
Sesaat sebelum Ludi tewas di tangan Hao Long, Li Annchi yang sedang melawan salah satu kultivator level enam, berhasil mendesaknya mundur dengan jurus Tapak Dewi Es.
Sosok bernama Mio Ghi itu terlihat kewalahan menghadapi serangan Li Annchi yang berhawa sangat dingin. Ratusan kali pertukaran serangan, telah terjadi di antara keduanya.
Mendapat lawan yang jauh lebih kuat darinya, Mio Ghi akhirnya mengeluarkan senjatanya. Aura mencekam seketika keluar dari bilah Tombak Golok di tangan Mio Ghi.
Li Annchi yang menyadari senjata lawan berbahaya, segera mengeluarkan Pedang Naga Es. Keduanya pun kembali bertarung hingga dari puluhan jurus menjadi ratusan jurus.
Li Annchi yang merasakan aura kekuatan dingin tiba-tiba melintas jauh di atasnya, menjadi kehilangan konsentrasi. Sambaran cepat Tombak Golok Mio Ghi, sedikit merobek gaun bagian pinggangnya.
Hal itu membuat Li Annchi menjadi gusar. Ia segera mengeluarkan jurus yang Ia pelajari saat di Dunia Antara. Jurus Pedang Salju pun segera Ia gunakan.
Li Annchi mengeluarkan kekuatan penuhnya sehingga membuat Suhu Udara turun dengan drastis. Hal ini membuat Mio Ghi tersentak kaget.
“Bagaimana gadis ini bisa memiliki kekuatan dingin sekuat ini? Apakah Dia murid perempuan kejam itu? …. Ah Tidak mungkin, Ia telah Tewas di tangan Yang Mulia Ge Riong.”
Aura Dingin yang memancar dari tubuh Li Annchi, mengingatkan Mio Ghi akan sosok perempuan sangat cantik yang pernah Ia lihat, Isteri Sang Penguasa Dunia Kristal yang di bunuh secara licik oleh Ge Riong.
Mio Ghi yang sedang terkejut, tidak menyadari bahwa Pedang di tangan Li Annchi telah membuat Angin tornado salju yang sangat besar dan berputar dengan sangat cepat.
Saat menyadarinya, Mio Ghi tersentak karena merasakan tubuhnya telah berada dalam jangkauan serangan lawan. Tak menemukan kesempatan lolos, Mio Ghi Lalu memutar Tombak Goloknya dengan sangat cepat.
Putaran senjatanya menghasilkan energi kuat yang berpusar dengan cepat dan segera saja beradu melawan Angin Tornado Salju dari Li Annchi.
BLAAAMM
Tubuh keduanya sama-sama terlempar dan mengalami luka dalam. Namun Roh Dewi Salju yang berada di dalam tubuh Li Annchi, segera mengobatinya dan mengambil alih kendali tubuh Li Annchi.
Rambut Li Annchi kini berubah menjadi putih semua, seputih warna bola matanya. Mio Ghi yang baru saja mengobati lukanya dengan menelan sebutir Pil penyembuh, terkesiap melihat perubahan wujud Li Annchi.
Kekuatan yang memancar dari tubuh Li Annchi hanya sedikit berubah, namun kecepatan geraknya membuat Mio Ghi yang telah diserang kembali, terkejut akan kecepatannya.
Mio Ghi mulai kewalahan menghadapi serangan bertubi-tubi dari Dewi Salju yang merasuki tubuh Li Annchi. Dalam sekejap, beberapa luka menghiasi tubuh Mio Ghi yang mulai merasa putus asa melawannya.
BLAAAMM
__ADS_1
Tepat saat Dewi Salju berhasil menebas putus leher Mio Ghi, suara menggelegar terdengar dari arah di mana Hao Long berada.
Suara itu berasal ledakan sebilah pedang berukuran sangat besar dan sebening kristal yang beradu dengan sebuah energi berbentuk perisai dengan ukuran yang tak kalah besarnya.
Efek Ledakan kedua energi itu sangatlah besar, puluhan rumah yang berada di bawah mereka, seketika roboh karena terguncang begitu kuat.
Sementara puluhan orang lainnya terlempar dengan nyawa yang melayang dan tubuh terhempas bagai daun kering hingga sejauh seratus meter.
***
Saat yang sama dengan terjadinya pertarungan Li Annchi melawan Mio Ghi, Ketua Guang Hou sedang dihajar habis-habisan oleh Cai Di dan kultivator level enam yang bernama Fei Luo.
Awlanya Cai DI berhasil di desak oleh terluka parah saat melawan Guang Hou. Namun kini Guang Hou yang terluka parah karena disiksa oleh sosok Fei Luo.
Cai Di yang sangat kesal, menghajar habis-habisan Guang Hou yang akhirnya kehilangan kesadarannya. Namun, saat akan membunuhnya, terdengar dentuman yang sangat kuat dari arah selatan.
Saat itulah, Fei Luo menyadari Tuan mudanya, sedang bertarung dengan sosok yang berada di balik awan. Dan Ia melihat Ge Luo terhempas jauh akibat beradu energi dengan lawannya.
“Kau urus saja Dia, Aku akan melihat situasi Tuan muda.” Fe Luo segera melesat ke arah di mana Ge Luo berada. Ia tiba bersamaan dengan kedatangan Yo Di dan juga Li Annchi.
Hao Long yang melihat kedatangan kedua orang yang memiliki Aura di Level Enam, menjadi khawatir, namun saat melihat Sesepuh Wushang dan long Bai melesat ke arah Utara, ia menjadi sedikit tenang.
