Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
046: Dewa Tongkat Merah


__ADS_3

“Siapa Kau?! Mengapa ikut campur urusan kami? ... “ Kakek itu hanya tersenyum mendengar pertanyaan Hao Lang yang terdengar arogan di telinganya.


“Apalah arti sebuah nama. Namaku agak jelek, tapi tidak sejelek kelakuan kalian hahahaha…” Wajah Hao Lang dan keempat saudaranya seketika memerah mendengar perkataan Kakek tersebut.


Kemarahan itu, membuat rasa jerih yang tadi menghinggapi hati mereka menjadi sirna. Berganti nafsu membunuh yang membuat mereka segera mengeluarkan senjata masing-masing.


Kakek itu hanya tersenyum, sebuah tongkat merah, segera berada di genggaman tangannya.


“Kakek bertongkat merah? Jangan-jangan Dia …” Lan Yue mendesis. “Apakah Kau mengenalnya saudari Yue?” Tanya Hao Fang yang terlihat khawatir melihat ke lima saudaranya akan bertarung menggunakan senjata.


“Jika dugaanku benar, Kakek itu adalah Dewa Tongkat Merah … Satu dari empat jagoan legendaris di masa puluhan tahun lalu.”


Kekhawatiran Hao Fang semakin menjadi, apalagi saat melihat Hao Lang berkata keras kepada Kakek tersebut. “Kakek .. pergilah dari tempat ini, Jangan memaksa kami berlaku kurang ajar kepada orang tua.”


“Meninggalkan tempat ini? Dan membiarkan kalian mengeroyok gadis belasan tahun. Itu bukan sifatku.” Jawaban Kakek yang memang Dewa Tongkat Merah adanya, membuat Hao Lang meradang.


Pancaran energi di Tingkat Dewa Tahap Awal dari tiga orang Klan Hao itu, segera memenuhi udara. Namun Dewa Tongkat Merah tidak terlihat jerih sama sekali.


TRANG


Pedang Hao Lang beradu dengan tongkat merah sang kakek. Hal yang membuatnya terkejut saat mendapati tubuhnya terpental setelah beradu senjata.


Melihat itu, kedua orang lainnya, yaitu Hao Yun dan Hao Yan segera membantu. Serangan tombak dan pedang dari keduanya dengan mudah dihindari oleh Dewa Tongkat Merah.


Hao Lang kembali melesat membantu kedua adiknya. Pertarungan tiga lawan satu segera terjadi dengan sengitnya.


Dewa Tongkat Merah yang berada di Tahap Menengah Tingkat Dewa, masih mampu mengimbangi serangan ketiganya. Namun dirinya sedikit terkejut mendapati ketiga orang itu, memiliki kultivasi tinggi di usia mereka yang masih tergolong muda.


AARGGHH

__ADS_1


Tubuh Hao Yun terpental bersama dengan lepasnya pedang di tangannya, sete;ah tendangan keras Dewa Tongkat Merah mengenai siku kanannya.


Serangan itu, selain melemparkan tubuh Hao Yun, juga membuat tulang sikunya menjadi retak. Hao Chang segera datang mengobati sang Kakak.


Li Annchi hanya menatap pertarungan itu dengan benak yang sedang berpikir keras. Tidak tahu harus bagaimana menyikapi situasi yang ada di hadapannya.


Sementara pertarungan dua lawan satu itu, kini terlihat tidak seimbang, jurus-jurus yang digunakan oleh Dewa Tongkat Merah, belum pernah dilihat oleh Hao Lang maupun Hao Yan. Sehingga mereka kewalahan dan mulai terdesak hebat.


AARGGH


Kini Hao Yan yang terpelanting dari arena pertarungan dengan mulut memuntahkan darah, setelah tendangan keras Dewa Tongkat Merah, menghantam perutnya dengan telak.


Hao Chang segera datang untuk mengobatinya. Dalam Klan Hao tidak ada yang tidak mengetahui kehebatan Hao Chang dalam hal pengobatan walau kultivasinya masih di Tingkat Langit Tahap Akhir.


Sementara Hao Lang yang telah menguasai teknik pedang tingkat tinggi keluarga Hao, harus mengakui kehebatan sosok tua di depannya. Ia terdesak hebat dan beberapa kali tongkat merah lawan, hampir mengenai tubuhnya.


