Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
085: Cucu di Masa Depan


__ADS_3

“Lang’er … Kelak setelah kau dewasa dan bertemu seseorang yang memiliki marga dan wajah yang sama dengan mu, berikan kotak ini kepadanya. Dan panggil Ia dengan sebutan Kakek Leluhur.”


Ucapan Sang Ayah semasa kecilnya itu, sebentar lagi akan terwujud. “Hanya satu hal lagi yang harus aku pastikan. Sebaiknya Aku menunggu di Hangar saja.”


Hao Lang membatalkan niatnya untuk memberi laporan kepada Pemimpin Xiong Hu yang sebenarnya sangat Ia dan pasukannya benci.


Ia melihat kotak yang tidak pernah bisa dibuka walau berbagai cara telah dilakukan. Lalu bergegas menuju Hangar yang terletak sejauh lima ratus meter dari ruang kerjanya.


Ia begitu penasaran akan sebuah jawaban yang ketika Ia tanyakan, sang Ayah enggan untuk menjawabnya secara langsung.


Sang Ayah hanya berkata bahwa dirinya akan mendapat jawaban atas pertanyaannya itu, setelah bertemu dengan orang tersebut. Hal Itulah yang membuatnya mempercepat langkah untuk tiba di Hangar.


Sementara Hao Long dan Li Annchi melesat mengikuti ke lima pesawat jet itu, setelah melihat kode tangan yang meminta mereka berdua agar mengikuti pesawat tersebut.


Setibanya di Hangar militer, semua prajurit telah bersiaga. Setidaknya seribu prajurit bersenjata lengkap, bersiap menyambut Hao Long dan Li Annchi dengan moncong senjata mereka yang telah terkokang.


Ribuan pasang mata menatap takjub saat keduanya mendarat, beberapa orang bergerak maju seraya menodongkan senjata mereka. “Berhenti dan tetap di situ!”


Suara Komandan Hao Long yang baru tiba, membuat seluruh prajurit menatap Ia dan Hao Long secara bergantian. “Long … Pria itu begitu mirip denganmu? Siapa Dia?”


Hao Long mengerutkan dahinya, teringat akan kakek Leluhurnya Hao Fang saat melihat sosok Komandan Hao Lang yang berdiri mematung lima meter di hadapannya.


“Pemuda ini mengingatkan aku saat masih berusia belasan tahun. Bagaimana bisa dia begitu mirip denganku.” Hao Lang masih terdiam, tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh matanya.


“Siapakah Anda? Dan dari mana Anda berasal?” Suara Hao Lang bergetar saat bertanya demikian. “Aku Hao Long dan ini Li Annchi. Tahun berapakah saat ini? Dan apa yang terjadi dengan dunia ini?”

__ADS_1


Tubuh Hao Lang bergetar hebat, mendengar dua nama yang sangat Ia kenali sebagai Kakek dan Nenek leluhurnya yang hanya bisa Ia lihat fotonya saat mereka telah berusia empat puluhan tahun.


Hao Long dan Li Annchi saling menatap dengan heran saat melihat tubuh komandan pasukan itu, bergetar lalu berlutut di hadapan mereka.


Semua prajurit terheran-heran melihat sikap yang ditunjukkan oleh komandannya. “Jenderal mengapa Anda bersikap seperti itu?”


Hao Lang mengacuhkan pertanyaan wakil komandan yang berada tiga meter di belakangnya. “Kakek Leluhur, terimalah hormat cucumu, Hao Lang.”


Hao Long dan Li Annchi tersentak, demikian juga dengan wakil komandan serta seluruh prajurit yang mendengar ucapannya. “Apa maksudmu berkata begitu?” Tanya Hao Long kebingungan walau mengetahui pria itu bermarga sama dengannya.


“Kakek dan Nenek, mari ikut ke ruangan Ku. Aku akan menjelaskan semuanya di sana” Hao Lang berdiri lalu melangkah di depan Hao long dan Li Annchi untuk menuntun mereka ke ruang kerjanya.


Setibanya di ruang tersebut, Hao Lang menjelaskan mengapa Ia bersikap demikian. Ia juga menjawab pertanyaan Hao Long bahwa saat ini adalah tahun 2187.


