
“Klan Hao?!! … Jadi begini sikap-sikap orang dari Klan Hao? Pantas saja semua orang di Sekte Tangan Dewa membenci diriku.” Hao Long seketika kehilangan selera makannya.
Enam orang kultivator dari dua meja yang lain, sempat mengalihkan pandangan mereka ke arah ke dua orang itu, sebelum akhirnya memilih berdiri dan beranjak pergi, setelah melakukan pembayaran.
Suasana tegang di ruang makan, seketika berubah bising saat pria yang membentak tadi, melesat hendak menendang meja dimana ketiga perempuan itu berada.
Sebuah kaki menangkis tendangan tersebut sekaligus mementalkan pria itu yang terbelalak mendapati kenyataan yang di luar dugaannya.
“Hao Feng!!! …!?” Rekannya memanggil dengan suara terkejut. Sementara Hao Feng menatap tajam ke arah dimana perempuan yang menangkis serangannya, telah berdiri dan bersiap bertarung dengannya.
“Hari ini sepertinya Aku harus mengajari orang-orang dari Klan Hao agar mengerti sedikit sopan santun. Majulah kalian!” Perempuan berusia sekitar empat puluhan tahun yang terlihat masih seperti gadis belasan tahun itu, segera mengeluarkan sebuah kipas dari cincin ruangnya.
“Jika Kalian ingin bertarung, keluarlah dari ruangan ini! Aku paling tidak suka ada yang mengganggu saat sedang makan!” Aura yang kuat, memancar dari tubuh Huang Bao saat Ia berkata menahan kemarahannya.
Hal itu membuat kedua belah pihak yang akan bertarung terkejut, terutama kedua orang dari Klan Hao. “Hao Yun … Kakek itu bukan Kultivator biasa, sebaiknya kita cari tempat lain untuk bersenang-senang.”
Hao Feng berkata setelah Ia menelan ludahnya. “Nona … Mari kita lanjutkan di luar. Kurasa pertarungan kita akan sangat menarik jika dilakukan ditempat lain.”
Hao Feng segera melesat keluar diikuti oleh Hao Yun. Sementara satu dari perempuan yang masih duduk, segera berdiri dan melesat keluar secara bersamaan menyusul kedua orang itu.
Sementara satu orang perempuan yang masih duduk, menatap ke arah Huang Bao setelah Ia selesai menyantap hidangannya. Sesaat setelah Huang Bao selesai bersantap, perempuan itu berdiri lalu menghampirinya.
“Ada apa menemuiku, murid Dewi Kipas Pelangi?” Perempuan itu tersentak kaget. Belum sempat Ia menyampaikan kata-katanya, Huang Bao telah menyapanya.
“Sesepuh … Perkenalkan Aku Lan Yue, darimana Sesepuh tahu jika Aku adalah murid dari Guru Dewi Kipas?” Huang Bao tertawa kecil. “Kipas yang digunakan oleh adik seperguranmu, hanya Dewi Kipas Pelangi yang bisa membuatnya.”
Tentu saja Lan Yue terkejut, bagaimana bisa Huang Bao mengetahui jika Mao Li dan Mao Yi adalah adik seperguruannya. Namun pertanyaannya segera teralihkan oleh sebuah ledakan menggelegar yang membuat ketiganya segera melesat keluar.
Hal itu disebabkan karena pekikan dari Mao Li yang tubuhnya terpental dan juga sebuah Aura kuat yang tiba-tiba muncul di tempat tersebut.
__ADS_1
“Rupanya mereka menelan Pil Kondensasi Energi. Siapa Alkemis yang membantu Klan Hao menyempurnakan Pil Pembentuk qi mereka hingga di Tingkat Dewa?”
Hao Long memandang ke arah Huang Bao setelah melihat Lan Yue memberikan pil kepada Mao Li yang baru saja muntah darah akibat serangan dari Hao Feng.
“Begitu rupanya, pantas saja kekuatan pria Hao Feng itu bisa melonjak drastis dari Tingkat Langit tahap Awal menjadi Tahap Akhir.“
Hal yang sama juga dirasakan Lan Yue, kekuatan Hao Feng saat ini, menjelaskan bagaimana Ia bisa mengalahkan Mao Li yang kultivasinya berada di tingkat Langit Tahap Menengah.
“ Bibi Lan … Biar Aku yang mengurus mereka.” Hao Long menahan Lan Yue yang hendak menghadapi Hao Feng. “Aku harus memberi pelajaran pada orang-orang Klan Hao ini.”
Lan Yue akhirnya mundur setelah mendapat jawaban mengapa Hao Long ikut campur dalam urusan mereka. Selain karena hal itu, Lan Yue menyadari tingkat kultivasinya yang sebenarnya akan diketahui oleh mereka.
