Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
Hewan Kuno


__ADS_3

“Katakan siapa mereka berdua?” Hao Long menatap tajam Hung Fei yang kini kekuatannya menghilang seiring dengan mengecil batu Mustika Api Neraka di dadanya.


Hung Fei yang menyadari ajalnya akan segera tiba, hanya diam saja bahkan tertawa lebar. “Kau tak akan pernah tahu siapa mereka? Yang pasti mereka semua akan memburu mu!”


Hung Fei memutuskan mengakhiri hidupnya dengan melepaskan seluruh energi yang tersisa di tubuhnya hingga terserap habis ke dalam Zamrud Khatulis.


Tubuh Hung Fei terkulai lemas tak bernyawa, membuat Hao Long merasa kesal karena tidak mengetahui jati diri kedua orang itu. Hal ini membuatnya merasa sedikit khawatir.


Bersamaan dengan Hao Long, Li Annchi memasukkan kedua Zamrud itu ke dalam Cincin Ruang. Setelah itu Ia mendekati Hao Long bersama dengan yang lainnya.


“Mengapa Kau terlihat gusar, Long?” Tanya Li Annchi yang tak mengerti akan sikap kekasihnya itu. ”Entahlah … Reaksi keduanya setelah melihat Zamrud Khatulis dan Zamrud Tiwa, membuatku sedikit was-was.”


Hao Long merasa ada sesuatu yang akan mengancam mereka berdua kelak di kemudian hari. Sesuatu yang belum Ia mengerti seperti apa pastinya.


“Semoga saja itu kekhawatiran mu tidak menjadi kenyataan. Kurasa kita berdiam diri dulu di Dunia Elemen satu atau dua hari, siapa tahu kedua orang itu kembali.” Fung Jie mengutarakan pendapatnya yang segera disetujui oleh yang lainnya.


Sementara Hao Long memutuskan untuk mencari keberadaan Kristal Hijau yang menurut Guang Hou berada di sebelah Timur laut Kota Yong’an.


Hao Long dan Li Annchi berangkat ke Timur Laut Kota Yong’an di temani oleh Guang Hou sebagai penunjuk jalan.


Ketua Klan Air itu, mengetahui letak sebuah hutan besar, di mana Ia tidak melihat satu pun daun yang berwarna lain selain warna hijau. Sekalipun daun itu telah gugur dari tangkainya, warnanya tetap hijau walau sudah mengering.


Ketiganya melesat dengan kecepatan maksimal yang dimiliki oleh Guang Hou. Dan setelah beberapa jam, akhirnya mereka tiba di tepi sebuah hutan yang kondisinya persis seperti apa yang dijelaskan Ketua Klan Air itu.


Tapi Hao Long keheranan, setelah mendengar penjelasan Roh Kristal Merah dan Jingga. Kedua makhluk Roh itu, tidak bisa merasakan Aura Roh dari Roh Kristal Hijau.


“Apakah terjadi sesuatu padanya?” Tanya Hao Long seraya melesat ke atas hutan Hijau bersama Li Annchi dan Guang Hou.


“Entahlah, Kami juga tidak mengetahuinya. Mungkin Roh Kristal Hijau, sengaja menyembunyikan Aura Rohnya demi keamanan dirinya sendiri.”


Selama dalam perjalanan, Guang Hou tak pernah menurunkan kesiagaannya sedikitpun. Hal itu karena rasa was-was saat Ia teringat akan sebuah mitos, tentang adanya makhluk Kuno yang membuat semua orang tak berani memasuki Hutan Hijau tersebut.

__ADS_1


Namun Ia tidak menjelaskan hal tersebut kepada Hao Long dan Li Annchi. Karena selama ini, tidak ada bukti satupun yang menunjukkan kebenaran dari mitos tersebut.


Namun semakin jauh mereka melintasi hutan akhirnya menemukan sebuah danau kecil di dalam hutan tersebut. Danau dengan airnya yang berwarna hijau.


“Sepertinya Kristal Hijau berada di dalam Danau ini?” Dalam benaknya Hao Long berkata setelah mengamati permukaan air danau tersebut.


“Awas Serangan!”


Li Annchi mendorong Hao Long yang berada paling depan, hal itu membuat Li Annchi yang terkena serangan tak terduga yang sangat cepat itu.


“Kadal Bunting!”


Guang Hou terbelalak kaget seraya mengumpat, saat melihat seekor kadal raksasa, tiba-tiba muncul dari dalam danau setelah menyerang mereka dengan lidahnya yang sangat panjang itu.


Tubuh Li Annchi terlempar jauh dengan lendir yang membasahi seluruh gaunnya. Walau tidak mengalami luka berarti, namun Hao Long menjadi kesal melihat hal tersebut.