“Jadi begitu rupanya?” Hao Long dan Li Annchi akhirnya memahami apa yang terjadi. Mereka saling berpandangan saat Hao Lang menyerahkan sebuah kotak yang Ia sendiri tidak tahu apa isinya.


Dahi Hao Long dan Li Annchi berkerut saat kotak berukuran dua puluh centimeter persegi itu terbuka dan memperlihatkan isi di dalamnya.


“Apa?! Dua Gelang Giok tujuh warna? Kotak itu hanya berisi gelang tua seperti gelang anak-anak?” Hao Lang terlihat kesal setelah Hao Long memperlihatkan isi kotak tersebut.


Hao Long meneliti kotak tersebut dan mendapati secarik kertas putih yang warnanya telah memudar dan membuat Ia tertegun setelah selesai membacanya.


Li Annchi berseru kegirangan setelah mengetahui bahwa dengan gelang itu, mereka bisa kembali ke masa di mana mereka seharusnya berada setelah keluar dari Alam Pertengahan.


“Aku mendapatkannya dari ayah. Dan Ayah mendapatkan Kotak itu langsung dari Kakeknya, yaitu Anda sendiri Kakek Leluhur.” Jawab Hao Lang saat Hao Long bertanya dari mana Ia mendapatkan kotak tersebut.

__ADS_1


Hao Long kembali tertegun, Ia mengingat bahwa hingga saat ini, Ia belum pernah melihat kedua Gelang Giok Pelangi itu apalagi memilikinya.


Namun Hao Long diam saat akan bertanya lebih lanjut karena suara telepon di meja Hao Lang berdering. Wajah Hao Lang berubah pucat saat Ia selesai menerima telepon itu.


“Apa yang terjadi?” Tanya Hao Long penasaran. “Manusia Keji itu telah mendapatkan apa yang Ia inginkan. Kakek, Nenek, mohon bebaskan kami dari tirani manusia keji yang telah membunuh milyaran orang di dunia ini sejak sepuluh tahun lalu.”


Hao Lang lalu menjelaskan bahwa Xiong Hu telah mendapatkan sebuah senjata mematikan berupa pistol laser dengan daya hancur yang sangat tinggi dan membunuh mereka semua yang telah membuat pistol tersebut atas perintah darinya.


Seseorang yang menelepon mereka, adalah seorang office boy yang selamat setelah terkena tembakan pistol laser yang mengenai Liontin dari kalung yang Ia kenakan.


Dan informasi yang membuat pucat Hao Lang adalah Xiong Hu sedang menuju ke tempatnya saat ini berada, untuk menghabisinya serta semua prajurit dengan pistol laser tersebut.


“Tanyakan pada orang itu, terbuat dari apa liontin kalung yang Ia kenakan. Biar kami berdua yang akan menghadapi manusia iblis itu.”


Hao Long meninggalkan ruangan tersebut bersama Li Annchi setelah memasukkan kotak tersebut ke dalam cincin ruangnya.


Sementara Hao Lang menelepon balik Office Boy di laboratorium militer yang terletak lima kilometer dari pangkalan udara dimana Hao Lang berada saat ini.


Hao Long dan Li Annchi telah berada di atas atap dan memandang ke arah timur dimana terlihat sosok seorang manusia melayang di udara dengan aura Iblis yang dikenali oleh mereka.


“Rupanya kalian pemilik aura besar yang sempat aku rasakan tadi. Kali ini Aku tidak akan membiarkan kalian pergi hidup-hidup seperti saat di daratan kuno dulu.” Xiong Hu tertawa dengan sombong setelah berkata demikian.


“Begitukah? Aku rasa kali ini akan berbeda.” Jawab Hao Long dengan nada dingin seraya mengeluarkan Pedang Api Emas.


Mata Xiong Hu melebar saat merasakan aura yang memancar dari pedang di tangan Hao Long. Sikap Manusia Iblis itu membuat Hao long sendiri terkejut melihatnya.

__ADS_1


“Tidak mungkin! Bagaimana Ia bisa memiliki senjata yang mengandung energi dari Raja Dewa?”


-------------------------O---------------------------


__ADS_2