
Melihat lawannya telah bersiap, Xiong Hu segera menebaskan Pedang Iblis ke arah Ou Yang dengan kekuatan yang sangat besar. Energi berbentuk pedang besar, melesat dari senjata Iblis itu.
Ou Yang pun tak kalah cepat, Ia segera melesatkan jurus Murka Dewa Petir dari Tombaknya.
JEDAAARRR
BLAAAAMM
Suara menggelegar terdengar saat kedua energi besar itu berbenturan. Kekuatan keduanya yang seimbang, membuat mereka sama-sama terpental belasan meter ke belakang.
Namun begitu, keduanya kembali melesat dan saling melepaskan serangan energi yang jauh lebih besar lagi.
Dentuman suara pertarungan kedua energi yang susul menyusul itu, membuat udara di sekitar mereka bergejolak hebat hingga makin lama semakin meluas.
Hal itu membuat semua orang yang sedang bertarung, melihat sejenak pertarungan kedua orang pimpinan itu. Demikian juga dengan Hao Long.
Hao Long yang tengah bertarung dengan dua Manusia Elemen Tanah, sempat melihat situasi Li Annchi yang sedang terdesak hebat.
Ia pun menjadi tak ragu lagi mengeluarkan serangan kuat yang menguras energi qi-nya. Namun dua orang manusia elemen tanah, selalu lolos dari serangannya.
Hao Long menyadari bahwa Manusia elemen tanah sangat kuat saat mereka masih dekat dengan tanah. Hao long lalu melesat ke udara menjauhi keduanya.
Namun begitu, kedua manusia elemen tanah itu tak membiarkan Ia pergi begitu saja. Dua tombak dari dalam tanah, melesat tinggi mengejar Hao Long.
Hao Long kembali menghancurkan serangan itu dengan Tinju Naga Apinya. Menyadari Situasi sudah sangat berbahaya, Hao long mengeluarkan Pedang Api Emas dari Cincin ruangnya.
Kali ini Ia bisa membuat kedua orang itu kewalahan. Selain menghancurkan perisai tanah yang melindungi mereka, energi dari pedang Api Emas, beberapa kali nyaris mengenai tubuh keduanya.
Hao Long semakin gusar melihat kedua orang itu tidak membiarkan Ia pergi. Ia Pun mengeluarkan jurus Tarian Maut Sang Naga untuk menghabisi keduanya.
Dalam sekejap saja kedua orang itu terdesak hebat. Bahkan salah satu diantaranya berhasil Hao Long bunuh dengan jurus yang sangat menguras energi qi-ny itu.
Melihat tubuh rekannya yang meledak terhantam energi berbentuk ular naga yang bisa bergerak sendiri, Satu orang manusia elemen tanah itu terlihat murka. Ia segera berteriak keras.
Dari tanah yang berada di bawahnya, melesat puluhan tombak dari tanah yang menyerang Hao long dengan gencar. Namun Jurus Tarian Maut Sang Naga terlalu hebat untuk di lawan.
Puluhan serangan itu berhasil dihancurkan dengan mudah, membuat lawan ternganga melihatnya. Hingga Akhirnya Ia tersadar saat mulut Sang Ular Naga dari energi itu, telah tiga meter di depannya.
Walau terjangan pertama dan kedua berhasil Ia hindari, namun Hao Long yang menambahkan energi qi-nya pada pedang, berhasil mengakhiri perlawanan manusia Elemen Tanah itu.
“Huf … Akhirnya dua lawan yang merepotkan itu berhasil Aku habisi.” Hao Long menarik nafas dalam-dalam, sebelum melesat mendekati Li Annchi yang sedang dikeroyok oleh Diao Chi, si Dewi Bunga Hitam dan dua orang rekannya.
TRANG
__ADS_1
Pedang Hao Long menahan serangan yang dari Tu Bei yang menggunakan pedang yang memancarkan cahaya jingga. Pedang keduanya terpental, membuat Hao Long sedikit terkejut mengalami hal tersebut.
