
Sosok seseorang perempuan yang sangat cantik dan terlihat seusia Li Annchi, tiba-tiba melesat dari dalam tanah. Hal itu membuat semua orang terkejut melihatnya, karena tidak merasakan Aura perempuan itu.
Sementara wajah Hulambi terlihat jerih saat melihat kedatangan Sosok yang dikenalinya sebagai Annabi, Ratu Siluman Ular Putih yang Ia khianati.
“Annabi! Senang bisa bertemu denganmu di sini.” Fung Jie yang juga mengenali perempuan Siluman itu, Segera memanggilnya.
Dahi Annabi berkerut dan menoleh ke arah Fung Jie. “Kau..? Mengapa Kau berada di sini? Bukankah seharusnya Kau sudah di akhirat karena telah dihabisi oleh Ge Riong?”
Fung Jie tersenyum mendengar ucapan Annabi. “Entahlah kenapa Aku sulit sekali untuk mati. Yang pasti, aku senang kita bisa bertemu kembali di sini.”
“Baguslah jika begitu, aku akan bicara empat mata dengan mu nanti setelah membunuh pelayan pengkhianat ini!” Annabi menatap Hulambi yang setinggi lima meter itu.
Terlihat perempuan raksasa itu sedang berpikir keras bagaimana caranya agar Ia bisa selamat dan pergi dari tempat ini. Annabi segera mengalirkan energi qi dan mengubah wujudnya menjadi sosok yang bertubuh setengah ular dari bagian pinggang ke bawah.
Tubuh Ular Annabi yang sepanjang lima meter itu, segera meliuk melesat ke arah tubuh Hulambi. Di luar dugaan Tubuh Hulambi tiba-tiba menyusut menjadi seukuran Hao Long dan Li Annchi sehingga Lecutan ekor Ular Annabi berhasil Ia hindari.
AARGGGHH
Di luar dugaan, Hulambi kembali meniup seruling Penghisap Roh. Hal itu membuat Hao Long bahkan Annabi sendiri menjerit kesakitan.
Annabi tidak merasakan sakit pada telinganya, namun suara seruling Hulambi membuat tubuhnya bergerak diluar kendalinya.
“Annchi Cepat bantu Perempuan itu!” Hao Long berteriak keras di sela-sela menahan rasa sakit di telinganya. Sedang Li Annchi telah bergerak lebih dulu melesat menerjang Hulambi yang memiliki Kultivasi di Level tujuh Tingkat Dewa Sejati.
Tebasan pedang Kristal Li Annchi berhasil membuat Hulambi melepaskan Seruling dari mulutnya. Ia segera menghindar dan mencoba menjauhi Li Annchi yang tubuhnya memancarkan hawa sangat dingin itu.
Pedang Kristal Es kembali berkelebat, memburu Hulambi yang mau tak mau menangkisnya dengan Seruling Penghisap Roh.
TRAK
Suara benturan kedua senjata pusaka itu terdengar keras, Li Annchi yang terpental lima meter ke belakang, kembali melesat dan melepaskan jurus Naga Es menggunakan Pedang Kristal.
WUSH
__ADS_1
Seekor Ular Naga Es sebening kristal, melesat keluar dari ujung bilah pedang tersebut dan melesat mengejar Hulambi yang telah bersiap dengan melepaskan sihir berupa seekor burung Elang Hitam berukuran sangat besar.
Namun Hulambi salah perhitungan, hewan sihirnya itu dengan mudah bekukan oleh Ular Naga Es yang di luar dugaannya, bisa menyemburkan energi dingin dari mulutnya.
“Sihir macam apa yang dimiliki oleh bocah ini?” Hulambi terkesiap dan benaknya dipenuhi keheranan melihat apa yang dilakukan oleh Naga Es dari energi qi Li Annchi.
Hulambi kembali mengeluarkan sihirnya dengan membuat jaring-jaring energi untuk menahan laju Ular Naga Es yang kembali melesat ke arahnya, seolah hendak menelan tubuhnya.
Namun Li Annchi yang telah berada di puncak Level Enam Tingkat Dewa Sejati, berhasil menghancurkan semua sihir yang terus berulang kali dikeluarkan oleh Hulambi.
Hal itu memaksa Hulambi kembali ke wujud Raksasanya seraya memasukkan kembali Seruling Penghisap Roh ke dalam Cincin Ruangnya.
Melihat seruling telah tersimpan, Annabi yang telah kembali dapat mengendalikan tubuhnya, melesat sangat cepat dan berhasil melilit tubuh Raksasa Hulambi yang tidak menduga akan diserang oleh Annabi.
“Licik sekali Kalian!” Hulambi yang sedang berusaha memberontak, memaki Annabi yang semakin kesal dan menguatkan lilitan ekornya untuk meremukkan tubuh raksasa perempuan itu.