Ge Luo yang tadi terhempas, melesat kembali dan segera berada diantara Yo Di dan Fei Luo. Ia menatap gusar ke sebuah awan yang bergerak turun dengan perlahan-lahan.
“Huh … Rupanya Kau masih hidup Nenek berjuluk Dewi Kristal Es. Ternyata selama ini Kau bersembunyi di Dunia Elemen.” Ge Luo berkata walau belum melihat sosok orang yang tadi menyerangnya.
Sesosok perempuan yang terlihat berusia sekitar tiga puluhan tahun, tiba-tiba melesat keluar dari gumpalan awan. “Bukalah lebar-lebar matamu! Apakah Aku terlihat seperti seorang Nenek-nenek!”
Suara ketus dari mulut perempuan itu, membuat Ge Luo dan kedua anak buahnya, terbelalak lebar. Hal yang sama terjadi pada Hao Long yang mulutnya terbuka, saat menatap kecantikan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
“Kecantikan Tingkat Langit!” Desis Hao Long dalam benaknya. Berbeda dengan keempat laki-laki itu, Roh Dewi Salju sedang terlihat menangis bahagia.
Hal itu karena Ia merasakan aura Roh Sang Ibunda berada di dalam tubuh Perempuan itu. Sang Ibunda yang bernama Dewi Kristal Es.
Perempuan itu tiba-tiba mengalihkan pandangannya dan segera melesat menghampiri Li Annchi.
__ADS_1
Sesaat kemudian terjadi perubahan wujud pada perempuan itu, disertai ledakan energi sangat besar sehingga mementalkan keempat pria itu hingga puluhan meter jauhnya.
Sosok perempuan itu, kini memiliki rambut dan bola mata seperti sebuah kristal yang sangat bening. Roh Dewi Kristal akhirnya merasuki tubuh Perempuan itu dan berbicara pada Dewi Salju yang tengah merasuki tubuh Li Annchi.
“Puteriku? … Akhirnya kita bertemu setelah ribuan tahun terpisah!” Perempuan itu segera memeluk Tubuh Li Annchi. Tangis bahagia diantara keduanya pun segera terdengar.
Sementara itu, Ge Luo yang menyadari Kekuatannya masih jauh di bawah kekuatan Perempuan yang baru saja datang itu, segera memutuskan untuk kembali ke Dunia Kristal.
Dengan menggunakan Artefak pemindah Dimensi, Ge Luo memunculkan gumpalan awan hijau yang segera Ia masuki.
“Tuan Muda! Tunggu Kami!” Yo Di dan Fei Luo berteriak dari kejauhan. Keduanya melesat secepat mungkin untuk memasuki gumpalan awan hijau itu.
Namun gumpalan awan hijau yang menelan tubuh Ge Luo, tiba-tiba menghilang dalam sekejap saat keduanya tiba di tempat tersebut.
“Ah Tuan Muda … Mengapa Kau meninggalkan kami!” Suara Yo Di terdengar sangat geram mendapat perlakuan seperti ini dari Ge Luo.
Sementara Fei Luo yang merasakan kehadiran Hao Long, segera membalikkan badannya. “Ada apa Kau kemari?! Apakah Kau ingin mati di tangan kami Hah?!” Ucapnya pada Hao Long
“Tidak … kalian sepertinya telah ditinggal oleh Tuan Muda kalian, bagaimana jika Aku mengantar kalian menyusul teman kalian yang bernama Ludi itu.” Jawab Hao Long sambil menunjuk ke arah di mana jasad Ludi tergeletak.
“Bocah Sombong!” Teriak Fei Luo seraya melesat menyerang Hao Long dengan sebuah tendangan cepat ke arah kepalanya.
Hao Long yang bisa menghindari tendangan itu dengan sangat mudah, membuat Fei Luo tersentak kaget. Ia pun melesat mundur ke samping Yo Di yang juga terkejut melihat kecepatan gerak Hao long.
“Luo … Kita harus berhati-hati melawan pemuda ini. Kerahkan kekuatan penuh kita jika tak ingin mati konyol di tangannya!” Selesai berkata demikian, Yo Di segera mengeluarkan kekuatan penuhnya. Demikian juga dengan Fei Luo.
Aura kuat yang memancar dari tubuh keduanya, hampir setara dengan kekuatan yang memancar dari tubuh Hao Long yang juga segera bersiap bertarung melawan kedua orang itu.
Saat itulah, Yo Di dan Fei Luo menyadari kekuatan Hao Long yang telah berada di Level tujuh Tingkat Dewa Sejati. Tahap yang sulit mereka capai hingga saat ini.
Namun keduanya merasa yakin bisa mengimbangi kekuatan Hao Long. Tetapi keyakinan itu pudar saat melihat tangan Kanan Hao Long yang telah berwarna biru dan diselimuti oleh Petir-petir kecil.
“Tangan Petir Dewa langit! Bagaimana bisa!?” Keduanya tersentak kaget dan rasa jerih mulai merasuki hati keduanya.
Yo Di dan Fei Luo saling berpandangan. Yo Di segera berkata dengan senyum tipis saat teringat akan sepasang Gelang Mustika yang segera ia keluarkan dari Cincin Ruangnya.
__ADS_1
“Akhirnya Aku memiliki kesempatan untuk menggunakan kekuatan gelang Mustika ini, Tak ku sangka itu akan terjadi bersama mu Luo.”
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=