Mulut Kadal yang sebesar bukit itu terbuka seolah menyeringai mengejek Hao Long yang segera mengalirkan qi ke sekujur tubuhnya. Demikian juga dengan halnya dengan Guang Hou.


Melihat hal itu, Li Annchi yang menyadari bahwa kadal tersebut mempunyai kemampuan menyerap energi roh lawan, segera, segera melesat seraya mengeluarkan Pedang Inti Es dari cincin ruangnya.


Li Annchi menebas udara kosong yang berada di antara keduanya. Serangannya berhasil membuat tubuh Hao Long dan Guang Hou terlepas dari hisapan Kadal Raksasa itu.


Sementara si Kadal terbelalak merasakan hawa dingin dari serangan Li Annchi. Hal itu membuatnya segera kembali ke dalam Air danau.


“Kadal Air itu sepertinya takut dengan hawa dingin mu Annchi?” Hao Long telah berada jauh dari atas Danau berkata setibanya Li Annchi berada di dekatnya.


“Kau baik saja Long?” Hao Long tersenyum melihat kekhawatiran Li Annchi. “Aku merasa sedikit lelah, Kadal itu menyerap energi roh ku dengan cepat sekali.”


“Jika begitu biar Aku saja yang menghabisinya. Kau bersiap-siap lah dengan Tangan Petir, Aku akan memaksanya keluar dari dalam Danau.”


Li Annchi segera melayang ke tengah Danau setelah sebelumnya memuat bola energi sangat besar yang membuat tubuhnya kini terkurung dalam bola energi tersebut.

__ADS_1


Dari dua arah yang berbeda, tiba-tiba melesat keluar dua lidah kadal yang menyerang LI Annchi. Namun kedua lidah itu, seketika membeku saat bersentuhan dengan bola energi dingin Li Annchi.


Melihat itu, Li Annchi segera menggerakkan bola energi untuk menarik tubuh Kedua kadal raksasa itu keluar dari dalam danau.


Hao Long yang telah bersiap dengan Tangan Petir Dewa Langit, segera melesat dan menghajar keduanya hingga tewas terpanggang petir-petir besar dari tangan kanannya itu.


Sesaat setelah kedua makhluk kuno yang panjangnya mencapai lima puluh meter itu tewas, Aura Roh Kristal Hijau segera terasa memenuhi permukaan air danau yang bergejolak dengan hebat.


Sementara Roh Kristal Merah yang telah bisa berkomunikasi dengan Roh Kristal Hijau yang ternyata seorang perempuan, memintanya keluar dari dalam danau.


Dari air danau yang bergejolak, muncul sebuah kristal berwarna hijau yang membuat Hao Long segera mengeluarkan Lemari Semesta dari Ikat Pinggang Lima Permata.


Daratan pun berguncang dengan hebat dan berhenti setelah Kristal Hijau berada di dalam Lemari Semesta yang kembali ditutup oleh Hao Long dan memasukkannya ke dalam ikat Pinggang Lima Permata.


Hao Long menatap Sosok Roh Kristal Hijau terlihat oleh masih terdiam di tempatnya, Ia sedang terpaku melihat ketampanan sosok yang tangannya masih diselimuti oleh petir itu.


“Ah senangnya hatiku memiliki Tuan yang tampan seperti ini.” Ucapan genit dari Roh Kristal Hijau, membuat Roh Kristal Merah dan Jingga cemberut kesal.


“Dasar Roh Ganjen!”


Maki Kristal Jingga setelah Roh Kristal Hijau berada di dalam Tangan Petir Dewa Langit Hao Long. “Ih kok marah … Cemburu ya?” Goda Roh Kristal Hijau sambil tertawa.


“Eh kenapa dengan dia? Apa yang terjadi padanya?” Tanya Roh Kristal Hijau saat menemukan Roh Kristal Kuning tergeletak di belakang Roh Kristal Jingga di atas gumpalan Awan berwarna kuning.


Keempatnya berada dalam sebuah Dimensi yang ada di dalam Tangan Petir Dewa Langit. Mereka berada di atas gumpalan awan sesuai dengan warna gumpalan awan yang ada tujuh buah dan berbeda warna itu.


Ketiganya segera kembali ke Kota Shanduan dan bermalam di sana. Keesokan harinya, setelah matahari berada di puncaknya siang, mereka berenam memutuskan untuk berangkat Ke dunia Siluman.


Tanpa mereka sadari, di sebuah dimensi lain di dasar laut Timur Dunia Elemen, bahaya sedang mengancam semua orang yang berada di dunia elemen.


Sebuah Dimensi yang terletak diantara hawa panas Inti dunia elemen dan Hawa Dingin Laut Dunia Elemen. Sebuah dimensi Dunia lain yang diciptakan oleh sosok yang selalu menentang keberadaan Para Dewa.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2