“Bocah!! apa maksudmu menghadangku? Menyingkirlah dari hadapanku!” Hao Long terlihat geram mendengar perkataan Hao Feng.
PLAAAKKK!!
Tubuh Hao Feng terpental dan membentur sebuah dinding tembok bangunan hingga tubuhnya melesak dan melubangi bangunan tersebut.
“APAA!!”
Hanya Huang Bao yang tidak berteriak demikian. Sementara tubuh Hao Yun terlihat bergetar, entah menahan marah atau ketakutan.
Hao Feng kembali melesat muncul dari dalam bangunan, mulutnya berdarah karena enam gigi depannya rontok akibat tamparan keras dari Hao Long yang tidak bisa Ia lihat gerakannya saat menyerangnya tadi.
“Feng … Biar Aku membantumu!” Hao Yun berteriak sesaat setelah Ia menelan pil kondensasi energi yang dimiliki oleh seluruh anggota Klan Hao itu.
Pil dengan efektifitas lebih dari sembilan puluh persen itu, meningkatkan kekuatan Hao Yun kurang dari satu menit saja.
Walau kultivasinya meningkat di tingkat langit tahap puncak, namun keduanya dibuat babak belur oleh Hao Long yang membuat Hao Yun mengalami hal yang sama dengan Hao Feng.
__ADS_1
Enam giginya tanggal, membuat Ia menutup mulutnya dengan tangan, saat berbicara kepada Hao Feng yang baru saja bangkit setelah tergeletak oleh tendangan Hao Long.
Hao Long tidak berniat membunuhnya. Bagaimanapun juga, mereka satu marga yang bisa jadi salah satu diantara keduanya adalah kakek leluhurnya sendiri.
“Siapa Kau … Berani sekali melawan Klan Hao! Katakan namamu!” Hao Feng membentak dengan mulut berdarah. Sesaat kemudian Ia dan Hao Yun terkesiap saat Hao Long menyebutkan namanya.
Lan Yue dan kedua adik seperguruannya, terkejut bukan kepalang. Sementara Hao Long terlihat sedang berbicara kepada kedua orang bermarga Hao itu.
“Sampaikan kepada kakek Hao Tian, Aku adalah keturunannya dari masa depan. Aku juga minta maaf kepada Kakek berdua karena telah lancang. Hal ini Aku lakukan karena Aku tak ingin Klan Hao dibenci oleh Sekte lain karena bersikap arogan dan sewenang-wenang.”
Hao Long segera menemui Lan Yue dan meminta maaf atas nama Klan Hao, sesaat setelah Hao Feng dan Hao Yun pergi dengan benak yang dipenuhi pertanyaan tentang jati diri Hao Long.
“Yun … Apakah Kau tidak merasa bocah tadi memiliki kemiripan dengan Si Sampah Fang itu?”
Hao Yun yang memiliki dugaan sama, menganggukkan kepalanya. “Tidak mungkin Dia adalah putera Hao Fang, karena saat ini si sampah itu belum menikah walau sudah berusia lebih dari empat puluh tahun.”
“Kita harus melaporkan hal ini kepada Kakek Tian secepatnya.” Keduanya segera melesat setelah merasakan pil penyembuh yang mereka telan, telah memulihkan energi dan mengobati luka tubuh mereka kecuali gigi mereka yang masih tetap ompong.
Sementara ketegangan terjadi karena Lan Yue yang mengetahui jati diri Hao Long yang sebenarnya, memancarkan Aura bertarung yang sangat kuat melebihi tingkat kultivasi yang Ia tunjukkan sebelumnya.
“Sudah ku duga perempuan ini menyembunyikan kekuatan yang sebenarnya. “ Huang Bao tersenyum saat mendapati dugaannya benar.
Sementara Hao Long tercekat saat mendapatkan tekanan dari energi yang memancar dari Lan Yue, yang baru saja mengeluarkan sebuah Kipas besar dengan tujuh bagian yang berbeda warna.
“Kipas Pelangi Dewa Langit.” Mata Huang Bao melotot saat Ia mengenali senjata yang Ia ketahui milik Dewi Kipas Pelangi yang pernah menjadi Jagoan di masa mudanya.
“Sepertinya , Nona Lan Yue memiliki dendam terhadap Klan Hao! Hingga Ia mengeluarkan pusaka di Tingkat Dewa itu” terlihat kekhawatiran Huang Bao. Karena Ia mengetahui bagaimana kehebatan dari Kipas Pelangi Dewa Langit itu.
--------------------------O---------------------------
__ADS_1