Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
Luo Di Vs Hao Long


__ADS_3

“Apa!? … Kau ingin menyatukan tubuh dan kekuatan kita? Yang benar saja!” Fe Luo terkejut setelah mendapat penjelasan singkat tentang Gelas Mustika yang dimiliki oleh Yo Di.


Gelang warisan dari sang Ayah itu, di dapat oleh Kakek Yo Di saat berada di Dunia Bangsa Org. Seorang penyihir yang juga menjadi teman Sang kakek yang memberikan Gelang Sihir itu.


“Ya … Hanya dengan cara ini, satu-satunya peluang agar kita bisa pergi dari sini dengan membawa nyawa kita. Terserah kau saja, ingin mati konyol di tangan pemuda itu, atau mengenakan Gelang Sihir ini.”


Penjelasan Yo Di membuat Fei Luo terdiam sejenak. Melihat Hao Long yang telah bersiap membunuh mereka, tak ada pilihan lain baginya selain menerima jalan yang ditunjukkan oleh Yo Di.


WHUSSS


Saat satu Gelang sihir telah berada di pergelangan tangan kiri Fei Luo dan memencarkan cahaya terang, tubuh keduanya tertarik satu sama lain dan berbenturan.


Aura energi yang tak kalah besar dari aura milik Ge Luo, tiba-tiba memancar kuat dari tubuh keduanya yang bercahaya terang. Dan saat cahaya menghilang, muncul sosok baru yang merupakan sosok gabungan dari keduanya.


Hao Long menelan ludahnya merasakan aura sosok yang kini menatapnya dengan tatapan membunuh. “Tak ku sangka gabungan kekuatan kita hampir menyamai Tuan Muda Ge Luo. Ayo kita habisi bocah itu, dan membalas kematian saudara Ludi”


Dengan sombongnya, sosok Luo Di yang belum pernah mengetahui kekuatan sebenarnya Ge Luo, berkata demikian.


Tubuh sosok gabungan yang menamakan dirinya Luo Di, tiba-tiba menghilang. Ia tepat satu meter di depan Hao Long yang terkesiap melihat kecepatan geraknya.


BUGH


Tubuh Hao Long terpental hingga puluhan meter akibat pukulan telak di perutnya, darah segar terlihat dari sudut bibirnya. Baru saja Hao Long menguasai dirinya kembali, Luo Di telah berada di belakangnya.


DUAGH


Tubuh Hao Long kembali terpental jauh akibat tendangan di punggungnya. Namun Ia merasakan Luo Di telah melesat di depannya, menghadang laju tubuhnya dengan sebuah tendangan yang telah siap menghantam dirinya.


“Kaki Awan!” Hao Long berteriak, tepat saat Luo Di melesatkan tendangannya. Tubuh Hao Long melesat ke udara dan berhasil menghindari serangan tersebut.


“Hah …?” Luo Di terkejut melihat perubahan kecepatan Hao Long. “Jurus apa yang tadi digunakan olehnya” Suara yang terdengar adalah suara Fei Luo.


Lalu suara Yo Di yang kini terdengar. “Kalau tidak salah dengar, Ia menggunakan Jurus bernama Kaki Sawan. Boleh juga jurus itu.”


Hao Long yang berhasil membuat jarak, segera meminta kedua Roh Penjaga Kristal untuk menyalurkan kekuatan mereka pada Tangan Petir dan Kaki Awan Dewa langit.


Seketika Cincin energi berwarna merah melingkari pergelangan tangan Hao Long, sementara Cincin berwarna Jingga di melingkar di pergelangan kaki Kanannya.

__ADS_1


Menyadari perubahan aura lawan yang semakin kuat, Luo Di lalu menyerang Hao Long dengan serangan kuat yang beruntun dan sangat cepat.


Di Luar dugaan Luo Di, Hao Long kini berhasil mengimbangi kecepatan dan kekuatannya. Hal itu membuat Luo Di semakin kesal melihatnya.


Karena emosi, serangan Luo Di berhasil di patahkan dengan mudah. Bahkan Hao Long memberikan serangan balik berupa tendangan yang sangat kuat dan tepat mengenai punggungnya.


Tubuh Luo Di meluncur deras dan menghancurkan sebuah bangunan saat menyentuhnya. Namun Sesaat kemudian, Luo Di melesat bangkit dengan kedua tapak yang telah berselimutkan energi berbentuk bola kristal.


Bola kristal itu seolah memercikan listrik yang membuat Hao Long segera mengalirkan kekuatan pada Tangan Petir Dewa Langit.


Keduanya segera kembali melesat menerjang satu sama lain. Benturan energi dari keduanya, membuat bangunan dan membunuh orang-orang yang berada di sekitarnya.


Setiap pukulan mereka beradu, petir menggelegar dan menyambar ke berbagai arah hingga radius lima puluh meter lebih. Hal yang membuat seluruh orang Klan Api dilanda ketakutan melihatnya.


“Jangan beradu dengan tangan kanannya terus, tangan kita bisa hancur!” Suara Fei Luo mulai terdengar panik, merasakan sakit saat tapak tangan mereka beradu.


Pertarungan keduanya semakin dahsyat, hingga hampir setengah jam kemudian. Saat itulah seluruh Klan Api menyerah setelah mendengar teriakan Wushang yang sedang memegang kepala Cai Di yang telah Ia penggal.


