Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
Pertarungan Ranah Langit


__ADS_3

“Baiklah Jika itu maumu ...” Fung Jie mengeluarkan sebuah Giok kecil berisi Pil Mutiara Langit lalu menelan pil itu dengan cepat. Hal yang sama pun dilakukan oleh Beiju dan Annabi.


Kurang dari satu menit, khasiat Pil Mutiara Langit itu telah bekerja. Hampir secara bersamaan, ketiganya berteriak keras memekakkan telinga.


Tubuh mereka, kini memancarkan Aura Ranah Langit yang sangat besar. Namun Ji Hua dapat merasakan jika mereka kini bukanlah sosok yang sama, seolah ada sosok lain yang mengendalikan tubuh Ketiganya.


Mata ketiga orang itu terlihat telah berubah menjadi merah menyala, Tubuh Beiju tiba-tiba membesar hingga setinggi lima meter. Ketiganya menatap remeh kepada Hao Long dan Li Annchi.


Ji Hua yang kekuatannya masih berada di Ranah Bumi, menatap ketiga rekan yang telah menjadi lawan itu dengan tatapan jerih dan tak percaya.


“Sesepuh Hua ... Mohon menjauh dari tempat ini. Pertarungan kami akan sangat berbahaya bagi Anda.”


Hao Long berkata dengan suara lembut. Ji Hua yang menyadari hal tersebut, lantas menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Ji Hua pun melesat menjauh, tak ada dari ketiganya yang mencoba menahan Ji Hua yang dalam beberapa detik telah berada lebih dari seratus meter dari mereka.


Sementara Li Annchi yang telah mendapat energi roh dari Dewi Bunga Es, untuk pertama kalinya mengerahkan kekuatan penuhnya di Ranah langit yang lebih kuat dari kekuatan Hao Long saat pemuda itu menghancurkan Perisai pelindung Hutan Kayu Besi.


Suhu Udara seketika turun dengan drastis, Bahkan Ji Hua yang berada seratus meter dari mereka, segera menjauh saat melihat Pohon-pohon di depannya tiba-tiba saja membeku.


Ia pun menjauh lagi hingga lima ratus meter dari ke lima orang itu. Walau tidak membeku, namun udara terasa snagat dingin. Ji Hua pun menatap takjub akan kekuatan yang kini dimiliki oleh Li Annchi.


Annabi segera berteriak keras untuk mengusir hawa sangat dingin itu agar tubuhnya tidak membeku. Hal yang sama dilakukan oleh Beiju dan Fung Jie.


Sedang tubuh Hao Long telah memancarkan hawa yang sangat panas sebelum Ia melesat dan telah berada di depan Fung Jie yang segara menahan tendangan Hao Long dengan menggunakan lengannya.


DUAGH


KRAAAKKK


Tubuh Fung Jie terlempar keras dan merobohkan beberapa pohon yang terbentur oleh Tubuhnya. Terlihat raut wajah terkejut dari Fung Jie yang lengannya telah patah, akibat menahan tendangan kuat Hao Long tadi.


Sementara tubuh Hao Long terpental ke udara dan saat Ia bersalto, serangan tinju yang sangat dan cepat dari Beiju datang. Hao Long tak sempat lagi menghindarinya. Ia pun terpaksa mengadu tinju dengan kepalan tangan raksasa Beiju.


DUAAAAGHHH


AARGGH


Tubuh keduanya sama-sama terpental, namun Tubuh Beiju yang besar, justru yang terpental hingga puluhan meter dan merobohkan pohon-pohon besar di belakangnya.


Hao Long yang dengan cepat menguasai dirinya, berniat untuk memberikan serangan susulan kepada Beiju, yang masih terus terlontar dan merobohkan pohon-pohon besar.


Namun tidak Ia duga, dari tanah yang Ia pijak, tiba-tiba muncul dua tangan besar yang terbentuk dari tanah. Tangan itu mencengkeram kedua kaki Hao Long dengan sangat kuat.

__ADS_1


Hao Long yang masih berusaha melepaskan diri, terkesiap melihat Fung Jie datang dengan serangan Tombak Trisula dari air yang memiliki kilatan petir di ujungnya.


“Tangan Petir!”


JEDAR


BLAAAAM


Tombak energi dari elemen air dan Petir itu, hancur saat beradu dengan Tangan Petir Hao Long. Tubuh Fung Jie kembali terpental, kali ini lebih jauh dari sebelumnya.


BLAAAAMM


AARGGGHH


Hao Long yang baru terbebas dari cengkeraman tangan dari tanah, segera melesat ke udara untuk menghindari serangan dari dalam tanah.


Di saat yang bersamaan, suara menggelegar terdengar dari sisi kirinya, yang membuat tubuhnya terhempas belasan meter jauhnya.


Teriakan kesakitan itu berasal dari mulut Annabi yang tubuh Ular bagian pinggang ke bawah, terkena hantaman Tapak Salju Abadi Li Annchi .


Namun begitu, Annabi kembali bangkit dan melesat sangat cepat, seolah serangan kuat Li Annchi tadi, tidak berakibat apapun pada tubuhnya. Serangan yang kini Annabi lepaskan, jauh lebih kuat dan mematikan dari sebelumnya.


Hao Long segera kembali fokus dengan pertarungannya sendiri, saat menyadari Fung Jie dan Beiju telah berada di depan dan di belakangnya.


“Bagaimana mereka bisa terlihat tetap segar walau telah terkena seranganku?” Hao Long menatap tangan Fung Jie yang tadi patah, kini telah pulih kembali.