“Annchi … Kenapa Kau tidak menggunakan Jurus Tapak Salju Abadi?” Tanya Hao long saat pertarungan mereka terhenti dengan masuknya Hao Long ke dalam arena pertarungan itu.
Kini punggung keduanya saling berhimpit satu sama lain. “Aku tidak sempat menggunakannya lagi saat dua orang itu datang membantu. Kau urus dua orang itu, biar aku urus Nenek baju hitam ini.”
Keduanya kembali melesat, saat ketiga lawan mereka datang menyerang kembali. Hao long dengan jurus Tarian Maut Sang Naga, menghadapi Tu Bei.
“Huh …. Laki-laki macam apa yang mengeroyok perempuan seorang diri!” Saat melihat Rao Di melesat ke arah Li Annchi, Hao Long pun meneriakinya.
Karena Konsentrasinya terbagi, Hao Long nyaris saja terkena sambaran energi pedang yang dilepaskan oleh Tu Bei. Beruntung Ia sempat membungkukkan badannya.
Rao Di yang merasa terhina, segera melesat ke arah Hao Long. Untuk sesaat pertarungan diantara mereka bertiga terhenti sejenak.
“Jadi Kau minta kami mengeroyok mu? Baiklah jika itu kemauan mu.” Rao Di melesat menyerang Hao long yang diikuti oleh Tu Bei sedetik kemudian.
Hao Long terlihat sedikit kewalahan menghadapi serangan gencar keduanya yang memiliki kecepatan menyerang tak kalah darinya.
Berbagai jurus pertarungan jarak dekat, telah Hao Long gunakan. Namun, sejauh itu hanya mampu mengimbangi serangan dari kedua orang manusia dari Dunia Kristal itu.
Ia pun akhirnya menggunakan jurus Tangan Dewa yang Ia kuasai dengan sangat sempurna. Dua menit kemudian, situasi pertarungan pun akhirnya berbalik, Rao Di dan Tu Bei mulai terdesak hebat.
Merasa tak mampu mengalahkan Hao Long dengan serangan biasa, keduanya pun segera melesat mundur, lalu memasukkan senjata masing-masing. “Huh jangan Senang dulu Kau!” Rao Di berkata dengan gusar.
Setelah berkata demikian, Rao Di dan Tu Bei mengerahkan seluruh kekuatan penuh yang kini mereka miliki. Hao Long terkesiap saat menyadari jika tingkat kultivasi keduanya telah berada ditingkat yang sama dengan dirinya.
“Bagaimana dalam sehari mereka bisa meningkatkan kekuatannya menjadi sebesar ini?”
Hao Long berkata dalam benaknya, menyadari kedua lawannya telah berada di Tingkat Dewa Sejati Tahap Tiga. Tingkat dan tahap yang sama dengan dirinya.
Tu Bei dan Rao Di yang telah berkekuatan penuh, segera melesat ke atas lima meter lebih tinggi dari Hao Long. Dahi Hao long berkerut melihatnya.
“Apa yang akan mereka lakukan? Jurus Gabungan?” Hao long segera bersiap dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang Ia miliki.
Setelah itu Hao long mengeluarkan Zamrud Khatulis yang membuat udara di sekitar mereka tiba-tiba berubah menjadi sangat panas.
Dengan Pedang Api Emas di tangan kanan dan Zamrud Khatulis di tangan kirinya, Hao Long percaya diri untuk menghadapi serangan dari kedua lawannya.
Tanpa diketahui oleh kedua orang lawannya, Ia menyerap energi dari Zamrud Khatulis dan mengalirkan ke dalam bilah Pedang Api Emas.
Pedang itu pun seketika memancarkan hawa yang sangat panas. Sementara Rao DI dan Tu Bei tengah menyamakan pancaran energi mereka.