“Mau Kemana Kau!” Hao Long menghadang Luo Di. Sosok gabungan itu memutuskan pergi dari tempat tersebut, setelah menyadari tidak ada peluang bagi mereka untuk menang dari Hao Long.


“Maaf … Aku tak bisa membiarkan kalian hidup dan berada di Dunia Elemen ini.” Hao Long mengeluarkan sebilah pedang energi yang memancarkan petir dari Tangan Petir Dewa Langit.


“Kita tak mungkin menang melawan dia, Tapi aku tak ingin mati sia-sia. Kita juga harus membawanya mati.”


Setelah berunding, keduanya memutuskan untuk mengeluarkan Seluruh Kekuatan yang ada dalam tubuh gabungan mereka dan berniat meledakkan diri .


Hao Long terkejut saat Aura sangat besar memenuhi udara yang membuat tanah berguncang dengan sangat hebat, kepanikan melanda seluruh orang saat gempa itu terus membesar.


Sebagian besar bangunan di kota Yong’an telah roboh dan hancur menjadi puing-puing. Saat itulah Hao Long menyadari apa yang akan dilakukan oleh Luo Di.


“Gawat! Menjauh semuanya!” Hao Long berteriak keras sambil menyuruh mereka semua untuk menjauh dari tempat tersebut.


Namun semua terlambat.


BLAAAMM


Dentuman menggelegar membuat guncangan sangat besar pada kota Yong’an yang seketika rata dengan tanah akibat terhantam ledakan energi dari tubuh Luo Di yang meledak sangat kuat, jauh dari dugaan Hao Long

__ADS_1


Hao Long sendiri yang paling dekat dengan ledakan tersebut, terlempar sangat jauh hingga hampir kehilangan kesadarannya.


Seluruh kain jubahnya hancur bagai debu dan membuatnya kini tak mengenakan sehelai benang pun saat tubuhnya terhempas ke sebuah pohon yang sangat rimbun.


Tubuhnya tepat mengenai, sarang semut yang bernama Semut Api. Hao Long yang masih lemas tak berdaya, hanya pasrah saja saat merasakan tubuhnya dirayapi oleh puluhan semut itu.


AARGGGHH


Hao Long menjerit keras sebelum kehilangan kesadarannya, hingga terdengar oleh Li Annchi yang saat itu baru saja bernafas lega, karena Dewi Kristal Es berhasil menarik tubuhnya agar tidak terkena efek ledakan tubuh Luo Di yang menimbulkan kerusakan sangat hebat itu.


“Ibu … pemilik tubuh ini, ingin mengendalikan tubuhnya, aku pamit dulu Ibu untuk tidur dulu Ibu, Aku terlalu lama mengendalikan tubuhnya.” Roh Dewi Salju berkata kepada Sang Ibu, Roh Dewi Kristal Es.


“Aku Juga harus tidur dulu dalam tubuh perempuan yang bernama Ji Hua ini.” Jawab Roh Dewi Kristal Es. Keduanya lalau mengembalikan kendali tubuh mereka pada roh Pemilik aslinya.


“Long …!” Li Annchi yang mendengar jeritan Hao Long menjadi khawatir dan segera melesat ke arah sumber suara diikuti oleh perempuan bernama Ji Hua.


KROSAAK


BUUGHH


Keduanya sedang mencari-cari keberadaan Hao Long di sekitar pohon besar itu. Hao Long yang telah tak sadarkan diri, tiba-tiba tubuhnya jatuh dari pohon besar itu dan jatuh tergeletak di balik tempat keduanya berada.


“Long !” Li Annchi segera melesat ke arah suara itu berasal dan segera di ikuti oleh Ji Hua. “AAAH!” Ji Hua segera membalikkan badannya dengan tubuh yang bergetar.


“Be .. Besar sekali” Desisnya dengan lirih merasakan energi aneh menyelimuti tubuhnya yang telah menjanda setelah kematian sang suami yang dibunuh oleh Ge Riong, Ayah Ge Luo puluhan tahun silam.


Sementara Li Annchi sedang terpaku ngeri, menatap perubahan besar di bagian bawah tubuh Hao Long akibat tergigit belasan semut api yang segera pergi karena merasakan hawa dingin dari tubuh Li Annchi.


Sementara itu, ratusan anggota dari empat klan terlihat tergeletak di tanah dengan kondisi tak bernyawa. Ribuan orang mengalami luka parah, akibat ledakan dari tubuh Luo Di.


Empat Ketua Klan yang mengalami luka dalam pertarungan sebelumnya, terlempar yang membuat luka mereka semakin parah hingga kesadaran mereka pun menghilang dengan kondisi setengah hidup.


Tanpa disadari oleh satu orang pun, tubuh Luo Di yang telah hancur dan menjadi butiran debu, perlahan-lahan bergerak, bahkan Yo Di dan Fei Luo pun tak menyadari jika butiran debu itu bergerak untuk berkumpul ke satu arah, yaitu kepala mereka yang masih utuh.


Proses itu berlangsung sangat lambat dan mungkin baru esok hari, tubuh Luo Di kembali menjadi utuh dan hidup kembali seperti sedia kala.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2