Walau sedikit kepayahan menghindari serangan bertubi-tubi dari keduanya, Hao Long selalu berhasil menghindarinya. Bahkan Ia bisa mendaratkan serangan kuatnya ke tubuh Beiju maupun Fung Jie.


Lagi-lagi Hao Long dibuat heran dengan situasi yang dihdapinya. Walau beberapa pukulan mematikan telah mengenai tubuh mereka, namun keduanya seolah tak merasakan luka itu sama sekali.


Kedua orang yang sudah tak mengenalinya lagi, semakin lama justru semakin kuat menyerangnya. Kini serangan mereak mulai menggunakan energi.


Hao Long melesat mundur, kini Ia tak ingin berlama-lama lagi bertarung dengan mereka berdua. Karena Ia merasakan ada sesuatu yang tak biasa sedang bekerja.


Mata Fung Jie dan Beiju yang sudah terlihat seperti kerasukan sesuatu itu, melotot lebar saat Hao Long mengangkat tangan kanannya ke udara.


Tangan itu kini mengeluarkan cahaya biru yang sangat terang dengan lima Cincin Energi berbeda warna. Tanah pun berguncang hebat, saat Fung Jie dan Beiju juga mengerahkan seluruh kekuatan kekuatan mereka.


Pohon-pohon yang tadi membeku, mulai bertumbangan. Angin kencang menggulung awan hitam di seluruh langit dunia siluman. Annabi dan Li Annchi pun sama-sama melesat, saling menjauhi satu sama lain.


Tiga aura kekuatan yang sangat besar di Tingkat Dewa Abadi Ranah Langit itu, benar-benar membuat dunia Siluman dilanda badai yang sangat mengerikan.


Petir menggelegar di seantero langit Dunia Bangsa Siluman, saat pengerahan energi ketiga orang itu telah mencapai puncaknya masing-masing.

__ADS_1


Terlihat tubuh Beiju telah diselimuti cahaya Hijau kehitaman, sedang tubuh Fung Jie diselimuti oleh cahaya merah kehitaman dengan kedua tapak tangannya yang diselimuti oleh Api biru yang menyala.


Di sisi lain, terlihat mata Hao Long kembali membiru, tubuhnya diselimuti oleh kilatan petir lima warna yang juga keluar dan meletup-letup dari tangan Kanannya.


Beiju yang pertama melepaskan serangan dengan berteriak keras setelah melesat ke atas tubuh Hao Long yan masih terdiam membisu.


Dari mulut besar Beiju yang terbuka lebar, melesat dengan sangat cepat sebuah tombak energi berwarna Hijau kehitaman yang terlihat tepat mengenai tubuh Hao Long.


“APA!”


Annabi tersedak nafasnya saat menyadari tubuh Hao Long telah berada sepuluh meter dair tempatnya semula.


BLAAAMMMM


Suara bergemuruh segera terdengar saat Tombak itu menghantam tanah dan membuat Dunia Siluman berguncang hebat setelah Energi berbentuk Tombak itu meledak sejauh dua ratus meter di dalam tanah.


Ribuan kubik tanah terlempar ke udara akibat ledakan energi serangan Beiju. Hal itu dimanfaatkan oleh Fung Jie yang segera membuat tanah yang terlempar tadi, menjadi sebuah Tombak Raksasa.


Tombak Raksasa dari tanah itu, melesat ke arah Hao Long. Tiba-tiba. Tombak besar itu berubah menjadi berukuran sepanjang satu meter dan berjumlah hingga ribuan buah.


Hao Long hanya tersenyum sinis, Ia segera menghantamkan Tapak Tangan Petir ke arah ribuan tombak tanah yang seketika hancur menjadi debu.


Beiju kembali menyerang, Ia menggunakan Tombak Penguasanya untuk meremukan tubuh Hao Long.


DUAGH


Diluar duagaan Beiju, Tongkatnya itu hanya ditana dengan satu tangan oleh Hao Long yang dengan cepat meremukan Tongkat Penguasa. Beiju seketika menjadi sangat murka.


Ia melepaskan serangan energi berbentuk tombak secara bertubi-tubi kepada Hao Long yang dengan mudah menghindarinya.


Namun Hao Long tidak menyadari jika serangan Beiju itu, membuat tanah berlubang hingga sejauh puluhan kilometer ke dalam tanah yang membuat Dunia Siluman dilanda gempa yang besar.


Di saat Hao Long sedang sibuk menghindari serangan Beiju, Fung Jie diam-diam membuat bola energi dari berbagai elemen dalam ukuran yang sangat besar yang kini telah berada di bawah kaki Hao Long sejauh dua puluh meter.


Saat Hao Long menyadari hal tersebut, Ia pun segera mempersiapkan jurus Murka Tangan Petir dengan kekuatan penuhnya.


BLAAAM


Secara bersamaan Hao Long melepaskan sepuluh petir snagat besar dengan lima warna berbeda yang membuat bola-bola energi lima elemen buatan Fung Jie, meledak sangat dahsyat.


Besarnya energi ledakan itu, menyapu seluruh pepohonan hingga radius puluhan kilometer dan membuat Dunia Siluman berguncang sangat hebat.


Guncangan itu membuat tanah menjadi terbelah lebar, sepanjang ratusan kilometer.

__ADS_1


Saat itulah Hao Long menyadari jika Planet bernama Dunia Siluman ini, akan meledak hancur akibat pertarungan mereka.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2