Tiba-tiba, keduanya melakukan gerakan aneh yang sama persis satu sama lainnya. Dahi Hao Long berkerut, Ia seolah melihat seorang Son Goku dan Bezita, sedang melakukan Jurus Fusion yang Ia tonton saat Ia masih sekolah dasar dulu.
__ADS_1
Dan apa yang terjadi kemudian, membuat Hao Long menyadari jika keduanya benar-benar melakukan hal tersebut. Hao Long pun menjadi panik dan segera melesat untuk menggagalkan rencana mereka.
BLAARRRR
Tubuh Hao Long terpental, karena Ia telah terlambat mencegah keduanya untuk bersatu.
Aura yang sangat kuat dari tubuh penyatuan dua orang itu, membuat Hao Long terkesiap, sesaat setelah Ia berhasil menguasai dirinya yang terpental hingga sepuluh meter jauhnya.
“Kekuatan mereka meningkat drastis, ternyata jurus itu benar-benar ada dan bisa membuat dua kekuatan menyatu menjadi satu? Kalau tidak salah ingat, jurus itu memiliki batas waktu. Tapi Aku harus berapa lama Aku menahannya?”
“Hahahaha … Apakah kau masih berniat melawan kami! Menyerah sajalah dan akan kami berikan kematian yang cepat padamu.”
Suara serak yang berasal dari sosok gabungan itu, membuat Hao long menelan ludahnya. Ia tidak bisa mengukur kekuatan sosok di depannya itu.
“Jika kau tak yakin bisa mengalahkan mereka, sebaiknya kau cepat pergi dari situ Long’er!” Suara Gao Bairi terdengar di kepala Hao Long yang membuatnya tersentak kaget.
“Apakah tidak ada cara untuk membuat mereka terpisah kembali?” Tanya Hao long kemudian dalam benaknya. “Ada tapi itu sangat beresiko jika kau belum mahir menggunakannya.”
Hao Long menghela nafas panjang, sementara sosok gabungan Tu Bei dan Rao Di terlihat masih diam saja. “Apakah Kau sudah selesai berpikirnya. Jika sudah cepat lemparkan Zamrud Khatulis itu padaku?!”
Sosok gabungan itu berkata dengan percaya diri seraya mengulurkan tangan kanannya. “Apapun resikonya, Zamrud ini tak akan aku biarkan jatuh ke tangan kalian!”
Setelah merasa kekuatannya pulih kembali, Hao Long lalu memasukkan Zamrud Khatulis ke dalam Cincin Ruangnya. Hal itu membuat sosok gabungan itu menjadi sangat marah.
“Baiklah Kalau ingin mati menderita!” Sosok gabungan yang menamai dir mereka sebagai BeiDi itu melesat cepat Diluar dugaan Hao Long.
Beidi telah berada di depan Hao Long sebelum Ia menyadarinya.
BUGH
Sebuah pukulan keras mendarat di perut Hao Long, membuatnya muntah darah saat sebelum ia sempat berteriak. Baru saja Hao Long mendapatkan kesadaran yang hampir hilang, Beidi telah kembali berada di depannya.
Hao Long menebaskan pedang Api Emas secepat yang Ia bisa. Setelah menebaskan pedangnya, Sosok Beidi telah berada lima meter di depannya. Serangan Hao Long tak membuahkan hasil sama sekali.
“Cepat Sekali!” Desis Hao Long. Tiba-tiba Hao Long merasakan cincin ruangannya bergetar sama dengan saat Ia berada di laut merah dulu.
Menyadari hal itu, Hao Long lalu mengeluarkan keris pemberian Ki Jogowono yang telah bersinar terang saat berada di luar Cincin Ruangnya.
Sesaat kemudian melesat seekor ular naga yang tak lain adalah Naga Bumi. “Boleh juga senjata anehmu itu, sepertinya kami harus segera membunuhmu!”
Beidi menyeringai sebelum akhirnya melesat sangat cepat dan menghantamkan telapak tangannya ke arah kepala Hao Long.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1