BUUGH


“Kakak!!! … “ keempat adiknya berteriak melihat hal itu. Hao Chang segera melesat untuk memberikan pengobatan dengan energi qi dan pil tingkat tinggi kepada Kakak tertua mereka.


“Siapa Kakek itu sebenarnya? Kemampuannya sangat tinggi, Kita bukan lawannya. Ajaklah yang lain pergi dari sini.”


Setelah menelan pil dan rasa sakitnya berkurang, Hao Lang segera melesat ke udara. Hal itu membuat ketiga adiknya menyadari jika Kakak tertua mereka akan mengeluarkan jurus pamungkasnya.


“Kakak Tertua menyuruh kita pergi dari sini, Ia akan membuka jalan untuk kita kabur dari tempat ini.” Ketiga orang lainnya mengangguk setelah mendengar perkataan Hao Chang.


Setelah melihat energi berbentuk pedang sepanjang lima meter di udara, Empat orang dari Klan Hao, itu segera melesat ke udara dan pergi meninggalkan tempat tersebut.


Dewa Tongkat Merah, menatap energi berbentuk pedang dengan sedikit senyum di sudut bibirnya. “Hao Tian … Rupanya Kau berhasil meningkatkan jurus pamungkasmu dengan baik.”

__ADS_1


Dewa Tongkat Merah tak ingin gegabah, Ia segera mengangkat tongkatny ke udara dan memutarnya dengan cepat tongkat merah itu tidak terlihat.


Melihat kedua energi itu telah bersiap beradu di udara, Lan Yue segera membuat perisai pelindung untuk melindungi Hao Fang dan dirinya.


Sementara Li Annchi tidak bergeming dan hanya diam nenatap energi pedang sepanjang lima meter itu, melesat ke arah Dewa Tongkat Merah dengan sangat cepat.


BLAAAM


Tanah bergetar saat sebuah energi berbentuk tongkat berwarna merah, melesat dari putaran tongkat kakek itu, lalu menghadang dan meledak saat berbenturan.


Tubuh Hao Lang terpental lebih dari dua puluh meter, lebih tinggi dari tempatnya semula. Sementara Dewa Tongkat Merah, sedikit takjub mendapati kedua kakinya melesak beberapa sentimeter ke dalam tanah.


Tubuh Hao Lang kini tidak terlihat lagi. Ia pergi meninggalkan tempat tersebut, sesaat setelah memuntahkan darah segar dari mulutnya.


“Kakek itu … Suatu hari nanti Aku pasti akan membalas penghinaan ini.” Hao Lang segera melesat ke arah yang sama dengan keempat adiknya tadi, dengan rasa geram di hatinya.


Saat melewati sebuah bukit, Ia terkejut mendapati kenyataan yang tidak Ia duga sama sekali. Sosok perempuan yang terlihat seperti gadis yang mereka serang di tepi sungai tadi, kini terlihat sedang bertarung dengan Hao Yan.


Sementara ketiga adiknya yang lain, telah tergeletak dan sepertinya tidak bernyawa lagi. Hao Lang segera melesat dengan melesatkan energi pedang, ketiak melihat Hao Yan yang terdesak hebat dalam situasi berbahaya.


Serangan Hao Lang berhasil menyelamatkan Hao Yan dari kematian. “Siapa Dia?!!” Hao Lang segera bertanya setelah menjejakkan kakinya di tanah.


“Dia … Dia … “ Hao Yan tergagap menjawab pertanyaan Hao Lang. “Aku adalah gadis yang pernah kalian nodai bergiliran belasan tahun lalu, hari ini adalah hari pembalasan bagi kalian!”


Mendengar hal itu, Hao Lang tersentak. Ia menatap wajah perempuan yang berusia sekitar empat puluhan tahun itu, wajah yang mengingatkannya pada perbuatan keji yang Ia lakukan lebih dari sepuluh tahun lalu.


“Bawa mayat mereka kembali, biar aku yang mengurus perempuan ini!” Hao Lang segera mengeluarkan pedang pusakanya. Sementara Hao Yan segera mengangkat ke tiga mayat saudaranya yang lain.


“Jangan harap bisa pergi hidup-hidup dari sini!” Perempuan yang memiliki kemiripan wajah dengan Li Annchi itu, segera melesat dengan kecepatan yang membuat Hao Lang sedikit terkejut melihatnya.

__ADS_1


---------------------------O----------------------------


__ADS_2