Terdengar suara tulang-belulang yang patah dari tubuh raksasa Hulambi yang membuatnya menjadi lemas tak berdaya.
AARGGGHHH
Teriakan Hulambi menghilang seiring dnegna tubuhnya yang menghilang tertelan ke dalam perut Naga Es. Li Annchi yang melihat hal itu segera menggerakkan Pedang kristal bening ke udara.
Ular Naga Es dari energi itu meliuk ke atas hingga setinggi seratus meter. Li Annchi pun segera meledakkan Ular Naga Es itu dengan menyentakkan Pedang kristal.
BLAAMMM
Ledakan yang membuat tanah berguncang itu, terdengar sangat keras. Sesaat kemudian, di udara terlihat serpihan tubuh Hulambi yang berwarna hijau mulai berjatuhan ke tanah.
Saat melihat Cincin Ruang Hulambi, Annabi segera melesat untuk meraihnya sebelum jatuh ke tanah. Ia segera mengambil Seruling Penghisap Roh miliknya dan menggengamnya.
Annabi memandang kagum pada Li Annchi lalu mengubah wujudnya menjadi seperti manusia biasa. Ia pun mendekati Li Annchi dan mengucapkan terimakasih karena telah membantunya membunuh Hulambi.
“Sebenarnya apa masalahmu dengan perempuan penyihir itu?” Tanya Fung Jie yang telah berada di dekat mereka bersama Hao Long, Ji Hua dan Beiju.
__ADS_1
Annabi menghela nafas sejenak, Ia melihat Pedang Kristal yang kini telah berada kembali di tangan Ji Hua. Annabi pun mulai menjelaskan kepada semuanya.
Ia yang saat itu menjadi penguasa Dunia Siluman, tiba-tiba mendapat serangan dari Raja Siluman Singa Hitam yang datang bersama seluruh anak buahnya dan seorang dari Dunia Kristal.
Hanya saja Ia merasa heran bagaimana Raja Singa Hitam bisa mencapai Ranah Bumi dalam waktu yang sangat singkat. Ia pun menduga jika Sosok Buhao yang juga berada di Ranah Bumi, telah membantu Raja Singa Hitam.
Saat akan bertarung dengan mereka berdua, Ia menyadari ada keanehan pada seruling Pusakanya itu. Saat itulah Ia menyadari ada seseorang yang memalsukan dan mengambil Seruling Asli yang tersimpan di dalam sebuah lemari rahasia di ruangnya.
Annabi yang tidak memegang Seruling Penghisap Roh Asli, tak berdaya melawan kedua lawannya yang berada di ranah yang sama dengannya.
Bahkan Pedang Sisik Ular Emasnya, berhasil dirampas oleh Buhao yang membuat Annabi harus melarikan diri dengan memasuki tanah menggunakan jurus Tubuh Ular Tanah.
Saat Ia kembali ke ruang pribadinya, Ia pun mengumpulkan seluruh pelayan yang bekerja di Istananya di sebuah ruangan besar.
Saat itulah Ia mengetahui jika Hulambi yang tidak ada di dalam ruangan, adalah orang yang telah mencuri Seruling Pusaka warisan dari leluhurnya itu.
Annabi pun terpaksa melarikan diri dari istananya yang telah jatuh ke tangan Raja Singa Hitam. Ia pergi mengejar kemana Hulambi pergi.
Butuh waktu bertahun-tahun baginya untuk mengetahui identitas Hulambi yang sebenarnya. Akhirnya Ia berhasil mendapat informasi dari seorang penyihir dari Dunia Org yang telah lama tinggal dan hidup sederhana di Dunia Siluman.
Dengan bantuan Sihirnya pula, Ia berhasil menyusul Hulambi yang menurutnya sudah kembali ke Dunia Org. Mereka bertemu dua kali namun Hulambi berhasil melarikan diri darinya dengan meniup seruling itu.
Walau tubuhnya berhasil dikendalikan Hulambi, namun Annabi dapat membebaskan dirinya setelah Ia bisa mengosongkan pikirannya dan pasrah dengan apa yang Ia alami.
Seperti halnya yang baru saja terjadi, Annabi sedikit lagi bisa membebaskan diri, namun suara seruling yang terhenti, membuatnya segera terbebas dan menguasai kembali kendali atas tubuhnya.
Setelah Annabi selesai dengan penjelasan tentang apa yang Ia alami, Hao Long segera mengutarakan niatnya untuk segera memasuki Hutan Kuning.
Enam orang melayang memasuki Hutan Kuning yang sangat luas itu, setelah beberapa saat dan atas petunjuk Roh Kristal Merah yang berhasil terhubung dengan Roh Kristal Kuning, Akhirnya mereka menemukan sebuah goa besar.
Di dalam Goa itulah, Kristal Kuning berada bersama sosok Roh Penjaganya yaitu Roh Kristal Kuning yang terpasung oleh sebuah tali sihir berwarna hitam.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1