchi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1